
🌛🌛🌛
"S*al" umpat James sambil melayangkan tinjuannya ke udara, setelah merasa dirinya sedikit tenang James masuk kedalam ruangan rawat Lily.
Klik....James membuka pintunya, James dan Derson langsung melihat tubuh lemas Lily dan juga perut kempesnya diatas tempat tidur rumah sakit dengan mata yang masih terpejam.
Derson yang berusaha menahan amarahnya mendekati Lily dan menggemgam tangan Lily dengan erat, dan lagi-lagi Derson merasakan cobaannya tidak henti-hentinya berdatangan mulai dari Lily hampir dilecehkan orang, Via yang terkena penyakit dan sekarang Lily keguguran lagi.
"Dek kamu cepat bangun, maafin kakak kali ini kakak gagal lagi menjaga mu" ucap Derson.
James yang melihat keadaan saat ini hanya diam memandangi Lily, James juga sangat terpukul melihat Lily yang tidur dengan lemas, dan anak yang mereka tunggu-tunggu ternyata tidak sampai melihat dunia.
Tanpa terasa tangan James mengepal begitu kuat hingga buku-buku tangannya terlihat mengeras, dan jangan lupakan gigi yang beradu menahan amarahnya.
"Apa kamu bisa jaga Lily bos? aku ingin segera orang yang membuat masalah ini dikasih hukuman yang setimpal" ucap James sambil menatap Derson.
Mendengar ucapan James, Derson sama sekali tidak menoleh ia hanya menyahut ucapan James dengan singkat.
"Kamu pergilah, aku yang akan menjaga Lily".
Setelah kepergian James, Derson mendudukan tubuhnya dikursi tepat disamping Lily, tapi tangan Lily masih setia digemgaman Derson.
"Dek kamu cepat bangun, kakak nggak kuat lihat kamu seperti ini, apa salah kakak kenapa kamu terus menghukum kakak dengan cara begini" batin Derson.
*****
Ditempat lain seorang perempuan dan laki-laki sedang bertengkar. dibelakang kampus Shopi saat ini mengejar Lukas yang sedang berjalan dengan sangat serius.
"Lukas kamu kemana? kenapa kamu selalu menghindariku?" tanya Shopi dengan menahan tangan Lukas.
"Shopi aku tidak suka padamu, dan kamu tau selama ini kamu yang mengejarku dan memaksaku menjadi pacarmu, tapi maaf sampai saat ini aku tidak bisa menerima mu" jawab Lukas.
"Apa ini gara-gara anak itu?".
"Siapa maksud kamu?".
"Siapa lagi kalau bukan Lily anak g*mpangan itu" jawab Shopi dengan emosi yang meledak-ledak.
__ADS_1
"Bukan karena dia, tapi karena aku tidak menyukaimu makanya aku mau kita hanya berteman bukan pacaran".
"Aku tidak mau, dan aku pastikan apa yang ia dapat tadi pagi belum apa-apanya dibandingkan hari esok" ancam Shopi.
"Jadi kamu yang buat Lily sampe keguguran, tunggu saja hari ini juga habislah hidupmu dibuat keluarga Aderson" ucap Lukas lalu pergi meninggalkan Shopi yang sedang memanggil-manggil namanya.
*******
Sedangkan James saat ini sudah berada didalam ruangan direktur untuk memberitahu masalah yang menimpa Lily.
"Saya mau hari ini siapa yang membuat Lily sampai kerumah sakit dipecat dari kampus ini dan pastikan dia tidak akan diterima dikampus mana pun, dan satu lagi kalau dia melamar kerja pastikan dia tidak di terima kerja. saya mau sore ini sudah selesai kalau tidak saya pastikan kampus ini akan tutup hari ini juga dan kalian semua yang kerja disini juga akan kena imbasnya" ucap James tajam setajam pisau silet.
"Baiklah pak akan kami selesaikan hari ini" ucap direktur itu dengan takut, ia sangat mengenal James asisten dari Derson yang tidak kenal ampun kepada musuh.
