
Jam sudah menjadi hari, hari sudah menjadi bulan. Isabel tengah sibuk memasukan kotak berisikan makan siang untuk suaminya ke dalam meal bag, ia akan pergi mengantarkan makan siang untuk Jonatan setelah mendapat ijin dari pria itu
" Selesai,"Isabell meraih meal beg dengan sebelah tangannya sebelah tangannya lagi menahan kepal Jayden, Isabell menggendong Jayden dengan Baby wrap.
Ia melangkahkan kaki jenjangnya menghampiri Felicia dan Rangga yang akan mengantarnya mereka sudah menunggu di depan
Mereka berangkat ke perusahaan Jonatan, dengan di ikuti banyak bodyguard di belakang mobil yang membawa Isabell, meski sangat sirih Isabell hanya bisa pasrah suaminya itu sangat protektif jikapun ia di ijinkan keluar pasti puluhan bodyguard akan selalu membuntuti nya di tambah Feli,
Empat puluh menit, mobil yang membawa Isabell telah tiba di kawasan perusahaan, Rangga menghentikan mobil tepat di depan perusahaan ia segera turun untuk membukakan pintu untuk Isabell
Isabel segera turun dengan menenteng meal bag, "Terimakasih Rangga, kau dan Feli tunggu di sini saja aku akan masuk sendiri "ucap Isabell
" Tapi nona saya tetap akan menemani anda."sela Feli
" Feli dengarkan aku!! Tidak akan ada yang berbuat macam-macam padaku bukankah ini kawasan suamiku?? jadi kalian tidak perlu kawatir!."ucap Isabell tegas
Feli kekeh ingin menemani nonanya memastikan ia aman hingga ke ruangan tuannya, namun Rangga memberikan nya pengertian feli pun mengalah ,karena Isabell juga kekeh tidak ingin di ikuti
Isabel mengulas senyum cerah, " Kau suruh orang-orang besar itu untuk menunggu di cafe sebrang sana saja, aku akan sedikit lama, kalian juga bisa menunggu di sana."ucap Isabell
" Baik nyonya,"balas Rangga, Isabell mengangguk lalu melangkah anggun masuk ke dalam perusahaan jonatan
Resepsionis menyapanya dengan ramah, Isabell membalas sapaan tidak kalah ramah, sebagai karyawan Jonatan banyak yang berbisik-bisik mengenai siapa Isabell, banyak dari mereka yang bertanya-tanya siapa Isabell bagi Jonatan, dan bayi yang selalu di bawa Isabell sudah dua kali ia mengunjungi perusahaan Jonatan dan selalu membawa Jayden
Jonatan memang belum memperkenalkan Isabell pada publik, alasannya demi keamanan Isabell dan Jayden sendiri
Isabel tidak memperdulikan mereka yang menatapnya tidak suka, ia hanya membalas sapaan orang-orang yang menyapanya saja
Ia segera menaiki lift husus petinggi untuk menuju ruangan Jonatan, Setibanya di lantai tempat ruangan Jonatan berada James sudah menunggunya di depan pintu lift
" Selamat siang nona."sapa James
" Selamat siang juga James, dimana suamiku??.'
" Tuan berada di ruangannya nona, mari saya antar," James melangkah terlebih dulu dengan di ikuti Isabell di belakangnya
"Silahkan nona,"James membukakan pintu ruangan kerja Jonatan, setelah Isabell bmasuk ia kembali menutup pintu itu dan bergegas pergi ke ruangnya
Di dalam ruangan jonata Isabell mengulas senyum begitu pun Jonatan, ia langsung berdiri setelah melihat istrinya telah sampai
Jo melangkah mendekati istrinya, ia mengecup kening Isabell dan Jayden secara bergantian.."Ayo duduk."Jonatan menuntun Isabel untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya
Isabell meletakkan meal bag di atas meja, ia mendudukkan bokongnya dengan nyaman.. Jonatan segera meraih Jayden yang ada dalam gendongan Isabell, lalu duduk di sisi istrinya
Isabell mengeluarkan kotak makan dari dalam meal beg, lalu menatanya di atas meja.."Ayo makan dulu jo, berikan sky padaku."ucap Isabell
" Suapi."ucapnya dengan terus mengangkat tubuh Jayden menggelitiknya dengan wajahnya hingga membuat anak itu tertawa
Isabel mengulurkan tangannya meraih salah satu kotak makan dan mulai menyuapi suaminya itu, Jonatan menerima suapan dari istrinya itu dengan lahap
" Apa kau sudah di beri makan, dan apa kau juga sudah makan??"tanya Jonatan menatap penuh cinta pada istrinya
" Sudah sebelum berangkat ke sini aku sudah makan dan memberi makan sky,. Buka mulutmu lagi."Isabell mengulurkan sendok tepat di depan mulut Jo
Jonatan mengangguk lalu membuka mulutnya menerima suapan dari sang istrinya.. " Apa enak??tanya isabell
Jonatan tidak menjawab ia menelan dulu semua makanan yang ada di mulutnya, "Sangat enak, pasti kau yang memasaknya buka,."balas Jo
Isabel mengangguk dengan senyuman sumringah,"Syukurlah jika kau menyukai masakan ku.
