
🌛🌛🌛
"Iya aku kesal sama paman Harry yang sok baik didepan ku" jawab Via sambil memayunkan bibirnya membuat Derson terkekeh geli melihat kelakuan Via yang makin hari makin terbuka dan juga manja.
"Kamu makan dulu keburu makanannya dingin aku bawa dua porsi untukmu dan James" ucap Via sambil membuka makanan dari tempatnya dan ditata diatas meja.
"Sayang kamu masak kesukaan James bukan kesukaan ku, suami mu itu aku bukan James" ucap Derson saat melihat ayam bakar yang sangat menggugah selera tapi itu makanan kesukaan James.
"Haha aku masak yang aku tau sedikit-sedikit biar chef dirumah tidak terlalu pusing mengajariku, aku tau kok makaman kesukaan mu stik, kapan-kapan aku buatkan ya" bujuk Via.
"Yaudah deh, sini punya James biar aku antar keruangannya dulu habis itu aku makan" Derson mengambil makanan untuk James dari meja dan segera mengantarnya untuk James.
Kini Derson sudah kembali lagi keruangannya dan duduk manis diatas sofa untuk makan siang.
"Sayang kamu pasti belum makan kan? buka mulutnya kita makan sama-sama" Derson ingin menyuapi Via tapi ditolak oleh Via dengan alasan sudah makan siang dan masih kenyang.
"Ayoklah makanan ini porsinya sangat banyak dan ini tidak bisa aku habiskan sendiri. dan aku tidak terbiasa membuang makanan" bujuk Derson sehingga Via membuka mulutnya dan mereka makan bersama.
🌛🌛🌛
Ditempat lain Lily yang saat ini berada dikamar James, sudah berpakain rapi untuk pergi kekampus. Lily memutar-mutar badannya didepan kaca sambil tersenyum.
"Pasti Lukas menyukai penampilan ku" batin Lily sambil membayangkan Lukas memuji dirinya.
Siang ini Lily dan Lukas sudah janjian dan akan bertemu disalah satu cafe dekat kampus mereka, Lily dan Lukas sudah menjadi satu kelompok dalam mengerjakan tugas sebelum Lily menikah dengan James dan mereka akan satu kelompok terus sampai semester ini berakhir dari salah satu mata kuliah.
Lily berjalan dengan hati senang memasuki cafe tempat dia bertemu dengan lukas.
"Maaf telat ya" ucap Lily sambil menarik kursi untuknya duduk.
"Tidak apa-apa, aku juga baru nyampe".
"Sudah pesan makanan?".
"Belum kita pesan sama-sama saja" jawab Lukas sambil tersenyum mengeluarkan senyum manisnya membuat Lily senang.
Setelah selesai memakan pesanan mereka, kedua orang itu memulai membahas tugas-tugas mereka yang akan di kumpulkan besok pagi.
__ADS_1
Lily dan Lukas termasuk mahasiswa yang tergolong pintar, sehingga kedua orang itu mengerjakan tugas hanya butuh satu Jam.
"Tugas ini kamu yang print atau aku?" Tanya Lukas.
"Kamu saja ya... sampai dirumah aku mau istrahat soalnya sudah mulai capek" jawab Lily jujur, semenjak Lily hamil dia sering kelelahan sehingga membuatnya lebih sering istirahat dikamar dari pada keluar dari rumah.
"Apa tugasnya sudah siap kita pulang sekarang" suara Bass dari James menyadarkan Lily kalau James sudah ada dibelakangnya, Lily langsung memutar kepalanya dan betul saja James sudah berdiri tegap tepat dibelakangnya.
"Kakak ngapain kesini?".
"Tadi Derson nyuruh aku jemput kamu" bohong James.
Tidak mau cari ribut Lily segera mengikuti langkah kaki James menuju mobil James yang terparkir didepan cafe, sesampainya didalam mobil Lily langsung bertanya kenapa bisa James mengetahuinya keluar dari rumah.
"Kakak tau dari mana aku disini?".
"Dari sini" James memunjukkan sebuah Maps dimana Maps itu menunjukkan letak Lily berada.
