MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 79


__ADS_3

Walau sedang kesal tidak lupa Lily mengambilkan nasi untuk James, James memperhatikan wajah Lily lekat-lekat saat sedang kesal.


"Tetap manis walau sedang kesal" batin James tersenyum senang.


Kelima orang itu makan dengan diam hanya dentingan sendok yang bergema diruangan itu sampai kelima siap makan.


"Hari ini kamu yang cek rumah yang dibangun untuk Amelia itu ya, soalnya tugas kantor lagi sedikit" seru Derson sambil meletakkan gelas gosongnya diatas meja.


"Kalau kantor lagi nggak banyak kerjaan kenapa nggak kamu saja yang kesana, kalau kamu yang kesana hari ini aku bisa membatu Lily membereskan barang" jawab James.


"Betul itu kak, biar kak James membatu ku hari ini" tambah Lily.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi kesana".


"Aku ikut dong sayang" seru Via.


"Kamu disini saja sayang, lagian hari ini ada pemeriksaan" ucap Derson dengan khas lembutnya selembut kain sutra.


"Hm... yaudah deh sayang, aku tinggal aja" ucap Via pasrah.


Via dan Derson mengantar Lily dan James sampai keteras rumah, karena hari ini Lily dan James resmi pindah rumah mereka saling berpamitan.


"Sering-sering datang kesini ya Ly, bosan cuma lihat wajah laki-laki aja pengennya ada perempuan" bisik Via sambil memeluk tubuh Lily.


"Suruh aja kakak cari pelayan perempuan, toh dia nuruti semua keinginan kakak" balas Lily.


"Nanti deh kucoba" ucap Via lagi sambil melepaskan pelukannya.


"Kalian hati-hati ya bye"


"Bye kak Via, kak Derson kami pamit ya" Lily melambaikan tangannya lalu masuk kedalam mobil menyusul James yang sudah duduk manis didalam mobil.


Mobil itu melaju dengan sempurna meninggalkan perkarangan rumah, Derson dan Via kembali masuk kedalam, karena Derson akan berangkat pagi ini kekantor lalu pergi ke tempat pembangunan rumah kost-kostan milik Amelia yang sebentar lagi akan jadi.

__ADS_1


"Sayang aku pergi iya, baik-baik dirumah jangan nakal" ucap Derson lalu mengambil tas kerjanya dari meja lalu berangkat bekerja.


"Iya sayang hati-hati ya, jangan nakal juga" ucap Via sebelum derson pergi jauh.


🌛🌛🌛


Diruangan dokter Fani saat ini Via memeriksakan kesehatannya, yang akan diperiksa dokter Fani, sekarang Via sudah berbaring di atas ranjang kecil khusus untuk tempat pemeriksaan Via.


Dokter Fani memeriksa tubuh Via dengan alat-alat canggih yang dibeli sendiri oleh Derson, karena Derson ingin perawatan yang dilakukan untuk istrinya perawatan yang maksimal.


Dokter Fani tersenyum senang saat melihat hasil dari pemeriksaannya, ia tidak menyangka Via bisa sembuh secepat ini.


"Selamat non Via sakit anda sudah sembuh total, ini suatu kebahagiaan untuk saya karena berhasil marawat anda sampai sembuh".


"Terimaksih donter Fani, disini sayalah yang paling bahagia karena terlepas dari penyakit itu, ini adalah kabar yang sangat bangus untuk saya dan juga suami saya" ujar Via lalu mencoba duduk dari baringannya (gays jangan tanya author ya, tentang penyakit yang dialami Via bisa sembuh total atau tidak, karena ini hanya karangan author saja).


"Apakah saya sudah aman kalau saya hamil dok?".


"Sudah bisa non, tapi kalau bisa nona tetap dalam pengawasan dokter kandungan dulu biar lebih jelas saat nona hamil nanti. oh ya non? apa nona dan tuan sengaja menunda kehamilan?".


