
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismilah
.
.
.
.
wajahku kualihkan keluar jendela ,om Za menyuruhku duduk di bangku depan tak ingin menatap pria yang ada disampingku,gengsi banget...ingat loh..aku sedang marah... tanganku terlipat di dada...
Om Za hanya tersenyum saja sambil menggelengkan kepalanya, memang seperti inilah rasanya memiliki istri yang masih kecil ..tidak ! bukan kecil tapi masih daun muda ,kalau ibarat pohon teh aku masih pucuk yang baru akan mekar...menggemaskan ,menyenangkan ,penuh warna namun kebanyakan memusingkan dan menyebalkan ...
" besok abang free...abang mau ajak Salwa..." ucapnya ,mataku melirik lirik tanpa menoleh ,sekali lagi aku gadis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kegengsian...
" bo*do..." gumamku " Salwa mau minta dianter Om Mirza aja..lebih nyenengin , Om Mir ga nyebelin mukanya ga kaya spons cuci piring.." ledekku ,namun target tak bergeming membuatku gemas sendiri ,kalo di tanganku ada donat sudah habis sekali lahap olehku .
" Mirza punya kerjaan jadi ga usah ganggu orang..." jawabnya membuatku mencebikkan bibir kesal...
peka sedikit kenapa sihhh !!!!ini istrinya lagi bete gegara sikap ditaktornya....
mobil sudah terparkir di halaman ,aku segera turun dan membanting pintu mobil ,menghentakkan kakiku dan masuk.
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam...eh mantu umi ko dateng dateng mukanya ditekuk..??" umi menangkup wajahku yg tertekuk masam.
" bang Za,,, umi...!!! nyebelin tuh!!...dia berdua duaan sama cewek...kalo gitu Salwa mau pulang aja... Salwa juga mau jalan jalan malah ga boleh..." adu ku yg dibumbui sedikit kebohongan,biar saja biar si ditaktor itu dimarahi ibu suri ....
" abang...ko gitu ??" umi menyipitkan matanya
" uhhh Masha ....pinter banget drama nya...top deh...abang kasih penghargaan buat Salwa..." mataku membola , bagaimana tidak Om Za menyebutku Masha ,tokoh anak berkerudung pink dalam serial nya bersama si beruang Grizzly
" Salwa Masha ,beruangnya abang...!!!" aku melepaskan pelukan umi lalu pergi ke kamar atas...
umi hanya tertawa melihat tingkah kekanakan ku ditambah Om Za yg memijit pelipisnya
" sabar ya nak, Salwa anaknya baik ko hanya perlu bimbingan abang... insyaallah usaha tidak akan mengkhianati hasil ,nanti abang sendiri yang akan memetik manisnya..." ucap umi
Om Za mengangguk pasrah " iya umi..."
" maksud Salwa siapa???"
__ADS_1
" mungkin dek Cut ,umi..." jelas Om Za
" ohhh ! apa sampai sekarang dia masih mengharapkan abang ???" tanya umi , Om Za hanya menggidikan bahunya tak ingin memikirkan hal yang menurutnya tak penting , baginya hubungan antara dia dan Cut hanya sebatas camat dan sekertaris saja...
" apa abang yakin besok mau membawa Salwa ke rumah yang berada di Medan ???" tanya umi
" iya umi... Abang tau Salwa tidak akan tahan bila lama lama tanpa hiburan ,sekalian abang juga akan mengajak Salwa buat jalan jalan di sisa liburannya.." Om Za membuka kancing seragam safarinya yg terlihat lepek tersisa kaos dalaman saja, namun aromanya jangan ditanya .... masih sangat wangi,kupu kupu saja ingin selalu menempel rasanya ,apalagi kupu kupu malam...
" apa Salwa bisa ??disana kan tidak ada umi ataupun bibi yang akan membantu di rumah ???kalian hanya berdua ..."umi terlihat khawatir
" insyaallah,mi..jangan khawatir....justru Salwa harus belajar jadi seorang istri yang bertanggung jawab,mi..."
" Tapi awas saja kalian kebablasan ,,,ingat bang Salwa masih sekolah..." peringatan umi tentu saja selalu diingat oleh Om Za ..
" iya umi..abang paham ko..."
lagipula bagaimana mau kebablasan Salwa masih sangatlah polos mengerti caranya bikin manusia saja aku sangat yakin dia tidak tau...bahkan mungkin akan sangat memalukan....batin Om Za mengaduh....meratapi nasib memiliki istri cilik nan istimewa macam aku.
ceklek
om Za masuk ke kamar entah mungkin karena sudah lelah ,atau memang aku yang gampang sekali untuk tertidur seperti kucing...dimana nemu tempat yang enakan dikit langsung merem.... Om Za melihat sebentar lalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih
Om Za keluar dengan menggosok rambutnya,ia menggeleng kepalanya melihat jaket dan baju kotorku teronggok di sudut kamar ,ia menggantung jaketnya lalu memasukkan baju kotorku pada keranjang ia duduk di ranjang sampingku memperhatikanku intens dan sesekali tersenyum melihat wajah tenang ku yang menurutnya menggemaskan ,tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku ,menyalipkannya di belakang telingaku
" sal...kamu tuh cantik ,manis...bener kata Mirza kamu menggemaskan..." gumamnya ,setelah mengecek dan membereskan pekerjaan nya Om Za menutup laptopnya dan masuk kedalam selimut , posisinya menyamping menatap lekat wajahku ,seakan tak ingin kehilangan moment barang sedetik saja..
