MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Sikap Aneh Leo


__ADS_3

Alkan yang tengah bersantai di ruang tamu, melihat aksi mesra Kakak dan kakak iparnya. "Menyebalkan!" ketus Alkan.


"Aku juga akan menikah!" Alkan beranjak dari tempat duduknya.


Leo yang melihat ekspresi wajah Alkan yang kesal langsung menurunkan Kayla dari gendongannya. "Dia kenapa?" tanya Kayla, Leo menggeleng.


"Kau ini kenapa?" tanya Leo


"Kalian, tidak bisa menghargaiku. Mentang-mentang sudah menikah bisa seenaknya bermesraan di depanku begitu?" Alkan melihat Leo dengan jidat yang mnegerut.


"Makanya, kau harus cepat-cepat menikah" ejek Leo.


"Aku akan menikah. Tunggu saja"


"Ada satu peraturan yang sangat penting ketika kau akan menikah"


"Apa?"


"Kau harus mempunyai calon mempelai wanitanya, bhahahah" tawa Leo pecah. Sementara Alkan melihatnya dengan tatapan dingin.


–––


"Aku akan menyusun satu rencana. Ini mungkin akan mudah jika kita benar-benar fokus menjalankannya" ucap Zii


"Kita hanya berdua. Apa kita akan berhasil memisahkan mereka?" tanya Miss


"Tentu saja. Aku akan membuat Kayla membenci Leo"


"Baiklah, apapun itu akan kulakukan. Demi menjadi nyonya di rumah Leo."


"Tentu saja"


"Tapi bagaimana kita menyingkirkan Alkan? Dia adalah nyamuk untuk kita" ucap Miss


"Alkan mudah untuk diatasi. Sebenarnya, Leo lah yang sulit di kendalikan"


"Aku akan melakukan sesuatu, kau tunggu saja kabar dariku" ucap Zii


–––


Saat ini Kayla tengah mencari-cari Leo dan Alkan. Padahal, sebelumnya mereka ada di ruang tamu. Kemana mereka?


Kayla menyusuri setiap ruangan. Tapi ia tak kunjung menemukan Kakak beradik itu.


"Kemana mereka?" gumamnya.


"Oh iya, mungkin di taman"


Hufft, ternyata benar. Kakak beradik itu tengah asyik menikmati kopi dan kue disana. Kayla menghampiri keduanya dan duduk di samping Leo.


"Daritadi, aku mencari kalian. Ternyata, sedang bersantai disini"


"Memangnya ada apa?" tanya Alkan.


"Aku sudah menyiapkan makan siang untuk kalian" ucap Kayla


"Pas. Perutku sudah lapar. Jadi, tunggu apa lagi? Come on" Alkan beranjak dari tempat duduknya, dan mulai pergi meninggalkan Leo dan Kayla.


Kayla beranjak dari duduknya, ia melihat Leo yang menatapnya dengan tatapan sendu. "Kau kenapa?" tanya Kayla, Leo menggeleng.


"Aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu, Tuan" Kayla kembali duduk di samping Leo.


"Jika suatu hari nanti kau mengetahui suatu kebenaran dari mulutku, ataupun mulut orang lain, apa kau akan murka terhadapku?" Leo menunduk, ia tak berani menatap Kayla.

__ADS_1


"Kebenaran apa?"


"Eum, bukan apa-apa. Aku hanya bertanya." Leo bangkit dari duduknya,"Ayok, aku sudah lapar." ajaknya.


–––


Kini Leo, Kayla, dan Alkan tengah duduk bersama di meja makan. Yang menyiapkan piring untuk Leo tak lain adalah Kayla. Tapi, bukannya memakan nasi yang telah disiapkan Kayla di alas piringnya, Leo malah melamun, dia sesekali mengaduk-ngaduk nasi dengan sendok yang ia genggam di tangan kanannya.


"Tuan,"


"Makanlah, jangan hanya di aduk." ucap Kayla. Tapi perkataannya sama sekali tak dihiraukan Leo. Leo tetap seperti tadi, mengaduk, dan melamun.


"Aku tidak ingin makan sekarang. Kalian makan saja, aku akan beristirahat sejenak di kamar" Leo bangkit dari tempat duduknya, lalu melangkah meninggalkan Kayla dan Alkan di meja makan.


"Tapi tadi kau mengatakan, lapar." seru Kayla.


Leo sama sekali tak mendengarkan Kayla. Dia begitu saja berlalu tanpa sedikitpun menoleh ke belakang.


Alkan berdecak, "Manusia aneh" ucapnya


-- -- --


"Akan seluka apa nanti, jika dia mengetahui rahasiaku?" gumam Leo


"Apa aku harus mengatakan semuanya?"


"Tidak, aku tidak akan mengatakan apapun padanya. Aku takut kandungannya mengalami masalah karna itu," lanjutnya.


"Tapi... apa yang harus aku lakukan ketika dia memintaku untuk mencari pelakunya?"


