
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kayla sudah 5 bulan melewati masa dimana dirinya harus merelakan semuanya, menerima nasibnya.
Perusahaan ayahnya, di jalankan oleh pamannya yang tinggal di Amerika. Ia rela tinggal di indonesia untuk mengurus dan membantu menlanjutkan bisnis Pak Adijaya.
Paman Kayla bernama Hendrik, kerap di panggil Tn. Hendrik.
Ia akan tinggal di indonesia dan menunggu Kayla jadi sarjana. Ia akan membantu dan mengajarkan Kayla agar ia mampu mengendalikan bisnis dengan baik.
"Kayla, kau harus bisa meneruskan bisnis milik ayahmu" ucap pamannya
"Aku tau itu, aku akan berusaha" lirih Kayla
––
Kini Kayla tengah berjalan di trotoar. Dia sepertinya tengah kebingungan. Wajahnya terlihat kacau. Dia sangat agresif minggu-minggu ini.
Kayla berjalan menunduk tanpa melihat kedepan. Dengan tak sengaja, dia menabrak pejalan kaki yang sedang membawa kopi. Hingga kopinya tunpah ke sepatu Kayla.
"Kau, kenapa menumpahkan kopimu di sepatuku?!" teriak Kayla
"Nona, siapa yang menabrak? Bukankah kau yang menabrak kakakku hingga kopinya tumpah pada sepatumu?" tanya Alkan
"Dasar kalian ini. Kalian tidak mau di salahkan dasar pria gil4k" ucap Kayla
"**1*! Dia menyebutku g1la" gumam Leo.
Leo berbisik pada Alkan, Lalu Alkan berbisik pada anak buahnya. Kayla yang melihat itu merasa takut karna mereka sepertinya akan merencanakan sesuatu.
Tiba-tiba anak buah Alkan menggendong Kayla ala bridal style. Kayla sangat kaget dan langsung memukul-mukul wajah anak buah Alkan dengan kencang.
"Lepaskan aku bodoh!" Teriak Kayla
Anak buah Alkan memasukan Kayla kedalam mobil. Leo dan Alkan segera masuk dan membawa Kayla pulang ke manshion milik Leo.
Byurrr'
Leo menyiram Kayla yang tak sadarkan diri dengan air dingin. Dia kesal karna Kayla tak kunjung sadar hingga harus membuatnya menyiran Kayla dengan Air es.
"Euhhh, dingin" lirih Kayla
"Kau sudah bangun nona?" Leo menatap tajam Kayla
Kayla kini berada di kamar tamu. Kamar itu memang nayaman dan luas. Tapi Kayla hanya duduk di kursi dan kedua tangannya di ikat kebelakang.
"Kau! Mau apa kau membawaku kesini? Lepaskan aku!" Kayla berusaha membuka tali yang mengikat tangannya di belakang. Namun itu sangatlah susah.
"Dasar laki-laki br3ngs3k!" Kayla berteriak dengan kencang
Parkataan Kayla mampu membuat emosi Leo menjadi memuncak. Dia tidak pernah di hini seperti itu. Apalagi, dia dikatakan brengs3k oleh Kayla.
"Beraninya kau!" Leo mengambil pis4u buah yang ada di atas meja. Ia sepertinya hendak membunuh Kayla.
Dengan perlahan, Leo mendekati Kayla dengan wjah serius. Tatapannya begitu tajam, hingga membuat Kayla ketakutan melihatnta.
"Jangan! Tuan aku mohon jangan membunuhku" pinta Kayla
"Beraninya kau menyebutku br3ngs3k, sedangkan kau adalah jal4ng" ucap Leo
"Jal4ng? Apa! Kau memanggilku j4lang?"
__ADS_1
"Ya, Nona. Kau jal4ng" ucap Leo
"Dasar laki-laki gil4k. Kau itu pembunuh! Disini bukan tempatmu. Pulang saja kau ke neraka!" teria Kayla
"Beraninya!" Leo hendak melukai Kayla dengan pis4u yang ia pegang.
"Leo, hentikan!" Alkan mencekal pergelangan tangan Leo yang hendak melukai Kayla dengan pis4u
"Untuk apa kau menahanku?" tanya Leo
"Dia tidak bersalah, biarkan dia hidup. Lepaskan dia" ucap Alkan
"Tidak!"
"Aku, Leo Syam Algantara. Bersumpah untuk tidak akan melepaskan gadis ini sebelum api kemarahanku terhadapnya padam" Suara Leo terdengar lantang kala mengucapkan sumpah itu.
"Tapi aku ingin pulang. Aku mohon tuan, tolonglah, lepaskan aku" butiran air mata kini membasahi pipi mulus milik Kayla.
"Aku akan melepaskanmu saat kemarahanku padamu hilang" ucap Leo
"Disini kau harus bekerja. Melayaniku tentunya" lanjutnya
"Apa? Melayani, apa maksudmu?" Kayla terlihat bingung kala mendengar penuturan Leo
"Kau menjadi pembantuku." ucap Leo
"Apa itu akan membuatku keluar dari tempat ini?" Kayla menatap mata Leo dengan tatapan polos
"Kenapa gadis ini terlihat menarik dimataku?" batin Leo.