" udah gila gue..." senyumnya
______________________
" hoammm..." aku mencoba menguraikan pelukan itu
" Om ...!! awas ih....ga lucu kan marah tapi dipeluk peluk ....." gerutuku seraya kepayahan menyingkirkan tangan sekaligus kaki Om Za yang menindih kakiku ..dipikir aku guling....
" bisa diem ga ??abang masih ngantuk..." alisku terangkat sebelah , ternyata dia sudah bangun
" awasin tangannya om... Salwa mau mandi... mau solat.. tangan Om tuh udah kaya tangan gorilla ,gede bikin sesek..." dumelku ,ada segaris senyum di bibirnya, akhirnya tangan Hulk itu menyingkir..aku segera lari ke kamar mandi ..
.
.
.
" om minggir... Salwa mau beresin kasurnya ....!!! " ucapku sambil menarik narik selimut yang diduduki Om Za, heran saja ....biasanya Om Za itu orangnya paling rapi dan tidak suka dengan ranjang ataupun keadaan kamar yang berantakan
lihat saja dia bersila sambil memperhatikan ku yang sedang beres beres ,
" minggir !!!kalo gini caranya Salwa susah beresinnya !!" sarkasku.
" abang cuma mau awasin cara kamu beres beres,jangan jangan nanti cuma ditumpuk tumpuk doang. " ucapnya santai,mataku menyipit kesal , ini orang pagi pagi sudah bikin darting saja... seperti ini rasanya jadi Squidward kalo digangguin si kotak kuning....hingga ponselnya di nakas bergetar , seseorang menelfon dari sana , Om Za beranjak dari posisi wenakk nya memudahkanku membereskan ranjang , kudengar om Za masih sibuk menerima panggilan ,jiwa kekepoanku bergejolak aku sedikit menguping ,tak salah lagi itu adalah tante Cut,hemmm.... baru aja kemaren ketemu udah nelfonin mulu ,suami orang tuh... masih aja di gangguin...
.
.
.
__ADS_1
aku mengusap peluh ,padahal sudah mandi ,lalu pergi ke lantai bawah menemui kedua mertua tercintaku yang sudah menunggu untuk sarapan
"Za ,hari ini jadi bawa Salwa ke Medan??" tanya abi , Om Za mengangguk
" kalau begitu hati hati,jaga Salwa jangan membuatnya menangis atau kesusahan" pinta umi
" iya umi "
aku masih kebingungan maksud mereka apa ,memang di Medan kenapa ???ada siapa ???dan mau kemana ???apa jangan jangan aku akan dibawa pergi ke Medan lalu di tinggalkan begitu saja di tengah jalan seperti seorang kekasih yang tak dianggap???aku menggelengkan kepalaku dengan cepat...
" nak Salwa kenapa ???" aku mendongak ke arah abi dan menggeleng
" tidak bi.. Salwa tidak apa-apa ...."
" cepat siap siap ,bawa juga koper kamu ..." ucapnya yang sudah bersiap dengan stelan casualnya tak lupa kacamata hitam selalu bertengger manis di hidungnya
" kita mau kemana om ???"
" Medan..." jawabnya singkat
" mau ngapain ??? Salwa mau sama umi sama abi aja... " aku merengut mendekap tas selempang ku...
" kenapa ???bukannya kamu bosan disini..??" tanya nya
aku tetap waspada biasanya orang jahat itu yang ganteng dan pendiem...
" tenang aja ,abang ga kan culik kamu ,ga ada sejarahnya istri diculik sama suami sendiri..." jawab Om Za
akhirnya aku mengekor , Om Za membawa koperku setelah berpamitan dengan umi dan abi ,aku masuk ke dalam mobil ,pasrah saja lah semoga aku selalu ada dalam lindungan Allah, aamiin...
" abang bukan supir kamu ,duduk di depan...!" titahnya ,aku menurut lalu memasang seatbelt...
pikiran dan hatiku bercabang ,memikirkan berbagai macam kemungkinan terburuk ,ayolah sal....tidak mungkin kan seorang Teuku Zaky Ananta berbuat macam-macam,mau viral dia ??? seorang camat culik istri dibawah umurnya lalu di turunkan di tengah jalan....
" kamu kenapa ???" om Za yang menyadari kegelisahan ku bertanya
" engga Om..."
" nih...." om Za menyodorkan sebotol air mineral
aku mengernyit tanganku belum menerimanya ," ga ada racunnya ko..." ucapnya
" apa sih ???" jawabku ketus..sambil merebut botol minum.
" perjalanan kita jauh dan lama 12 jam ,meningan kamu tidur ,nanti abang bangunkan kalau mau istirahat ..." ucapnya menurunkan kacamata nya ,sungguh wajah penghuni langit memang tercetak jelas di om Za...membuat siapa saja kaum hawa akan jatuh cinta pada pandangan pertamanya. pantas saja Cut Fitri klepek-klepek...ahh iya aku baru ingat apa kabar tante Cut???
" om ,tante Cut......" belum aku selesai Om Za sudah memotongnya
" Cut Fitri bukan siapa-siapa abang ,jadi tidak usah bawa bawa nama orang lain saat bersama abang... termasuk Mirza atau siapapun...." jawabnya, rahangnya menegas...seketika nyali ku langsung menciut..
.
.
.
.
__ADS_1