MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 41


__ADS_3

🌛🌛🌛


Selesai makan malam tidak banyak bicara Derson hendak pergi dari meja makan tapi tangannya ditahan oleh Via, lalu Derson menoleh via langsung memberi kode untuk derson supaya duduk kembali. dengan berat hati derson duduk kembali kekursinya.


"Kak Derson boleh nggak mama tidur dirumah ini?" tanya Lily.


"Nggak".


"Malam ini aja kak biar besok Lily menikah ada mama yang temani Lily".


"Ada kakak, ada Via juga".


"Tapi Lily juga mau ada mama".


Via yang melihat kakak adik itu yang sedang bertentangan langsung menggemgam tangan Derson dibawah kursi, Derson yang mengerti kode dari sang istri akhirnya mengalah dengan Lily.


"Baiklah kakak izinkan, sekarang kalian pergi kekamar saja, kakak juga mau istirahat" ucap Derson lalu beranjak dari kursinya mengajak Via untuk ikut dengannya.


Kini tersisa Mawar, Lily dan James dimeja makan, James melirik Lily tapi Lily hanya diam tidak ada ekspresi apapun yang ditunjukkan.


"Lily kamu antar tante dulu habis itu datang lagi kesini aku mau bicara padamu" ucap James dengan ekpresi dinginnya, sedingin hatinya saat mendengar ucapan Lily yang mengatakan James hanya asisten Derson.


"Ayok ma Lily antar kekamar ku dulu" Lily mengajak Mawar tanpa menjawab pertanyaan dari James.


Lily dan Mawar berjalan kelantai dua menuju kamar Lily, sesampainya dikamar, Lily kembali menuruni anak tangga menjumpai James yang sudah duduk diruang tamu.


"Apa yang mau kakak bicarakan?" tanya Lily berdiri disamping James.


"Duduklah dulu".


"Jangan merasa terbebani disini akulah jadi korban bukan kamu, aku melakukan itu semua karena paksaan dari kakak mu. dan satu lagi malam itu kamu yang terlalu memaksakan ku".


"Kalau kakak nggak mau tanggung jawab kita tidak usah menikah, biar aku katakan pada kak Derson kalau aku tidak siap menikah dengan kakak" kini mata bumil itu sudah mulai basah, dia sangat tersinggung dengan ucapan James kepadanya.


"Kalau kamu terpaksa menikah denganku, mari menikah sampai anak itu lahir" ajak James.


"Baiklah aku setuju, apa perlu ada surat perjanjian seperti di novel-novel?".


"Tidak perlu aku seorang laki-laki yang bertanggung jawab dengan ucapan ku" ucap James lalu pergi begitu saja dari hadapan Lily menuju kamarnya.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Ditempat lain Mawar sedang menelfon dengan Jhosua mengatakan kalau dirinya akan menginap dirumah anaknya dan kemungkinan pulang besok siang.


Klek....


Lily masuk kekamar melihat sang mama, dia sedang menelfon seseorang. Lily langsung berlari kearah Mawar lalu memeluknya dengan erat.


"Ada apa sayang kok kamu menangis, kalau ada apa-apa kamu boleh cerita sama mama, kalau bisa mama akan kasih solusi untuk mu".


"Hiks.... hiks.... Lily sedih ma diumur Lily yang masih muda Lily malah harus menikah dengan asisten kak Derson, Lily juga mengandung diluar nikah ma".


"Sayang hidup ini sangat kejam, apapun yang kamu lalui kamu harus menguatkan dirimu untuk menerima kenyataan baik itu masalah sangat besar dan sangat susah diselesaikan, kalau masalah pernikahan ini mama setuju kamu menikah dengan James dia orang yang baik".


"Tapi aku tidak mencintainya ma, begitu juga sebaliknya".


"Jika kamu menerimanya dengan iklas percayalah kamu pasti akan menemukan kebahagiaanmu darinya".


Kini mawar melepas pelukannya lalu meng-lap air mata Lily yang membasahi pipinya.


"Sayang jangan nangis terus nanti cantiknya hilang, terus beby akan ikut sedih kalau mamanya sedih".