Tok


Tok


Tok


Grepp


"Ada apa?" tanya Leo heran dengan tingkah Kayla yang tiba-tiba memeluknya. "Apa aku membuatmu marah?" tanya Kayla.


"Hah?"


Kayla semakin mempererat pelukannya,"Kayla, jangan memelukku dengan erat."


"Kenapa? Kau tidak menyukaiku lagi, ya?"


"Bukan seperti itu. Tapi, nanti perutmu tertekan" ucap Leo.


"Tuan, aku lapar." cicit Kayla. "Eh, bukankah tadi kau sudah makan?" tanya Leo heran.


"Kau tidak makan. Aku–pun tidak akan."


"Baiklah, sekarang aku akan makan bersamamu" ucap Leo.


–—–


Pagi ini, berjalan seperti pagi biasanya. Leo akan pergi ke kantor."Tuan, pakai Dasi–mu" Kayla menyodorkan dasi berwarna biru kepada Leo. "Pakaikan" pinta Leom. Kayla memakaikan dasi itu dengan rapi.


"Ketika aku tidak ada di dekatmu, jaga dirimu dengan baik" pinta Leo.


"Tentu"


"Kayla, pipimu semakin bulat. Aku menyukainya" ucap Leo sembari mengelus pipi Kayla.

__ADS_1


"Apa kau menghinaku, karna aku gemuk?" kesal Kayla.


"Tidak. Aku bahkan menyukai pipimu yang bulat ini"


"Aku tidak akan sarapan pagi ini. Apa kau bisa mengantarkannya nanti?" tanya Leo.


"Bisa. Akan aku antarkan" ucap Kayla.


"Baiklah. Aku akan berakngkat sekarang" ucap Leo sembari berjalan keluar kamar. Berbarengan dengan itu, Kayla juga membuntuti Leo sampai ke luar rumah.


"Aku, berangkat sekarang. Jaga dirimu, aku menyayangimu"


Cupp'


Leo meng3cvp singkat kening Kayla sebelum dia memasuki mobil.


–—–


Waktu menunjukan pukul 09.45. Ini saatnya untuk mengantarkan makan siang untuk Leo. Kayla sudah mempersiapkannya, dan hendak mengantarkannya.


Kayla di temani oleh dua Bodyguard. Bukan tanpa alasan, Leo menyuruh kedua Bodyguard itu untyk menjaga Kayla ketika dirinya tidak berdada di samping Kayla.


Setelah sampai di kantor milik suaminya, Kayla langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor. Semua mata tertuju pada wanita itu. Mungkin mereka belum mengetahui tentang siapa Kayla.


"Tuan" sapa Kayla saat membuka pintu ruang kerja suaminya.


"Aku sudah menunggumu dari tadi." ucap Leo.


"Ini. Makanlah, aku akan segera pergi" Kayla menyodorkan kotak nasi kepada Leo.


"Kemana?"


"Aku ingin membeli keperluan dapur" jawab Kayla


"Kau tidak perlu repot-repot seperti ini. Para Maid akan membelinya nanti" ucap Leo.


"Tuan, aku jenuh jika terus berada di rumah. Jadi, aku mencoba untuk membeli sebagian keperluan dapur" jelas Kayla.


"Baiklah. Ingat! Jaga dirimu Kayla" tegas Leo.


"SIAP LAKSANAKAN" kata Kayla dengan gaya ala tentara. Leo tersenyum menanggapi tingkah Kayla


———


Saat ini Kayla tengah berada si Mall. Ia sedang memilih sayuran untuk keperluan di rumah. Di temani oleh dua Bodyguard.


"Kurasa ini sudah cukup" gumam Kayla


Kayla berjalan keluar Mall dengan diikuti dua Bodyguardnya. Tiba-tiba, ada tiga orang bertubuh kekar menghadangnya dan para Bodyguarnya.


Melihat ancaman di depan mata, tentu saja para Bodyguardnya berusaha melindungi Nyonya mereka. Tapi, ketiga lelaki bertubuh kekar itu berhasil melumpuhkan dua bodyguard Kayla. Mereka menyuntikan obat bius kepada bodyguard Kayla.


"Apa yang kalian mau?" pekik Kayla.


Tanpa menjawab pertanyaan Kayla, mereka dengan sigap membekap mulut Kayla dengan sapu tangan yang di lipat.


Disisi lain, sopir pribadi Kayla melihat Nyonyanya berada di dalam bahaya. Tapi, ia tidak berani untuk menyelamatkan Kayla. Ia melihat Kayla di masukan kedalam mobil. Dan ia mengukutinya. Ia bertubuh kecil, dan juga tidak mahir bergulat. Hanya mahir mengemudikan mobil saja.


(Ringing)


"Hallo? Ada apa?" kata Leo di sebrang telpon.


"Tuan, Nona tuan!"

__ADS_1


"Ada apa? Apa yang terjadi? Cepat katakan!"


"Nona di culik Tuan. Saya sedang mengikuti penculiknya" suaranya terdengar bergetar.


__ADS_2