MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 94


__ADS_3

"Mama kok belain dia, anak mu hampir saja menikah dengan tua bagka dan mereka nggak mau bantu aku, seperti itu yang mama bela?" bentak Amelia tidak terima dengan ucapan mamanya.


"Kalau bicara bisa pelan-pelan nak, nggak harus marah-marah".


Hiks... hiks....


Tiba-tiba Via menangis di hadapan mereka semua.


"Sayang kita pulang yok" ucap Via pada Derson.


"Kami permisi, dan kamu Amelia jaga sedikit bicara mu aku tidak suka istriku sedih gara-gara ucapan mu".


Derson membawa Via pulang meninggalkan Amelia yang dimarahi oleh Marry, Via masih bisa mendengarnya sebelum ia keluar dari dalam rumah itu kalau di habis diomeli Marry.


"Sayang kamu beneran nangis" tanya Derson saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Heheh nggak dong sayang, aku hanya menjahili Amelia saja. sayang itu ada mangga muda" tunjuk Via pada mangga didepan rumah itu.


"Iya mangga muda" jawab Derson tidak peka.


"Sayang aku mau makan mangga muda itu" ucap Via dengan cara merengek.


"Sayang kita beli sekarang ya".


"Nggak mau, aku maunya kamu yang panjat langsung".


"Ha...? manjat sayang? aku malas memanjat sayang".


"Kalau nggak mau aku merajuk nih, ini maunya baby lho sayang".


"Yaudah aku manjat tapi kamu minta dulu sama yang punya".


"Yang punya mangga ini tante kok, nggak usah diminta".


Derson mulai memanjat pohong mangga yang tingginya sudah beberapa meter karena mangganya mangga yang sudah tua umurnya, saat Derson memanjat pohon tidak lupa Via mem-vidiokan Derson.


"Sayang ambil yang banyak ya" teriak Via ternyata suaranya terdengar sampe kedalam rumah.


"Via kalian belum pulang nak?" tanya Marry yang baru datang dari dalam rumah.


"Heheh belum tante dan kebetulan Via ngidam mangga muda yang dipanjat derson langsung" jawab Via.


"Ambil pisau dulu lah didepur biar bisa dimakan langsung" suruh Marry lagi.


"Makan dirumah saja nanti tante".


"Yaudah tante masuk dulu ya, hati-hati saat pulang nanti" ucap Marry sambil tersenyum ramah.


"Iya tante" saat Via serius bicara dengan Marry mangga jatuh tepat didepannya untung tidak mengenai wajah.


"Astaga untung nggak kena, kalau kena habis kamu kubuat" omel Via sambil melototi Derson yang berada diatas.

__ADS_1


"Sayang maaf ya, sudah cukup mangganya?" teriak Derson.


"Sudah-sudah ayo turun" ucap Via.


Derson langsung buru-buru turun, karena buru-buru turun sekitar 1.5 meter lagi baru sampai dibawah Derson terjatuh.


"Aduh ****** ku sakit, sayang bantuin" rengek Derson saat melihat Via malah tertawa melihat ia kesakitan.


"Hahah iya aku bantuin, sakit ya sayang?".


"Sakit banget".


"Kita masuk kedalam dulu ya, biar aku obati".


"Nggak udah masih kuat kok, walau masih sakit".


Setelah siap mengumpulkan mangganya Via dan Derson memutuskan pulang kerumah mereka, sebelum pergi Via juga sudah pamitan kepada Marry.


Sesampainya dirumah mangga mudanya bukannya dimakan oleh Via, tapi Via malah menyuruh Derson yang memakannya. dengan terpaksa Derson harus menuruti semua keingin bumil ini.


Sudah ada 5 potong Derson memakan mangga muda itu dengan memejamkan matanya karena asem, Via yang melihat reaksi Derson malah tertawa.


"Sayang kamu imut deh kalau sedang makan mangga muda".


"Makasih sayang" jawab Derson padahal hatinya sedang kesal tapi ia tahan.


Klik....


Klik....


Klik...


"Sayang jangan foto".


