
🌛🌛🌛
Sialan kamu davis, aku mengandung anak mu tapi kamu malah asik bersama perempuan. besok aku harus menjumpainya dan mengatakan aku hamil. enak saja dia setelah menanamkan benihnya dirahimku ku ini dan ingin meninggalkan ku" batin Amelia.
Amelia berkaca di yang ada didalam kamar mandi itu "astaga wajah ku sepertinya makin tembem setelah hamil aku harus jaga pola makan ku supaya aku tetap cantik".
Amelia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah fress karena ia sudah mencuci wajahnya dengan air, lalu kembali kedapur melanjutkan aktivistasnya bersama yang lain.
"Sepertinya ada yang lagi galau yang merindukan suaminya" Via sengaja menggoda Amelia Ia ingin tau respon dari Amelia.
"Hehe.... aku tidak merindukannya. aku hanya kepikiran dengannya apa dia sudah ada wanita baru ya, padahal sekarang aku lagi mengandung anaknya" jawab Amelia sedikit berbohong.
"Kamu hamil ya, selamat ya" ucap Via memberi selamat kepada Amelia begitu yang lainnya termasuk Marry yang baru tau kalau Amelia sedang hamil anaknya Davis.
"Sayang kok nggak cerita sama mama?".
"Hehe maaf ma, kemaren aku bekum siap untuk memberitahu siapa pun, jadi aku diam saja tapi hari ini aku niatkan untuk kembali padanya demi anak ku juga".
Marry memeluk anaknya denga erat, ia terharu karena Amelia mau kembali bersama suami dan ia juga berharap Amelia dapat berubah begitu juga suaminya agar mereka bisa hidup bahagia.
Setelah adegan pelukan itu selesai mereka kembali dengan aktivitasnya sampai hidangan siap satu persatu dan ditata rapi diatas meja makan.
"Via kamu panggil yang lain untuk makan ya, biar ini kami yang siapkan semua!" ucap Mawar dengan lembut.
"Baik ma" Via berjalan keruang tamu untuk memanggil semua orang yang ada disana, tidak menunggu lama semuanya sudah duduk rapi dikursi masing-masing dan makan siang bersama pun telah dimulai.
*****
Seperti niat Amelia kemarin kalau hari ini dia berniat menjumpai Davis dikediamannya, Amelia mengendarai motor scoopynya, dan memarkirkannya tepat didepan rumah Davis.
Amelia berjalan menuju dalam rumah dan kebetulan dirumah tidak dikunci, Amelia langsung masuk kedalam tujuannya kali ini bukan untuk menuju kamarnya tapi kamar Davis.
Amelia melihat dengan jelas laki-laki itu sedang duduk diatas sofa sambil memangku latopenya tanpa niat melihat siapa yang datang.
"Davis" teriak Amelia dengan kencang.
"Ada apa?" tanya Davis cuek sepertinya ia tidak terkejut dengan kedatangan Amelia kerumah itu.
Amelia mendekat dan meletakkan 1 pcs tespek dimeja tempat Davis.
"Apa ini?" tanta Davis pura-pura heran.
"Lihat dulu!".
__ADS_1
"Ini tespek dan hasilnya positif hamil" jawab Davis lagi tanpa berniat bertanya itu punya siapa.
"Kamu nggak tanya gitu, itu milik siapa?" tanya Amelia dengan geram.
"Nggak... lagian aku sibuk ngapain ngurusin kehamilan orang".
"Davis sialan aku hamil.... anak kamu" teriak Amelia tidak terima dengan respon Davis padanga.
"Bagus dong, itu artinya sebentar lagi aku jadi ayah. yaudah kamu pasti capek teriak-teriak sana istrahat dikasur aja!" usir Davis.
"Ngeselin banget sih, udah ach percuma ngomong sama kamu nggak ada artinya. aku pulang saja" Amelia hendak pergi dari sana tapi tangannya dicekal oleh Davis.
"Ada pekerjaan yang sedang harus aku urus, jadi kamu istrahat dulu disana habis itu kita bicara" ucap Davis sambil menunjukkan kasur miliknya.
"Ogah.... aku tidur dikamar ku saja".
