
Sepasang suami istri itu bangun ketika jam sudah menunjukkan jam 9 malam, padahal malam ini Derson ingin mengajak Via untuk makan malam disebuah restoran yang sangat rumantis di kota dubai.
"Kok sampai molor begini sih? gagal deh makan malam romantisnya" batin Derson dan Derson kembali memutar badannya menghadap Via yang masih nyenyak tidur.
Derson memandangi wajah cantik milik Via, mulu mata yang lentik, hidung yang tidak mancung tapi tetap membuat via cantik dan jangan lupakan bibirnya yang merah merona bibir terlihat lebih tipis jika dibandingkan dengan wanita lain tapi bagi Derson hanya wanita didepannya lah yang mampu menghancurkan gunung es yang dibangun Derson dalam dirinya.
"Achhh sial bibirnya menggoda ku, sepertinya juniorku ingin kembali menjelahahinya" batin Derson dan merasakan dibawah sana ada sesuatu yang sudah mulai hidup.
Derson tau kalau Via capek yang setiap hari melayani Derson diatas ranjang, dan kali ini tidak mau membuat perempuan itu capek. Derson beranjak dari kasur menuju kamar mandi dia mengguyur tubuhnya di bawah sower sampai si junior kecil tidur kembali.
"Achhh Via sayang ku cuma kamu yang bisa membuat ku begini, hanya dengan memandang wajah dan bibir mu sudah membuat adrelin ku naik" batin Derson sambil melap tubuhnya dengan handuk.
Tok... Tok... Tok....
"Sayang apa kamu masih lama, sepertinya perut ku sedang sakit dan ingin B*B" teriak Via dari luar kamar mandi,sudah dari 15 menit lalu ia menunggu Derson tapi tidak kunjung keluar.
"Kenapa lama sekali sih sayang? buruan keluar" ucap Via saat Derson sudah membuka pintu kamar mandi Via langsung menutup pintu itu tanpa menunggu jawaban Derson, dan sepetinya Via sudah tidak tahan lagi dengan perutnya.
Via keluar dari kamar mandi sambil memegangi perutnya menuju sofa disana sudah ada Derson yang sedang duduk menunggu Via.
"Sayang kamu kenapa?".
"Sepertinya perutku mulas karena makan cabe terlalu banyak kemarin" sahut Via.
"Makanya kalau suami ngomong didengerin kemaren aku sudah katakan jangan makan cabe yang banyak tapi kamu tidak mau patuh" omel derson tapi kakinya melangkah lemari dan mengambil obat sakit perut.
🌛🌛🌛
Saat ini Via dan Derson sudah mendarat dibelakang rumah Aderson tadi pagi mereka cepat berangkat dari Dubai.
Via dan Derson keluar dari helikopter, semua barang-barang yang dibawa mereka diturun oleh pengawal dari helikopter dan dibawa oleh pelayan kedalam rumah, sedangkan Derson memapah tubuh Via yang berjalan karena Via merasa sedikit pusing.
Derson mendudukan tubuh Via diatas sofa diruang tamu, ternyata disana sudah ada Amelia yang menunggu mereka.
"Ambilkan istriku air hangat dulu" ucap Derson dengan dingin dan matanya menatap Amelia yang duduk didepan mereka.
__ADS_1
"Sayang suruh pelayan saja" ucap Via dengan lemah.
"Biar dia sedikit bergerak sayang, udah ambil cepat" suara Derson sedikit meninggi kala melihat Amelia belum bergerak juga.
Dengan langkah berat Amelia pergi kedapur dan segera membawa segelas air hangat dengan tidak iklas.
"Manja amat sih jadi istri, suaminya juga terlalu lebay" omel Amelia dalam hati sambil terus berjalan sampai didepan Via dan meyerahkan air hangat itu.
"Via ini air hangatnya ya".
"Terimakasih ya Amelia" ucap Via sambil meminta air hangat itu dari tangan Amelia dan segera meminumnya sampai tandas.
Setelah melihat Via sedikit lebih segar dari pada tadi derson langsung mengajak Via untuk pergi kekamar dan mengabaikan Amelia yang ada didepan mereka.
