MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 83


__ADS_3

🌛🌛🌛


Satu bulan kemudian.


Saat bangun pagi badan Via terasa lemas, kepalanya pusing, dan ingin muntah padahal ia tidak memiliki riwayat penyakit maag. karena tidak tahan dengan perutnya Via langsung berlari kekamar mandi dan muntah di wastafel tapi tidak ada yang keluar selain air ludahnya.


"Aku kenapa sih, kok tiba-tiba begini?" batin Via.


"Apa jangan-jangan......" saat Via menerka-nerka ia langsung berjalan kekamar dan melihat keleder diatas meja. reflek Via langsung menutup mulutnya.


"Aku sudah telat seminggu, apa jangan-jangan aku memang Hamil, tapi aku nggak boleh senang dulu sebelum aku cek sendiri" batin Via lagi.


Via langsung berjalan dengan lemah kearah kasur dan membangunkan Derson yang masih tertidur lelap, mereka baru tidur jam 1 tadi pahi karena keduanya lagi-lagi menyatukan cinta ditengah malam yang dingin itu.


"Sayang bangun..... sayang" panggil Via sambil menggoncang badan Derson.


"Hm.... masih ngantuk yang, hari ini aku nggak usah kerja ya" ucap Derson dan masih memejamkan matanya dan enggan untuk bangun.


"Ini sangat penting kawani aku ke apotik".


Mendengar kata apotik Derson langsung membuka matanya ia takut kalau Via sampai sakit.


"Kamu sakit sayang?".


"Nggak pokoknya kamu temani aku, cepat cuci muka sama gosok gigi habis itu kita langsung pergi" suruh Via.


Tidak menunggu lama bergegas kekamar mandi lalu untuk menyuci mukanya tidak lama kemudia Derson sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya.


"Sayang kita ngapain ke apotik, kalau sakit langsung kerumah sakit aja".


"Udahlah sayang ayok cepat" Via menarik tangan Derson keluar dari kamar, menuruni anak tangga hingga mereka sampai didalam mobil.


Didalam mobil Derson sangat heran kenapa Via mengajaknya pergi ke apotik setiap Derson bertanya via hanya menjawab nanti bakal kamu tau, dan jawaban itu membuat Derson mati penasaran.


Sesampainya didepan apotik Via langsung keluar tanpa mengajak Derson kedalam, Derson hanya bisa geleng-geleng kepala melihat istrinya sangat aneh pagi ini.


"Sayang kok bengong?" Via masuk kedalam mobil melihat Derson sedang bengong dengan pandangan kosongnya.


"Nggak ko yank, aku cuman heran aja sama kamu baru bangu tidur kok sudah pergi keapotik ditanyain mau apa nggak jawab" ucap Derson dan mulai menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Hmmm nanti saja aku kasih tau yank, kamu sabar dulu" ucap Via sambil mengusap lengan Derson, sepertinya Via sudah yakin kalau ia positif hamil.


"Hmmm terserah padamu sajalah sayang".


Mobil yang mereka kendarai sudah sampai dirumah Derson, dan sekarang Derson sedang menunggu Via yang sedang ke toilet.


"Dia ngapain sih? ko aneh banget?" batin Derson mulai tidak sabar dia mondar-mandir didalam kamar itu seperti cacing kepanasan.


Didalam kamar mandi Via sudah mencoba tespek yang ia beli, Via menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam supaya ia sanggup menerima apapun hasilnya. Via mencoba membuka matanya secara berlahan


Via menutup mulutnya karena bahagia, ia tidak menyangka kalau tespek yang ia gunakan ternyata sudah dua garis merah bertanda dirinya benar-benar hamil.


Supaya lebih pasti Via mencoba tespek yang kedua ketiga sampai kelima dan hasilnya sama ada terlihat 2 garis merah disana.


Via berjalan keluar dari kamar mandi pertama-tama yang ia lihat adalah suaminya sudah seperti setrikaan mondar-mandir. Via langsung menghampiri Derson dan memeluknya dengan erat.


Hal itu sontak membuat Derson kanget bercampur takut, ia takut kalau Via sedang sakit.


