MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Sisi Baik Leo


__ADS_3

#Milik_Mafia_Kejam


#Part21 |• sisi baik Leo •|


Hari ini Leo pergi ke kantor, bersama Alkan tentunya. Kayla kini di rumah, tidak akan teman mengobrol. Bosan? Tentu saja bosan.


"Aku bosan. Apa aku harus mengajak ngobrol para maid?" gumam Kayla


Kayla pergi ke dapur untuk menemui maid yang sedang bekerja. Untuk mengawali pembicaraan, Kayla duduk di meja makan.


"Apa aku oleh bertanya padamu?" tanya Kayla.


"Tentu Nona, silahkan"


"Siapa namamu?" tanya Kayla.


"Nama saya, Mila." jawab Mila.


"Sudah lama bekerja disini?" tanya Kayla.


"Sudah hampir tiga tahun Nona, saya dari kampung. Saya bekerja disini untuk mengbidupi kedua orang tua saya. " tutur Mila.


"Kau menjadi tulang punggung keluarga?" tanya Kayla.


"Iya"


"Tapi, waktu aku dibawa kerumah ini, aku tidak melihatmu" ucap Kayla.


"Waktu itu saya cuti lima bulan, ayah saya sedang sakit. Jadi, aku mengmbil cuti lima bulan." ucap Mila.


"Lima bulan? Itu waktu yang cukup lama Mila, jadi selama lima bulan, apa pekerjaanmu untuk menghidupi orang tuamu?" tanya Kayla.


"Saya tidak bekerja, Tuan Leo memberi saya cukup uang untuk lima bulan" tutur Mila.


"Dia memberi uang? Sedangkan kau tidak bekerja, mengapa dia seperti itu" ucap Kayla.


"Tuan sangat baik, dia memang sering membantu kami sebagai pembantu untuk mencukupi kebutuhan kami" ucap Mila.


Kayla menjadi sangat bingung dengan penuturan Mila. Di sisi lain, dia pernah melihat Leo membunuh orang. Disisi lain juga, ia disebut baik oleh para pembantunya.


"Apakah dia jahat? Bukankah dia itu kejam?" tanya Kayla.


"Iya, Tuan Leo memang sangat kejam. Apalagi saat dia marah. Ketika marah, tidak ada yang berani untuk menganggunya. Dia juga tidak segan-segan untuk menyiksa seseorang. Tapi Tuan Leo itu sebenarnya baik." jelas Mila.


"Pembunuh dia sebut baik? Ada apa dengan orang ini. Menurutku Mila sangat aneh" gumam Kayla.


"Jika ada hal yang menurutmu penting tentang Tuan Leo, tolong katakan padaku" pinta Kayla.

__ADS_1


"Nona, selama aku bekerja, aku jarang melihat Tuan Leo tersenyum pada irang lain. Kecuali pada tuan Alkan. Tapi, setelah ada Nona, dia lebih terlihat tenang dan sering tersenyum" jelas Mila.


"Mila, kau jangan terpengaruh pada senyumannya. Bisa saja itu senyuman palsu" ucap Kayla.


"Nona ini bicara apa? Tidak mungkin itu senyum palsu. Aku yakin, kau mampu mengubahnya menjadi Tuan Leo yang ramah," ucap Mila seraya tertawa.


"Hahaha ... Mila, kau ada-ada saja. Mana mungkin aku bisa merubahnya. Sifat itu sulit di ubah. Jika seseorang keras kepala, ia akan tetap seperti itu selamanya" ucap Kayla.


"Bisa, mengapa tidak?" Leo tiba-tiba muncul dari arah belakang.


"Eh, kau mendengar pembicaraan aku dan Mila?" Kayla menatap Leo dengan tatapan tajam.


"Tidak, aku hanya mendengar saat kau mengatakan tentang sifat seseorang" jelas Leo.


"Untung saja" gumam Kayla.


"Jadi, bagaimana sifatku Nona-nona?" tanya Leo sambil melirik kearah Kayla dan Mila.


"Keras kepala, dan kejam" ketus Kayla.


