MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 108


__ADS_3

"Jadi apa selamanya kita tinggal disini?".


"Aku tidak tau, kemaren aku di bawa amelia dan suaminya kesini karena aku sendirian dirumah dan kemungkinan kita akan kembali kerumah kita dulu".


"Mending kita disini saja, lagian rumah itu bukan rumah kita lagi" ucap Harry lalu meyambar handuk untuk bergegas mandi.


"Sampai sekarang kamu belum juga berubah, apa kamu tidak bisa menilai apa balasan dari semua perbuatanmu?" batin Marry, padahal dulu ia berharap setelah Harry keluar dari penjara ada perubahan dengan sikapnya ternyata hasilnya nihil.


******


Dimeja makan Davis, Amelia, Marry dan Harry baru selesai makan Amelia langsung bertanya kepada orang tuanya mau tinggal disini atau mau pindah rumah.


"Mah, Pah, rumah disampaing kita ini milik Davis. apa mama dan papa mau pindah kesana? kalau masih tinggal disini juga nggak apa-apa" ujar Amelia.


"Kami pindah aja" jawab Harry spontan.


"Kalau itu sudah keputusan bersama Mama setuju-setuju aja" ujar Marry.


*****


Via sibuk membereskan baju untuk Derson kedalam koper, besok asalah kepergian Derson kesebuah desa untuk melihat lokasi yang akan dibangun pabrik bersama James.


"Sayang bajunya jangan terlalu banyak aku hanya tiga hari disana" seru Derson.


"Hmm... iya sayang, aku hanya memberi 2 pasang baju lebih siapa tau sayang kekurangan baju".


"Kalau sudah siap membereskan bajunya, sayang pergi duluan isturahat ya! aku lagi membereskan beberapa berkas baru tidur.


"Nggak yank aku mau tidur bareng, jadi aku nunggu kamu aja".


"Masih lama ini yank".


"Tapi aku tidak bisa tidur, maunya dipeluk dulu baru tidur" rengek Via.


Melihat Via sudah siap dengan aktivitasnya tapi belum juga bergegas menuju ranjang, Derson menghentikan pekerjaannya lalu menghampiri Via yang duduk dikarpet bulu itu.


"Yaudah kita tidur sekarang ya" ajak Derson, Via langsung berdiri dari duduknya dan menatap wajah Derson.


"Kamu serius sayang?" tanya Via dan dijawab anggukan oleh Derson.

__ADS_1


"Sayang aku kok merasa nggak enak ya? apa tidak ditunda dulu kepergiannya ke desa itu?" tanya Via saat mereka sudah berada diatas ranjang.


"Nggak bisa sayang, ini aja aku sudah menunda waktu, kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya! semua pasti bakal baik-baik saja" ucap Derson lalu mencium kening Via dengan lembut.


"Sekarang kamu tidur ya sayang, aku masih ada kerjaan".


"Hm..." jawab Via cuek entah mengapa Ia merasa ragu melepas Derson untuk pergi kedesa.


*******


Derson dan Via menuruni anak tangga, mereka melihat diruang tamu sudah ada James dan Lily sedang menunggu mereka.


"Udah lama nyampai?" tanya Derson.


"Lumayanlah, Lily mau nginap disini aja selama kita pergi Ia nggak jadi nginap dirimah mama, katanya rindu kamarnya yang ada disini" seru James.


"Kamu mau tinggal disini Ly? asik dong nanti kita bisa beraktivitas bareng menghilangkan kebosanan" ucap Via dengan bahagia.


"Sayang.... jangan yang aneh-aneh ya, kamu itu sedang hamil mending kamu istirahat aja" seru Derson.


"Iya sayang paling kami masak-masak atau apalah yang ringan-ringan" jawab Via supaya Derson tidak ragu juga.


"Iya sayang kalian hati-hati ya".


Selesai perpamitan James dan Derson berjalan keluar dari dalam rumah menuju mobil yang akan membawa mereka ke desa. James dan Derson duduk dikursi belakang sambil membaca beberapa berkas.


