MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 46


__ADS_3

🌛🌛🌛


Setelah Derson melepaskan tangannya dari pinggang Via, Via langsung berjalan kekamar yang diikuti oleh Derson dari belakang. Via maupun derson tidak langsung tidur saat sampai dikamar tapi kedua sejoli itu masih menyempatkan diri untuk menonton TV.


"Besok jadi aku antar makan siang kekantor?".


"Jadi dong sayang, aku akan menunggu dikantor untuk makan siang".


"Tapi aku suruh diajari chef dirumah ini dulu ya, soalnya aku tidak pintar memasak" ucap Via.


"Iya mulai besok kamu belajar memasak untukku dan anak-anak kita nanti, tapi apapun hasilnya aku bakal mencoba menyukainya" ucap Derson manja dibahu Via.


*****


Sedangkan dikamar sebelah Lily saat ini menunggu james keluar dari kamar Mandi, sudah lebih dari 15menit James belum keluar-keluar dari kamar mandi.


"Dia ngapain sih dikamar mandi lama amat baru keluar?" gerutu Lily, yang diomeli pun akhirnya muncul james keluar dari kamar Mandi dengan baju tidurnya dengan rambut yang setengah kering.


"Udah lama nunggu ya?".


"Iya, kakak ngapain sih didalam kok lama baru keluar?".


"Kayaknya perut kakak sakit, kamu ambilkan pil sakit perut dulu ya" suruh James sambil mendudukan bokongnya disofa.


"Kakak makan dulu nanti nasinya keburu dingin biar aku ambilkan obatnya" ucap Lily lalu berjalan kearah lemari kaca yang terlihat dari luar kalau kotak P3-nya ada didalam sana.


Lily duduk disamping James sambil mencari obat yang diminta setelah menemukannya Lily langsung menyerahkannya kepada James yang kebetulan sudah siap makan.


"Ini kak obatnya, Lily tidur duluan ya kak sudah ngantuk soalnya".


Biasanya kalau malam hari pasangan suami istri akan merasa bahagia karena mempunyai waktu untuk saling berbagi cerita atau berbagi cinta untuk pasangannya. tapi sepasang suami istri yang baru menikah hari ini Tidur saling membelakangkan hingga fajar menjalang.


🌛🌛🌛


Aderson Company


Pagi yang cerah ini derson dan james keluar dari mobil mewah itu dan mulai berjalan melewati karyawan dengan gagahnya menuju ruangan mereka.


Tidak ada sedikit pun senyum yang keluar dari bibir lelaki itu hanya ada wajah tegas dan dingin yang terpancarkan namun demikian banyak wanita yang mengidolakan mereka secara diam-diam.

__ADS_1


Sesampainya di depan ruang kerja Derson langsung masuk keruangannya begitu juga dengan James keduanya mulai sibuk melakukan aktivitas dan tugas masing-masing.


Tepat pukul delapan pagi suara telefon diruangan james berdering. tidak menunggu lama James langsung mengangktanya.


"Hallo pak".


"Hallo pak James, tamu yang kemarin sudah buat janji dengan kita sudah datang, apa langsung disuruh masuk atau bagaimana?" tanya karyawan Aderson Company yang bekerja sebagai customer service.


"Antar langsung keruangan saya".


"Baik pak James, terimakasih" ucap karyawan itu dengan sopan.


Saat ini James memeriksa berkas sambil menunggu tamu mereka dan tidak sampai lima menit mereka sudah sampai didepan ruangan James.


Tok... Tok... Tok...


"Tunggu diluar saja" ucap James langsung saat mendengar suara pintu diketuk, sebelum keluar james merapikan jasnya dan memastikan kalau dirinya sudah rapi baru ia keluar menemui tamunya.


Dengan gaya angkuhnya James memandang tiga orang didepannya dengan senyum mengejek. dan kebetulan ruangan Derson ada didepan pintu James, James langsung mengetuk pintu lalu masuk kedalam ruangan Derson sambil membawa tiga tamunya.


