MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
TAMAT


__ADS_3

Seketika wajah Amelia memerah ia merasa istimewa dibuat Davis malam ini, karena ini pertama kalinya ia dimanjakan oleh Davis biasa mereka selalu bertekak tanpa ada manja-manjaan antara keduanya.


"Cie... amelia nggak marah lagi, lihat wajahnya memerah" goda Mira.


"Udah mah.... jangan digoda, kita makan aja" ucap Davis supaya mamanya jangan membuat Amelia ngambek lagi bisa berabe urusan jadinya.


Makan malam pun dimulai, selesai makan malam dan berbincang sebentar Amelia ijin pamit untuk istirahat.


"Bu, Pak, saya pamit istirahat dulu ya".


"Iya kamu istirahatlah Amelia" jawab Mira yang sampai saat ini masih memanggil nama untuk menantunya itu.


"Mah amelia istirahat dulu ya" ucap Amelia lagi kepada mamanya lalu ia berjalan kekamar untuk istirahat.


"Kok nggak disusul istrinya, ngapain disini lagi?" tanya Mira kepada Davis yang masih duduk manis dikursinya.


"Bentar lagi mah".


"Mau ngapain lagi cepat sana" usir Mira.


Davis pun segera berdiri dari duduknya menyusul Amelia yang sudah duluan kekamar, saat Davis sudah sampai dikamar dilihatnya bumil itu mengganti baju menjadi baju tidur yang longgar.


"Besok kita jadi kerumah sakit nggak?".


"Iya jadi, bulan inikan aku mau melahirkan dan ini pemeriksaan terakhir" jawab Amelia tanpa menoleh kepada Davis.


Setelah mengganti baju tidur Davis juga bergegas ke ranjang untuk tidur, sedangkan Amelia sudah sudah merebahkan badannya diatas ranjang. Davis masuk kedalam selimut lalu memasukkan tangannya kedalam baju Amelia, ia mengelus-ngelus perut buncit itu supaya Amelia bisa tidur hal itu sudah menjadi rutinitas sebelum tidur bagi mereka.


Amelia memutar posisinya menjadi membelakangi tubuh Davis karena sudah mulai pegal dengan posisi terlentang menghadap langit-langit kamar.


"Kenapa? susah tidur ya?" tanya Davis.


"Iya... rasanya semua posisi tidur tidak ada yang nyaman".


"Sabar ya, ini nggak lama lagi kok, sebentar lagi kamu bakal melahirkan dan kamu sudah bisa tidur dengan nyenyak, kalau anak sedang tidur".


"Sama aja pun, nanti juga bakal susah untuk tidur karena biasanya baby bakal sering bangun".


"Kita gantian yang akan bangun, supaya kamu juga bisa istirahat".

__ADS_1


"Hmm makasih ya".


"Iya... tidurlah, kalau nggak ubah posisimu sekarang menghadap aku aja" ucap Davis.


Amelia langsung mengubah posisinya menghadap Davis, ia meletakkan kepalanya tepat didada bidang Davis, sedangkan tangan Davis menggosok pungggung Amelia.


Tidak menunggu lama Davis merasakan kalau Amelia sudah tidur dengan nyenyak, ia menghentikan gerakan tangannya dan menutup matanya supaya ia menyusul Amelia dalam tidurnya.


*****


Waktu berjalan begitu cepat sudah hampir 1 tahun Harry dipenjara, semua orang sudah merasakan ketentraman karena tidak ada lagi yang mencekcoki hidup mereka, Amelia juga sudah melahirkan. anak amelia sudah berumur 10 bulan yang berjenis kelamin perempuan.


Namun pagi ini berita duka datang lagi karena dikabarkan Harry kabur dari penjara nggak tau bagaimana ceritanya tapi saat ia ingin melarikan diri dalam kejaran polisi ia malah ditabrak mobil yang melintas, dan saat ini ia dirawat dirumah sakit dengan kondisi kritis.


Derson dan Via sedang menuju rumah sakit, begitu juga Amelia dan yang lainnya setelah mendengar kabar kalau Jarry kecelakaan mereka semua langsung bergegas kerumah sakit.


"Semoga saja paman tidak terluka terlalu parah" ucap Via.


"Iya mom, kita semua mengharapkan itu" jawab Derson.


Via dan Derson saat ini duduk dikursi belakang dengan posisi Derson memangku Devi. sedangkan Via hanya duduk dengan santai sambil memegang dodot susu Devi.


