MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 91


__ADS_3

🌛🌛🌛


Malam hari ini Amelia sedang mengecek kost-kostan yang ia punya, dan semua kamar didalam rumah itu terisi penuh, Amelia sangat senang usaha kost-kostan yang ia punya sebanyank 30 pintu terisi penuh, itu artinya setiap bulan ia akan menerima uang sewa dari kamar itu.


Amelia menjalankan scoopynya melewati lorong yang sedikit sepi untuk menembus ke jalan raya, Amelia memperhatikan jalan didepan sana ada dua laki-laki yang sedang berdiri ditengah jalan.


Amelia sudah mulai was-was Amelia memutar kembali jalannya dan mencari jalan lain tapi sayang ternyata dibelakangnya sudah ada dua orang yang menunggunya.


"Ada ini kenapa ada orang-orang aneh disini?" batin Amelia.


Laki-laki yang tadi semuanya mendekat kearah Amelia, dengan senyum jahil dibibirnya.


"Mampus aku pasti mereka bukan arang baik" batin Amelia dan menggas csoopynya.


"Tunggu anak manis mau kemana?".


"Siapa kalian?" bentak Amelia tidak terima dengan laki-laki yang didepannya.


"Kamu menjemput mu anak manis, boss menyuruh kami membawa mu kerumahnya" jawab salah satu dari mereka.


"Siapa boss kalian?".


"Nanti kamu bakal tau sendiri ayok cepat ikut kami".


"Tidak.... aku tidak mau minggir kalian semua kalau tidak aku tabrak kalian".


"Hahahah" ke empat orang itu tertawa serentak lalu salah satu dari mereka membius Amelia dengan sapu tangan yang sudah dikasih obat bius.


Dalam segejap Amelia kehilangan kesadarannya, tubuhnya ambruk ditangan laki-laki itu. para laki-laki itu langsung membawa Amelia masuk kedalam mobil dan mengantarnya ke sebuah rumah yang mewah.


Disinilah Amelia sekarang disalah satu kamar yang mewah dan megah, saat ini kondisi Amelia masih pingsan dia tidur diatas ranjang yang empuk itu, dibalik itu semua ada seorang laki-laki yang memperhatikan tubuh Amelia yang sangat menggoda imannya.


"Kamu menggiurkan sayang, tapi aku harus sabar besok kita akan menikah dan malamnya aku tidak akan memberi mu ruang untuk istrahat karena aku akan menggauli satu malam penuh" ucap laki-laki bernama Bowo itu.


Laki-laki itu yang telah membawa paksa Amelia dengan menyuruh orang-orang untuk menangkapnya.


Bowo menatap Amelia sepertinya perempuan itu akan sadar dari pingsannya, karena Bowo melihat Amelia sedikit bergerak-gerak diatas tempat tidur.

__ADS_1


"Jangan banyak gerak sayang, paha mulus mu membuat junior ku minta dilepas saat ini juga" bisik Bowo ditelinga Amelia.


"Aaaaaa eh tua bangka ngapain kamu membawa ku kesini" bentak Amelia saat kesadarannya sudah pulih walau sedikit pusing dikepalanya.


"Aku membawa mu karena besok kita akan meningkah, istirahatlah sayang besok malam kamu tidak bisa istirahat soalnya juniorku ini sangat ganas".


Cupp.....


Situa bangka itu berhasil menci*m bibir Amelia walau cuma hitungan detik hal itu membuat Amelia ingin muntah, ia berlari kekamar mandi mencuci bib*rnya dengan sabun sampai Amelia merasa bib*rnya sudah bersih.


"Tidak usah sok jijik sayang, aku pastikan besok malam kamu akan mendapatkan lebih dari ini dan yakin kamu pasti meminta lebih dari ku" ucap Bowo lalu pergi meninggalkan Amelia.


"Ini tidak bisa dibiarin aku harus telfon mama supaya dia membujuk Via untuk menolongku dari situa bangka ini" batin Amelia. ia langsung menelfon mamanya stelah menemukan hpnya dikantong jaketnya.


"Hallo ma, Amelia diculik situa bangka itu dia ingin menikah dengan kubesok" ucap Amelia buru-buru.


