
"Kalian dirumah sakit mana, biar aku datang" disuruh kekantor malah Derson ingin menjumpai Lily.
"Kami sedang berada dirumah tante Mawar, apa kamu mau datang?".
"Tentu. adikku sedang terluka mau dimana pun aku akan menjenguknya" jawab Derson tidak peduli mau dirumah mawar atau dirumah musuh sekalipun.
"Baiklah kami tunggu" jawab James lalu mematikan tlefon dan menghampiri Lily yang sedang mengerutkan kening saat mendengar mereka sedang berbicara ditelfon.
"Kak Derson mau datang? padahal aku nggak apa-apa lho" ucap Lily dengan yakin.
"Kamu nggak tau aja kakak mu itu bagimana ia kuwatir kalau kami sakit".
"Kenapa bisa sih sayang kamu pegang kuali panas? mikirin apa?" tanya James yang sudah duduk disamping Lily yang sedang berbaring.
"Aku kepikiran dengan ucapan kak Jhosua".
"Apa yang di katakan padamu sampai kamu begini sayang?".
"Hanya masalah yang sudah lama, kak Jhosua bertanya apa aku tau alasan mama mengapa dulu mama meninggalkan kami" seru Lily.
"Hanya itu?" tanya James dan Lily hanya mengangguk kecil karena posisinya lagi berbaring.
"Kalau penasaran langsung ditanyak? jangan pendam sendiri" saran James.
"Aku tidak mau luka lama terluka lagi kak, sekarang aku bahagia bisa sering bertemu dengan mama, kak derson juga tidak mempermasalahkan ku untuk bertemu mama itu sudah cukup".
"Kalau begitu kamu harus janji jangan mikirin macam-macam sampai terluka begini, kalau kamu terluka lagi karena mikiran masalah itu aku akan langsung tanya sama tante alasan tente meninggalkan kalian" ucap James dengan serius.
__ADS_1
"Iya aku janji kak".
"Yaudah sekarang kamu istirahat sebentar lagi kakak mu yang posesif itu bakal datang" ucap James.
Walau banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal hati Lily, tapi ia mencoba untuk tidak bertanya dan masalah itu biar ia pendam kembali karena tidak ada gunanya dibahas kembali. untuk menghilangkan rasa sakit yang ada ditangannya Lily mencoba memejamkan matanya walau sulit untuk terpejam.
James yang ada disamping Lily tau kalau Lily sedang memikirkan sesuatu, dari raut wajah dan pandangan yang sering kosong membuat James bingung mau berbuat apa. James melangkahkan kakinya menuju ruang tamu disana ada Mawar, Jhosua dan juga Alfi.
James mendudukan bokongnya tepat disamping Jhosua, ia duduk dengan tenang dan mulai bertanya apa alasan mawar dahulu meninggalkan Derson dan Lily, dengan begitu ia akan bicara dengan pelan-pelan kepada Lily nantinya.
"Tante...." panggil James sambil menatap Mawar yang sedang menyeruput teh yang ia pegang.
"Ada apa nak James?".
"James ingin tau apa masalah dan alasan tante dulu meninggalkan Derson dan Lily. tadi pagi saat memasak Lily tidak sengaja memegang kuali panas karena kepikiran dengan tante, itu semua karena anak tante ini yang mengingatkannya kepada Lily masalah tante dahulu" ucap James kini memandang Jhosua dengan tatapan tajam tapi Jhosua tidak takut sama sekali.
"Apa Lily terluka parah?" Mawar malah bertanta tentang Lily saat dirinya bertanya yang lain.
"Itu cerita masa lalu nak, dan ceritanya juga panjang".
"Saya bersedia mendengarkan tante berbicara".
"Baiklah" jawab Mawar dan mulai menceritakan masa lalunya dengana papanya Derson.
flasback
33 tahun yang lalu disebuah rumah sederhana Mawar dan mantan suaminya bernama Nandes resmi menikah menjadi pasangan suamu istri. mereka sangatencintai satu sama lain.