" Tentu saja aku menyukai semua makanan yang kau buat.
" Sekalipun aku memasak batu?? Apa kau akan tetap menyukainya da memakannya?? Isabell terkekeh
" Jika batunya enak dan lembut tidak masalah."balas Jonatan dengan senyuman lebar
" Ishh, mana ada batu lembut."gerutu Isabell
Jonatan menanggapi gerutuan istrinya itu dengan terkekeh.. Jayden menatap dadynya tidak berkedip lalu tiba-tiba memukul wajah Jo dengan tangan kecilnya
Seketika Isabell menyemburkan tawa, " kau selalu saja memukul wajah Dady Jay, apa masalahmu."kesal Jonatan ia menggigit pelan pipi gembul sky
__ADS_1
" Sudah-sudah habisi makanmu Jo.."Isabell menghentikan tawanya dan kembali menyuapi suaminya hingga semua makanan yang ia bawa habis tidak tersisa
Setelah satu jam berada di ruangan suaminya, Isabell berpamitan untuk kembali ke Mansion, karena ia tidak ingin mengganggu pekerjaan Jonatan.
" Aku akan mengantarmu ke luar."Jonatan ikut bangkit dari duduknya
" Tidak perlu Jo, aku bisa sendiri lanjutkan pekerjaan mu."tolak Isabell
" Tidak bisa, ayo aku antar kemarikan Jay."Jonatan mengulurkan tangannya
" Tidak usah, duduk dan kembalilah bekerja Jo lagi pula Feli Rangga dan orang-orang bertubuh besar itu sudah menungguku di luar, jadi kau tidak perlu kawatir."ucap Isabell terdengar sangat lembut di telinga Jo
" Baiklah, hati-hati gunakan lift husus,"balas Jo mengusap puncak kepala Isabell
Isabel mengangguk Ia meraik meal bag, Isabel berjinjit mengecup pipi suaminya dengan cepat ia melangkah cepat meninggalkan Jonatan yang mematung dengan memegangi pipinya
Jonatan terseyum lebar, ia segera menyusul Isabell dan mengantarnya hingga ke depan pintu lift.. setelah itu ia kembali masuk ke ruangannya mendudukan bokongnya di kursi kebesarannya, lalu mulai kembali melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk
...
Setibanya di lantai dasar perusahaan, ia melangkahkan kaki jenjangnya menyusuri lobby, seseorang tidak sengaja menabrak Isabell hingga membuat ia tersentak kaget
" Astaga maafkan saya nona."ucap seorang perempuan yang menabrak Isabell, hingga membuat kopi yang di bawa wanita itu tumpah mengenai Jayden hingga membuat anak itu menangis karena rasa panas dari kopi yang mengenai kakinya
Isabel tidak menjawab wanita itu, ia terus mengusap kaki Jayden dan melangkah cepat mencari toilet untuk membasuh kaki Jayden, wanita itu mengikuti Isabell
" Nona mari saya antar ke toilet ikuti saya."ucap wanita itu memimpin jalan, tanpa curiga Isabell mengikuti setiap langkah wanita itu
I mengerutkan keningnya saat wanita itu berhenti di sebuah lobby sepi, "dimana toiletnya,?? Tanya isabell
Wanita itu membalikkan badannya," di sana nona."wanita itu menunjuk ke sebuah pintu Isabell segera masuk ke dalam.
