
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
Sebagai pertolongan pertama Om Za mengambil kotak obat dan mengambil obat penurun panas.
Om Za datang dengan segelas air putih dan sebutir pil penurun panas ,langsung saja aku membungkam mulutku dengan kedua tanganku.Padahal yang Om Za bawa bukanlah racun sianida.
" ayo sal..minum obat dulu , badanmu panas !!" Om Za mencoba merayuku ,aku menggeleng keras
" engga!!" tolakku beringsut mendekap lutut ku
" sal..jangan bikin abang bingung dan kesal,ayo cepat !! jangan uji kesabaran abang !!" ucapnya .
Aku masih tetap bungkam ,dengan sekali hentakan Om Za naik ke ranjang membawa tanganku yang sedang membungkam mulut dan menyatukan nya dalam satu cengkramannya ,ia mengapit rahangku hingga mulutku hingga terbuka.
" maafin abang , bukan abang mau kasar sama Salwa...tapi karena abang sayang Salwa !!" , satu tangan Om Za mencengkram kedua tanganku yang mulai berontak dan satunya lagi mencapit rahangku ia membawa pil itu di mulutnya dan memasukkan dengan cara yang ekstrem mendorong ke dalam dengan lidahnya hampir aku tersedak namun dengan sigap Om Za memberiku segelas air...
Aku sesenggukan dengan badan yang semakin lemas " abang jahat !!" lirihku.
" Salwa pingin pulang !!" aku memukul mukul Om Za
" Salwa benci abang !!"
"abang denger kan !!!"
" iya abang denger " jawabnya tak menggubris teriakan ku, sampai aku lelah dengan sendirinya dan tertidur dengan sesenggukan, Om Za melengos keluar kamar mengambil handuk kecil beserta air hangat untuk mengompres ku ,lama ia menatap wajah tenangku seraya tangannya merapikan rambutku, membuka lemari dan mengambil pakaianku . Satu persatu kancing seragam dibukanya ,ditutupinya badanku menggunakan selimut dan mulai mengganti pakaian ku dalam selimut , setelah selesai ia turun menuju dapur.
Perutku kembali keroncongan ,aku menggeliat merasakan peluh yang sudah membanjiri kening dan sekujur tubuh,rasa pusingku juga sudah berkurang.
Kalau saja rasa obat tak sepahit itu mungkin kejadian tadi tidak harus terjadi padaku sudah seperti drama penculikan saja. kujauhkan handuk kecil yang menutupi dahiku ,kusingkabkan selimut dari badanku , mataku menyipit melihat kostumku sudah berganti ,terakhir kali kulihat pakaian putih abu masih melekat rapi ,tapi kini sudah berganti baju santai kepalaku sedikit berdenyut lagi mengingat kejadian obat tadi apa yang mengganti bajuku juga orang yang sama ,kalau iya rasanya aku sudah ternodai dua kali hari ini.
ceklek
Aku membuka pintu kamar ,mencari dimana tersangka yang sudah melecehkan anak gadis orang secantik aku ,terdengar suara alat masak yang saling beradu menandakan si empu rumah sedang di dapur ,rasa kesal yang menggunung terkikis sebagian melihatnya repot repot memasak ..seharusnya aku yang disana baik aku maupun Om Za setauku belumlah makan sedari siang dan ini sudah masuk waktu ashar ,definisi pahlawan tanpa tanda jasa tuh yang kaya gini nih ,para suami suami hawt yang rela kecipratan minyak panas ,dan air yang mendidih...ku tatap punggung bidang yang sedang bergumul dengan panci dan sudip , tangannya dengan lihai mengaduk aduk isi panci ,sedangkan dia sendiri sudah mengaduk aduk perasaan ku saat ini...ia berbalik badan dengan membawa semangkuk bubur .
" sudah bangun ,putri tidur ??!" ucapnya tersenyum ,sangat manis dengan celemek yang ia pakai , walaupun tidak sekeren chef chef yang selalu tampil sempurna sepaket dengan kegalakan dan kedinginan sikapnya di layar kaca , tapi kerennya Om Za itu ada manis manisnya ,dan aku harus bersyukur akan hal itu tidak semua orang memiliki om om pria matang macam ini.