"Semua orang beranggapan bahwa aku kejam, " ucap Leo.


"Karna kau memang kejam." Kayla melirik kearah Leo.


"Aku ingin merubah sifatku, dan kebiasaan burukku. Agar orang lain tidak membenciku" gumam Leo.


Sejak dari tadi, Leo terus saja melamun. Entan apa yang ia pikirkan saat ini. Ini membuat Kayla bingung. Apalagi hari sudah malam dan Leo tetap saja terlihat murung.


"Aaaa!" Leo terperanjat kaget ketika Kayla menepuk pundaknya.


"Kenapa? Dari tadi, aku melihatmu melamun" tanya Kayla.


"Tidak ada, aku hanya kelelahan" jawab Leo.


"Aku rasa kau bohong tuan," Kayla duduk di sebelah Leo.


"Hmm ... Apa aku bisa memperbaiki setiap kesalahan yang telah aku perbuat dulu?" tanya Leo.


"Tentu saja. Mengapa tidak?"


"Aku, eum– aku ..." Leo sangat gugup saat akan berbicara.


" katakan saja tuan, aku kan istrimu. Jadi, kau tidak boleh menyembunyikan sesuatu dariku" pinta Kayla.


"Aku, pernah mel3ny4pkan nyawa seseorang." ucap Leo.


"Eum– bukan hanya itu, tapi ... " Leo menggantung ucapannya sendiri.

__ADS_1


"Apa? Katakan semuanya" pinta Kayla


"Mungkin lebih dari batas kewajaran Kayla. Aku takut, semua orang akan membenciku. Aku takut kau akan pergi dariku" lirih Leo.


"Tuan, aku milikmu bukan? Aku ada untukmu." Kayla menggenggam era pergelangan tangan Leo.


Rasanya seperti setengah mati ketika Leo menceritakan semuanya kepada Kayla. Bukan karna apapun. Hanya saja, Leo takut Kayla akan pergi darinya setelah ia tahu sisi buruk tentangnya.


"Aku tidak ingin menjadi pembvnvh lagi." lirih Leo.


"Aku ingin sembuh, aku ingin normal, aku ingin menjadi manusia yang normal, Kay" perlahan butiran air bening berhasil melewati pipi Leo, tapi Kayla segera menghapusnya.


"Akan aku bantu. Sebelumnya, katakan padaku. Kenapa kau membvnvh?" tanya Kayla.


"Aku hanya sanggup membvnvh orang yang sudah menggangu, dan mengusik kehidupanku saja."


"Apa setelah kau membunuh, ada rasa bersalah dalam hatimu?" tanya Kayla, Leo menggeleng.


"Sepertinya kau harus mengunjungi psikolog" ucap Kayla.


"Tidak! Aku tidak mau." tegas Leo.


"Aku harus membuatnya sembuh" batin Kayla.


––—


"Tuan! Tuan Alkan!" panggil anak buah Alkan.


Alkan yang mendengar suara anak buahnya, langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi menghampiri anak buahnya.


"Gani, ada apa?" tanya Alkan.


"Tuan sebaiknya kita bicara di dalam saja" ucap Gani.


Setelah Alkan dan Gani memasuki ruangan pribadi Alkan, Gani mulai mengatur nafasnya dan berbicara dengan nada yang sangat pelan.


"Nona Kayla, dia adalah anak dari Pak Adijaya, tuan" ucap Gani.


"Apa? Mungkin kau keliru." Alkan tidak percaya.


"Awalnya, kupikir begitu. Tapi setelah aku cari tahu lagi, ia memang anak dari Pak Adijaya, yang mat1 di tangan Tuan Leo" tutur Gani.


"Gawat! Jangan sampai kakakku mengetahuinya." pinta Alkan, diangguki oleh Gani.


"Cari tahu lebih dalam lagi tentang Kayla" perintah Alkan.


"Baik tuan" Gani pergi meninggalkan Alkan.

__ADS_1


"Gawat! Jika Kayla tau, ia pasti tidak akan mengampuni Kakakku." gumam Alkan.


"Aku harus menjaga rahasia ini"


__ADS_2