Baru saja ia masuk ke dalam yang ia sangka toilet, seseorang membekap mulutnya kepala Isabell terasa sangat pusing pandangannya sudah mulai menggelap di sisa kesadarannya Isabell dapat melihat seorang pria bertopeng setelah itu kesadarannya menghilang,
Wanita tadi ikut masuk dan mengambil alih menggendong Jayden yang sudah menangis kencang, sementara pria itu mengangkat tubuh Isabell, mereka membawa Isabell dan Jayden keluar dari sana lewat sebuah pintu belakang
...
"Aku akan mengecek ke dalam."ucap Felicia dan Rangga membalas dengan anggukan
Felicia melangkah cepat ia menghampiri resepsionis, meminta untuk mengantarkan nya ke ruangan Jonatan, awalnya resepsionis itu menolak setelah Feli mengancamnya baru resepsionis wanita itu mau mengantar dirinya ke ruangan Jonatan
Setelah mengantar feli sampai depan ruangan Jonatan, resepsionis itu berlalu pergi, Feli segera mengetuk pintu Jonatan beberapa kali baru Jonatan meninggikan suaranya menyuruh dirinya masuk
Rasa kesal Jonatan berubah seketika kala melihat wajah panik Feli yang terus mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan Jonatan
" Apa yang kau lakukan disini!! Bukankah kau seharusnya menjaga istri dan anakku!!."ucap Jonatan sorot matanya terlihat sangat tajam bak pedang yang siap menembus musuh
" Nona belum keluar sejak tadi, saya kemari untuk memastikan nona baik-baik saja, lalu Diman nona saat ini tuan?? nona masih di sini bukan??" Wajah Feli terlihat panik sekali kala tidak mendapat Isabell di dalam
Jonatan berdiri dari duduknya ia langsung menggebrak meja dengan keras, "Apa maksud kau?? Istriku sudah keluar sejak satu jam lalu!!! "Raut wajah Jonatan terlihat di liputi amarah dan kekawatiran
" Tapi nona belum keluar sejak tadi tuan,"
Jonatan melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya meninggalkan Feli yang masih di liputi kekawatiran
Brak!!
Jonatan membuka pintu ruangan James hingga membuat pria itu terperanjat kaget.." kerahkan semua anak buah ku!! Istri dan anakku mengilang, cek semua CCTV perusahaan, jangan biarkan seorang pun keluar dari sini!!."setelah berkata demikian Jonatan keluar untuk mencari istri dan anaknya
James langsung meraih benda pipihnya dan langsung menjalankan perintah Jonatan, lalu ia melangkah lebar menuju ruangan pemantau cctv
Setibanya ia langsung menyuruh petugas untuk mengecek CCTV setiap sudut perusahaan, dan semuanya aman sampai di lobby lantai bawah James melihat Isabell yang bertabrakan dengan seorang wanita dan setelah itu mereka pergi,
Ke arah gudang, sialnya CCTV di sana rusak.. "Bagaimana bisa?? mengapa kau begitu ceroboh membiarkan CCTV yang rusak tidak di perbaiki ?? Karena kecerobohan kau aku jadi kehilangan jejak nona!!."geram James
" Ma-maafkan saya tuan, saya bersumpah beberapa jam lalu CCTV yang menuju ke arah gudang dan pintu belakang, berpungsi dengan baik, anda bisa melihatnya sendiri."ucap penjaga itu ketakutan melihat amarah di raut wajah James
James tidak menjawab, ia pergi begitu saja James berlarian mencari keberadaan Jonatan, para anak buah Jonatan sudah menyebar ke setiap sudut perusahaan pencakar langit itu mencari kebert Isabell.
James melihat Jonatan yang akan segera pergi ke luar, ia segera mengejarnya.."Tuan tunggu sebentar." Ucap James dengan napas tersengal-sengal
__ADS_1
Jonatan menghentikan langkahnya tepat di depan mobil mewahnya yang sudah terparkir di depan," Katakan!! Apa kau menemukan dimana istri dan anakku."
" Maaf tuan, nona di bawa pergi oleh seseorang lewat pintu belakang, seorang karyawan wanita yang menggiring nona ke sana, wanita itu juga turut menghilang."lapor James
Jonatan mengepalkan tangannya, rahang pria itu mengeras gemeltuk gigi terdengar mengerikan, menandakan pria itu sedang di kuasai amarah.