Setelah mendengar jawaban direktur itu, James langsung pergi begitu saja dari sana dan membanting pintu dengan kuat, James menaiki mobilnya dengan kesal lalu melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
James berjalan dengan gagahnya dikoridor rumah sakit menuju kamar Lily dirawat. saat James memasuki ruangan itu James melihat Lily masih belum sadar dan Derson juga tidur disamping Lily dengan posisi duduk dikursi.
"Boss...." panggil James.
"Hmmm apa Lily sudah sadar?".
"Belum sebaiknya boss pulang kerumah saja, aku yang menjaga Lily disini" jawab James sambil mendudukan bokongnya disamping Lily.
Dengan langkah berat Derson meninggalkan ruangan itu bagaimana pun dirumah Via pasti membutuhkannya, biarlah James yang akan menjaga Lily saat ini.
Mata sayu milik James memandang dengan kosong ke arah perut Lily, tanpa sadar tangan James meraba perut itu.
"Maaf papa tidak bisa menjaga mu" batin James.
"Eeehhhh....." lenguhan dari mulut Lily menyadarkan James dari lamunannya.
"Kamu sudah sadar, kamu mau minum dulu?" tanya James dan dijawab gelengan kepala oleh Lily. saat Lily menyadari tangan James ada diatas perutnya Lily langsung menoleh dan terkejut.
"Kak anak kita mana?".
"Anak kita tidak bisa diselamatkan, kamu yang sabar ya" ucap James kini tangan James sudah berpindah ke tangan Lily untuk menenangkan Lily.
__ADS_1
"Hiks... hiks.... kenapa kakak nggak nyelamatin anak kita, kakak nggak sayangkan sama anak kita?" tuduh Lily.
"Maafin kakak tidak bisa menjaga kalian" ucap James sambil mencium tangan Lily digemgamannya.
"Kakak sama kak Derson sama saja nggak bisa jaga Lily dengan benar, Lily benci kakak" jawab Lily sambil membuang tangan James dari tangannya.
"Lily kakak minta maaf, kakak janji sekali lagi kakak akan menjaga baby kita dengan baik".
"Mau dijaga apanya kita nggak akan punya baby lagi, dan sebentar lagi kita akan cerai sekarang tinggalkan Lily sendiri saja".
James tetap pada pendiriannya dia tidak mau pergi walau sudah diusir oleh Lily, James malah memeluk tubuh rapuh Lily hingga Lily tenang dan tidur kembali.
"Baiklah kita akan bercerai supaya kamu tidak ada beban lagi" batin James sambil menidurkan Lily kekasur rumah sakit.
Jari-jari James membersihkan sisa air mata dipelupuk mata Lily, dan menggemgam tangan Lily walau Lily sudah tertidur.
Klek.... pintu terbuka masuklah Mawar, Alfi dan juga Jhosua, dengan langkah lebar Mawar langsung mendekat kearah Lily.
"James kenapa Lily bisa seperti ini?".
"Aku belum tau pasti masalah apa tante, tapi aku sudah menyelidikinya" jawab James yang berjalan kearah sofa memberikan ruang untuk Mawar.
James, Alfi, dan juga Jhosua duduk diatas sofa yang ada diruangan itu.
"Siapa yang memberitahukan kepada kalian kalau Lily berada dirumah sakit" tanya James.
"Mama ditelfon oleh Derson, dan kebetulan kami semua sedang bersantai dirumah makanya kami kesini semuanya" jawab Jhosua sedangkan Alfi hanya diam mengingat hubungannya dengan Derson dan James tidak terlalu baik.
Ke tiga laki-laki itu lebih sering diam dari pada berbicara, sedangkan Mawar hanya duduk diam menemai Lily yang sedang tidur. melihat Mawar yang sedang termenung Alfi menghampirinya.
"Mama makan dulu ini sudah hampir siang, tadi pagi mama belum sarapan" ucap Alfi sambil memegang pundak Mawar
"Nanti saja pah, mama belum lapar" tolak Mawar dengan mendongakkan kepalanya supaya bisa melihat Alfi yang sedang berdiri.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1