
Tepat pukul 4 dini hari, Kayla terbangun dari tidurnya. Ia melihat Leo yang tengah berbaring di sampingnya. Kayla mengubah posisinya menjadi lebih dekat dengan Leo. Perlahan menyentuh hidung mancung Leo dengan telunjuknya. "Tuan Leo sangat manis ketika tidur" ucap Kayla.
Tiba-tiba tangan Leo langsung mem3lvk tubvh mungil Kayla dengn erat. Ternyata Leo sudah bangun dari tidurnya.
Leo mem3lvk erat istrinya dalam keadaan masih berbaring. Leo memposisikan tubvh kayla di atas tubvhnya.
"Aku memang manis" ucap Leo dengan nada serak.
"Jadi kau sudah bangun?" tanya Kayla.
"Hm"
"Jadi kau mendengarkan ucapanku?" tanya Kayla
"Tentu saja," jawaban Leo membuat mata Kayla melotot.
"Lepaskan aku! Aku kesulitan bernapas. Perutku tertekan!" Kayla mengubah posisinya menjadi duduk.
Sebenarnya, perutnya ratanya sama sekali tidak tertekan. Ia hanya berbohong agar Leo melepaskan pelukannya. Kayla merasa gugup saat itu, jadi dia lebih memilih untuk melepaskan diri.
–––
Leo sudah siap dengan bajunya yang rapih. Ia akan pergi ke kantor. Setelah dia menikah dengan Kayla, dia jadi sering mengontrol bisnisnya. Tidak seperti dulu, yang hanya menikmati hasilnya.
Kini Leo dan Kayla tengah sarapan pagi. Masakan yang dibuat oleh Kayla memang terasa sangat nikmat di lidah Leo. Sampai-sampai dia makan dua piring.
"Apa perutmu tidak sakit? Kau makan terlalu banyak tuan," Kayla melihat Leo yang masih lahap.
"Tuan, sisakan lauknya untuk makan siangku!" ucap Kayla.
"Tuan! Apa kau tidak makan selama setahun? Kau rakus sekali. Ini masih pagi tuan, seharusnya porsi makanmu tidak sebanyak ini" omel Kayla.
...
"Habis" ucap Leo yang sudah menghabiskan makanannya.
"Aku akan membawa bekal untuk makan siang. Tapi ... " Leo mengantung ucapannya.
"Kenapa?"
"Jika didiamkan terlalu lama, makanannya akan dingin" ucap Leo.
"Akan aku antarkan" Kayla tersenyum kearah Leo
"Sungguh?" beo Leo, Kayla mengangguk.
–––
Kini Leo sudah berada di kantor. Ia di beritahu oleh Kelvin, bahwa akan ada seseorang yang menemuinya. Kelvin tidak memberi tahu Leo, siapa yang akan datang.
"Tuan, orang yang saya beritahukan kepada anda sudah tiba." ucap Kelvin sambil bergegas pergi keluar ruangan.
"Siapa dia?" gumam Leo.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Memperlihatkan sosok wanita bertubuh sexy, memakai lipstik yang merah merona, juga mengenakan baju merah yang sangat ketat.
Leo melotot tak percaya kala melihat wanita itu. "Vanya" ucap Leo, diangguki oleh wanita yang bernama Vanya.
Vanya adalah sahabat Leo dan Alkan saat kecil. Vanya sangat melekat dengan Leo dan Alkan. Mereka selalu menghabiskan waktu bertiga.
Vanya berlari kecil menghampiri Leo yang berdiri tegak menatapnya. Setelah mereka saling menatap, Vanya merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan Leo.
Leo yang melihat Vanya merentangkan tangannya langsung mem3lvnya dari arah depan. Ia merasa sangat bahagia ketika bertemu dengan Vanya.
"Aku merindukanmu, Vanya" lirih Leo yang masih era mem3lvk Vanya.
"Aku juga,"
"Aku rindu merusak bonekamu" ucap Leo
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah melihat mereka berp3lvkan. Air matanya jatuh, rasanya sakit sekali melihat mereka berpelukan.
Ya, Kayla melihat mereka berpelukan. Ia yang tadinya berniat untuk mengantarkan makan siang untuk Leo tidak sengaja melihat suaminya memeluk wanita lain.
"Kau, berikan ini pada Tuan Leo, aku tidak ingin menganggu momen kemesraannya" Kayla memberikan kotak nasi kepada Kevin yang berada di sebelahnya.
Kelvin tidak mengetahui siapa Kayla sebenarnya. Mengapa? Karna Kelvin tidak tahu tentang pernikahan Leo dan Kayla. Ia hanya heran melihat Kayla yang menangis dan memberikan bekal untuk tuannya, Leo.
"Ada apa dengan gadis itu? Kenapa dia bisa masuk dan membawa kotak nasi ini?" gumam Kelvin sembari melihat Kayla yang berlari kearah luar.