" Lepaskan Fiter, suruh dia membatu mencari keberadaan istriku!!." Setelah berkata begitu Jonatan masuk ke dalam mobilnya, melakukan mobil dengan kecepatan tinggi
" Bajingan!!" Jonatan memukul Stir
Awas saja jika istri dan anakku terluka sedikit aku tidak akan mengampuni kalian!!." Jonatan menambal laju kecepatan mobil
15 menit ia sampai di sebuah perusahaan cukup besar, ia segera turun dan membawa langkah lebarnya masuk penjaga dan resepsionis mencoba menghalangi langkah,
" Minggu atau ku lubangi kepala kain itu.."Jonatan mengambil pistol di balik saku jasnya menodongkan senjatanya pada salah satu penjaga
Mereka yang ada di sana bergetar ketakutan melihat Jonatan yang menodongkan senjata, apa lagi hampir semua dari mereka mengetahui siapa Jonatan
Penjaga dan resepsionis itu mundur, "Si-silahkan to-tolong jauhkan senjata anta tuan."ucap penjaga itu bergetar ketakutan
" Diamkan Louis?!."ucap Jonatan dengan suara menggelegar
" Tu-tuan Louis tidak masuk hati ini tuan."balas resepsionis tergagap
" Jangan mencoba membohongi aku!!
Dorr!!
Jonatan melepaskan tembakan tepat di kepala penjaga itu, seketika tubuh penjaga itu ambruk bersamaan dengan darah segar mengalir deras di jidatnya.
Jeritan ketakutan terdengar dari para karyawan Louis yang melihat aksi Jonatan.. satu penjaga lain dan resepsionis tubuh Mereka sudah bergetar hebat
" Katakan!! Dimana bajingan itu!!"teriak Jonatan
" Sa-saya su-sudah katakan tuan ti-tidak masuk hari ini.."ucap resepsionis dengan bibir bergetar
Jonatan berlalu begitu saja setelah membuat kekacauan, ia kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Jonatan memasang earphone di telinganya, lalu menghubungi James, setelah terhubung
" Kirim orangku ke Skotlandia cari Lucas jika dia tidak ada, aku yakin dia terlibat dengan hilangnya istri dan anakku!! Cari juga keberadaan Louis aku yakin dia ikut terlibat dengan hilangnya Isabell!! "Setelah berkata demikian Jonatan langsung menutup sambungan telepon
Ia kembali menghubungi seseorang, "Hentikan penerbangan. Pelabuhan. stasiun. Untuk beberapa hari kedepan!!."perintah Jonatan saat sambungan terhubung
".....'
" Baik tuan, apa ada yang bisa ku bantu lagi?"jawab Jackson di sebrang telpon
".....'
" Beritahu Carey agar lebih waspada minta dia untuk berjaga di markas, dan katakan pada Daniel bantu Carey mengawasi setiap anggota jika ada yang mencurigakan segera bereskan!! Perketat keamanan malam nanti!!.
"....'
" Baik tuan saya mengerti, " Jackson sudah mengetahui beberapa menit lalu bahwa istri dan anak sang tuan menghilang, sebelum Jonatan memintanya untuk menutup akses transportasi Jackson sudah lebih dulu menghentikan nya
Jonatan memutuskan sambungan.
" Kemana bajingan-bajingan itu membawa mereka pergi."gumam Jonatan ia memutar kembali ke perusahaannya
Beberapa menit berlalu ia sampai dan langsung menghampiri James yang hendak pergi dengan buru-buru, " tuan saya menemukan jejak nona lewat CCTV di sebuah gedung tua di dekat pintu belakang perusahaan, ."lapor James to the point
" Katakan jangan mengulur waktu!!."balas Jonatan menuntut
James mengangguk... " Tapi saya kehilangan jejak nona kembali di sebuah hamparan Padang luas di dekat hutan, mobil yang membawa nona juga berada di sana namu tidak terdapat Nona dan tuan muda." James menundukan kepalanya
" Sialan!! Mereka sudah berani bermain-main denganku!!. Sisir semua kota yang ada di UK aku yakin mereka belum jauh." Jonatan mengacak-acak rambutnya prustasi
°°°
maaf semuanya aku kayanya gak bisa lanjutin cerita di sini. untuk info lebih lanjut hubungi Instagram ku Missky67
__ADS_1