
🌛🌛🌛
"Ma minta uang dari Amelia papa mau keluar sebentar nih" ucap Harry dengan lembut kepada istrinya Marry.
"Kalau masalah uang mintalah sendiri kepada Amelia, mama nggak tau masalah seperti itu, uang kemaren juga dia yang pegang".
"Mama sebagai istri tidak pernah berpihak kepada suami, malah komplotan bersama anak sendiri dan juga orang lain, aku sudah tau kalau kalau Amelia membangun rumah dan kalian menyembunyikannya dari ku" kini suara Harry meninggi sedikit.
"Itu karena kamu jadi suami dan juga jadi papa untuk Amelia tidak bertanggung jawab, kamu membiarkan anak mu sendirian banting tulang dalam memenuhi kebutuhan keluarga sedangkan kamu masih bekerja tapi uang mu kamu habiskan sendiri untuk kesenangan mu tanpa memikirkan anak dan istrimu" Marry mengeluarkan unek-enek dalam hatinya.
"Kamu diam tidak usah mengatur aku" ucap Harry tak kalah marah dengan Marry, dan kebetulan Amelia datang dari kamarnya lalu mendengar ada percekcokan antara mama dan papanya.
"Ada mah, kok ribut?".
"Ini papa kamu mau minta uang lagi, uang, uang dan uang itu aja dalam pikirannya".
"Uang sudah habis Amelia gunakan, lagian uang hasil jual rumah ini sudah pas untuk membayar utang papa kemaren, selebihnya itu diberikan Derson untukku dan mama".
"Jadi anak jangan kurang ajar kamu ya, mau jadi anak durhaka?".
"Aku tidak takut, ayok mah hari ini Amelia bawa mama jalan-jalan ke mall, kemaren jualan online Amelia banyak yang laku" seru Amelia dan langsung membawa mamanya pergi meminggalkan Harry yang sedang kesal.
"Ini semua karena Derson s*alan itu, aku jadi tidak bisa berkutik sama sekali" batin Harry.
*****
Amelia membonceng Marry di scoopy-nya tujuannya kali ini adalah mall terbesar dikota itu, Amelia ingin membeli sesuatu untuk mamanya karena sudah lama ia tidak membeli apa-apa untuk mamanya.
Scoopy itu sudah terparkir dengan sempurna di basement mall, Marry dan Amelia turun dari scoopy itu dan mulai berjalan untuk menaiki lift untuk membawa mereka ke lantai yang diinginkan Amelia.
Disinilah mereka disebuah toko perhiasan, Amelia ingin membelikan sebuah kalung untuk mamanya.
"Mama pilih mama mau yang mana biar Amelia beli".
"Mama mau yang ini aja sayang" Marry menunjukkan sebuah kalung yang sangat indah dan kemungkinan cocok untuk Marry.
"Mbak saya mau yang ini ya" seru Amelia kepada pegawai toko emas itu.
__ADS_1
"Baik mbak" pegawai toko itu langsung mengambil kalung yang ditunjukkan Amelia di masukkan ke kotak lalu di masukkan lagi ke paper bag.
"Ini bak kalungnya".
Amelia langsung membayar kalung itu lalu menyerahkan paper bag itu kepada Marry.
"Nanti dirumah mama pakai ya, kita mau belanja yang lain lagi".
"Apa uang mu cukup kalau kita belanja-belanja?".
"Cukup mah, ini hasil penjualan barang online ku bulan ini, semoga mama senang".
"Terimakasih sayang mama samgat senang".
Hari ini Amelia dan Merry menghabiskan waktu berbelanja, makan direstoran dan pergi kesalon, keduanya sudah selesai saat jam sudah sore, Amelia langsung mengajak Marry untuk pulang.
"Mama capek ya?" tanya Amelia saat Marry ingin menaiki scoopi itu dengan wajah yang lemas.
"Lumayan sayang".
Scoopi itu keluar dari basement mall dan mulai berjalan dijalan raya, Marry memeluk dengan erat Amelia diatas scoopy karena Amelia membawanya lumayan kencang, padahal Marry sudah katakan untuk lebih pelan tapi Amelia tidak mau dengan alasan biar mamanya cepat istirahat dan memastikan kalau mereka sampai dengan selamat.
Dan benar saja Scoopy itu sudah berhenti tepat dirumah mereka, Marry dan Amelia turun dari scoopy dan memasuki rumah.
Sesampai didalam rumah Amelia langsung menata belanjaannya dan semua yang ia beli tadi, habis itu Amelia mandi, didalam kamar mandi karena ada kaca Amelia berkaca dicermin dan memandang tubuhnya.
Amelia memiliki tubuh yang sempurna sama seperti Via yang sedikit mungil tapi Via memiliki rambut panjang sedangkan Amelia hanya memiliki rambut yang sebahu.
"Aku cantik badanku tidak kalah dengan Via, tapi kenapa aku tidak bisa menaklukkan laki-laki itu?" ucap Amelia sambil melihat rambut barunya yang ia cat jadi berwarna, hal itu membuat ia bertambah cantik.
"Badanku juga mont*k depan dan belakang berbeda dengan Via yang tidak mont*k sama sekali, apa laki-laki itu suka yang nggak mont*k ya? tapi tidak mungkin biasanya laki-laki suka yang bohai-bohai, udah achh mending mandi aja" batin Amelia lagi baru melanjutkan aktivitasnya.
******
Kalau dirumahnya Amelia sedang membandingkan dirinya dengan Via ,disini Derson sedang menikmati tubuh mungil yang todak mont*k itu, walaupun tubuh Via tidak bohai tapi ia mampu nenutup hati Derson hanya padanya dan tidak melirik perempuan lain lagi.
"Sayang kamu is the best" ucap Derson mengakhiri aktivitas mereka.
__ADS_1
"Kamu sangat hot sayang" tambah Via sambil mengalungkan tangannya dileher Derson karena posisinya sekarang Derson berada diatasnya.
"Hmmm apa kamu suka pelayanan ku sayang?".
"Sangat.... sangat suka malah" ucap Via lalu menurunkan tangannya dari leher Derson karena sepertinya Derson ingin pergi dari atas Via.
"Yaudah mandi yok bentar lagi makan malam" ajak Derson lalu mengangkat tubuh mungil itu kedalam kamar mandi.
*****
"Mama Mawar kok nggak pernah datang lagi kerumah ini sayang?" tanya visa sambil menyisir rambutnya.
"Mungkin dia sibuk dengan keluarganya" jawab Derson dengan cuek.
"Sayang apa kamu tidak ada niat untuk berhubungan baik dengan mama? padahal mama sayang lho sama kamu dan sama Lily".
"Aku tidak ada niat sayang, karena dia datang diwaktu yang tidak tepat. dia datang disaat aku sudah sukses dan aku tidak butuh bantuannya lagi".
"Kamu tidak boleh seperti itu sayang, bagaimana pun tanpa mama kamu tidak ada didunia ini, sejahat-jahatnya mama dulu tapi sekarang mama tidak seperti itu lagi, hidup ini harus saling memaafkan sayang".
"Kita makan yok sayang aku lapar karena bekerja ekstra untuk membuatmu melayang" Derson sengaja mengalihkan ucapan Via dengan mengajak makan, melihat kerasnya hati derson via hanya bisa berharap suatu saat nanti Derson akan membuka hatinya untuk Mawar.
"Jangan alihkan pembicaraan ku sayang, ini demi kebaikan kita juga" omel Via.
"Aku tidak mengalihkan pembicaraan sayang, aku memang sudah benar-benar lapar".
"Awas ya kalau makan cuma sedikit, kalau lapar makan banyak nanti" ancam Via.
"Apa hukumannya sayang, kalau aku nggak makan banyak? apa kamu mengurungku dikamar ini dan melahap ku?" goda Derson.
"Itu mah maunya kamu, yaudah ayok makan" ucap Via mengalah.
🌛🌛🌛
Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.
Makasih ❤❤❤
__ADS_1