"Permisi boss tamu kita sudah datang".


Ketika James dan ketiga tamunya sudah duduk derson langsung berbicara to the poin, karena tidak ingin beranda-basi dengan urusan yang tidak penting.


"Apa yang kalian inginkan, sampai kalian datang jauh-jauh kekota ini?".


"Saya hanya ingin tuan dapat bekerja sama lagi dengan kami" ucap salah satu yang dulunya memasok bahan dari perusaan Aderson Company.


"Kalau kami hanya ingin tuan kembali menanam saham diperusaan kami, saat ini perusaan kami sudah diambang kebangkrutan karena semua investor yang menanam saham diperusaan kami menarik semua sahammya" ucap mereka lagi.


"Itu balasan yang setimpal untuk kalian, dan kalian masih untung hanya berbuat demikian" ucap Derson dengan memandang tiga orang itu dengan horor.


"Saya tidak punya Banyak waktu sekarang kalian pergi dari perusahaan saya, dan kalau kalian masih ingin hidup dengan tenang maka jangan pernah ganggu hidup saya lagi dan keluarga saya" ucap Derson dengan gaya angkuhnya.


Ketika orang itu bersimpuh dikaki derson untuk mengambil hati derson tapi sedikitpun tidak ada hati Derson tergerak untuk membantu mereka lagi.


"Pergi sendiri atau saya panggil satpam?" pertanyaan Derson kali ini sangat horor membuat ketiga orang itu langsung berdiri dan pergi dari ruangan Derson.


*****

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain Lily sedang memasak didapur sambil diajari salah satu chef dirumah Aderson.


"Maaf pak makanan kesukaan derson apa ya?" tanya Via pada chef itu.


" Tuan suka makan stik non, jadi Non sekarang mau masak apa?".


"Sayang masak ayam bakar sajalah pak".


Chef itu mulai mengajari Via cara membuat ayam bakar yang enak dan lezat, saat Via diajari banyak kesusahan yang ia temukan seperti pengguaan alat-alat dapur yang serba canggih berbeda dengan yang punya dahulu.


Sehingga satu jam lebih baru ayam bakar itu matang, setelah matang Via langsung memasukkannya kedalam tempat bekal dan beberapa sayur lainnya beserta nasi untuk dua porsi orang.


****


Via sudah sampai didepan kantor Aderson Company, saat Via berjalan semua karyawan yang melihatnya menundukkan kepala membuat Via sangat risih.


"Via..." Via menoleh saat ada orang yang memanggilnya ternyata dia adalah Harry pamannya Via.


"Ada apa paman?" Tanya Via dengan sopan walau ia malas bicara dengan Harry.


"Apa kamu baik-baik saja? apa tuan Derson memperlakukan mu dengan baik? maafkan paman ya telah membuat mu sengsara" harry pura-pura sedih dihadapan Via, tapi via tidak memperdulikan Harry, Via langsung saja pergi dari hadapan harry tanpa menjawab pertanyaan Harry yang menurut Via tidak penting.


Via berjalan dengan Cepat meninggalkan Harry sambil menggerutu.


"Dasar paman bermuka dua, apa kalau aku menderita memangnya Dia bisa membawa ku pergi dari rumah Aderson, bilang saja kalau dia ada maunya" batin Via kesal.


Ting....


Pintu lift itu terbuka itu tandanya Via sudah sampai di lantai paling atas tempat Derson bekerja, tanpa menunggu lama Via keluar dari lift langsung masuk kedalam ruangan Derson.


"Kamu sudah datang sayang?" Tanya Derson antusias dan berjalan dari kursinya menghampiri Via yang masih berdiri didekat pintu.


"Sudah makanya bisa kamu lihat" jawab Via ketus.


"Ketus amat sayang, kenapa cemberut begitu? apa ada yang mengganggu dikantor ini?" tebakan derson benar, yang membuat Via kesal adalah karyawan Aderson yaitu Harry.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggakkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2