MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 45


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Udah ya.... sana pergi kekamar apa perlu aku gendong?" tanya James lagi.


Lily dan James berjalan masuk ke kedalam rumah dan kebetulan Derson dan Via sedang diruang tamu sedang menerima tamu.


James dan Lily melewati ruang tamu saat melihat wajah menegangkan dari Derson tanpa menyapa dahulu.


"Apa yang anda inginkan?" tanya Derson.


"Saya tidak menginginkan apa-apa tuan saya hanya merindukan keponakanan saya" ucap Marry lirih dan disampingnya ada Amelia anaknya Marry.


"Saya tidak percaya hal itu, berapa yang anda butuhkan uang dan jangan pernah kembali lagi kesini?" Tanya Derson sinis.


"Kami tidak butuh uang tuan mama saya kesini murni Karena ingin bertemu Via?" Amelia menimpali Derson dengan takut-takut.


"Kalau begitu silahkan pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi, bukankah saya sudah membayar Via dengan sangat mahal, jadi dia hanya milik saya" ucap Derson dan matanya fokus memandang kedua perempuan yang ada didepannya.


Via yang mendengar ucapan Derson sangat kecewa tapi ia coba untuk diam saja, ia merasa harganya hanya dinilai dengan uang tidak lebih.


"Amelia sama tante Marry kalian boleh pulang saja, disini posisi saya juga tidak terlalu berharga jadi jangan pernah datang menemui saya apalagi datang kerumah ini, kapan-kapan kalau saya ada waktu saya akan menyempatkan datang kerumah" ucap Via lirih, sebenarnya sangat sakit yang Via rasakan saat mengeluarkan kata-kata yang itu.


Marry yang mengerti posisi Via akhirnya mengalah dan pergi dari sana dengan berat hati, sebenarnya Marry datang murni Karena merindukan Via sudah lama sekali dia ingin menjumpai Via tapi dijegah oleh Harry, dan beberapa waktu lalu saat Harry mengatakan kalau Via dan Derson sudah baik-baik saja makanya Marry memberanikan diri untuk datang ke kediaman Aderson.


"Via mengantar Amelia dan Marry sampai teras rumah dengan berat hati Via memeluk Marry, sebenarnya via tidak suka dengan pamannya tapi tidak dengan Marry dan Amelia.


"Tante hati-hati ya pulangnya, terimakasih sudah mau datang untuk melihat Via" ucap Via didalam pelukan Marry, sebelum Via melepas pelukannya Via menghapus air matanya supaya Marry tidak melihatnya.


"Sayang kalau misalnya ada apa-apa kamu telfon tante ya".


"Iya tante".


Setelah melihat Marry dan Amelia sudah keluar dari gerbang rumah itu Via kembali kedalam rumah dan tidak melihat Derson ada disana. Via kembali kekamarnya tapi Derson juga tidak ada, akhirnya Via memutuskan duduk-duduk dibalkon untuk menetralkan hatinya.


*****


Sedangkan diruangan lain James dan Derson sedang bicara masalah pekerjaan mereka, keduanya sudah duduk diatas sofa sambil merokok.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu ceritakan?".


"Santailah boss sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua untuk sekedar basa-basi, jangan karena kamu sudah punya istri jadi lupa padaku" canda James.


"Kamu juga sudah punya istri".


"Punya istri atas paksaan mu" jawab James.


"Istriku juga atas paksaan mu, dan kamu sengaja bekerja sama dengan Lily supaya membujuku menikah".


"Tau dari mana bos?".


"Itu bukan urusanmu intinya kita punya istri yang awal pernikahan karena terpaksa tapi aku berharap kamu bisa menerima Lily, seperti aku menerima Via jadi istriku" ucap Derson penuh harap.


Mendengar ucapan Derson, James hanya diam karena ia tahu pernikahannya tidak akan berlangsung lama, mereka akan pisah kalau anak dalam kandungan Lily sudah lahir.


