
🌛🌛🌛
Setelah selesai diperiksa Harry tidak mengalami kecelakaan yang parah ia hanya syok dan bekum sadarkan diri, sampai beberapa jam kemudian ia sadar dari pingsannya dan kebetulan perawat datang memeriksanya.
"Saya kenapa ada disini?" tanya Harry sambil memegang keningnya yang kena benturan.
"Bapak kecelakaan dan untuk bapak selamat, bapak juga tidak mengalami hal yang serius hanya syok saja" jawab perawat itu dengan sopan.
"Sudah berapa jam saya disini? sekarang saya lapar" ucap Harry sambil memegang perutnya yang sedang berbunyi.
"Ini makanan untuk bapak, dan bapak sudah 3 jam tidak sadarkan diri, apa bapak tidak punya keluarga kenapa tidak ada yang mencari bapak atau menjenguk bapak?".
"Jadi saya tidak sadarkan diri selama tiga jam dan satu orang pun tidak ada yang melihat saya yang terbaring dirumah sakit ini?" tanya Harry.
"Iya pak, tidak ada yang datang selain orang yang menolong bapak. kalau begitu saya permisi dulu silahkan di makan nasinya dan ini obat untuk dikonsumsi sehabis makan" ucap perawat itu lalu pergi meninggalkan Harry.
"Sepertinya aku hidup sebatang kara, padahal aku punya anak dan istri saat ini, tapi mereka sama sekali tidak peduli dengan ku" batin Harry tidak tahu malunya.
"Tunggu...tunggu....mobil dan uang ku kemana? astaga jangan sampai mobil dan uangku dirampok orang saat aku kecelakaan" batin Harry dengan pikiran negatifnya.
Tok... Tok... Tok....
Dua orang laki-laki datang menghampiri Harry yang sedang membayangkan uang dan mobilnya,Harry mengerutkan kening saat mereka masuk karena tidak mengenali mereka.
"siapa kalian?" tanya Harry.
"Kami orang yang menolong anda dari kecelakaan, apa anda sudah baik-baik saja?" tanya salah satu dari mereka.
"Owhh jadi kalian yang menolongku dimana kalian letakkan mobil dan uang ku?" tanya hlHarry yang memikirkan hartanya yang tidak seberapa itu, padahal seharusnya ia mengucapkan terimakasih terlebih dahulu karena sudah ditolong bukan menanyai hartanya.
"Mobil bapak meledak saat kecelakaan dan kami tidak menemukan uang didalam saku anda kami hanya menyelamatkan anda dari dalam mobil".
"Saya tidak percaya dengan ucapakan kalian, dan sekarang kalian kembalikan uang dan mobil ku sebelum aku laporkan kalian ke polisi" ancam Harry.
__ADS_1
"Silahkan itu lebih bagus, padahal masalah ini belum kami laporkam kepolisi karena anda sedang sakit, jadi kalau anda menantang kami itu lebih bagus. karena kesalahan ini murni perpihak kepada anda, kalau begitu kami permisi ini nomor hp kami" jawab mereka laku segera pergi, mereka pergi dengan wajah kecewa oarng yang mereka tolong ternyata orang yang tidak tau terimakasih.
"Berani sekali kalian bermain-main dengan ku tunggu saja besok kalian akan dapat panggilan dari kantor polisi" umpat Harry dan saat ini ia tidak bersera lagi untuk makan, ia merebahkan badannya kembali dan istirahat.
Tik...tik... tik.... jarum jam terus berputar sampai jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, sore ini Harry sudah diperbolehkan untuk pulang. tidak mau berlama-lama Harry langsung berjalan kedepan rumah sakit dan menyetop taksi yang lewat.
"Mau diantar kemana pak" tanya supir taksi itu dengan sopan.
"Kantor polisi terdekat" jawab Harry singkat tanpa melihat lawan bicaranya padahal ia duduk tepat disamping supir.
Supir taksi itu mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dan dijalan raya mereka terkena macet hal itu membuat Harry marah.
