MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 62


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Amelia kamu siapkan makan malam untuk kita ya" pinta Marry dengan lembut.


"Iya mah" Amelia langsung pergi dari sana dan mengerjakan semua perintah mamanya.


"Via kamu ajak suami kamu istirahat ya, nanti kalau Amelia sudah siap masak kalian akan dipanggil untuk makan malam".


"Baiklah tante aku bawa Derson kekamar dulu baru bantu Amelia memasak" seru Via lalu mengajak Derson pergi kekamar yang dulu ia tempati.


Derson mulai memasuki kamar Via yang dulu ia tempati kamar ini sangat kecil dibandingkan dengan kamar Via diruamah Aderson tapi walaupun kecil tapi kamar itu ditata serapi mungkin dan dihias dengan dominan warna pink semua.


"Sayang kamu suka warna pink ya?" tanya Derson sambil mengamati kamar itu.


"Hehe iya sayang, kamu mandi dan tunggu disini ya aku mau bantu Amelia masak dulu.


"Tapi kamu bilang kemaren nggak bisa masak?".


"Aku sudah belajar dari chef dirumah bagaimana cara memasak yang enak walau masakan ku belum sempurna. yaudah aku pergi dulu ya" ucap Via lalu berbalik arah dan berjalan keluar dari kamar menuju dapur.


Via melihat Amelia sedang asik dalam memasak, Via langsung menghampirinya.


"Kamu masak apa biar aku bantu".


"Aku mau masak nasi goreng saja, kamu bantu aku goreng ayam saja, dan ini bubur ayam untuk mama" ucap Amelia ramah lebih tepatnya pura-pura ramah.


"Mana ayamnya?".


"Ada didalam kulkas sudah aku marinasi tinggal goreng saja".


Via langsung mengambil ayamnya dari kulkas lalu menggoreng ayam itu hingga matang, disela-sela mereka asik memasak tiba-tiba Amelia bertanya tentang Derson.


"Via kamu yakin nggak suami kamu itu setia kepadamu, secarakan dia itu tampan dan kaya perempuan mana pun pasti mau sama dia".


"Aku percaya kok sama suamiku itu, aku adalah wanita pertama dan terakhir untuknya, kamu tidak tau bagaimana sifatnya aslinya terhadap perempuan, aku adalah wanita pertama yang ia cintai" jawab Via dengan percaya diri.


"Betul apa kata istriku dia adalah wanita satu-satunya yang aku cinta dan untuk selamanya tidak ada satu wanita pun yang mampu menggoyahkan ku" jawab Derson yang kebetulan ingin mengambil air minum dari dapur dan mendengar percakapan mereka.


"Makasih sayang, kamu mau apa datang kemari?" tanya Via dengan hati senang lalu menghampiri Derson.


"Aku hanya butuh air minum sayang, tolong ambilkan ya".


Via langsung mengambil air dingin dari kulkas dan memberinya kepada Derson.


Cup....


"Makasih sayang" ucap Derson setelah meminta air minum dari tangan Via dan tidak lupa ia menci*m bibir Via untuk memanas-manasi Amelia.

__ADS_1


Amelia yang mendengar percakapan mereka merasa geram apalagi saat derson menc*um Via didepannya.


"Kenapa sih nggak aku aja dulu yang dijodohkan dengan laki-laki itu? beruntung sekali via mendapat laki-laki perfect itu" batin Amelia.


"Via ayamnya dibalik dulu sudah mulai matang" Amelia sengaja memanggil Via karena tidak mau melihat keromantisan mereka.


"Sayang masak yang enak ya"


Cup.....


Sebelum pergi lagi-lagi Derson menc*um bib*r Via membuat wajah Via memerah karena merasa malu dici*m Derson didepan Amelia.


"Wahhh nasi goreng mu sudah matang dan kayaknya enak tuh" ucap Via sambil membolak-balikkan ayamnya yang sudah mulai matang.


Setelah semuanya siap Amelia dan Via menyajikan nasi goreng itu diatas meja beserta ayam goreng, dan tidak lupa membawa semangkok bubur ayam.


"Aku panggil mama dulu ya biar kita makan" ucap Amelia sambil berjalan kearah kamar Marry, sama halnya dengan Via dia pergi untuk memanggil Derson.