"Boss besok pagi Jam 8 kita ada tamu special, dugaan ku benar kalau perusaan yang dulu kita tarik saham karena masalah anaknya, sekarang mereka datang untuk meminta kita menanam saham lagi, dan kemungkinan perusahaan mereka mengalami kerugian".


"Bagus kalau begitu, itu hukuman bagi mereka yang berani main-main denganku" ucap Derson sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Bagaimana hubunganmu dengan Lily?" kali ini pertanyaan Derson mengarah pada Lily.


"Kenapa seperti itu? aku berharap kamu pikirkan lagi keputusan mu, aku mau pergi dulu kekamar ku" Derson langsung pergi dari ruangan kerja itu menuju kamarnya.


James yang ditinggal di ruangan itu hanya bisa diam merenungi nasibnya.


"Aku tidak menginginkan hal ini, tapi aku juga tidak yakin kalau aku bisa mempertahan Lily disampingku" batin James sambil menghisap rokok yang ada ditangannya.


James yang sedang memikirkan nasibnya tertidur diatas sofa yang ada diruangan kerja Aderson sampai Jam tujuh malam.


🌛🌛🌛


Dimeja makan Derson, Via, dan Lily sudah menunggu James untuk makan malam hampir setengah jam tapi batang hidung James belum juga nongol.


"Kak James mana kak, Lily sudah lapar nih" ucap Lily sambil mengusap perutnya yang sudah mulai keroncongan.


"Kakak nggak tau tadi sore kakak bersama James ada diruang kerja kakak" jawab Derson.

__ADS_1


"Pak tolong cek-kan James ada nggak diruang kerja kak Derson" ucap Lily kepada pelayan setelah mendengar ucapan Derson.


Tidak menunggu lama pelayan itu datang dari lantai dua, dan langsung menuju kearah Via.


"Nona Lily, tuan Jamesnya ada diruang kerja tuan Derson dan kata tuan James makan malamnya dibawa saja kekamar".


"Baiklah pak, terimakasih ya" ucap Lily lalu langsung mengisi piringnya dengan semangat.


Setelah ketiga orang itu siap makan, Lily hendak pergi kekamar dengan tangan kosong tapi dicegah oleh Derson.


"Lily bawa makanan untuk James".


"Nanti bisa pelayan yang bawa kak" tolak Lily.


"Kakak mau kamu yang bawa makaman untuk James" ucap Derson tidak mau dibantah.


Dengan bersungut-sungut Lily mengambil nasi dan lauk untuk James dimasukkan dalam satu piring, lalu pergi membawanya kekamar seperti yang disuruh oleh James.


"Sayang dari tadi sore kamu diam saja, kamu kenapa?" Tanya Derson sambil memeluk pinggang Via yang ada disampingnya.


"Aku nggak apa-apa kok, kita tidur ya aku udah mulai mengantuk" ucap Via berbohong.


"Kenapa diam saja dari tadi, apa kamu marah padaku? apa karena ucapan ku tadi siang sama tantemu" Tanya Derson.


"Iya aku marah, tadi kamu bilang kamu sudah membayarku seolah-olah aku ini l*ntemu disini" ucap Via lalu meninggalkan Derson dimeja makan.


"Sayang maksudku bukan begitu, maksud dari ucapan ku itu kalau kamu itu hanya milikku tidak ada yang lain termasuk tantemu yang sudah memberi mu kepadaku" ucap Derson sambil mengejar Via yang sudah duluan pergi.


"Aku tidak percaya, malam ini kamu jangan dekat-dekat dengan ku".


"Aku tidak mau sayang, aku bisa tidur kalau dekat dan peluk kamu" ucap Derson yang sudah memeluk tubuh Via, dan posisinya masih diatas tangga.


"Lepas dulu" ucap Via melepaskan tangan Derson yang ada dipingganya.


"Aku akan lepas tanganku kalau kamu mau aku peluk saat mau tidur" ucap Derson.


"Iya-iya" jawab Via pasrah.

__ADS_1


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2