__ADS_1
Dibalik cinta yang mereka jalani, mereka dikaruniai anak laki-laki dan perempuan bernama Aderson dan Lily, tapi dibalik itu semua keluarga Nandes tidak begitu menyukai Mawar jadi menjadi pasangan Nandes karena mereka ingin Nandes menikah dengan perempuan yang kaya.
Berbagai cara telah dilakukan keluarga Nandes untuk memisahkan mereka tapi selalu gagal karena Nandes dan Mawar saling mempercayai satu sama lain.
Mawar beberapa kali ditemui oleh mama mertuanya untuk meninggalkan Nandes tapi mawar tidak mau dengan alasan ia mencintai anak dan juga suaminya.
Hingga suatu hari Mawar dijebak oleh mama mertuanya, Mawar sengaja dijebak didalam kamar dengan seorang laki-laki, seperti sehabis melakukan hal yang tidak senonoh, ia tidak kenal laki-laki itu dan kebetulan laki-laki itu orang baik yang menjadi pasangan mawar saat ini yaitu Alfi.
Mulai saat itu Alfi membantu Mawar mejelaskan kepada Nandes dan keluarga kalau mereka dijebak oleh seseorang, dan mereka yakin kalau mereka tidak melakukan apa-apa.
Nandes yang dibutakan karena emosi tidak mau mendengar ucapan Mawar, ia hanya memikirkan hatinya yang sakit karena diduakan wanita yang ia cintai, hingga berujung perceraian.
Nandes juga tidak memberi ijin kepada Mawar untuk melihat anak-anaknya dalam waktu sedetikpun, Nandes mencuci otak anak-anaknya dan mengatakan kalau Mawar memilih laki-laki lain yang lebih kaya hingga sampai saat ini Derson hanya mengetahui kalau mamanya meninggalkan mereka karena alasan kekayaan padahal kenyataannya sangat salah.
Setelah perceraian itu Nandes baru tau kalau ia punya penyakit yang mematikan hingga maut menjemputnya. saat Nandes meninggalkan Mawar juga datang untuk melihat mantan suaminya untuk terakhir kalinya dirumah dan dipemakaman dengan memakai masker dan kacamata agar mantan ibu mertuanya tidak mengetahui kalau ia datang.
Setelah selesai pemakan Mawar sengaja memandangi dari jauh, ia melihat anak-anaknya menangis diatas pusara Nandes, dari lubuk hati yang paling dalam Mawar saat itu terluka sangat terluka. Nandes adalah laki-laki satu-satunya yang ia cintai saat itu.
Setelah kepergian Aderson dan Lily dari pemakaman itu Mawar langsung menghampiri makan yang baru itu, Mawar menangis dengan sangat kencang ia mencurahkan semua isi hatinya disana.
"Sayang kenapa kamu meninggalkan anak-anak kita disaat aku pergi meninggalkan mereka? apa kamu yakin habis dari sini mama mau memberiku ijin bertemu mereka? hiks.... hiks.... kamu jahat sayang, padahal kamu janji kita akan membesarkan anak-anak kita bersama. apa yang aku katakan di hari esok kalau mereka bertanya apa alasan ku meninggalkan mereka,aku tidak mau membuat mereka membenci mu karen Kamu sangat menyayangi mereka, tapi aku juga tidak mau kalau mereka sampai membenciku" ucap Mawar dalam tangisnya.
"Hiks.... hiks.... sayang bangun dan kita awali lagi kehidupan kita yang baru bersama anak-anak kita, sayang aku harus bagaimana?" Mawar terkulai lemas dalam pusara itu sampai ia tidak sadarkan diri.
Esok harinya Mawar mencoba untuk menemui anak-anaknya tapi dihalangi oleh mama mertuanya dan mengatakan akan merawat Derson dan Lily dengan baik. mendengar ucapan mama mertunya mawar iklas meninggalkan kedua anaknya walau ia sering mengintip dari jauh saat anaknya sedang sekolah atau bermain-main.
🌛🌛🌛
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.
Makasih ❤❤❤