Keempat orang itu sudah duduk dan makan dengan tenang, ditengah mereka sedang asik makan Harry masuk kedalam rumah dengan wajah yang memerah karena habis minum.


Tidak banyak bicara Harry duduk dikursi yang kosong dan ikut makan bersama mereka, Harry yang takut menatap wajah Derson dia hanya bisa diam dan sedikit menunduk.


Selesai makan Derson pergi duluan kekamar sedangkan Via masih membantu Amelia membereskan piring kotor, disaat Via membersihkan piring Harry datang mendektainya.


"Bagiamana kabar mu sudah lama kamu tidak pulang kerumah" ucap Harry basa basi.


"Apa boleh paman minta uang padamu, saat ini paman ada utang sama teman paman".


"Maaf paman aku tidak punya uang".


"Kamu punya suami kaya raya, apa kamu tidak bisa memintanya?".


"Aku tidak bisa memintanya paman, aku permisi dulu mau istrahat Derson pasti menunggu ku" ucap Via lalu meninggalkan Harry yang menahan amarah.


"Sudah berani melawan anak ini mentang-mentang punya suami yang berkuasa" batin Harry sambil berjalan kearah kamarnya dan Marry.


Sesampainya dikamar Harry langsung mandi dan tidur disamping Marry.


"Ma minta uang dong sama Via, kalau mama yang minta pasti Via kasih".


"Untuk apa pah, kita tidak butuh uang, kebutuhan kita bisa terpenuhi dari hasil jualan online Amelia" ujar Marry dengan lemah.


"Saat ini papa punya utang sama teman papa".


"Papa bayarlah pake gaji papa, bukankah dirumah ini semuanya amelia yang tanggung kebutuhan kita".


"Tapi utang papa sudah mulai banyak nggak cukup 3 bulan gaji dan mereka sudah mulai mendesak papa".

__ADS_1


"Aku tidak bisa memintanya kalau papa punya rasa tanggung jawab langsunglah minta pada Via atau Derson, udah ya pah mama mau tidur" jawab Marry lalu bergerak membelakangi Harry.


Sedangkan dikamar yang kecil itu Via sedang duduk diatas kasur sambil membalas pesan Lily lewat hp sama halnya dengan Derson dia memainkan hpnya dan melihat-lihat perkembangan perusaanya.


Setelah selesai mengecek email Derson merebahkan badannya dan mengajak Via untuk tidur.


"Sayang kok asik banget lagi lihat apa?".


"Lagi Smsan sama Lily sambilan aku bilang kalau kita nginap disini".


"Yaudah besok lagi disambung sekarang kita tidur yok" aja Derson sambil memberikan tangannya kepada Via untuk dijadikan bantal.


Malam yang dingin ditambah suhu ace membuat kedua insan itu tidur dengan nyenyak dibawah selimut yang tebal itu sampai pagi menjalang.


Jam 5 pagi Derson sudah bangun dari tidurnya dan membangunkan Via yang lagi tidur, mengingat hari ini hari senin pasti pekerjaannya banyak dan menumpuk.


"Sayang bangun".


"Sayang" panggil Derson lagi.


"Hm...." jawab Via dengan malas.


"Bangun sudah pagi, kita harus cepat pulang pagi ini aku mau cepat kekantor".


Mendengar ucapan Derson Via mencoba membuka mata sambil mengumpulkan kesadarannya, tangan imut itu mengucek-ucek mata indahnya sampai benar-benar terbuka.


Pagi ini sepasang suami istri itu mandi bareng untuk mempersingkat waktu, tidak menunggu lama keduanya sudah siap dan sekarang duduk diruang tamu sambil nge-teh.


Tepat pukul 6 pagi Marry keluar dari kamarnya, tanpa basa-basi Derson dan Via segera ijin pamit pulang tanpa sarapan terlebih dahulu walau Marry sudah mengatakan makan dulu baru pulang.


"Kalian hati-hati ya nak, tuan" ucap Marry yang sampai saat ini memanggil Derson dengan sebutan tuan.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Like


Komen


Vote


Favorite


Kasih mawar yang mekar


Dan kalau suka jangan lupa kasih bintang 5nya.

__ADS_1


Makasih ❤❤❤


__ADS_2