MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
bab 85


__ADS_3

"mentang-mentang sudah calon bapak jadi sombong si kawan ini" sindir james.


"tidak sombong tapi itu kenyataan, tapi ngomong-ngomong apa kalian tidak berniat punya anak dalam waktu dekat?" tanya derson.


"aku sama lily sudah sepakat untuk tidak punya anak dulu sebelum lily tamat kuliah, lagian dia masih kecil kasian waktunya dihabiskan untuk mengurus anak nantinya".


"aku sama lily juga mau menghabiskan waktu berdua dulu seperti orang pacaran" tambah james lagi.


"pacaran tapi bisa nyosor-nyosor ya?".


"nyosor tiap malam bro, kan sudah halal itu untungnya pacaran sesudah nikah, sambil rimantisan kalau pengen langsung nyosor aja" ucap james.


"hahahah" mereka berdua tertawa bersama kini giliran perempuan didepan mereka yang diam memperhatikan derson dan james sedang tertawa lepas.


lily, via, dan mawar saling pandang dan bertanya lewat tatapan mareka, tapi via hanya menggeleng tanda tidak tau apa yang dibahas kedua laki-laki itu.


"mah kita masak apa siang ini?" tanya lily.


"via kamu mau makan apa sayang?" mawar malah bertanya pada via saat lily bertanya padanya.


"kalau via makan apapun mah" jawab via yang tidak tau mau makan apa.


"kita buat salad buah aja yok mah, siang-siang gini enak makan yang segar-segar" usul lily.


via, lily dan mawar menuju dapur untuk mebuat salad buah. via yang sedang hamil tidak diijinkan oleh mawar untuk ngapain-ngapain, hanya lily dan dirinya yang bekerja.


ditempat lain tepatnya diaruang tamu derson dan james memutuskan tiduran diatas sofa karena merasa punggang mereka sudah mulai encok.


"begini ya kalau pergi kerumah orang, mau tidur pun susah" ucap james.


"sepertinya aku harus membangun rumah didekat sini, suapaya aku bisa pulang kerumah saat istriku bersama mertuanya" ucap derson memberi usul.


"bagus itu aku juga setuju, kalau seperti ini rasanya diriku tidak punya malu".


"hahah aku juga merasa seperti itu, dimana derson dan james yang biasanya bersifat dingin itu?".


hari sudah mulai sore mereka sudah siap makan ikan bakar yang mereka bakar hari ini dibelakang rumah, dan hari ini rasanya lily dan via cukup senang bisa bersama satu harian penuh dengan mawar dan yang lainnya.


kini mereka sudah mau pulang, mawar sudah siap memeluk via dan lily anaknya, kini giliran derson mawar meberanikann diri memeluk anaknya itu, kali ini derson tidak menolak tapi juga tidak ada respon darinya. ia hanya diam tanpa sekpresi, yang melihat kejadian itu hanya bisa diam dan tidak banyak bertanya.

__ADS_1


mereka semua tau kalau derson tidak menyukai mawar oleh sebab itu mereka tidak berani bertanya, sedangkan via yang disamping derson merasa sedikit senang setidaknya derson tidak menolak mawar memeluknya.


"kalian semua hati-hati ya, kabari mama kalau kalian sudah sampai" ucap mawar sambil mengahapus air matanya, sepertinya mawar terharu bisa memeluk derson setelah sekian lama.


"siap mah" jawab via dan lily serentak.


🌛🌛🌛


malam semakin larut disebuah club ruangan VIV seorang paruh baya sedang minum alkohol dan tidak lupa memainkan kartu ditangannya, dia adalah harry saat ini dia sedang bermain judi bersama dengan sahabatnya, tapi sayangnya ini putaran terakhir karena uang yang ia punya sudah habis dalam perjudian.


"semakin hari kamu semakin miskin, apa tidak ada yang bisa dijual?" tanya laki-laki buncit yang umurnya sekitar umur 50an tahun.