Sesampainya dirumah sakit Via dan Derson langsung berjalan keruangan Harry dirawat, dan ternyata saat ini Harry masih diruangan icu sedang ditangani karena ia sedang krisis.


"Bagaimana kondisi paman Amelia?" tabya Via saat ia sudah sampai didekat Amelia dan Marry.


"Papa krisis dan saat ini masih ditangani, kita tunggu hasilnya nanti, seperti apa kondisi papa" jawab Amelia.


Via juga mendudukan bokongnya disamping Amelia, sambil menunggu dokter keluar dari ruangan icu.


Akhirnya dokter sudah keluar dari ruang ICU setelah mereka lama menunggu dan segera menghampiri mereka.


"Dengan keluarga pasien?".


"Iya dok kami keluarga pasien, bagaimana kondisi suami saya sekarang?" tanya Marry.


"Pasian saat ini kritis kami akan berusaha menyelamatkannya, tapi sepertinya tipis kemungkinan untuk selamat karena benturan keras mengenai kepalanya".


"Astaga....." Marry sedikit syok mendengar ucapan dokter itu, bagaimana pun sifat Harry selama ini kalau Harry sakit apalagi sampai kek gini Marry pasti merasa sedih.

__ADS_1


"Saya permisi dulu" ucap dokter itu lalu segera pergi.


"Mah tenang dulu ya, semoga papa bisa selamat" ucap Amelia sambil mengusap lengan Marry.


Waktu terus berjalan dokter pun terus berusaha menyelamatkan nyawa Harry, tapi siang tapi tepat pukul satu siang Harry dinyatakan meninggal dunia, semua mereka yang disana berduka termasuk Derson yang menjadi musuh utama dari Harry.


Sekeras apapun hati membenci seseorang kalau ia dalam kesusahan kita pasti tidak tega, apalagi sampai meninggal dunia, begitulah yang ditasakan mereka semua.


Mayat Harry sudah dibawa dikediaman Amelia dan Davis dan sore ini rencana Harry akan segara dimakamkan.


Banyak orang yang berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Harry, Marry, Amelia dan juga Via saat ini merasa sangat sedih kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.


Marry duduk tepat disamping jenajah Harry begitu juga Amelia dan Via mereka memandangi wajah yang sudah pucat pasi tanpa nyawa itu dibarengi dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.


"Marry kamu yang sabar ya, semua sudah diatur oleh yang diatas, kita semua selalu ada untukmu, iklaskan lah Harry, supaya ia pergi dengan damai" ucap Mawar yang baru datang sambil menyalam tangan Marry. hal itu diikuti oleh James, Lily, Alfi dan juga Jhosua yang baru datang.


"Terimakasih sudah mau datang kesini ya" ucap Marry dengan lirih.


Acara demi acara sudah dilakukan, kini jenajah Harry sudah selesai dimakamkan, bunga Mawar dan segar ditabur diatas pusara Harry.


"Kamu yang tenang ya disana, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu, dan mereka semua yang pernah kamu buat susah sudah memaafkan dirimu" ucap Marry dengan lirih sambil memegang batu nisan Harry.


Kerabat-kerabat jauh sudah mulai pergi meninggalkan tempat itu, kini tertinggal keluarga utama, dari Davis dan juga dari Amelia. dan satu lagi keluarga Derson dan Via. mereka semua masih setia berdiri disana sambil menunggu Marry yang masih berbicara pada pusara Harry.


"Mah.... udah ya kita pulang sekarang, pasti sebentar lagi hujan bakal turun" ajak Amelia saat melihat sang mama tidak ada niat untuk beridiri.


Marry langsung berdiri dan berbicara kepada mereka semua.


"Disini saya berdiri sebagai istri dari Harry, saya ingin kalian bisa memaafkan semua kesalahan yang selama ini diperbuat Harry kepada kalian semua, tanpa bisa saya sebutkan satu persatu" ucap Marry.


Marry tersenyum senang saat semuanya mengatakan kalau mereka sudah memaafkan kesalahan harry, mereka yang ada disana saling berpelukan.


🌛🌛🌛


...TAMAT...


Gays habis ini rencananya author buat esktra partnya yang diisi dengan kebahagian dari pasangan


James ❤ Lily.

__ADS_1


Amelia❤Davis.


dan diakhir cerita Derson ❤ Via.


__ADS_2