Akhirnya Lily mau diam dan tidur dikasur sambil memandang sang mama, kedua wanita itu bercerita banyak hal.


"Mama tunggu disini ya aku mau telfon teman aku biar Mama kenalan" ucap Via tersenyum.


"Namanya Isla, dia tinggal diamerika serikat" Lily sengaja tidak memberitahu Isla temannya itu anak mamanya Mawar.


Setelah Lily menelfon Isla beberapa kali baru telfon itu diangkat oleh Isla.


"Hallo kak maaf ya baru diangkat soalnya tadi Isla dari kamar mandi".


"Iya nggak apa-apa dek, dek kamu mau kenalan nggak sama mama kakak dia ada disini lho".


"Bukannya kakak bilang kakak nggak punya mama?".


"Heheh baru ketemu hari ini, jadi mulai hari ini kakak sudah punya mama, dan kakak juga sangat menyayanginya" ucap Lily bahagia.


"Yaudah kakak kasih hpnya biar Isla kenalan" ucap Isla dari seberang telfon, lalu Lily memberi hp itu kepada Mawar disampingnya dan kebetulan telfon itu panggilan vidio.


"Hallo Ma, kok mama sama kak Lily? mamanya kak Lily mana?" tanya Isla dari seberang telefon.


"Ternyata kamu teman anak ku, Lily itu putri pertama ku heheh. ternyata dunia ini sempit ya kalian kakak adik ternyata sudah berteman dari dulu" jawab Mawar bahagia, dari dulu Mawar sudah menduga-duga kalau temannya Isla yang diceritakan isla itu Lily.

__ADS_1


"Kemaren Isla juga sudah mendunga kalau anak mama yang sering mama ceritakan itu kak Lily, apalagi kalau Isla lihat mama sama kakak sangat mirip nggak kayak aku mirip papa" ucap Isla cemburut.


"Tapi kamu tetap cantik sayang, kalian berdua sama-sama cantik dan mama juga sangat menyayangi kalian melebihi apapaun, kamu jaga diri baik-baik ya disana".


Setelah mengucapkan kata Mawar meyerahkan hp kepada Lily dalam mode panggilan masih menyala.


"Dek isla aku mau bermanja dulu sama mama aku ya, bye" ledek Lily.


"Itu mama ku juga kak, tunggu aku pulang akan aku rebut kembali mamaku darimu" ucap Isla tidak mau kalah, Mawar yang mendengar percakapan kedua putrinya sangat terharu diperebutkan kedua putrinya.


"Kita akan bersaing tapi malam ini aku yang akan jadi pemenangnya" ucap Lily.


"Yaudah kakak bersemag-senanglah dulu sama mama, aku memberi waktu kepada kakak" jawab Isla lalu mematikan telfon itu.


Setelah meletakkan hpnya dinakas Lily meghadap mamanya dan dilihatnya Mawar sedang menghapus air mata.


Lily yang mengerti mamanya sedang terharu hanya diam dan memeluk mamanya untuk segera tidur.


🌛🌛🌛


Dikamar lain Derson bersama Via sedang duduk manis diatas sofa, sepasang suami istri itu sedang menonton film horor yang sedang trending.


"Aku takut kamu saja ya yang nonton aku mau tidur duluan" ucap Via.


"Temani aku, boleh nggak panggilannya jangan kamu kamu terus" ucap Derson.


"Jadi mau dipanggil apa? tuan?" tanya Via membuat Derson tertawa kuat.


"Hahah jangan tuan sayang, panggil aku sayang saja".


"Hah...? nggak achh malu dikira orang aku sayang sama kamu".


"Jadi kamu nggak sayang samaku?" tanya Derson lalu Via langsung menggeleng.


"Brarti kamu senang dong kalau aku mati".


"Jangan mati jugalah nanti aku jadi janda muda" ucap Via cemburut.


"Berarti kamu sudah sayang padaku makanya kamu nggak mau kehilangan ku" ucap Derson lagi.


"Ngomong apaan sih, pokonya aku nggak mau janda muda apalagi suamiku meninggal dunia" ucap Via mengakui Derson suaminya.

__ADS_1


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2