MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 113


__ADS_3

🌛🌛🌛


Ketika derson mengelus-ngelus perut Via, ternyata bayi yang ada didalam sana merasakan usapan daddynya dan Ia langsung bergerak, Derson langsung dengan nyata melihatnya.


"Sayang anak kita bergerak dia merindukanku" ucap Derson.


"Dia bukan merindukan mu, tapi mau menendang mu karena sudah menghukum maminya berbulan-bulan" ucap Via.


"Sayang apa benar kata mami? kamu ikut marahkan sama daddy, jangan ikut-ikutan marah dong, tanpa usaha daddy kamu bakal nggak ada lho" canda Derson.


Plak.... tangan mulus Via mendarat dengan sempurna dikepala Derson.


"Untung anakmu belum lahir, ngomongnya kok ngaur gitu" ucap Via kesal mendengar ucapan Derson.


"Hehe kan betul sayang, aku berusaha sangat keras lho sayang membuatnya sampai berkeringat malah, kerja dikantor saja nggak seperti itu" ucap Derson membela dirinya.


"Itu bukan kerja keras itu karna kamu doyan dan rakus makanya sampai berkeringat nggak mau henti-henti".


"Kamu juga sering minta kok, berkeringat juga, malah kadang kamu jadi supir dalam membuat baby kita".


"Ihhh apaan sih ngomongnya ngaur banget, baru muncul udah bikin ulah" omel Via.


"Sayang akukan baru datang nih ada baiknya kita saling bermanja-manja, apa kamu nggak rindu denganku?".


"Rindu banget, setiap malam aku tidur memakai baju mu" ucap Via jujur sambil memeluk kembali tubuh kekar itu.


"Tapi kamu banyak utang penjelasan sama ku, bagaimana kamu bisa selamat dan hidup dengan sampai sekarang".


"Nanti aku ceritain kalau kamu sudah melahirkannya, sekarang kita fokus untuk kelahiran anak kita saja, aku nggak mau kamu mikir yang aneh-aneh" ucap Derson.


Sedangkan didapur betapa bahagianya Mawar memasakan bubur, dan dengan bangganya ia mengatakan anaknya sudah kembali kepada pelayan dirumah.


"Tadi malam kami sudah melihat tuan Derson kok buk" jawab salah satu dari mereka.


"Iya buk malah kami dipukul tuan Derson sekali-sekali satu orang karena kami takut melihatnya kami pikir hantu".


"Kalian sih mikir anak ku hantu, kalau aku berada disana aku juga bakal menghukum kalian" ucap Mawar tidak terima anaknya dikatian hantu.

__ADS_1


"Namanya juga sempat dikabarkan meninggal buk, otomatis kami takut kalau tuan Derson datang kehadapan kami".


"Ia juga sih, iya udah kalian lanjutkan pekerjaan saja" ucap Mawar sambil membawa bubur yang ia masak kedalam mangkok.


"Harum...." ucap Mawar sambil mencium aroma bubur buatannya.


Saat Mawar sampai dimeja makan disana sudah ada Via, Derson dan juga Alfi. Mawar memberikan bubur itu kepada pemiliknya lalu melayani suaminya.


Riri yang kebetulan ingin sarapan saat melihat Derson ia sangat terkejut dan hampir berlari.


"Derson nyata kok Ri, kamu duduklah biar kita sarapan" ucap Mawar kepada Riri.


"Ibu serius? kok jadi horor gini sih buk?" tanya Riri lagi sebelum ia duduk.


"Ceritanya panjang dan intinya saya masih hidup saya bukan hantu" potong Derson.


"Sayang sepertinya besok kamu harus klarifikasi tentang dirimu didepan pablik agar orang2 tidak terkejut lagi saat melihat mu karena berita saat kamu meninggal sudah diketahui seluruh dunia khususnya dikalangan pebisnis" ucap Via memberikan saran.


"Ok sayang, sekarang kita makan ya. aku lapar nih" ucap Derson.


