
Dua hari berlalu Jayden sudah kembali sehat seperti sedia kala, anak itu semakin aktif dan Isabell juga sudah memberikan Jayden makan kini usia Jayden sudah menginjak enam bulan lebih.
" Mengenaskan sekali, aku ingin menggigit pipi gembul nya itu.."Marsya merasa sangat gemas melihat Jayden yang sedang di suapi oleh Isabell
" Aku juga ibunya sangat gemas sekali, sky sangat lucu."kekeh Isabell
" Kau benar,"Marsya menoel pipi gembul Jayden
" Duduklah Marsya, apa kau tidak pegal terus berdiri??."
Marsya menggeleng. " Aku tidak berani, itu sangat lancang."cicit Marsya
" Ck, Duduk!! Kita berteman bukan? Jadi kau tidak usah sungkan padaku Marsya! pekerjaan mu juga sudah selesai bukan? jadi apa salahnya jika kau duduk temani aku di sini.'
Dengan sedikit paksaan dari Isabell, Marsya akhirnya duduk di sisi Isabell yang sedang memberikan Jayden makan siang di ruang makan
" kau sangat pintar sekali merawat tuan muda."puji Marsya. karena Isabell memang mengurus Jayden tanpa bantuan baby sister. ia mengurusnya sendiri dengan hanya Jonatan yang ia ijinkan untuk membatu mengurus Jayden, Isabell sangat protektif terhadap putra pertama nya itu
" Aku hanya belajar menjadi ibu yang baik untuk anakku Marsya, aku juga masih banyak melakukan kesalahan saat mengurus sky,
kejadian bebera hari lalu membuatku merasa menjadi ibu yang gagal. Aku tidak sepintar itu dalam mengurus anak sya."balas Isabell pelan jika mengingat kejadian waktu Jayden demam Isabell selalu merasa bersalah
" Menurutku kau sangat hebat, di usiamu yang masih terbilang muda kau sudah menjadi ibu hebat untuk tuan muda."balas Marsya
Isabel mengulas senyum.."Kau terlalu berlebihan.
" Tidak aku tidak berlebihan!! Memang paktanya seperti itu .
Isabel terkekeh." terimakasih atas pujiannya Marsya.. kapan kau akan menyusulku menikah dan memiliki anak??"goda Isabell
Marsya terseyum kecut.." Tidak ada pria yang ingin menikahi gadis miskin sebatang kara sepertiku."
Isabel meletakkan mangkuk makan Jayden yang telah habis, ia berbalik menatap Marsya.." Jangan berbicara seperti itu Marsya!! pria yang akan mendampingi mu nanti adalah pria paling beruntung!
karena mendapat wanita baik seperti mu!! Kau tidak sebatang kara!! kau memiliki aku yang akan selalu ada di sisimu!!" Isabel meraih tangan Marsya dan menggenggamnya erat
Marsya merasa terharu sekali, ia memeluk erat Isabell dan mengucapkan banyak terimakasih karena wanita itu sudah sangat baik padanya
Isabel melerai pelukannya," Apa kau tidak tertarik pada salah satu penjaga suamiku?? Aku rasa mereka tampan-tampan apa lagi Stevanus dan Rangga kau bisa pilih salah satu dari mereka aku yakin mereka juga pasti akan tertarik padamu secara kau sangat cantik.."Goda Isabell menghibur Marsya
Wajah Marsya merona malu."Ishh A-apa maksudmu Nyonya Isabell yang terhormat. mereka sangat kaku seperti patung aku tidak Sudak."elak Marsya
Isabel tertawa benar yang Marsya katakan mereka sangat kaku,." Lalu siapa kau kau sukai?? Apa James asisten suamiku?? dia juga tampan tapi sama saja dia juga kaku."celetukan Isabell membuat Marsya terdiam
Isabel memicingkan matanya." Apa kau menyukai James??tebaknya
" Ti-tidak apa maksudmu?? A-aku tidak menyukainya atau pun yang lainnya.."balas Marsya gugup
" Ayolah Marsya, suaramu bahkan terdengar gugup saat aku membahas James kau menyukainya?? Sejak kapan?."kekepoan Isabell meronta-ronta
" Ti-tida tidak!! Aku tidak menyukainya ishh!."Marsya terus saja mengelak dengan wajah merona
__ADS_1
" Jika tidak menyukai James mengapa kau harus gugup seperti itu??" Isabel terus saja memicingkan matanya seakan tidak puas dengan jawaban Marsya
" Sudah hentikan pembahasan tidak penting ini, aku pamit nyonya Isabell ada pekerjaan yang harus aku urus."Marsya berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi menghindari Isabell
" Ishh jangan memanggilku nyonya Marsya!!"Isabell sedikit mengeraskan suaranya
" Aneh sekali dia apa benar jangan-jangan Marsya menyukai James?? jika iya aku akan mendekatkan mereka James juga terlihat seperti pria yang baik."Menolog Isabell terseyum tipis
Isabell meraih Jayden yang sejak tadi di dudukan di kursi makan bayi," sekarang waktunya kau istirahat sky.."Isabell mengecup pipi gembul Jayden dan langsung membawanya ke kamar mereka
Isabel berpapasan dengan Felicia yang harus selesai makan siang, atas perintah Isabell.."Anda mau kemana nona??"tanya Feli
" Aku akan istirahat, jadi kau tidak perlu mengikutiku Feli, kau istirahat saja."balas Isabell
" Baik nona."Feli menundukan kepalanya hormat.. isabel hanya mengangguk, melanjutkan langkahnya
***
Wall's Group
" Bagaimana James apa masih belum ada pergerakan dari musuh?? aku yakin mereka sudah mencium keberadaan Isabell."ucap Jonatan
" Ada seseorang yang berusaha menyelundupkan orang mereka ke kawasan anda tuan..tapi saya sudah mengheandel semuanya."balas james
" Siapa?? tanya Jonatan singkat
" Lucas dia kembali mengacau, seperti sebelumnya saya yakin dia akan kembali mengacau anda.