"Kakak menyadap HP ku ya?" Tanya Lily dan dijawab anggukan oleh James lalu menjalankan mobilnya.
"Kak Lily pengen jalan-jalan" tiba-tiba Lily bicara disaat keduanya terdiam dan fokus melihat kedepan.
"Nggak tau" jawab Lily lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"Yang jelas dong mau kemana, biar aku bisa membawa mu kalau kayak gini mana bisa aku tebak".
"Terserah kakak saja aku pengen pergi sama kakak mau kemana pun kakak bawa aku senang".
"Dasar bumil" gerutu James.
"Yaudah kapan-kapan saja ya, saat ini pekerjaan ku banyak" tolak James karena bingung mau membawa Lily kemana.
"Hiks.... hiks..... kakak nggak sayang baby ya? ini permintaan anak kakak" kali ini bumil itu menangis saat sang suami menolak keinginannya.
"Sayang kok, kakak sayang baby kita, tapi kakak bingung bawa kamu kemana, nanti kakak pikirkan lagi ya... terus besok pagi kita berangkat" bujuk James sambil memegang perut Lily yang sangat datar itu.
"Kakak janji ya" ucap Lily sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Iya kakak janji" jawab James kewalahan saat bumil satu ini menangis hanya karena permintaannya ditolak.
James bukannya membawa Lily kekediaman Aderson James malah membawa Lily ke Aderson company. mobil mewah itu sudah memasuki kantor, James menoleh kearah Lily dan ternyata Lily tidur sehabis menangis tadi.
Karena tidak tega membangunkan Lily yang sedang tidur James menggedong Lily kedalam kantor dan mambawa Lily keruangannya.
"Lily kenapa?" Derson yang kebetulan keluar dari ruangannya terkejut saat melihat Lily digendong oleh James.
"Tidak apa-apa, Lily sedang tidur aku tidak tega membangunkannya" jawab James melanjutkan jalannya.
🌛🌛🌛
Ditempat lain Mawar bersama suami dan juga anaknya sedang duduk diruang tamu sambil berbicang dan dengan senangnya Mawar menceritakan kesibukannya dengan Lily selama dirumah Aderson.
"Jadi Lily sama dek Isla saling kenal?" tanya Jhosua.
"Iya dan mereka sangat akrab, mama sangat senang mendengarnya apalagi saat Lily dan Isla saling merebutkan mama sudah lama moment ini mama tunggu" ucap Mawar terharu sambil menghapus air matanya.
"Sampai kapan mama memendam semuanya, sudah saatnya mama menjelaskan apa yang terjadi dahulu sehingga mama pergi meninggalkan mereka" ucap Jhosua.
"Benar apa kata Jhosua ma, kenapa mama hanya diam saja" jawab Alfi yang tidak tega saat melihat Mawar yang menangis saat merindukan kedua anaknya.
"Mama sudah mencobanya beberapa kali tapi Derson tidak mau mendengarkannya" ucap Mawar.
"Mama yang sabar ya semuanya butuh waktu" Jhosua menenangkan sang mama yang tadinya bahagia kini kebahagiaannya hilang saat membahas Derson.
"Tapi mama nggak tau menunggu sampai kapan lagi, apa sampai mama mati?" ucap Mawar prutasi.
"Mama tidak boleh ngomong begitu Jhosua tidak menyukainya" jawab Jhosua sambil memeluk Mawar dari samping sambil mengelus pundak Mawar supaya lebih rileks.
🌛🌛🌛
Pagi yang cerah ini secerah hati Lily karena pagi ini James mengajak Lily pergi liburan ke Danau Toba yang ada disumatra utara, tidak kalah sama Derson dan Via mereka juga ikut saat tau kalau James dan Lily akan pergi liburan.
Keempat orang itu sudah duduk manis diatas kursi helikopter yang membawa mereka ke Danau Toba. James duduk disamping Lily untuk siaga siapa tau bumil itu mabuk. sedangkan Derson sibucin akut duduk disamping Via yang saat ini takut karena belum pernah menaiki yang namanya helikopter atau sejenisnya.
🌛🌛🌛
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya