
🌛🌛🌛
"Bagaimana dengan urusan dikantor apa semuanya bisa kamu handle" Tanya Derson pada James yang sedang fokus mengemudi.
"Semuanya beres tapi dua hari lagi kita seperti harus pergi keluar kota".
"Berapa lama?".
"Tidak lama hanya seharian penuh, dan disini kamu harus ikut".
"Baiklah aku akan ikut kesana".
Mobil itu terus maju berbeda dengan rumah dan pohon yang berlarian kebelakang, hingga mobil itu sampai disebuah rumah bak istana yang memikili tiga lantai dan sangat luas yaitu rumah Aderson.
Kini mobil itu berhenti dengan sempurna tepat didepan teras rumah, Derson langsung keluar dan masuk kedalam rumah, pemandangannya yang pertama kali ia lihat adalah tiga orang perempuan yang sedang bercanda gurau.
Via, Lily dan juga Mawar perempuan yang selalu dihindari oleh Derson, dan sampai saat ini batu yang keras didalam hati Derson belum bisa dihanjurkan oleh Mawar.
Ehem..... suara dehemen dari Derson membuat tiga orang itu langsung menoleh, mereka melihat Derson sudah ada dibelakang mereka.
"Kak james mana kak?" Tanya Lily saat tidak melihat James tidak ada nongol.
"Maafkan kakak Lily suami kamu..... hiks...hiks... suami kamu" Derson meggantung ucapannya.
"Suami Lily mana kak" Tanya Lily langsung berlari kearah pintu dan langsung bertemu James yang sedang masuk kedalam.
"Au..... baby ku" ucap Lily saat perutnya tidak sengaja ditabrak perut James namun tidak terlalu kuat hingga Lily tidak terlalu kesakitan.
"Kenapa baby kita? kenapa kamu lari keluar?" Tanya James heran.
"Tadi kata kak Derson kakak itu....." Lily memikirkan ucapan Derson tadi.
"Aaaa..... kak Derson mengerjaiku kak" adu Lily saat melihat James baik-baik saja dan tadi derson pura-pura menangis.
"Ngomong apa dia?" James semakin penasaran.
"Kak derson minta maaf katanya suamiku".
"Suamimu kenapa?" Tanya James lagi.
__ADS_1
Tidak mau berdebat lagi Lily langsung menarik tangan James masuk kedalam untuk menghampiri Derson yang sudah berani mengerjainya.
"Hahaha" tawa Derson menggema diruang keluarga membuat Lily jadi geram. setelah puas tertawa Derson merasakan sakit ditelinganya akibat jeweran dari Lily.
"Tadi mengapa kakak pura-pura menangis dan menggantung ucapan kakak, sampai Lily berlari mencari kak James?".
"Hahah kakak belum siap ngomong kamu sudah lari, jadi kakak biarin aja" jawab Derson tanpa dosa.
"Lihat James istrimu ini saat kamu jalan tidak dibelakangku saja dia ketakutan kalau kamu sampai kenapa-napa, apalagi kamu sampai kenapa-kenapa mungkin bumil ini akan memotong leherku" ucap Derson membuat James hanya bisa tersenyum melihat kelakuan bumil itu.
"Mama aku kekamar dulu ya, nanti mama istirahat dikamar Lily ya jangan pulang dulu" ucap Lily sebelum pergi dari sana mengajak James kekamar.
Kini tertinggal Via, Derson dan juga Mawar yang duduk disamping Via.
"Sayang mama mau istirahat dulu ya, kamu juga bisa pergi istirahat biar cepat sembuh".
"Iya ma nanti aku pergi istirahat, mama duluan saja" jawab Via.
Setelah kepergian Mawar, Derson yang tadi sedikit jarak dengan Via langsung merapat kedekat Via dan memeluk Via dari samping.
"Sayang apa kamu sudah makan obat siang ini?".
"Sudah sayang nanti sore lagi, dan kata dokter tadi kesembuhannya sudah mulai terlihat. semoga aku cepat sembuh ya dan kita punya anak-anak agar rumah ini rame".
"Nggak sebanyak itu juga sayang".