" Mata-mata yang anda kirim untuk menyelidiki Louis juga mengatakan,orang yang Louis temui saat dia pergi ke Skotlandia adalan Lucas.
" Persis seperti dugaanku, perketat penjagaan mansionku. aku yakin mereka akan berusaha menyelundupkan orang ke kediamanku,
" Baik tuan. kalau begitu saya permisi."James menunduk hormat lalu pamit undur diri
Sekepergian James.. Jonatan menatap lurus ke depan dengan sorot mata tajamnya
" Aku akan membiarkan kalian bermain-main terlebih dahulu bedabah-bedabah sialan.. setelah itu akan ku pastikan kalian tidak akan pernah lagi bisa melihat matahari terbit di esok hari.
" Aku tidak akan pernah membiarkan kalian menyentuh keluargaku sedikitpun!! cukup kalian menghancurkan ku dengan membunuh kedua orng tuaku!! Sekarang waktunya kalian yang akan aku hancurkan!!."gumam Jo
**
Di sebuah apartemen yang cukup mewah di pusat kota London, seorang wanita tengah sibuk berbincang dengan seseorang di balik sambungan video
".....'
" Lalu apa yang harus aku lakukan Ric?? "Tanya wanita itu dengan wajah serius
"....'
" Kau harus bisa menyelinap di antara mereka Aruna, jika bisa kau kembali bekerja padanya menajadi seorang pelayan lagi atau di perusahaan nya atau Dimana pun itu yang terpenting kau bisa mengawasi mereka dari dekat ."balas Ricardo
__ADS_1
".....'
" Aku tidak mau lagi menjadi pelayan!! Sangat melelahkan dan menyebalkan. aku akan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan nya saja ric.
".....'
" Baiklah terserah kau. ingat jangan sampai kau ketahuan Aruna!! kau harus membatu Louis dia sudah mulai di curigai.
"....'
" Yaa kau tenang saja ric.. sampai kapan kau akan terus bersembunyi ric?? aku rasa itu tidak ada gunanya."ucap Aruna
".....'
Ricardo tampak terdiam sesaat." Ntahlah."balasnya singkat
".....'
Aruna menghembuskan nafas kasar.." Mengapa kau tidak coba caraku ric, kau ubah saja wajahmu agar kau bisa kembali bergerak bebas .'
".....'
" Aku juga sempat memikirkan itu tapi tidak mungkin Aruna. Jonatan mengarahkan orangnya untuk mencariku hampir di setiap negara, jika aku keluar dari persembunyian aku yakin aku akan langsung menyusul dadyku ke neraka.
"....'
Raut wajah Aruna terlihat sedih .." aku tidak akan membiarkan dia membunuh kau ric."balas Aruna lirih
"....'
" Jika dia membunuhku bagaimana??" Ricardo ingin tau bagaimana reaksi Aruna, pria itu sudah menyadari dari dulu bahwa Aruna menyukainya, namun Ricardo selalu mengabaikan Aruna dia hanya menganggap Aruna seperti seorang teman saja, bahkan Aruna rela memberikan tubuhnya pada Ricardo dan Ricardo adalah yang pertama bagi Aruna
"....'
" Aku akan membalas secara bertubi-tubi jika dia membunuh kau!! Aku tidak akan membiarkan kau mati ric!!." Netra Aruna sudah berembun ia tidak sanggup jika harus kehilangan Ricardo
" Kau tau bukan ric aku tidak memiliki siapapun di dunia ini selain kau?? jadi jangan tinggalkan aku."Aruna kembali berucap
".....'
Ricardo terseyum tipis melihat reaksi Aruna yang seakan sangat takut kehilangannya.. Aruna memang tidak memiliki siapapun kedua orang tuanya sudah tiada. di Mexico ia hidup seorang diri sampai ia di pertemukan dengan Ricardo yang membantunya bangkit dari keterpurukan.
ia bertemu dengan Ricardo saat dirinya berniat menjual diri pada pria hidung belang di salah satu Club malam, Ricardo yang tidak sengaja mendengar Aruna ingin menjual dirinya merasa tertarik dengan kecantikan dan tubuh seksi yang di miliki Aruna tanpa pikir panjang Ricardo membeli Aruna dengan harga yang tidak murah , dan sejak itulah mereka menjadibdekat
" Sudahi dulu pembicaraan kita Aruna, aku sangat lapar." Ucap Ricardo
".....'
" Baiklah sampai jumpa, aku merindukanmu ric."balas Aruna terseyum manis
Ricardo tidak membalas ungkapan rindu Aruna ia langsung memutuskan sambungan secara sepihak
__ADS_1
Aruna duduk termenung memandangi laptopnya yang sudah kembali ke layar utama, " Dia selalu mengabaikan ku.. sejak dulu aku sangat mencintaimu ric. Aku akan melakukan apapun untuk mu ric."lirih Aruna dengan mata yang sudah berkaca-kaca