MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 39


__ADS_3

🌛🌛🌛


Pagi ini James dan Aderson pergi kemarkas baru mereka, sedangkan Lily bersama Via pergi ke mall untuk membeli baju keinginan Lily, kedua wanita itu belanja disebuah butik terkenal dengan berbagai merk yang terkenal.


Saat Lily dan Via sedang memilih baju, diwaktu yang bersamaan Mawar juga sedang berbelanja dibutik yang sama. Mawar yang melihat Lily sedang memilih baju segera menghampiri Lily.


"Lily sayang, kamu belanja disini?" tanya Mawar.


"Kak Via kita pergi sekarang, aku sudah siap memilih baju" tangan Lily langsung ditarik oleh Lily menuju meja kasir.


"Lily mama nanyaiin kamu lho jangan begitu nggak sopan" Via tidak tega melihat Mawar yang yang diabaikan oleh Lily.


"Kak aku sudah siap, nanti kak Derson marah kalau kita lama disini".


"Lily mama minta maaf, mama kangen Lily" ucap Mawar lirih.


Lily langsung pergi dari hadapan mawar dengan hati yang luka menuju kasir dan meninggalkan Via yang sedang berbicara dengan Mawar.


"Mah Via pergi dulu ya, nanti Via coba bicara sama Lily" ucap Via.


"Kalian hati-hati ya sayang, mama titip salam buat Lily dan juga Derson".


"Iya ma, Via pamit ya" Via langsung bergegas menemui Lily yang berada dikasir, Via dapat melihat dari raut wajah Lily tersimpan banyak kerinduan untuk sang Mama tapi Via tidak tau alasannya apa kenapa Lily ikut-ikutan memusuhi sang mama.


"Kak Via kita pulang sekarang ya, Lily nggak mood lagi untuk belanja" ucap Lily dan mengajak Via berjalan keluar dari butik itu dan langsung menuju parkiran mobil dilobi mall.


Didalam mobil Lily hanya diam saja tidak seperti biasanya yang selalu riang, Via yang melihat itu mencoba bertanya pada Lily.


"Lily kamu kenapa diam, apa alasan kamu langsung meninggalkan mama begitu saja saat dibutik, kamu nggak lihat mata mama begitu sedih saat kamu mengabikannya".


"Hiks...hiks.... kak aku pengen peluk mama tapi kak Derson bakal marah kalau aku dekat sama mama" kali ini Lily sudah memeluk Via dengan suara tangisnya yang mengandung kerinduan yang mendalam.


"Kalau rindu kenapa tadi nggak peluk? Derson tidak akan mengetahuinya" ucap Via sambil menepuk-nepuk pundak Lily.

__ADS_1


"Selama ini kak Derson yang selalu ada untukku, dan aku tidak mau membuat kakak sedih saat tau aku dekat dengan mama".


"Kamu tenang dulu ya, nanti aku coba bicara pelan-pelan sama Derson".


"Percuma kak, kemaren kak James sudah ikut bicara tapi kak Derson tidak mau mendengarkannya hiks... hiks... " Lily lagi-lagi melanjutkan tangisnya setelah siap berbicara.


"Kamu tenang ya semua punya waktu masing-masing, udah hapus air matamu jangan cengeng sudah besar pun" ucap Via sambil memberikan tisu kepada Lily.


Mobil itu sudah mulai memasuki rumah, tapi Lily masih menampilkan wajah murungnya, kali ini Lily sepertinya hilang semangat, setelah turun dari mobil tanpa banyak bicara Lily masuk kedalam rumah dan langsung berjalan menuju kamarnya yang ada dilantai dua.


Via yang merasa diabaikan oleh Lily hanya diam saja tidak mau membuat Lily bertambah banyak pikiran kalau Via banyak tanya. akhirnya Via juga berjalan menuju kamarnya.


Saat Via memasuki kamar itu Via langsung berjalan kearah balkon, saat ini hatinya tidak tenang dia merasa kasihan kepada Lily tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa kepada Lily.


