MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
bab 51


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Kamu memang sudah berubah total aku berharap ini selamanya bukan hanya sementara" batin Via penuh harap Via terharu melihat perlakuan Derson yang makin hari makin lembut dan penurut.


"Ternyata cintamu sedikit asin ya sayang".


"Kok asin yank?".


"Karena sopnya sedikit asin hahah" kali ini Via yang tertawa lepas saat membuat Derson kebingungan.


"Ternyata kamu suka jahil juga ya berani membuatku kebingungan" ucap Derson lalu menggelitik Via sampai Via capek tertawa.


"Ampun sayang" ucap Via terbata-bata.


Walau ada masalah dalam kehidupan ini Kalau dijalani dengan iklas apapun itu mudah-mudahan akan mendapatkan kebahagiaan yang semestinya.


Seperti sepasang suami istri ini walau masih dilanda kesedihan tapi karena saling menguatkan maka yang terjadi adalah hal-hal yang membuat mereka bahagia.


Walaupun hari esok mereka belum bisa memastikan kebahagiaan itu lagi tapi setidaknya hari ini mereka sudah berusaha untuk tetap bahagia.


"Sayang kita ajak mama Mawar datang kerumah ini ya" Pinta Via disela-sela tawa mereka. seketika wajah Derson berubah total menjadi gelap.


"Huft nggak adik, nggak istri sama saja selalu meminta diluar nalar ku" batin Derson.


"Sayang" panggil Via lagi karena derson tidak menjawabnya.


"Boleh nggak sayang?" lagi-lagi Via ngotot kepada Derson karena belum dijawab oleh Derson.


"Tapi nggak hari ini ya sayang minggu depan saja, aku mau minggu ini mood ku bagus untuk selalu disampingmu dan menjagamu dalam perawatan dokter nantinya" jawab Derson dan dijawab anggukan oleh Via.


*********


Sudah berminggu-minggu Via dirawat oleh dokter dikediaman Aderson, perawatan yang maksimal membuatnya sekarang lebih sehat walau belum sembuh dari penyakit mematikan itu. dan selama ini Derson dengan senang hati menjaga Via setiap saat.

__ADS_1


"Sayang besok aku mau pergi kemarkas untuk melihat barang-barang disana, James mengatakan kalau minggu in kami terakhir berbisnis dalam dunia gelap ini" ucap Derson.


"Berapa lama disana sayang?".


"Tidak lama kok mungkin sorenya sudah pulang atau siangnya, dan habis itu aku akan fokus pada perusaan tekstil yang aku punya".


"Semoga cepat selesai ya dan kamu akan menjalani hidup normal saja, aku nggak mau ada lagi yang namanya kekerasan" pinta Via penuh harap.


"Karena kamu mau ninggalin aku besok jadi aku undang mama Mawar datang ya kesini" ucap Via.


"Iya sayang... terserah padamu, kalau dia tidak sibuk kamu boleh mengundangnya. sekarang kita tidur ya udah larut malam" ucap Derson memeluk tubuh Via yang mungil itu dalam dekapannya hingga Via tertidur dengan nyenyak.


Dikamar lain saat ini James dan Lily sedang bercerita tentang anak mereka. keduanya terlihat bahagia tidak sabar menunggu kelahiran anak mereka yang akan lahir sekitar 4 bulan lagi.


"Kak kapan kita belanja untuk baby?".


"Lusa saja ya ly, besok aku mau pergi kemarkas, besok adalah hari terakhir kami bekerja didunia bisnis gelap itu" jawab James.


James mendekat kearah Lily lalu membuka baju Lily dari bawah hingga perut Lily terlihat sangat bulat kalau dilihat langsung tanpa ditutupi baju.


James langsung mengelus perut Lily yang besar tapi karena ini pertama kalinya James memegagang perut itu tanpa dilapisi baju membuat jiwa kelelakiannya membuncak.


James mencoba menetralkan nafasnya dan menutup perut Lily dan dielus dari luar saja.