"Kamu bisa nggak sih cepat nyetir? dari tadi lama kali jalannya sekarang kena macet" omel Harry.
Supir taksi itu hanya diam ini pertama kali ia mendapatkan penumpang yang sangat cerewet melebihi emak-emak dipasar.
"Saya utang dulu, uang saya di curi orang lain, ini nomor hp saya" ucap Harry ingin keluar.
"Saya bilang saya sedang tidak pegang uang, kamu ngerti nggak sih?" bentak Harry lalu ia keluar dari taksi itu menuju kantor polisi yang ada didepannya.
Supir taksi itu tidak mau diam karena dari tadi pemumpangnya ini banyak maunya dan sekarang dengan enaknya ia keluar tanpa membayar sewanya. ia mengikuti langkah Harry sampai kedalam dan disana supir taksi itu sekalian melaporkan penumpangnya ini.
Sampainya dikantor polisi Harry bukannya melaporkan orang lain malah ia yang dilaporkan.
Sore ini Harry dapat tegoran dari pak polisi atas sikapnya,dan supir taksi tadi akhirnya pergi begitu saja karena diperpanjang pun makin rumit uang yang tidak seberapa tapi cara Harry yang tidak bisa diterima oleh supir taksi tadi.
Sekarang giliran Harry yang melaporkan masalahnya kepada polisi atas hilangnya mobil dan uangnya.
"Dimana tempat kecekaan itu pak?" tanya polisi dan mencatat masalah Harry.
"Di jl.merak" jawab harry dengan singkat.
Polisi itu langsung tau dari jawaban Harry.
__ADS_1
"Terimakasih bapak sudah datang sendiri kekantor polisi ini, mobil anda meledak saat kecelakaan dan semua barang yang ada didalamnya ikut terbakar, kami saat ini sedang menyelidiki masalah ini, dan yang kami lihat dari cctv yang ada dijalan bapaklah yang membuat kecelakaan ini terjadi karena bapak mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi" jawab polisi itu.
"Pak tolong bawa bapak ini ke sel sementara sebelum kita mengintrogasinya" ucap polisi itu kepada rekannya.
"Tidak bisa begitu dong pak, disini saya jadi korban bukan pelakunya" bantah Harry dan tidak mau dibawa ke sel.
Polisi itu menarik paksa Harry karena melawan dan tidak mau dibawa ke sel dengan cara baik-baik.
"Pak lepaskan saya! saya tidak salah" teriak Harry ketuka polisi itu sudah menguncinya ke sel dan meninggalkannya sendirian.
"Achhh..... sial.... kenapa jadi begini?" teriak Harry marah.
"Padahal baru kemaren aku senang karena mempunyai uang yang banyak dan sekarang semuanya sudah lenyap begitu saja" ucap Harry yang berbicara sendiri.
Setelah lama menunggu di sel Harry akhirnya diproses dan dijatuhkan hukuman tiga bulan penjara, saat ia diproses tidak ada satu pun kekuarga yang datang karena memang tidak ada yang tau masalah ini.
"Malangnya nasibku" batin hmHarry saat polisi membawanya keruang tahanan, didalam sel Harry mendapat beberapa orang dalam satu sel itu.
Disana ia juga mendapat perlakuan yang tidak baik dari narapidana lainnya, namun demikian ia belum juga sadar dari sikap dan sifatnya selama ini.
Ia tetap Harry yang dulu keras kepala dan juga pembangkang tidak memikirkan orang lain, hal itu membuat temannya dalam sel itu memukul Harry beberapa kali hingga wajah Harry lebam.
"Apa aku minta tolong sama bekicot itu aja ya?" batin Harry langsung mengingat Derson yang berkuasa dimana-mana.
"Kira-kira dia mau nggak ya? diakan susah banget kalau mau menolongku" Harry menimbang-nimbang dahulu lalu memutuskan untuk mengabari Derson.
"Besok aku harus menelfon dengannya" batin Harry sambil tersenyum seperti mendapat angin segar.
🌛🌛🌛
Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.
Makasih ❤❤❤
__ADS_1