Sepertinya kedua laki-laki ini sangat sibuk buktinya mereka masih saja memeriksa berkas walau sudah didalam mobil, mobil terus melaju dari mulai jalan raya sampai ke jalan yang makin kecil. kini mobil itu melewati turunan dan disampingnya ada jurang dan tiba-tiba mobil yang mereka kendarai seperinya putus rem. supir yang mengemudi sudah mulai panik membuat Derson bertanya.


"Ada pak?".


"Sepertinya mobil kita putus rem pak, saya coba mengrem tapi tidak bisa" seru pak supir dengan panik, dan tiba-tiba ada mobil yang melintas juga, tidak dapat dihindari lagi mobil itu jatuh kejurang yang curam itu.


Duar......


Saat Via mengambil air minum gelas yang ia pegang jatuh kelantai seiring sakitnya dibagian perut.


Mendengar suara gelas pecah lily langsung berlari kearah dapur dilihat Via sedang memegang perutnya dan mencoba bersandar kedinding.


"Kak Via ada apa?".

__ADS_1


"Lily kamu panggil dokter Riri ya, perut ku kram".


Lily langsung mendudukan Via dikursi yang ada didekat dapur itu, Ia berlari memanggil Riri dari kamarnya. tanpa mengetuk pintu Lily langsung membuka pintu kamar Riri karena panik.


"Dokter... perut kak Via sakit" ucapnya dengan buru-buru.


Lily dan Riri berlari kadapur dan dilihatnya Via seperinya masih measakan sakit terlihat dari wajahnya.


"Ayok kita bawa Via keruang periksa, aku periksa dulu" ucap Riri.


Riri dan Lily memapah Viap kedalam ruangan periksa, sesampainya disana Via langsung diperiksa dokter Riri.


"Nona Via tidak apa-apa hanya kram dibagian perut saja, nanti bakal membaik lagi. habis ini silahkan nona istirahat dan jangan banyak pikiran itu tidak baik untuk kehamilan nona" seru Riri.


"Kak.... kakak mikirin apa sih?" tanya Lily heran dengan Via kok bisa sampai banyak pikiran padahal suaminya baik, ia tidak kekurangan apapun.


"Aku kepikiran Derson, entah kenapa tiba-tiba aku merasa sedih dan takut kehilangannya".


"Coba kakak telfon saja atau vidio call biar kakak nggak kepikiran" ucap Lily memberi ide.


"Itu ide yang bagus nona, silah nona telfon dulu tuan derson" suruh Riri juga.


"Baiklah aku akan menelfonnya nanti setelah perutku tidak kram lagi, aku juga nggak mau membuat Ia kuawtir" ucap Via sambil memejankan matanya diatas kasur yang ada diruang perawatan.


"Kakak istirahat dulu aku tunggu kakak disofa" seru Lily lalu ia berjalan kesofa yang ada dirungan itu yang diikuti oleh Riri.


"Kalau dokter Riri ingin pergi silahkan nanti aku panggil kalau kak Lily ada sakit lagi".


"Aku tunggu disini saja, lagian dikamar pun nggak ngapa-ngapain" ucap Riri sambil mendudukan bokongnya diatas sofa.


Sambil menunggu Via istirahat kedua perempuan itu saling berbincang layaknya perempuan yang sudah lama kenal sampai Via terbangun dari tidur pendeknya.


"Apa ada yang masih sakit nona?" tanya Riri sambil mendekati Via, dan dijawab gelengan kepala oleh Via.


"Terimakasih ya dokter, aku permisi dulu kekamar mau menelfon Derson" Via turun dari kasur itu dan mulai berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar Via langsung mengambil hpnya dari atas nakas, dan menelfon nomor Derson tapi nomor itu tidak aktif lagi, Via menelfon beberapa kali tapi tak kunjung diangkat karrna nomor itu sudah tidak aktif.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa dukung ya


__ADS_2