
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
Heleh jiwa emak emak biang gosipku bergejolak , ada rasa tak suka , tapi mungkin memang aku harus memberikan ruang untuk mereka menyelesaikan masalah dewasa mereka, sok bijak banget sal...sal...
" Om Mir.... Salwa boleh tanya ??" aku membuka obrolan dengan Om Mirza dengan topik yang lumayan tabu untuk dibicarakan .
" ya ??!" om Mirza yang memang sudah merasa aku akan menanyakan ini, terlihat panik dan bingung, harus kah ia terlibat di dalamnya.
" Om..ga usah panik gitu kali,santai aja.... Salwa ga gigit ko..." kelakarku Om Mirza tersenyum.
" tanya apa sal??"
" sebenarnya ada hubungan apa antara Om Za sama tante Cut ???" tanyaku
Om Mirza menghela nafasnya, menatap mata polosku lama lama " sebaiknya kamu tanyakan saja pada Zaky...saya takut salah berucap..." jawab Om Mirza
natap selama lama cuma mau bilang gitu doang ,bisa gue tabok ga sih om om satu ini,yang udah bikin gue harap harap cemas.
aku menggeleng " lupain aja om..." aku langsung beranjak dari dudukku ,dalam benakku bergelut kalau memang tidak ada hubungan apa-apa Om Mirza ko sikapnya gitu,lagian pasti jawabannya juga santai ga usah pake panik segala tinggal bilang ga ada apa-apa juga apa susahnya ,aku celingukan dan menghentikan langkahku memilih melewati jalan pintas dari dapur menuju halaman depan ,urusan ketauan engga nya itu urusan nanti kekepoanku jauh lebih penting,bisa bisa aku mati gentayangan karena penasaran.
Aku mengendap-endap layaknya kucing yang hendak mencuri ikan milik umi,menyusuri jalan setapak samping dapur menuju halaman yang langsung menyambung dengan halaman depan , untung saja umi sedang di ruang bacanya .langkahku terhenti dan kurapatkan tubuhku di dinding kala terdengar dua orang sedang mengobrol dengan suara parau wanita yang menangis.
" selama ini Cut menunggu abang ,apakah abang tidak melihat cut ??" histerisnya sambil menangis sudah seperti anak kecil yang tak ikhlas mainannya direbut orang.
" Cut kira abang memiliki perasaan yang sama dengan Cut,hanya saja abang terlampau cuek ,memang sudah sifat abang....tapi nyatanya abang malah sudah....." ia menangkup wajahnya yang berurai air mata.
__ADS_1
" maaf jika kamu beranggapan demikian cut...saya hanya menganggap kamu sama seperti Mirza tak lebih...saya tidak pernah meminta kamu untuk menyukai saya." ucap telaknya tak berhati.
" Cut tidak menyukai abang......!!!" pekiknya terisak
" Cut mencintai abang !!!! dari dulu...!!!" pekiknya lagi dengan wajah menantang
" dan hanya Cut yang selalu ada disamping abang..." pekiknya lagi seakan menenkankan hanya dirinya lah selama ini yang selalu ada di samping Om Za.
seketika jantung ku seperti dihantam ombak yang begitu besar dan menenggelamkan ku di dalamnya ,sesak.....
"apa aku datang di waktu yang salah..apa aku ada diantara mereka ???" ,aku langsung masuk saja ke dalam rumah .
" ada apa nak...??" tanya umi yang baru keluar dari dalam ruang baca ,melihatku sedikit tergesa menuju kamar
" tidak apa ,umi " ,senyumku getir " Salwa masuk kamar dulu ya..."
umi yang penasaran melongok ke arah munculnya aku..
" kalau begitulah hentikan lah apa yang kamu lakukan,karena saya tidak akan memberikan apapun untuk kamu..." jawab Om Za
" kenapa harus gadis seperti Salwa ,bang ??? Cut tau abang hanya dijodohkan dengannya ,abang tidak mencintai Salwa ,itu akan menyakiti perasaan abang dan Salwa sendiri ,bang..!!!" Cut Fitri tetap kekeh dengan feeling-nya.
" perasaan saya, dan Salwa ,hanya kami dan Allah yang tau... terlepas itu dijodohkan atau tidak..."
" tolong ! mulai saat ini, hargai saya yang sudah beristri,dan hormati istri saya..." pamit om Za membuat Cut Fitri semakin terisak.
umi menghela nafasnya
gemuruh amarah membuncah di hati Om Za "menyakiti perasaanku ??" ia tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya.