Kelvin tidak lagi menghiraukan Kayla. Kini ia masuk ke ruangan Leo dan memberikan kotak nasi itu kepada Leo.
"Tuan, ada yang mengantarkan makan siang untukmu. Aku tidak tahu siapa dia, tapi ..." Kelvin mengantung ucapannya.
"Dimana Kayla?" tanya Leo
"Dimana wanita yang membawa kotak nasi ini?" tanya Leo.
"Dia pergi, tapi sambil menangis" jawab Kelvin.
"Menangis? Kenapa dia menangis?"
"Aku tidak tau tuan, dia hanya menngatakan 'berikan ini pada Tuan Leo, aku tidak ingin menganggu momen kemesraannya'," jelas Kelvin.
"Apa dia melihatku berpelukan dengan Vanya?"
"Iya, dia melihatnya" jawab Kelvin.
"Astaga, Kayla." Leo kini merasa resah.
"Siapa dia, tuan?" tanya Kelvin
"Dia istriku, aku harus menemuinya sekarang" Leo bergegas pergi untuk pulang.
Kelvin langsung melongo kala mendenger kata 'Istri' dari mulut Leo. "Istri? Kapan dia menikah?" gumamnya
Setelah sampai di rumah, Leo segera keluar dari mobilnya, ia bergegas masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Kayla" Leo menyebut nama Kayla dengan begitu lantangnya di dalam rumah.
"Dimana Kayla?" tanya Leo pada maid yang tengah membersihkan meja.
"Tadi aku melihat Nona berlari kearah taman Tuan" jawab maid tersebut.
Leo langsung pergi ke taman untuk menemui Kayla. Leo melihat Kayla tengah duduk sendiri di bangku. Leo menghampirinya dan perlahan duduk di dekatnya.
"Kenapa kau pulang?" tanya Kayla.
Kayla tidak menunjukan wajah sedih. Justru, dia menunjukan wajah ceria dan penuh senyum saat bertanya kepada Leo.
"Jangan menyembunyikan kesedihanmu. Aku tau, kau marah kepadaku'kan?" tanya Leo.
"Tadi, aku sempat menangisimu. Tapi, aku menyadari satu hal yang membuatku memaklumi perbuatanmu" ucap Kayla.
"Apa?"
"Aku hanya seorang wanita yang kebetulan menjadi istrimu. Pertemuan kita juga pertemuan yang tidak diduga kan? Pertemuan yang tidak baik. Karna, saat itu kau menculikku" jelas Kayla.
"Istri kebetulan? Apa maksudmu? Kau istriku Kayla. Dan akan tetap seperti itu selamanya." Leo menggenggam erat lengan Kayla.
"Dia bukan wanita simpananku, dia adalah sahabatku waktu kecil. Dia adalah Vanya. Jika kau tidak percaya padaku, kau bisa menanyakannya kepada Alkan" jelas Leo.
"Itu tidak perlu. Aku tidak akan menanyakan apapun pada Alkan. Lagipula, dia cantik, dan bertubvh indah. Tidak seperti aku. Sebentar lagi, badanku akan gemuk" lirih Kayla.
"Diam Kayla, gemuk dan kurus tidak penting untukku. Yang terpenting untukku hanyalah dirimu. Kau harus tetap bersamaku" Leo mem3lvk Kayla.
Kayla menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Leo. Ia kini menangis di dalam pelukan Leo, "Aku tidak suka kau memeluk orang lain, tuan." lirih Kayla.
"Aku tau, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya." Leo mengelus lembut kepala Kayla.
"Kau berhasil membuatku mencintaimu" cicit Kayla.
Perlahan Leo melepaskan pelvkannya dan beralih memegang kedua pipi bulat Kayla.
"Kau mencintaiku?" tanya Leo. Kayla mengangguk.
"Katakan sekali lagi, aku mohon" pinta Leo.
"Aku, mencintaimu, Tuan Leo." ucap Kayla seraya tersenyum kearah Leo.
"Aku sudah menunggumu mengatakan itu kepadaku," ucap Leo.
"Dan aku juga mencintaimu. Lebih dari siapapun" sambung Leo.
"Tidak. Cintamu tidak bisa menandingin cinta ayah dan ibuku padaku" Kayla berusaha membuat Leo kesal padanya.
"Aku memang tidak bisa menandingi cinta mereka kepadamu. Tapi aku akan mencintaimu seperti mereka mencintaimu" tutur Leo.
"Sudahlah, kau harus kembali ke kantor. Bekal makan siangmu masih berada disana" ucap Kayla.
"Aku tidak mau kembali ke kantor. Aku akan makan siang disini bersamamu" ucap Leo
__ADS_1
"Lalu, siapa yang akan memakan makanan yang aku antarkan?" tanya Kayla.
"Aku akan meminta Kelvin untuk memakannnya"