Via duduk santai dibalkon kamar milik Derson yang sudah menjadi kamarnya juga, sangat lama Via melamun tidak sadar kalau Derson sudah datang didekatnya.


"Sayang...." panggil Derson lembut tapi Via hanya menoleh tidak ada senyum atau jawaban dari sapaan Derson.


"Aku sedang memikirkan Lily, tadi tidak sengaja kami bertemu dengan Mama dan mama menyapa Lily, tapi Lily malah pergi tanpa menjawab ucapan mama, saat dimobil Lily menangis katanya dia rindu mama ingin memeluk Mama".


"Apa kamu tidak ingin memberi Lily sekali saja bertemu dengan mama?" Via memberanikan diri bertanya pada Derson.


"Tidak, sampai kapan pun aku tidak mengijinkannya" jawab Derson dengan ekspresi wajah yang sudah berubah 360•".


"Baiklah jika itu mau mu, aku juga tidak memaksa mu kamu yang menjadi tuan dirumah ini dan tidak ada yang bisa membantahnya. kalau begitu aku permisi mandi dulu ya" ucap Via hendak berdiri dari kursinya.


"Apa kamu ikut-ikutan marah padaku?" tanya Derson.


"Apa aku berhak untuk marah, dirumah ini posisiku tidak lebih dari tawanan yang tidak ada gunanya. aku seorang istri tapi ucapan ku tidak bisa didengar oleh mu dan semua keputusan ada ditanganmu" ucap Via lalu pergi dari hadapan Derson.


Saat Via meninggalkan Derson seorang diri dibalkon, Derson meremas rambutnya dengan kuat, saat ini dia sangat marah dan tidak tau marah kepada siapa. untuk menghilangkan rasa marahnya Derson mengambil rokok dari saku celana dan menghidupkannya.


"Huff.... " Derson menghempuskan asap rokoknya diudara, saat ini Derson sangat kacau baru pagi tadi dia memutuskan untuk menghentikan pekerjaan mafianya tapi siang ini dia sudah dapat masalah yang tidak bisa ia atasi.

__ADS_1


Setelah menghisap 3 batang rokok, Derson masuk kembali kekamar, Derson melihat Via yang sedang mengeringkan rambutnya, Derson mendekati Via lalu memeluknya dari belakang.


"Sayang kamu jangan marah padaku ya" ucap Derson dan masih betah memeluk Via.


"Aku tidak marah karena memang aku tidak berhak untuk marah, sekarang kamu mandi badan mu bau rokok" ucap Via masih asik mengeringkan rambutnya.


"Aku akan mandi jika kamu tidak marah padaku".


"Aku tidak akan marah padamu jika kamu mengijikan Lily bertemu mama" kali ini Via mengakui kalau dia marah kepada Derson.


"Baiklah akan aku beri Lily beberapa kali untuk bertemu dengan wanita itu dan nanti aku suruh james yang mengatur waktunya".


"Dia mama bukan wanita itu".


"Jangan paksakan aku sayang" kali ini Derson memeluk tubuh Via lebih erat dari sebelumnya.


Via melepaskan pelukan derson lalu membalikkan badannya menghadap Derson, lalu membalas pelukan Derson.


"Aku tidak akan memaksa mu lagi, setidaknya kali ini kamu beri Lily kesempatan menemui mama".


Setelah selesai dengan adegan pelukan itu, Derson bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


*****


"Lily kamu kenapa kok betek gitu?" Jemes baru turun dari lantai dua melihat Lily sedang duduk diruang tamu dengan muka yang betek.


"Aku nggak apa-apa kak" ucap Lily lalu pergi kekamarnya meninggal James begitu saja.


"Dia kenapa? biasanya dia yang paling ceria dirumah ini, apa dia sedang datang b*lan kata orangkan perempuan yang datang b*lan pasti susah untuk ditebak" batin James menerka-nerka.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2