MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 100


__ADS_3

🌛🌛🌛


Dengan lincah dan semangat Mawar mulai meracik bumbu untuk ikan bakarnya, Mawar juga tidak lupa mengluarkan ikan dari freezer supaya tidak beku lagi saat dibakar nanti.


"Ada yang bisa saya bantu buk?" tanya pelayan dengan sopan saat melihat sang majikan ingin mengerjakan sesuatu.


"Tidak ada bik, bibik pergi istirahat saja. saya mau masak sendiri untuk anak-anak saya" ujar Mawar sambil memulai mengupas bawang.


"Baiklah buk, saya permisi dulu" ujar bibik itu lalu Ia berjalan kekamarnya untuk istirahat.


Mawar menyiapakan semua bahannya lalu dihasulkasn dengan blender, stelah dirasa cukup halus, Mawar mengambilnya dan mulai mengolesi bumbu itu kekulit ikan untuk dipanggang di open.


"Akhirnya siap juga tinggal menunggu matang, aku sudah lama menantikan momen ini, momen dimana aku bisa bersatu lagi dengan mereka" batin Mawar.


Sambil menunggu ikan matang Mawar pergi keruang tamu tapi ia tidak lupa untuk membuat pengingat watu agar ikan yang ada diopen tidak sampai gosong.


"Mah.... duduk disamping ku ya" pinta Derson saat Mawar ingin duduk disamping Lily.


"Mama disini saja sayang, bentar lagi mama juga mau kedapur mengambil ikan bakarnya kalau sudah matang" seru Mawar membuat Derson cemberut.


"Sayang apa kamu tau bagaimana kabar nenek dari ayah mu?" tanya Mawar.


"Dulu aku nggak tau ma, tapi beberapa tahun ini aku mengetahui kalau nenek sudah meninggal" seru Derson.


"Mah besok pagi kita ke makamnya papa ya" seru Lily.


"Iya sayang, oh iya sayang apa kamu tidak ada niat untuk nyusul Via?".


"Nyusul apa ma? kak Via ada disini" jawab Lily tidak mengerti.


"Nyusul punya baby sayang".


"Hehe belum mah, aku sama kak James menunda dulu sampai aku tamat kuliah".


"Kenapa harus menunda, suami mu punya kerjaan yang layak jadi walaupun kamu nanti sudah lulus ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga karena mama yakin kamu pasti tidak diijikan kerja oleh James. jadi tidak usah menunda kehamilan, kamu boleh kok kuliah sampai tamat sampai S3 sekali pun bisa suapaya kamu juga punya bekal jika James membutuhkanmu membantunya diperusaan, tapi saat kita sudah menikah anak adalah harta yang paling berharga nantinya" seru Mawar.


"Hehe nanti kami bicarakan lagi mah".

__ADS_1


"Baiklah mama tunggu kabar baiknya, kalau begitu kita kemeja makan yok! ikannya sudah mau matang kayaknya" ujar Mawar dan berdiri dari duduknya menuju dapur.


Derson, Via, James dan Lily juga bergarak dari duduknya mereka berempat berjalan menuju meja makan.


Derson duduk disamping Via, James juga duduk disamping Lily sedangkan Mawar duduk diujung meja setelah membawa gurami bakar buatannya.


"Mahh sepertinya masakan mama tidak berubah masih sama seperti dulu" seru Derson.


"Mudah-mudahan rasanya juga sama seperti dulu supaya kalian suka" ucap Mawar sambil mengisi piringnya.


Mereka semua mulai makan dan menikmati ikan buatan Mawar dan juga lauk yang dimasakkan Lily tadi pagi yang belum sempat mereka makan.


Kelihatannya Derson saat ini makan dengan sangat lahap, ia sudah tambah sekali dan isi didalam piringnya sudah mulai habis tapi ia masih melirik ikan yang ada dimeja.


"Mau lagi sayang?" tanya Via.


"Mau tapi nasinya sedikit saja ikannya yang banyak" ucap Derson dan terus menikmati ikan yang masih ada dipiringnya.