__ADS_1
Mataku menatap tajam ke arahnya sambil bersidekap " makan dulu ! bukankah kamu lapar !!" tawarnya.
" udah engga !!" jawabku duduk di meja makan, padahal beda dengan kenyataannya , perutku malah mengeong tak tau tempat,membuatku malu.
Ia terkekeh dan duduk di kursi sampingku " mumpung masih hangat !!" ia menyodorkan sendok berisi bubur ayam di depan mulutku ,kalau bukan karena perutku yang meronta-ronta aku tengsin harus makan dari tangan Om Za.
punggung tangannya ditempelkan di keningku " sudah turun !" ucapnya tersenyum lega.
Aku melahap bubur dengan kasar sampai terdengar bunyi sendok dan gigiku yang beradu.
" wihhh ada piranha lagi lapar !!" serunya.
" piranha ga makan bubur !!" sarkasku ,ia tertawa.. semangkuk bubur sudah meluncur ke lambungku . Om Za menyimpan mangkuk nya di meja .
" siapa yang gantiin baju Salwa ??!!" pekikku merengut .
" abang !!" jawabnya santai
" Salwa kan ga minta !!" jawabku.
" terus mau sama siapa ? baju seragam kamu kotor , kusut dan basah oleh keringat ,jadi abang menggantinya !" jawab Om Za.
" Salwa ngerasa dinodai 2 kali hari ini !!" sarkasku menyilangkan kedua tanganku di dada.
" ga usah lebay ! abang sudah melihat semuanya " jawab Om Za membuatku malu dan memerah ,aku menepuk bahunya keras hingga ia mengaduh.
" kenapa ?? abang kan suami kamu ,dan semua yang ada di diri kamu hak abang termasuk .." aku membungkam menutup mulutnya tak ingin mendengar lebih lagi , Om Za tertawa melihat reaksi salting ku.
" abang nyebelin !!" ketusku.
" maafkan abang yang sudah cemburu berlebihan ,sampai abang tidak memikirkan perasaan Salwa !! Salwa boleh marah sama abang ,boleh pukul abang ,tapi jangan sampai Salwa benci abang apalagi sampai mengucapkan kalimat lak*nat yang dibenci Allah!!" sesalnya.
" ya sudah abang antar lagi ke kamar ,kamu istirahat saja lagi " ,ia hendak merangkulku tapi aku menahan lengannya.
" abang sudah makan ??bukannya abang juga belum makan makan ??" tanyaku .
" abang bisa makan setelah ini ,kamu istirahat saja ...!" jawabnya ,
Bagaimana pun aku ikut andil dalam kejadian kemarin ,kalau saja aku meminta jemput pada Om Za tidak main memutuskan saja untuk ikut tebengan Wisnu mungkin tidak akan seperti ini...
.
.
Hari ini Om Za menelfon sekolah bahwa aku sakit, walaupun aku sudah baik baik saja tapi Om Za menyuruhku untuk istirahat saja di rumah sampai badanku pulih kembali.
" abang tidak bekerja ??" tanyaku di ambang pintu ruang kerjanya mengusir kecanggungan diantara aku dan Om Za, ia terlihat tengah sibuk dengan laptopnya.
Om Za memutar kursinya menoleh ke arahku " abang mengerjakan pekerjaan di rumah saja !" jawabnya masih terlihat serius menatap layar laptop ,aku mendekat membawa secangkir kopi kesukaannya dan menaruhnya di meja samping Om Za.
" ngerjain apa sih serius banget !!" seruku so ngerti.
" laporan dana bantuan untuk warga !!" jawabnya lagi dengan alis yang menukik sepertinya ada yang salah .
" apa ada yang salah ya bang ??" walaupun tidak mengerti ,setidaknya aku bisa menjadi teman bercerita dan berbagi.
__ADS_1
" iya ,minus tapi sebagian warga belum menerima !" bola matanya bolak balik melihat data di depannya.