"Sayang kenapa? kamu sakit?" Derson menatap mata milik Via didepannya sambil memegang pipi Via.


"Sayang coba sini tangan kamu".


"Ini apa sayang?".


"Lihat saja".


Derson membalikkan tespek itu karena tadi Via meletakkannya dengan posisi dibawah tanda merah itu. Derson memandanginya cukup lama, dan langsung memeluk Via dengan erat.


"Sayang ini betulan?".


"Masak bohongan".


"Siapa tau kamu nge prank aku".


"Kalau yang aku kasih ini betulan, tapi biar lebih pasti kita kerumah sakit saja. apa hari ini kamu sibuk sayang?".


"Hari ini aku nggak sibuk dan jadwal dikantor sepertinya tidak banyak. nanti aku temani kamu kerumah sakit" ucap Derson berbohong padahal hari ini jadwalnya padat.


"Mulai hari ini kamu jangan banyak aktivitas ya, kalau bisa makan dikamar saja. dan kalau kamu benar hamil anak kita aku akan suruh satu dokter untuk stanbay merawat mu disini" tambah Derson lagi.

__ADS_1


*****


Disisnilah mereka sekarang diruangan khusus ibu hamil, tanpa mengatri dulu Via bisa langsung memasuki ruangan dokter itu karena Derson sudah memesannya lewat hp.


Via dan Derson duduk dikursi dan didepannya ada seorang dokter bertuliskan Ririanti di nametag-nya. dokter Riri seorang dokter kandungan yang akan memeriksa Via.


"Buk Via silahkan naik keatas brankar dulu biar saya periksa, soalnya dari ciri-ciri yang ada sebutkan ada kemungkinan anda sedang hamil" seru Riri.


Via langsung naik keatas brankar yang dibantu oleh Derson karena kepala Via sedikit pusing, dokter Riri membuka baju Via dan mengoleskan jel diperut Via. berlahan dokter itu memeriksanya sampai selesai dan memutup kembali perut Via.


"Selamat pak, buk. ibu via positif hamil dan kandungannya memasuki 5 minggu" ucap dokter Riri hendak menyalam tangan Derson tapi Derson enggan menerimanya, sampai Derson melihat kearah Via, Via memberi kode kepada Derson untuk menerima salam itu.


"Terimasih dok, saya ingin mulai besok dokter Riri bekerja dirumah saya, dan saya akan mengurusnya dari rumah sakit ini" ucap Derson dan mencoba tersenyum ramah.


"Terimasih ya dok" tambah Via lagi lalu dokter Riri menyalam tangan Via juga dan mengatakan selamat kepada Via.


"Silahkan duduk dulu buk, saya akan tulis serep vitamin untuk ibu".


Derson dan Via keluar dari ruangan itu setelah siap berbincang tentang kehamilan yang Via, Derson dan Via berjalan dikoridor rumah sakit tujuan mereka kali ini adalah apotik untuk membeli vitamin untuk Via. didalam mobil tidak henti-hentinya Derson menciumi tangan Via.


"Sayang fokus nyetir dulu".


Heheh aku terlalu bahagia sayang".


"Aku juga bahagia akhirnya setelah lama menikah akhirnya kita bisa punya anak, dan aku akan membesarkannya dengan kasih sayang supaya ia bisa bahagia selalu seperti mama dan papanya" seru Via.


Mobil mewah itu sudah sampai dikediaman Aderson mereka juga sudah siap membeli vitamin dari apotik, ketika Via keluar dari mobil Derson membuka pintu dan menuntun Via keluar dari mobil.


Saat Derson ingin menuntun Via lagi saat menaiki tangga Via langsung menahannya.


"Sayang aku bisa kok jalan sendiri nggak usah dituntun".


"Nggak apa-apa sayang, aku mau jaga-jaga aja biar kamu jangan sampai jatuh, aku nggak mau kalau sampai hal itu terjadi" ucap Derson, akhirnga mau tidak mau Via dituntun Derson menaiki tangga.


🌛🌛🌛


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2