"Adik bayinya sudah tenangkan kita tidur yok" Ajak James yang saat ini sudah tegang dibawah sana.


Lily yang tau dari raut wajah James langsung memegang tangan James yang hendak mejauh dan memberikan lampu hijau pada James.


"Kalau kakak pengen jenguk babynya dengan cara lain Lily mau kok".


"Nggak usah Ly, suatu saat kita bakal pisah kembali aku tidak mau b*rhubungan b*dan lagi denganmu, cukup malam itu kamu khilaf" tolak James lalu merebahkan badannya dikasur dan disusul Lily dengan menghadap James.


"Belakangkan aku, aku akan memelukmu dan mengelus baby kita" ucap James saat Lily melotot pada James.

__ADS_1


"Nggak mau, babynya nggak mau lagi dipegang kakak dia merajuk" ucap Lily membuat James tertawa dan langsung menangkap b*bir Lily dan melum*tnya.


"Yang merajuk mamanya atau babynya?" Tanya James sambil meng-lap bib*ir Lily.


"Mamanya" jawab Lily ketus.


"Aku hanya tidak ingin kamu sakit hati nantinya, dari dulu kita sudah berencana untuk pisah tapi kita malah sering melakukannya itu akan membuat hati kita mudah sakit saat berpisah nanti".


"Aku janji tidak bakal sakit hati, selama aku jadi istri kakak aku mau kok layani kakak dengan senang hati" ucap Lily lagi.


"Sekarang kamu istirahat ya, besok atau lusa kalau kakak pengen jenguk babynya langsung kakak minta padamu" jawab James lalu mencium kening Lily untuk kedua kalinya selama menikah.


"Malam ini hadap gini aja ya kak" ucap Lily lalu mendekatkan kepalanya kedada James sambil memeluk James dan dibalas James dengan pelukan pula.


Jika dikamar sebelah bisa senang walau ada masalah yang mereka hadapai tidak kalah bahagia didalam kamar satu ini, walau pernikahan yang mereka jalani bukan pernikahan yang diinginkan tapi karena dijalani dengan iklas kedua pasang ini mendapatkan kebahagiannya tersendiri untuk hari ini.


Dan malam ini James dan Lily pertama kali tidur dengan saling berpelukan yang awalnya saling membelakangi, berganti dengan James yang memeluk Lily dengan alasan mengelus baby kini malam ini keduanya saling memeluk dan tidur dengan nyenyak.


🌛🌛🌛


Dimarkas lama Aderson kali ini Derson duduk dikursi yang selama ini menjadi kursi kebesarannya, dia duduk dengan manis sambil mengucapkan kata-kata perpisahan untuk semua orang-orang yang bekerja untuknya selama ini.


"Disini saya berdiri memgucapkan terimakasih untuk kalian semuanya yang telah setia mengikuti saya, dan hari ini resmi saya tutup bisnis kita ini dan untuk konpensasi untuk kalian semua saya akan mentranfer uang senilai 500jt per-orang, dan jika kalian ingin bekerja lagi dengan saya, saya membuka peluang untuk kalian semua diperusaan tekstil saya yang sudah saya dirikan di beberapa tempat kantor cabang" ucap Derson panjang lebar.


"Dan satu lagi orang yang dulu datang kemarkas kita mengajaukan markas kita sudah ditanggakap polisi ternyata mereka hanya kelompok kecil yang belum berpengalam" ucap Derson lagi.


Setelah memastikan markas semua kosong dan para karyawan sudah pulang kerumah masing-masing James memghancurkan markas itu dengan alat berat, stelah selesai keduanya kembali kerumah Derson.


Ada rasa lega yang dirasakan Derson dihatinya sesudah melepas dunia gelapnya, dan kini dia hanya fokus merawat sang istri dan menunggu keponakan lahir kedunia ini.


🌛🌛🌛


Aku udah rajin Up lho untuk kalian jadi jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2