Om Za mencari cari dimana aku berada ,ia masuk ke dalam kamar , menemukan ku yang tengah berdiri di balkon sambil menyumpalkan headset di kupingku dan menikmati lagu.
sepasang lengan kekar melingkar di perutku membuatku tersentak ,aku berbalik melepaskan headset
" kamu menangis ???" tanya nya ,aku menghapus sisa air mataku dan menggeleng cepat menampilkan senyuman lebarku hingga gigi pemanisku terlihat, walaupun senyuman itu hambar kuharap Om Za percaya dengan kepalsuanku.
" engga tuh...!!" jawabku nyengir.
" jelek...! " jawabnya membuatku menghilangkan lekukan bibirku
" Om yang jelek..." balasku berbalik kembali
" kamu dari tadi disini ??" tanya nya ,aku gelagapan dan menjawab " iya !!"
" berarti kamu ngintip abang dan Cut sedang bicara ?" tanya nya.
aku celingukan "astaga...!!!!!" gue baru sadar loh ternyata dari sini pemandangan halaman depan keliatan jelas banget,kenapa ga kepikiran buat gue kesini aja tadi ,pake acara mesti ngendap ngendap segala...
dong dong banget sih...!!!! aku mengetuk ngetuk kepalaku.
" e...engga ko..." jawabku panik
__ADS_1
panik ga ???
panik ga ???
Om Za tertawa melihatku yang gelagapan lalu menjiwir hidungku,aku menepisnya
" ishhhh...!!!! kayanya Salwa datang di waktu yang salah ...." ucapku menjauh meraba raba koperku yang sudah rapi ,mencoba mencari kesibukan untuk mengalihkan perhatian pandangan ku agar tak menangis.
Om Za hanya menyimak dan mengangkat alisnya sebelah.
" tante Cut lebih....." belum aku meneruskan ucapanku om Za sudah membawaku ke pelukannya
" abang sudah bilang ,abang tidak suka kalau kita sedang berdua malah membicarakan orang lain..." ucapnya
" kamu datang di waktu yang tepat...kamu istri abang dan tidak akan pernah abang lepaskan." ucapnya ,seakan tau apa yang akan aku ucapkan selanjutnya.
aku hanya takut apa yang diucapkan tante Cut itu benar, hanya dia yang bisa di sampingnya bahkan Om Za baru mengenalnya ,apakah ucapannya bisa dipercaya ???cinta tidak akan datang secepat itu...aku hanya khawatir Om Za menikahiku,dan berada disamping ku karena ia hanya pasrah menerima perjodohan denganku .
" tapi Salwa bisa apa Om... Salwa tau Om Za baru mengenal Salwa ,dan jika Om sudah memiliki rasa cinta untuk orang lain , insyaallah Salwa ikhlas Om..." jelasku walaupun pelupuk mataku sudah memberat dengan genangan air mata.
" kalo ga ikhlas jangan so so an kuat...!!" ucapnya terkekeh mengacak rambutku
menyebalkan sekali anda,tuan...!! disaat orang sedih karena mencoba merelakan pas baru sayang sayangnya dia malah tertawa.
" om nyebelin banget sih...!! aku menghentakkan kaki ku ke lantai..
" tunggu sebentar abang punya sesuatu untuk Salwa !" ia mengambil sebuah kotak dari dalam laci meja ,ia membukanya
" ihhh lucuuuu....!!!" pekikku mataku berbinar
sebuah gelang emas putih dengan berhiaskan love,dan beruang beruang kecil .
"sini tangan kamu...!" ucapnya ,aku mengulurkan tanganku lalu Om Za memasangkan gelangnya di tangan kiri ku .
" cantik...!!" ucapnya
" makasih..." jawabku tersipu
" gelangnya " tambahnya lagi , senyum ku luntur berganti kesal ,si ikan fugu mengembang di pipiku,dan Om Za senang akan hal itu, sepertinya inilah hobby barunya mulai sekarang,entah sejak kapan sisi usilnya dan kekanakan Om Za selalu lebih dominan dan hanya denganku saja ia tunjukan itu.
.
.
.
.
.
maaf ya gengs berhubung aku sedang mengerjakan dua cerita ,ditambah ide cerita yang sulit keluar ,makanya aku slow update ,author usahakan ya secepat mungkin semoga ide ide segarnya keluar secepatnya dan tidak membuat readers nya Salwa dan Om Za menunggu lama . makasih masih tetep stay bareng Salwa dan Om Za π.
__ADS_1