Pagi yang baru bagi Via dimana suami yang ia tunggu selama tiga bulan akhirnya kembali pulang kepadanya, ia tidak henti-hentinya mengucap syukur, dan hari ini adalah hari bahagia baginya dimana saat ia akan melahirkan anaknya ternyata ditemani suami tercintanya.


Peralatan untuk dipakai dirumah sakit sudah disiapkan, kini Via dan Derson sudah memasuki mobil untuk berangkat kerumah sakit.


"Sayang aku nggak sabar melihat anak kita" ucap Via dengan bahagia.


"Hmm.... aku juga sayang, semoga anak kita lahir dengan selamat beserta kamu sayang" jawab Derson penub harap.


"Iya sayang, kita semua mengharapkan itu , oh katanya Lily siang ini langsung kerumah sakit, ia tidak sabar untuk segera melihat mu padahal ia ada jadwal kuliah".


"Adikku itu ternyata belum berubah" ucap Derson sambil tersenyum membayangkan senyum dan tangis adik kesayangannya itu.


"Pasti dia akan menangis jika bertemu denga ku" tebak Derson.


"Iya, selama ini pun ia terlihat lebih sering bersedih, ia tidak iklas saat kamu pergi meninggalkannya dia begitu menyayangimu. ia juga setiap minggu berkunjung kerumah kita walau aku tidak ada disana".


"Jadi selama ini kamu dimana sayang?".

__ADS_1


"Aku tinggal dirumah mama, mama ingin merawatku yang saat itu terpuruk dalam kesedihan tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Jhosua dan om Alfi".


"Selama disana kamu nggak jatuh cinta kan sama Jhosua?" ucap Derson ternyata ia cemburu hanya karena masalah menginap itu.


"Nggaklah sayang, malah aku sudah menanamkan pada diriku kalau aku tidak akan menikah lagi".


"Serius? makasih sayang sudah setia kepadaku".


Mobil yang dikendari Derson sudah sampai diparkiran rumah sakit, Derson langsung keluar dari mobil dan membantu Via untuk keluar, sesampainya disana Via langsung disambut oleh perawat disana karena Mawar dan dokter Riri sudah mendaftarkan Via untuk oprasi hari ini.


Dengan gerak cepat Via langsung dinaikkan kursi roda dan dibawa keruang operasi, sedangkan diruang tunggu Derson hanya sendirian karena Mawar dan yang lainnya bakal menyusuk mereka.


"Kak....."panggilan Lily melengking sampai ketelinga Derson padagal Lily masih jauh diujung sana.


"Dasar adik kecilku" guman Derson sambil geleng-geleng kepala.


Lily terus berlari dilorong rumah sakit tidak memperdulikan orang yang melihatnya dengan tatapan aneh, ia terus berlari sampai didahapan Derson lalu melompat untuk memeluk Derson seperti seorang kekasih padahal Lily dan Derson kakak beradik yang sangat saling menyayangi.


"Kak aku senang kakak kembali, selama ini aku nggak bisa negelupain kakak" ucap Lily dengan lirih bercampur bahagia.


"Maafkan kakak ya membuat mu sedih" Derson membelai rambut Lily dengan lembut dugaannya benar saat melihat dirinya Lily menangis sambil memeluknya.


"James dimana?"


"Dia sibuk di perusaan kakak, gara-gara kakak meninggalkannya kerja sndirian, kasian dia berjuang sendiri kadang tidur dimalam hari hanya beberapa jam".


"Bagus dong sayang, suami kamu pekerja keras".


"Tapi aku kasihan melihatnya saat bangun tidur aku melihat mata pandannya".


"Kakak akan memberinya cuti 3 bulan biar kami impas, selama 3 bulan suruh ia banyak istirahat suapaya sehat kembali dan jangan dipakai waktunya untuk begadang yang lain" ucap Derson.


"Maksudnya kak? begadang yang lain apanya?" tanya Lily polos.


"Begadang main sosmed gitu" ucap Derson berbohong padahal tujuannya bukan begadang main sosmed tapi main yang lain.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan ya


__ADS_2