" maksudnya ada yang korup gitu bang ??!" seruku terkejut ,ia mengangguk
Tega sekali ditengah kesusahan orang lain ada oknum yang sengaja mengambil hak milik orang lain . Om Za beralih menatapku.
" kenapa kamu yang bikin kopi ,apa sudah kuat ??" tanya Om Za menarik tanganku hingga aku tersentak dan terduduk di atas pangkuannya , sedikit canggung dengan posisi ini sampai aku tak berani bergerak , Om Za menaruh tangannya memelukku dari belakang ia menyesap dalam dalam aroma tubuhku
" bang , Salwa belum mandi ..!" ucapku .
" abang suka bau mu !!" jawabnya ,apa ini yang disebut cinta buta ,atau cinta juga membuat hidung seseorang hilang ketajaman penciumannya jika ia jatuh cinta semengerikan ini aku akan berfikir seribu kali ,aku masih ingin bisa mencium wangi aroma bunga atau sekedar bau kentut ku.
" udah kuat ko ,bukannya di kantor sedang sibuk ya ?" cicitku.
" abang ingin menemani Salwa di rumah !" jawabnya menatapku membuatku salting.
" diminum dulu kopinya !" ucapku. Dengan tidak memindahkan posisiku Om Za meraih cangkir kopi dan menyeruputnya.
" emang enak ya kopi pahit begitu ?? "tanyaku meringis ,pernah sekali aku mencecap rasa kopi buatanku untuk Om Za dan rasanya pahit ,apa ia sudah terbiasa dengan kepahitan hidup makanya rasa kopi pahit pun tidak terasa...
" hemmm " jawabnya mengangkat kedua alisnya "abang tidak perlu yang manis manis , cukup kamu hal termanis di hidup abang !!" ucapnya dengan wajah datarnya.
Jujur bukannya aku yang terenyuh tapi malah tergelak ,memang sepertinya Om Om pria matang yang ada di dekatku ini sudah terlahir dengan tampang kaku jadi tak cocok jika ia berusaha romantis seperti itu ...
" Abang sedang menggombal atau lagi ngasih resep dokter sih !!" tawaku kembali pecah
" bang ,di sekolah Salwa terpilih buat wakilin sekolah ke balai kota di acara festival tahunan Aceh nanti " ucapku.
Om Za menumpukkan dagunya di pundakku ,aroma kopi dan mint bercampur berbaur menghembus dari mulutnya ,
" oke ....tapi jangan terlalu cape latihannya ,abang tidak mau kamu sakit lagi !" ucapnya di dekat telingaku membuat bulu romaku meremang. Aku mengangguk .
" apa temanmu yang tadi ikut juga ??"
aku menoleh hingga wajahku dan wajah Om Za hanya berjarak beberapa inci saja.
" Salwa ga tau , Salwa juga minta maaf ya bang , Salwa janji ga akan deket deket cowok lagi kaya tadi !" lirihku menunduk
" bukan salah kamu ,abang yang tidak datang menjemputmu ,lain kali kalau abang tidak jemput abang akan suruh Mirza untuk menjemputmu " .
" iya bang ,tapi mungkin mulai besok Salwa bakal pulang telat karena latihan di sekolah " .
" oke ..."
" sal ..!" suaranya menjadi berat.
" hemmm ??!"
Matanya mulai mengelam karena kabut gairah ,seseram itu laki laki jika sedang on fire kurasakan dari bawah yang kududuki ada sesuatu yang mengeras disana ,ada yang tegak dan berdiri tapi bukan keadilan dan kutau itu apa ,membuatku segera turun dan berdiri
" Salwa kebelet bang !!!" aku segera berlari saking paniknya sampai keningku mencium bingkai pintu .
" dukk !!"
" aww!!"
__ADS_1
Om Za terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya, sepertinya memang akhir akhir ini ia harus selalu mengguyur kepalanya dengan air dingin menunggu sampai aku siap nanti. Fokusnya kembali pada layar laptop
"apa mungkin pak Rudi...." gumamnya.