"Berapa pun yang kamu mau aku siap membuatkannya untukmu sayang, jadi apa siang ini kita bisa nyicil buat anaknya" canda Derson.
"Sayang ini masih siang dan aku berencana pergi kerumah makan, aku pergi sebentar saja".
"Yaudah kita pergi sekarang".
Derson bersama Via sudah berangkat kerumah makan sederhana milik Via tapi yang Derson tau Via dulu hanya pekerja bukan pemiliknya.
Setelah sampai Derson turun duluan lalu membukakan pintu untuk Via layaknya seorang suami yang sangat mencintai istrinya.
Sesampainya didalam rumah makan Via disambut oleh Evie dan satu lagi teman Evie yang bekerja disana.
"Selamat siang kak Via, sudah lama kakak nggak datang kesini, mau makan apa?" Tanya Evie dengan ramah.
__ADS_1
"Hanya melihat-melihat saja kak, aku nggak mau makan apa-apa kok. apa Pelanggan kita banyak yang datang".
"Seperti biasalah kak, nggak banyak nggak sedikit juga".
Derson yang ada disamping Via heran dengan percakapan Via dengan Evie dan setelah duduk manis disalah satu kursi Derson langsung bertanya kepada Via yang ada dibenaknya.
"Sepertinya ini milikmu ya?".
"Iya ini milikku".
"Dulu kamu bilang kamu hanya karyawan disini".
"Itu karena aku belum bisa bicara banyak padamu, aku hanya mencari jalan yang aman saja" jawab Via cuek karena Evie duduk disampingnya.
Dibalik percakapan mereka Jhosua datang untuk memesan makanan.
"Kak aku pesan makanan yang seperti biasa ya" ucap Jhosua lalu duduk dikursi kosong tepat disamping meja Derson dan Via.
Mata Jhosua menangkap mereka yang sedang duduk santai, Jhosua langsung geram melihat Derson ada disini dan langsung menghampiri Derson.
"Dasar anak durhaka mamamu lagi dirumahmu sekarang kamu pergi dari rumah" ucap Jhosua membuat emosi Derson naik juga.
"Itu bukan urusanmu, jika dia penting bagimu ambil saja aku tidak membutuhkannya aku memberinya ijin kerumah ku karena permintaan istriku dan juga adikku, kalau tidak sudah aku jamin satu pijakan kaki pun tidak bisa ia pijakkan dirumah ku" jawab Derson geram.
"Ingat kata-kata padamu, jika suatu saat kamu menyesal maka menyesallah telah menyinyiakan mama yang begitu menyanyangi kalian. tapi jika waktu itu sudah datang jangan menyesal jika penyesalanmu itu tidak berguna lagi" ucap Jhosua tidak kalah geram dengan ucapan Derson.
"Aku tidak akan menyesal" jawab Derson lalu pergi meninggalkan Jhosua begitu saja dan tidak lupa membawa Via dari sana.
Didalam mobil keduanya saling diam baik Derson maupun Via tidak ada yang mau berbicara, Derson yang saat ini masih marah mencoba menahan amarahnya, sedangkan Via kecewa dengan jawaban Derson yang sama sekali tidak menganggap Mawar tidak ada.
Kebisuan itu terjadi hingga keduanya sudah sampai didalam kamar, dan kebetulan Derson merasa gerah Derson langsung pergi kekamar mandi sekalian menghilangkan emosinya dengan berendam air dingin.
"Aaaah.....segarnya" ucap Derson yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah.
Via yang saat ini duduk disofa langsung menghampiri Derson dan memeluk Derson dengan erat, Derson menyergitkan dahinya heran dengan kelakuan Via tapi Derson membalas pelukan itu.
"Sayang aku mau kamu jaga sedikit ucapanmu terhadap mama, aku sudah janji padamu untuk tidak memaksamu menyukai mama tapi kali ini berjanjilah untuk tidak berkata kasar, aku sedih mendengarmu bicara seperti tadi" ucap Via sambil mendongak melihat wajah Derson.
🌛🌛🌛
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Kasih Vote juga kalau bisa heheh