"Sayang kita istirahat kemamar yok, kamu mandi dan tidur" ucap Derson dan menuntun kembali tubuh Via.
"Derson aku mau bicara".
"Berani sekali kamu memanggil namaku, apa kita sedekat itu?" tanya Derson senyum mengejeknya.
"Tidak bisa. kamu panggil aku tuan, dan jika ada yang ingin kamu bahas telfon lewat nomor via saja dan jangan telfon kenomorku, aku tidak ada waktu meladeni mu,dan sepertinya kamu sama seperti si tua bangka itu tidak tau diuntung" ucap Derson lalu pergi meninggalkan Amelia begitu saja.
Derson memapah tubuh Via dari kantai bawah sampai kekamar.
Suami idalam itu sepertinya sangat perhatian dengan istrinya, padahal istrinya hanya pusing sedikit tapi bertingkah kalau istrinya sedang sakit parah.
******
"Apa maksudnya tidak tau diuntung? dasar laki-laki bodoh, hanya bisa memandang satu wanita. tapi ketampanannya membuat ku ingin mencicipinya" batin amelia sambil melamunkan wajah tampan Derson.
"Bagaimana ya biar bisa dekat dengannya, sepertinha dia begitu bodoh hanya bisa mencintai Via seorang. aku harus berusaha lagi supaya bisa menadapatkan laki-laki tampan itu".
Marry yang kebetulan masuk kedalam kamar amelia merasa aneh melihat putrinya melamun sambil tersenyum.
"Sayang kenapa senyum begitu, apa sudah ada laki-laki yang membuat mu jatuh cinta?" tanya Marry.
__ADS_1
"Mama ganggu Amelia melamun, iya ma saat ini Amelia sepertinya menyukai seorang laki-laki" ucap Amelia dengan malu-malu.
"Siapa laki-laki itu sayang, mama ingin tau apa dia orang baik-baik"
"Nanti ya ma kalau Amelia sudah bisa mendapatkanya" ucap amelia tidak tau malunya menyukai suami orang yang tidak menaruh perhatian sedikit pun untuknya.
"Semoga kami berhasil sayang, mama pergi dulu" ucap Marry tersenyum senang karena belum mengetahui orang yang disukai anaknya itu.
Amelia yang merasa berbunga-bunga mengeluarkan suara cemprengnya, bernyanyi Ria didalam kamarnya, sampai dikamar mandi pun di tetap bernyanyi.
🌛🌛🌛
Selesai makan malam Derson, Via, James, dan Lily masih duduk tenang di kursi masing-masing James mulai bicara serius kepada Derson dengan niatnya yang akan pindah rumah.
"Boss aku dan Lily akan pindah rumah, aku sudah menyiapkan rumah baru untuk kami".
"Kenapa harus pindah? apa ada yang menggangu mu disini?" tanya Derson membuat James tertawa dengan kuat.
"Kamu kok ketawa?" tanya Derson heran.
"Tidak mungkin ada yang berani mengganggu ku disini, hanya saja aku ingin memiliki kehidupan yang baru apalagi saat ini aku sudah menikah".
"Apa Lily mau ikut dengan mu?" tanya Derson lagi tapi kali ini Lily yang langsung menjawan pertanyaan Derson.
"Aku mau kok kak, ngikut kak James" jawab Lily kayak anak kecil.
"Kalau itu sudah menjadi keputusan kalian, itu terserah kepadamu kalian saja, dan kapan kalian akan pindah?".
"Besok sore, berhubung besok libur kantor aku bisa membantu Lily untuk mengemas baju".
Setelah selesai dengan perbincangan itu, kedua pasang suami istri itu pergi kekamar masing-masing untuk istirahat mengingat jam sudah menunjukkan jam 9 malam dan sudah saatnya istirahat.
🌛🌛🌛
Dukung karya ini dengan like, komen, vote, favorite, kasih hadiah mawar, dan juga bintang 5nya.
__ADS_1
Terimakasih ❤❤❤