"Habiskan saja ikannya, dirumah ini kalau gurami bakar kurang peminatnya, mereka suka ikan asam manis yang ada dirumah makan milik Via" ucap Mawar.


"Hmm... kalau Mama mau aku bisa bawa Evie kesini untuk membuat ikan asam manis untuk mama dan yang lainnya" ucap Via sambil meletakkan sendoknya dengan rapi diatas piring karena ia sudah selesai makan.


"Ok mama".


Eekkk.....


"Astaga sayang kok bersendawa banyak orang" tegur Via saat mendengar suara keluar dari mulut Derson bertanda ia sudah kenyang.


"Hehe nggak apa-apa sayang malu sama siapa? James atau Lily? atau Mama?".


"semuanya" ujar Via.


"Aku sudah biasa seperti itu didepan mereka kalau aku lagi mood makan atau sedang lapar".


"Mah makasih ya makanannya Derson sangat senang" ucap Derson menatap Mawar dengan penuh sayang terhadap mamanya.


"Iya sayang, mama mau setiap hari minggu kalian datang kerumah ini untuk melepas rindu satu sama lain, mama akan buatkan makanan ini setiap kalian datang, oh ya James sama Via suka nggak? kalau nggak suka mama masakkan yang berbeda" ucap mertua pengertian itu.

__ADS_1


"Via suka kok mah".


"James juga suka kok tente".


"Wahh mama senang mendengarnya, mulai hari ini mama akan stok ikan gumari disini untuk kita makan dihari minggu, sekalian ajak Evie kesini ya" ujar Mawar lalu melihat kearah Via.


Hari ini yang seharusnya dihabiskan waktu untuk bekerja kekantor tetapi Derson dan James malah bersantai menikmati hari mereka bersama dikediaman Mawar sampai sore menjelang dan diteruskan dengan malam dan akhirnya mereka menginap.


****


Malam semakin larut ternyata ada seorang baruh baya merasa sangat senang karena malam ini permainan masih berpihak kepadanya, beberapa kali ia memenangkan permainan hingga uang yang ada didalam kantongnya semakin menelbal.


Ia tersenyum senang saat putaran-demi putaran selalu berpihak kepadanya sampai pagi menjelang.


"Aku rasa permainan kita sampai disini, kita bertemu lagi besok malam" usul Harry.


"Baiklah kami menunggu mu, dan ini bukan akhir dari permainan kita, kami masih punya banyak waktu untuk membuatmu kalah" jawab salah satu dari mereka sedamgkan Bowo malam ini tidak ikut bermain bersama mereka.


"Haha aku tau itu" ucap Harry lalu keluar dari ruangan itu dengan bangga.


"Setelah sekian lama ini pertama kali aku memenangkan permainan secara berturut-turut, uang yang aku punya juga sudah banyak" haha tawa Harry pecah didalam mobilnya.


Harry menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga diperempatan jalan ia tidak melihat kalau ada truk yang melintas dengan kecetapan sedang tapi walau demikian kecelakaan itu tidak bisa dihindari dari.


Prang....


Suara pecahan kaca terdengar dari arah mobil Harry, mobil itu berguling dengan cepat, supir struk yang ikut andil dalam kecelakaan itu langsung menolong Harry dari dalam mobil, setelah Harry keluar dari dalam mobil. mobil itu meledak dengan kuat.


"Cepat bawa dia kerumah sakit kita harus menolongnya atau telfon ambulan" ucap salah satu dari mereka.


Dengan gerak cepat mereka menelfon nomor ambulan, tidak menunggu lama ambulan datang membawa Harry yang sudah tidak sadarkan diri.


Sesampainya dirumah sakit Harry mengalami kesulitan dalam administrasi karena ia tidak punya identitas, untung yang menolong Harry orang ber tanggung jawab hingga ia berusaha mengurus semua administrasi Harry, para dokter dan perawat mulai memeriksa keadaan harry sampai selesai.


🌛🌛🌛


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.

__ADS_1


Makasih ❤❤❤


__ADS_2