MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 88


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Nggak ngantar aku dulu baru kamu kekantor sayang?".


"Nggak usah sayang, kita nggak lama kok disana" jawab Derson tapi matanya fokus kedepan sambil menyetir mobil.


"Baju mu sayang? nggak baju kantor lho".


"Nggak apa-apa ada jas di kursi belakang kok sayang" jawab Derson lagi, Via hanya menggut-manggut saja mendengar ucapan Derson.


Mobil mewah itu sudah terparkir di lobi Aderson company khusus lobi untuk Derson dan juga James. Derson langsung keluar dari dalam mobil begitu juga Via, tidak lupa Derson mengambil jas dari kursi belakang dan masih untung celana yang dipake Derson senada dengan jas yang ada di sana.


Via dan Derson berjalan saling bergandengan tangan, semua mata tertuju kepada mereka. banyak yang menilai kalau mereka pasangan sangat serasi, apalagi sekarang Via tambah cantik dengan baju gamis dan hijabnya.


Derson dan Via disapa semua karyawan yang melihat mereka tapi Derson hanya diam dan fokus kepada jalannya sedangkan Via menundukkan kepalanya kalau ada yang menyapa mereka.


Ting....


Lift terbuka Derson dan Via langsung menaiki lift didalam lilf keduanya saling diam tapi jangan lupakan tangannya mereka saling menggemgam.


Ting....


Lift itu sudah sampai di lantai paling atas Derson dan Via langsung berjalan keluar menuju ruanga Derson.


"Sayang kamu istirahat dulu dikamar ya, aku mau bekerja sebentar" Derson mengantarkan Via keruang untuk istirahat, sebelum ia mulai bekerja.


"Iya sayang".


Kini Derson sudah duduk diatas kursi kebesarannya ia langsung menelfon James melalui telefon kantor, beberapa saat kemudian James datang membawa beberapa berkas untuk diserahkan kepada Derson.


"Berkas ini sudah saya periksa, tinggal ditandatangi" ucap James sambil meyerahkan map yang berisi berkas penting itu.


"Baiklah kamu boleh keluar dulu nanti aku kabari kalau sudah siap aku periksa".


"Kamu tidak mempercayai saya?".


"Percaya tapi alangkah lebih bagus lagi kalau aku ikut memeriksanya" sahut Derson kini ia membuka lembaran-lembaran kertas itu.


"Baiklah selamat bekerja" James langsung meninggalkan Derson diruangannya karena ia juga mempunyai banyak pekerjaan yang menumpuk akibat semua pekerjaan kantor Derson serahkan kepada James.


Derson membaca semua isi dari kertas itu satu persatu dan terakhir ia membubuhkan tanda tangannya tepat di pojok kertas paling bawah.


"Aku bantu James bekerja saja mumpung Via ada disini, lagian Via juga masih butuh istirahat sebelum pulang" batin Derson lalu menelfon James kembali supaya mengirim beberapa berkas untuk ia periksa lewat emailnya.

__ADS_1


Derson bekerja sangat fokus dan serius sampai Via datang menghampirinya.


"Sayang belum siap ya? aku udah lapar nih?" tanya Via.


Derson memperhatikan istrinya itu Derson tersenyum kecil melihat rambut Via acak-acakan sepertinya dia tidak sisiran sebelum keluar.


"Sayang aku lapar kamu nggak aku suruh senyum".


"Hehe ok sayang kita pergi sekarang, didepan kantor ini ada sebuah restoran kecil" ucap Derson lalu berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari ruangan kerja itu.


Didalam lift tangan Derson merapikan rambut Via yang berantakan sampai rambut itu menjadi rapi lalu Derson menginkatnya dan memakaikam hijab Via untung hijab yang diapakai Via hijab yang bulat.


"Terimakasih sayang" ucap Via.


"Sama-sama sayang" jawab Derson, siapa pun yang melihat perlakuan Derson kepada Via pasti sangat iri, melihat betapa manisnya seorang suami kepada istri.


Derson mengajak Via menyebrang jalan, saat diseberang jalan ada sebuah gerobak yang jualan cilok seketika Via langsung merengek minta dibeliin cilok sama Derson.


"Sayang aku mau itu?" Via menunjukkan gerobak cilok itu seperti anak kecil minta jajan.


"Mau berapa sayang?".


"10rb saja sayang".


"Yaudah ayok kita beli" Derson memutar jalannya kesamping memghampiri jualan cilok itu.


"Baik pak, mau pedas atau nggak pak?".


"Sedang saja pak" jawab Via.


Tukang jualan cilok itu langsung menyiapkan cilok pesanan Via, setelah siap dimasukkan kedalam kantongan plastik dan meyerahkannya kepada Via.


"Ini mbak ciloknya".


"Terimakasih pak".


"Ini uangnya pak" Derson meyerahkan satu lembar uang seratus.


"Ini kembalian pak" tukang cilok itu memgembalikan kebaliannya 90 ribu lagi tapi derson langsung menolaknya.


"Udah ambil saja pak".


"Beneran ini pak? kalau begitu terimakasih pak, mbak" jawab tukang cilok itu dengan senang.

__ADS_1


*****


Derson sudah memesan beberapa menu mereka duduk dipojok restoran karena hanya itu meja yang kosong, selebihnya sudah diisi oleh pelanggan restoran itu.


"Sayang mau?" tanya via saat ia mencicipi cilok itu dari pelastik seperti anak ABG.


"Nggak usah sayang, kamu makan sendiri aja aku makan yang sudah kita pesan saja" jawab Derson sambil memperhatikan Via dalam memakan cilok.


Makanan dan minuman yang dipesan Derson satu persatu sudah datang, Derson pun mulai makan berbeda dengan Via yang masih memakan cilok. ditengah-tengah mereka asik makan ada seorang perempuan seumuran dengan via menghampiri mereka.


"Permisi apa aku boleh gabung?".


"Tidak bisa, kamu cari meja lain saja".


"Semua meja penuh, Via aku boleh gabungkan?" dia adalah Amelia yang baru datang menghampiri mereka.


"Kamu nggak usah dengarin dia kalau ngomong, sudah duduk saja makan yang ada dimeja ini saja kalau mau menu lain pesan saja" jawab Via.


Amelia tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Derson dengan tatapan yang sulit diartikan. Amelia menarik kursi tepat disamping Derson dan Via lalu mendudukan bokongnya.


Kedatangan Amelia kemeja itu membuat selera makan Derson hilang, sepertinya ia jijik melihat wajah Amelia. Derson langsung menghentikan makannya dan meletakkan sendoknya dengan rapi diatas piring.


"Sayang aku sudah kenyang" seru Derson menatap Via yang sedang makan.


"Cepat sekali sayang? kan baru makan sedikit?" tanya Via heran mihat Derson berhenti makan padahal masih memakan nasi 10 suapan.


"Tiba-tiba saja nggak selera lagi sayang, aku mencium bau-bau sampah busuk disini" singgung Derson.


"masa sih yank? aku tidak ada mencium aroma busuk hanya ada aroma makanan" jawab Via dengan polos sambil mencium-cium sekitarnya tapi ia tidak mencium apa-apa.


"Lanjut saja makannya sayang, mungkin hanya aku yang menciumnya" jawab Derson dan melirik Amelia yang saat ini seperti menahan kesal.


Via dan Amelia melanjutkan makannya, Derson hanya memandangi Via sedang makan sesekali tangannga mengusap punggung Via.


"Sayang habis ini kita pulang ya, sepertinya aku menginginkan mu siang ini?" ucap Derson.


"Maksudnya sayang?" tanya Via.


"Aku menginginkan sentuhan manja mu sayang yang tiada duanya sampai kapan pun" ucap Derson menggombal sekalian membuat perempuan disampingnya minder.


"Via kamu sudah taukan masalah yang aku hadapi sekarang?" tiba-tiba Amelia mengajak Via berbicara.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤


__ADS_2