"Mau tidur disini atau mau aku ikat biar tidur disini" ancam Davis.
Amelia bukannya takut ia malah mencoba melepaskan tangan Davis dari pergelangan tangannya, dan mencoba untuk pergi.
"Lepas....".
"Nggak sebelum kamu nurut ucapan ku".
"Iya... sudah ada 3 PRT yang akan membereskan rumah ini, masak juga ada yang mengerjakan jadi sekarang kamu sudah jadi nyonya besar dirumah ini, cukup jaga kandungan mu itu sudah cukup".
Mendengar ucapan Davis Amelia merasa senang itu artinya ia tidak perlu lagi meng-lap keringat yang bercucuran akibat mengerjakan rumah hanya sendirian. akhirnya Amelia mengalah dan memutuskan istirahat diranjang milik Davis.
"Sekalian besok kamu ajak mama tinggal disini, kasian mama tinggal sendiri dirumah" ucap Davis pengertian.
"Kamu serius, kamu memikirkan mama ku juga?".
"Nggak mungkin cuma anaknya yang aku pikirkan yang pasti kalau aku pikirkan anaknya aku juga pikirkan mamanya".
"Jadi kamu memikirkanku?".
"Nggak usah banyak tanya kamu istirahat saja aku mau lanjut kerja" ucap Davis membuat Amelia diam tidak berkutik lagi.
******
Sedangkan dikediaman Derson saat ini kedua orang ini sedang bersiap-siap karena Derson ingin kekantor dan Via meminta ikut dengan Derson.
"Sayang sudah siap?" tanya Derson sambil merapikan dasinya.
__ADS_1
"Sudah sayang, ayo kita berangkat" jawab Via lalu berjalan mendekati Derson. mereka keluar bersama dan berangkat bersama menuju kantor Aderson company.
Sesampainya disana setelah memastikan via istirahat dengan santai, ia memulai aktivitasnya yang super duper sibuk hari ini.
Derson keluar dari ruanganya menuju ruangan James.
"Mana berkas yang akan kita bawa rapat nanti? aku mau periksa sebentar" ucap Derson.
"Ini berkasnya sebentar lagi kita pergi keruangan meeting".
"Baiklah aku mengerti, nanti ingatkan aku kembali" seru Derson sambil berjalan kembali keruangannya dengan membawa berkas ditangan.
*****
Ternyata kali ini rapat ini membahas tentang pembangunan pabrik disebuah desa, dan didesa itu perkebunan kapas sangat luas jadi mereka membuat proyek ini menjadi salah satu cabang dari aderson company dimana disana ia akan mengolah kapas menjadi benang dan langsung di olah menjadi kain.
Seharian penuh Derson dan James sibuk memeriksa berkas untuk pembangunan pabrik ini, sampai sore hari baru mereka memutuskan untuk pulang kerumah.
"Sayang kita pulang yok, kamu bosan ya nungguin aku?" tanya Derson.
"Nggak kok sayang seharian ini aku abiskan untuk menonton drakor" jawab Via tanpa melirik dlDerson ia masih setia dengan tontonannya.
"Yaudah nanti lagi nontonnya ya, kita pulang dulu aku mau istirahat dirumah, rasanya badanku sangat lelah seharian kerja full" ucap Derson sambil berjalan kearah pintu.
Via langsung mematikan hpnya dan mengikuti langkah Derson.
"Sayang kamu tau nggak kalau Amelia itu sudah hamil dan dia bakal kembali pada suaminya?" tanya Via saat mereka sudah duduk dengan tennag didalam mobil.
"Belum tau sayang, kapan dia ngomong gitu?".
"Kemaren pas kamu lagi masak didapur mama".
"Owhh baguslah kalau begitu, itu artinya dia tidak bisa lagi gatal sama aku".
"Hehe aku juga berpikiran seperti itu dan sekalian juga biar dia bisa hidup bahagia bersama suaminya".
"Kamu benar banget sayang" seru Derson
🌛🌛🌛
**jangan lupa kalian tinggalkan jejak ya... dengan like, komen, vote, favorite, kasih hadiah mawar, dan juga bintang 5nya.
makasih**
__ADS_1