"Nggak apa-apa sayang, ini bukti kalau kamu menyanyangi anak kita, akan aku tunjukkan kelak saat dia sudah besar".


"Terserah padamu saja sayang, lakukan apa yang membuat mu senang" ucap Derson pasrah lalu lanjut memakan mangga muda yang masih ada di atas piring.


"Tinggal sedikit lagi, akhirnya bisa habis juga" batin Derson.


"Sayang masih mau tambah?" tanya Via.


"Nggak lagi sayang, sudah cukup" jawab Derson.


Disaat lagi asik menghabiskan mangga tiba-tiba Lily dan James datang menghampiri mereka.


"Waw ada calon bapak yang lagi ngidam" sindir James.


"Lily kupas lagi mangga mudanya biar James ikut makan" ucap Via membuat James ingin lari.


"Eits.... jangan lari anak muda, sekarang bagian mu. kamu tidak bisa menolak ini permintaan istriku yang lagi ngidam" ucap Derson.

__ADS_1


"Aku nggak mau makan mangga muda, istri tidak sedang hamil" tolak James.


"Tapi istriku sedang hamil dan kamu disuruh untuk ikut makan".


Beberapa kali James mencoba menolak permintaan Via, tapi ia gagal karena Derson, Via maupun Lily memaksa James untuk ikut makan mangga muda itu. setelah menghabiskan 2 mangga muda akhirnya James sudah siap memskan mangga muda sesuai permintaan mereka.


"Sayang buat aku lemon tea dong, rasanya sangat tidak enak" ucap James kepada Lily yang sedang asik memandanginya.


"Iya kak, kak Derson kak Via mau juga".


"Aku nggak usah Ly, Derson aja".


"Kakak mau apa biar aku buatin?".


"Nggak usah Ly, bentar lagi pelayan membuatkan aku susu hamil".


"Ok deh" jawab Lily lalu berjalan kedapur untuk membuat lemon tea pesanan mereka.


Tidak menunggu lama Lily sudah membawa 4 gelas minuman yang berbeda, susu hamil, lemon tea dan jus naga.


"Kenapa kamu yang bawa susunya?".


"Tadi kebetulan pelayan mau antar susunya kesini, jadi aku bawa sekalian" jawab Lily sambil menyerahkan susu milik Via lalu lemon tea untuk James dan Derson.


🌛🌛🌛


Ditempat lain tepatnya disebuah club, Harry sedang marah-marah kepada Bowo karena Bowo tidak memberinya uang sepeser pun.


"Mana janji mu, kamu akan memberi ku uang kalau sudah menikahi putri ku".


"Hahah aku tidak jadi menikah dengannya karena ketahuan istri ku" jawab Bowo.


"Kamu ini bagaimana sih, bodoh banget" umpat Harry.


"Jaga bicara mu kalau kamu masih mau hidup, karena aku nggak segan-segan membun*h mu kalau kamu berani melawan ku" ucap Bowo tidak mau kalah, lalu menjutkan permaninannya dengan lawannya yang lain.


"Pasti dia lagi yang menolong Amelia supaya gagal menikah" Harry menebak kalau ini ulah Derson lagi.


"Apa perlu aku membunuhnya dulu supaya aku bisa tenang?" batin Harry dengan marah yang ia tahan-tahan.


Harry keluar dari ruangan itu mengendari mobilnya, tujuan dia sekarang adalah menjumpai istri dan anaknya, sesampainya didepan rumah Harry langsung masuk dan hanya mendapat Marry yang ada disana.


"Kemana Amelia?" tanya Harry to the poin.


"Aku nggak tau nggak ada pulang mulai kemaren aku hubungi nomornya tidak aktif" ucap Marry berbohong.


"Aku tau kamu pasti berbohong, cepat katakan dimana Amelia" bentak Harry.


"Untuk apa mu? apa kamu mau menjualnya lagi? dia itu bukan barang dia itu anak kita satu-satunya jadi jangan pernah kamu bawa-bawa kegilaan kamu itu" bentak Marry.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa Vote ya


__ADS_2