"Ya, kau bisa keluar. Asalkan kau harus menjadi pembantu yang bisa mematuhi perkataan tuannya." ucap Leo
––
#Part06 |• Mungkin Leo cemburu pada Alkan•|
Kini paman Hendrik merasa resah karna Kayla tak kunjung pulang ke rumah. Dari pagi hingga malam hari dia belum kembali.
"Dimana Kayla?" guman Hendrik
"Aku harus menyuruh anak buahku mencarinya" Hendrik bergegas turun ke bawah untuk menemui anak buahnya.
––
Kini Kayla tengah termenung di balkon kamar, ia merindukan rumah, dan pamannya. Ia sangat mengkhawatirkan pamannya. Mungkin pamannya kini tengah kebingungan mencarinya
"Hey, mengapa kau diam disini?" tiba-tiba Leo datang membuyarkan lamunan Kayla.
"Cepat turun! Dan buatkan aku kopi, atau jus alpukat. Ingat! Jika rasanya tidak enak, aku akan menyiramkannya ke rambutmu. Ayo ikut aku!" ucap Leo sambil berlenggang pergi
Karna rasa takut yang besar, Kayla segera bergegas pergi mengikuti Leo ke dapur, untuk membuat kopi.
"Dimana kopinya?" tanya Kayla
"Jika kau tidak menemukan kopi, maka buatkanlah aku jus!"
"Hmmm, baiklah" Kayla segera membuat jus alpukat.
Leo sedari tadi memperhatikan Kayla ketika membuat jus. Tangan Kayla sungguh cekatan ketika membuat jus, Ia sepertinya mahir melakukan itu.
__ADS_1
"Ini, cobalah. Pasti enak" Kayla menyodorkan segelas jus alpukat buatannya.
Leo sangat tertarik pada Kayla. Rasanya, ketika berada di dekat Kayla, Leo merasa sangat nyaman. Padahal ia tak pernah merasakan ini sebelumnya.
Leo mengambil gelas berisi jus buatan Kayla dan mencobanya. Ternyata seperti dugaannya, rasanya sangat enak.
"Ya, ini enak." ucap Leo menatap lekat Kayla
"Ngapain liat-liat?!" Kayla memalingkan wajahnya.
"Nona, aku melihatmu karna aku membencimu. Jangan terlalu percaya diri!" Leo berlenggang pergi kearah taman.
––
Kayla kini berada di ruang tamu bersama Alkan. Kayla merasa nyaman ketika berada di sekat Alkan. Karna Alkan tudak terlalu kasar seperti Leo.
"Eum, ka-kau, bisa membantuku?" tanya Kayla terbata-bata
"Membantumu, untuk apa aku membantumu?" ucap Alkan sambil menyeruput kopinya.
"Aku, ingin keluar dari rumah ini," ucap Kayla.
"Tidak! Aku ingin kau membuak Kakakku jatuh cinta. Baru aku akan membantumu keluar dari sini"
"Apa? Aku tidak ingin jatuh cinta dengan pria kejam seperti dia!" bentak Kayla
Leo yang mendengar suara Kayla, segera menghampirinya ke ruang tamu. Ia melihat Alkan dan Kayla seperti asyik mengobrol. Entah kenapa, rasanya dia tidak menyukai jika Kayla dekat dengan Alkan.
"Kalian sedang apa berdua disini?"
"Ini bukan tempat untuk berpacaran!" tegas Leo
"Dan kau, Masuk ke kamarku!" Leo menunjuk Kayla
"Kamarmu?" beo Kayla
"Mengapa aku harus ke kamarmu?"
"Jangan banyak bicara! Cepat ke kamarku sekarang!" tegas Leo
"Ish" Kayla pergi ke kamar Leo dengan perasaan terpaksa
Kini tinggal Leo dan Alkan saja yang berada di ruang tamu.
"Ku kira, tidak akan ada yang sa mengetuk hatimu" ucap Alkan sambil menyeruput kopinya.
"Jadi menurutmu aku menyukai gadis bod0h itu?" Leo merasa kesal karna perkataan Alkan.
"Hahaha kau ini. Jika kau mencintainya, katakan saja padanya. Aku rasa dia bisa membuatmu mabuk cinta" Alkan tertawa renyah ketika menggoda kakaknya.
"Bangs4t!" Leo melemparkan bantal kursi ke wajah Alkan namun meleset.
"Eh, tidak kena" Alkan berlari untuk menghindari amukan Kakaknya
"Berhenti disana bod0h!" Leo berlari mengejar Alkan
––
"Bagaimana? Apa kalian menemukan keponakanku?" tanya Hendrik pada anak buahnya.
__ADS_1
"Kami belum menemukan nona Kayla." jawab anak buahnya
Hendrik benar-benar dibuat bingung dengan menghilangnya Kayla. Sudah dua hari Kayla pergi dan tak kunjung pulang. Seperti di telan bumi saja