"aku tidak punya apa-apa lagi,semuanya sudah habis" jawab harry prutasi.


"aku kasih kamu pinjaman banyak tapi aku mau anak perempuan mu jadi istriku" seru baru baya itu dengan tidak malunya.


"haha aku tidak kepiran kesana, tapi aku yakin putriku tidak mau menikah denga anda" jawab harry.


"kalau kamu berani menikahkan anakmu dengan ku, aku akan membayar mu mahal?".


"berapa?" tiba-tiba harry tertarik dengan bayaran mahal yang disebutkan oleh baruh baya didepannya.


"1M aku setuju, dan aku akan membujuk dia mau menikah dengan mu" ucap harry.


"aku kasih 500jt dulu kalau sesuai dengan keinginan ku 500jt akan aku tambahkan lagi" tawar paruh baya itu.


kedua paruh baya itu sepakat dengan harga amelia sebesar 1M kalau harry berhasil menikahnya dengan dengan paruh baya didepannya.


harry merasa dapat angin segar kembali sebentar lagi dia akan mempunyai banyak uang kembali. harry pulang merumahnya dengan hati yang senang berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang terlihat kusut.


sesampainya dirumah harry tidak langsung membicarakan maksudnya kepada amelia, ia akan membicarakannya jika waktunya sudah tepat.


"aku bukan menjualnya karena boma akan menikahinya, aoa kurangnya boma dia kaya raya hal itu bisa membuat aku, amelia dan marry merasa lebih tenang bisa meminta uang yang banyak" batin harry.


"papa sudah pulang, kita makan malam dulu" ucap amelia dengan malas.


"papa sudah kenyang kamu makan saja sama mama mu" ucap harry lalu pergi meninggalkan marry dan amelia dimeja makan.


"tumben papa cepat pulang mah? apa dia sudah kehabisan uang untuk dijadikan bahan judi" ucap amelia sambil mengisi piring sang mama dengan nasi dan juga lauknya.

__ADS_1


"mama juga nggak tau sayang, kita makan saja tidak usah pikirkan papa mu itu" ucap marry muak, muak melihat sifat suaminya yang tidak berubah dari dulu.


marry makan dengan diam begitu juga dengan amelia mereka sudah angkat tangan dengan sifat harry, mereka makan sampai perut mereka merasa kenyang. baru selesai makan mereka memutuskan untuk pergi kekamar masing-masing untuk tidur.


🌛🌛🌛


ditempat lain saat ini james dan lily berada dikamarnya mau tidur, keduanya sudah mengganti baju menjadi baju tidur yang seragam, terlihat sangat romatis baju untuk tidur aja harus sama.


"sayang cepat tidur, bukannya besok ada kuliah pagi?" tanya james.


"ada kuliah pagi, tapi sekarang aku belum ngantuk sama sekali" ucap lily malah berjalan kearah sofa dan membaca buku majalah.


"sayang kalau nggak tidur mending belajar untuk apa baja majalah" protes james


"hehe cuman suntuk aja kak".


"sudah didepan suami masih saja suntuk?" kini james malah datang kesofa tempat lily sedang duduk dan mendekat.


"kakak ngapain mlah datang kesini bukannya mau tidur?".


"aku hanya ingin menghibur istri kecilku yang sedang suntuk ini" goda james.


"pasti ada maunya nih" tebak lily.


"nggak kok, lagi nggak pengen pun cuman kalau kamu maksa ya aku iklas".


"hahah karena terlalu iklas hingga membuat kakak jadi bersemangat kan?".


"heheh biar kamu senang juga, biar selalu minta nambah itu membuat aku juga ikut senang" ucap james lagi sambil tertawa kecil.


sekarang kedua orang ini lebih sering tertawa dan bercengkrama bersama untuk mengisi hari-hari mereka dari pada bertengkar seperti tom and jarry.


🌛🌛🌛


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤


belum revisi juga ya gays

__ADS_1


__ADS_2