"Ternyata tuan sangat mengerti keadaan nona, nona sangat beruntung mendapatkan tuan" seru Fani.


"Saya sangat beruntung memiliki nya, saya juga sangat mencintainya, dia selalu yang meng-support saya saat sakit dan menemani saya" seru Via lagi.


"Kalau begitu mulai hari ini nona sudah bisa katakan kepada tuan tidak perlu menunda kehamilan lagi, semoga nona dan tuan segera mendapatkan momongan".


Via dengan senang mengaminkan ucapan Fani lalu minta ijin keluar dari ruangan itu, ia ingin segera menelfon sang suami untuk mengabari kabar bahagia ini.


Tut.....


Tut.....


Deringan ketiga langsung dijawab oleh sang empunya hp, dengan lembutnya Derson berbicara kepadanya.

__ADS_1


"Hallo ada apa sayang?" ucap Derson dari seberang telefon.


"Sayang aku ada kabar bahagia, hari ini dokter Fani memeriksa ku dan mengatakan aku sudah sembuh total, dan kita sudah bisa program anak sayang".


"Syukurlah sayang, kalau begitu tunggu aku ya, biar aku pulang sekarang. kamu mau makan apa biar aku belikan" ucap Derson antusias dan tidak kalah bahagia dengan Via.


"Sayang hari ini kamu kan mau pergi lagi untuk mengecek rumah Amelia, nanti habis dari sana baru kamu pulang ya, dan satu lagi aku tidak mau makanan aku hanya ingin cepat-cepat berhubungan denganmu biar kita cepat dapat baby" ternyata permintaan Via kali ini adalah aktivitas kesukaan Derson dan dengan senang hati Derson langsung meng-iyakan ucapan Via.


"Baiklah sayang, mulai hari ini aku akan berusaha membuatnya untukmu dan untuku. kalau begitu aku tutup telefonnya iya biar aku bisa cepat pulang" ujar Derson.


"Ok sayang, bye" Via mematikan panggilannya lalu merebahkan badannya diatas kasur.


*****


Derson langsung mematikan latopenya dan segera bergegas keluar dari ruangannya, kali ini tujuannya adalah rumah Amelia yang baru dibangun.


Sesampainya dibawah Derson bertemu dengan Harry, dengan muka temboknya Harry langsung menemui Derson.


"Tuan saya tau tuan berkuasa, tapi setidaknya jangan urus keluarga saya" ucap Harry menantang.


"Apa maksud anda bicara seperti itu" ucap Derson dingin.


"Saya sudah tau anda membatu Amelia membangun rumah tanpa sepengetahuan saya dan hasil jual rumah juga anda kirim ke nomor rekening Amelia, apa itu tidak mengurusi keluarga orang?".


"Hahah anda bodoh atau bagaimana? anda sendiri yang meminta uang kepada saya, dan saya tau anda mau menjual rumah makanya saya membelinya, dan kalau masalah harga itu saya buat mahal karena mengingat istri saya adalah keponakan anda kalau tidak rumah peot itu tidak laku dengan harga segitu dan saya sengaja mengirimnya kepada Amelia karena dia lebih bertanggung jawab dari pada anda walau sama-sama nggak tau diri"


"Saya rasa anda tidaklah sebodoh itu, ternyata dugaan saya salah, seharusnya orang bodoh seperti anda tidak layak bekerja diperusaan saya, mungkin jadi pelayan dirumah saya pun anda tidak layak mungkin HRD yang menerima anda dulu bekerja disini buta tidak melihat kebodohan anda".


Selesai dengan ucapannya Derson langsung pergi meninggalkan Harry yang masih berdiri dengan memasang muka temboknya.


Derson menaiki mobil dan duduk dikursi belakang. supir Pribadi Derson selalu siap sedia akan membawa kemana pun pergi sang tuannya.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa dukung dengan kasih Like, Komen positif, Vote, Favorite, kasih hadiah Mawar dan juga Bintang 5nya ya. makasih ❤❤❤


__ADS_2