"Sayang tempatnya dimana biar mama datang kesana?" tanya Marry kuwatir.


"Aku nggak tau ma, mama minta toling sama Via saja biar Derson yang datang menolongku".


"Hufttt..... pening kalau punya papa nggak sayang sama keluarga beginilah jadinya" batin Amelia sambil membuang nafasnya lalu menariknya lagi.


Ditempat lain saat ini Via yang sudah tertidur nyenyak tapi tidurnya diganggu dengan suara hp yang bersuara, Via merasa terganggu dengan suara hp itu lalu membuka matanya dan mengambil hp yang ada diatas nakas.


"Tante ngapain dia nelfon?" batin Via lalu mengankangkat telfon itu lalu mata yang kembali terpejam sambil berbicara.


"Hallo tente".


"Hallo nak Via, tante minta tolong sekali lagi ya" pinta Marry dengan lirih.


"Minta tolong apa tante?".


"Tolong bantu Amelia dia sekarang di bawa oleh Bowo yang sudah tua itu, dan katanya besok Amelia akan dipaksa menikah" ucap Marry lagi penuh harap.


"Tante Via coba bicara sama Derson ya, tapi Via nggak janji soalnya sudah dari kemarin Derson menolak membantu Amelia, Via juga nggak tau alasannya apa".


"Tante tunggu kabar baiknya besok pagi ya sebelum Amelia sah menikah".

__ADS_1


"Iya tante".


Via melirik Derson disampingnya sedang tertidur lelap, ia tidak tega membangunkannya tapi ia juga tidak bisa membiarkan Amelia menikah dengan laki-laki tua itu.


"Sayang..... sayang.." Via membangunkan Derson dengan mengguncang lengan Derson. tapi laki-laki itu enggan untuk bangun.


"Sayang" sekali lagi Via membangunkan Derson tapi tak kunjung bangun, Via menyerah lalu meletakkan hp-nya kembali diatas nakas dan tidur menyusul Derson. beberapa kali ia mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa ia kepikiran dengan Amelia.


Karena tidak bisa tidur Via berjalan kearah sofa, disana ia duduk saja tidak melakukan apa-apa, Derson yang melihat itu jadi tidak tega, sebenarnya ia sudah bangun saat ketika Via sudah menelfon dan ia curiga kalau itu dari keluarga Harry.


Derson membuka matanya dan menyusul Via kesofa dan duduk tepat disamping Via.


"sayang kenapa nggak tidur?".


"Aku kepikiran dengan Amelia, dia dipaksa menikah besok dengan pak tua itu".


"Cuma gara-gara itu kamu nggak bisa tidur?".


"Iya, aku bangunin kamu tapi tidak mau bangun. tente minta tolong lagi sama kita".


"Sayang kamu tidak tau kan kalau Amelia itu tidak baik, sudah beberapa kali ia ingin menggodaku tapi aku mengacuhkannya, makanya biarin saja ia menikah biar dia tidak menggoda ku lagi" seru Derson.


"Beneran sayang?" tanya Via tidak percaya dengan ucapan suaminya.


"Beneran, kalau seandainya aku belum tobat sudah ku pastikan dia berakhir di kandang buaya untuk menjadi makanan buaya yang lapar".


"Yaudah begini saja, kita bantu dia jangan sampai menikah dengan pak tua itu, tapi besok akau katakan sama tante kalau kamu tidak mau menolongnya, nanti ia merasa kalau kamu perhatian padanya" usul via.


"Baiklah sayang ini demi kamu dan baby kita" Derson membelai perut Via dengan lembut.


"Biasanya kalau kamu marah pada seseorang pasti bakal lama memafkannya, tapi kali ini ko secepat itu memaafkan Amelia yang berani menggoda suami mu?".


"Aku memaaafkannya karena kasian, kasian melihat dia ingin menggoda suami yang tampan ini tapi tidak berhasil, dia seperti jal*ng yang mau menggoda suami orang" kini gigi-gigi Via mengatup karena marah, beraninya sepupunya sendiri ingin menggoda suaminya.


🌛🌛🌛


Kasih vote ya heheh

__ADS_1


__ADS_2