
🌛🌛🌛
"Kenapa kakak nanya kayak gitu?".
"Hanya menduga saja sih, menurutku kalian itu sangat cocok dan serasi".
"Hehehe kira-kira seperti itulah kak aku dan kak James seperti sudah serius dengan hubungan ini" jawab Lily dengan malu-malu apalagi mengingat kemaren sore dirinya sudah melayang-layang dibuat oleh James dan seketika wajah Lily merah seperti tomat kala mengingat kejadian itu.
"Ternyata kak James paten juga" batin Lily sambil memuji James.
"Lily wajah mu merah, tunggu.... tunggu..... aku bisa tebak kalau kalian baru pertama kali melakukannya setelah menikah pasti kemaren sore kan" tebak Via.
"Shut.... jangan bilang-bilang kak Lily malu" ucap Lily sambil membumkam mulut Via.
"Disini cuman kita berdua ngapain malu? aku juga sudah biasa seperti itu. tapi ngomong-ngomong gimana si James beruang kutub itu apa dia sangat ganas sampai membuat mu kewalahan?".
"Iya kak, kak James paten pokoknya" jawab Lily tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya dan geleng-geleng kepala.
"Maksud ku kak James......".
"Is the best ya?" potong Via.
"Ihhh nggak usah dibahas lagi kak Lily malu, nanti kalau Lily sudah hamil lagi brarti kak james is the best" ucap Lily.
"Iya deh iya, kita minum dulu lain kali bahas ini lagi".
Kedua wanita itu meminum minuman segar yang ada diatas meja sampai tandas dari gelasnya. mereka berdua sampai lupa mengerjakan kembali tamannya yang belum jadi total, ketika supir Via datang membawa pot pun via langsung menyuruhnya untuk menyimpan pot itu karena merasa kelelahan.
Berhubung hari sudah semakin sore Via dan Lily beranjak dari duduknya menuju kamar masing-masing, saat ini keduanya ingin mandi agar lebih fress saat suami mereka pulang.
Itu adalah salah satu cara untuk membahagiakan suami, ketika ia pulang kerja istri menyambutnya apalagi dengan tanpilan yang membuat suami makin tertarik dan makin cinta.
Dengan begitu suami tidak akan melirik perempuan diluar sana, karena yang dirumah saja sudah membuat nyaman untuk apa mencari sampah-sampah yang tidak terpakai diluar sana.
Tidak seperti biasanya setelah mandi baik Via maupun Lily keluar dari kamar menuju lantai bawah, keduanya sudah terlihat rapi dengan pakaian rumah yang panjangnya selutut.
Saat mereka masing ditangga keduanya melihat ada dua orang perempuan yang sedang duduk diruang tamu, dari postur tubuhnya Lily langsung mengenali kalau itu tubuh sang ibu.
__ADS_1
Lily langsung mempercepat jalannya menghampiri Mawar yang sedang duduk disofa bersama Isla adek sekaligus temannya Lily.
"Hay mama, hay dek Isla" sapa Lily lalu menyalan tangan Mawar.
"Bagaimana kabar mama?" tanya Via sambil menyalam tangan Mawar juga, lalu meyalam Isla sambil berkenalan.
"Kabar mama baik sayang kalau kalian?" tanya Mawar kepada dua perempuan itu.
"Kami sehat mah, ohh ya ma? ini anak mama yang sering mama ceritakan itu ya?".
"Iya sayang, dia itu anak paling kecil mama, berhubung besok dia akan kembali ke Amerika Serikat jadi mama bawa dia bertemu Lily, sekalian biar kalian saling kenal".
Mawar, Isla, Via, dan Lily bercengkrama dengan serius kadang tertawa kadang berbicara serius, mereka larut dalam pembicaraan itu sampai jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.
Via melirik jam tangannya dan melihat jam sudah jam 6 sore tapi Derson maupun James belum pulang juga, Via mengambil hpnya lalu menghubungi Derson.
Setelah mengetahui kalau Derson dan James pulang telat, Via mengajak Mawar, Isla dan Lily makan malam dulu baru lanjut bicara lagi.
"Mah kita makan dulu yok, sudah sore".
"Ayok mahh, Isla pengen makan dirumah kak Lily apalagi ini pertama kali Isla datang kesini" ucap Isla dengan gembira sambil berdiri dari duduknya.
Setelah selesai makan malam dan istirahat sejenak mawar dan isla ijin pamit pulang, keempat perempuan itu saling perelukan tanda mereka akan berpisah dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.
James dan Derson masuk kedalam rumah dengan gagahnya, Derson melihat adegan berpelukan itu tapi Derson pura-pura tidak melihatnya dan langsung menuju kamar yang ada di lantai dua.
Sedangkan James mendekat kearah mereka dan menyalam tangan Mawar karena bagaimana pun hubungan Derson dengan Mawar tapi Mawar tetaplah mertuanya, apalagi sekarang hubungan Lily dengan Mawar sudah membaik.
"James sekali-sekali kalian datang ya kerumah mama ajak Lily, kalau bisa kalian nginap disana" pinta Mawar sebelum pergi.
"Iya tante kapan-kapan kami akan kesana" jawab James dengan sopan.
Mawar dan Isla sudah pulang Via, Lily dan James naik keatas menuju kamar mereka masing. Via berjalan paling depan stelah sampai didalam kamar Via langsung menghampiri Derson yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Sayang kamu pasti capek ya, apa perlu aku ambilkan makan malammu dari bawah?".
"Tidak usah sayang, suruh pelayan saja yang bawakan, lagian aku masih ada kerjaan nanti saja makannya".
__ADS_1
Saat ini Derson sudah duduk diatas sofa sambil memangku latopenya, Via mendekat kearah Derson lalu memijit-mijit pundak Derson dengan lembut.
"Terimakasih sayang" seru Derson.
"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu, kamu lelah kerja seharian sedangkan aku hanya duduk diam dirumah ini".
"Selagi aku mampu itu sudah sewajarnya aku lakukan padamu, kamu sebagai istri cukup dirumah saja berhubung pekerjaan ku bisa mencukupi semua kebutuhan mu, beda halnya jika aku tidak mampu lagi bekerja dan uang yang kita punya tidak cukup, baru kamu bisa bekerja seperti aku".
"Terimakasih sayang" ucap Via lalu memeluk Derson dari arah belakang, kini air matanya jatuh dari matanya tanpa bisa ia kontrol, Via merasa dirinya sangat berharga dimata Derson walau dulu ia pernah merasa dititik terendah.
"Sayang kapan-kapan ajak aku ya melihat orang tua mu, aku ingin mengenalkan diriku kepada mereka, aku ingin mengucapkan terimakasih karena telah melahirkan mu kedunia ini untuk melengkapi hidupku dan merubah hidupku jadi lebih baik".
"Iya sayang aku pasti akan mengenalkan mu kepada mereka".
Malam semakin larut Derson bukannya melanjutkan pekerjaannya dia malah berbicara banyak hal dengan Via sampai jam menunjukkan pukul 10 malam.
Kriuk....
"Hahaha...... kamu sudah lapar sayang. tunggu disini ya aku telfon pelayan untuk membawakan mu nasi" ucap Via lalu berjalan kearah gagang telefon untuk menelfon pelayan.
Karena jam sudah pukul 10 malam dan kemungkinan pelayan memanaskan beberapa sayur untuk derson sehingga pelayan itu datang sekitar 15 menit setelah selesai Via menelfon mereka.
Derson begitu lahap menghabiskan makanan yang ada dipiringnya mungkin efek lapar, dalam segejap makanan itu sudah masuk kedalam perut Derson dengan sempurna.
🌛🌛🌛
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit
Hadiah mawar yang mekar
__ADS_1
Dan juga bintang 5nya kalau suka cerita ini.
Makasih ❤❤❤❤