MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 93


__ADS_3

🌛🌛🌛


Brak.....


Meja dipukul dengan kuat, kediaman Bowo yang baru, seorang perempuan mengamuk saat tau suaminya bakal menikah lagi. padahal disana sudah beberapa orang saksi yang akan menyaksikan pernikahan Amelia dengan Bowo.


"Keluar kalian semua dari rumah ini" bentak perempuan itu yang masih terlihat anggun mungkin karena perawatan yang ia lakukan setiap bulannya, dan dibelakangnya seorang laki-laki tampan tapi tatapannya sangat tajam menyiratkan kemarahan.


"Kalian jangan pergi dulu duduk ditempat semuanya" pinta laki-laki bernama Davis.


"Kenapa sayang? apa kamu ingin melihat papamu menikah dengan wanita ular itu?" tanya Mira mamanya Davis.


"Aku yang akan menikahi wanita ular itu supaya dia tidak lagi merebut papa dari mama" ucapnya dengan dingin.


"Apa kamu deman sayang, kamu mau menikahi wanita tidak benar?".


"Aku yang akan memberinya pelajaran karena berani mengganggu keluarga kita. ayok kita lihat bagaimana rupa wanita ular itu, ingin sekali ku cabik-cabik wajahnya itu" Davis mulai berjalan sambil menyuruh perias yang duduk tenang untuk mengantarkannya kekamar Amelia.


"Kamu temui perempuan itu aku mau menunggu papa mu disini".


Beberapa saat Bowo keluar dari dalam kamar dengan mengenakan jas dan celana yang senada, Mira hanya diam memandangi Bowo hal itu membuat Bowo merinding karena Mira merupakan wanita yang sangat galak.


"Mah wanita itu yang menjebak ku, aku terpaksa menikahinya" ucap Bowo takut-takut.


"Apa yang ia lakukan padamu sampai harus menikah dengannya?".


"Dia menjebakku dan tidur dengan ku, makanya aku harus tanggung jawab" ucap Bowo berbohong.


"Berani sekali wanita ular itu menggoda mu akan aku beri dia pelajaran yang setimpal nantinya" ucap Mira dengan marah.


"Huftt selamat.... selamat.....aiss sayang sekali tadi malam aku tidak jadi tidur dengannya" batin Bowo.


"Kenapa melamun pah".


"Tidak apa-apa mah" ucap Bowo gelagapan.


🌛🌛🌛


Klek....


Davis membuka pintu kamar dan melihat seorang perempuan yang sudah berpakain baju kebaya dan make yang menempel di wajahnya membuat perempuan itu terlihat cantik.

__ADS_1


Amelia lia langsung menoleh kearah Davis dan langsung menghampiri Davis.


" Kamu suruhan Bowo ya, tolong jangan bawa saya. saya tidak mau menikah dengan situa bangka itu. saya bayar kamu deh" ucap Amelia membuat kening Davis mengerut.


"Apa aku terlihat seperti orang suruhan? apa tampang ku tidak seperti orang pemimpin yang tampan ya? apa tadi ia bilang? tidak mau menikah, jadi disini siapa yang terpaksa dan memaksa" batin Davis.


"Kamu kenapa bengong, nggak mau nyelamatin aku ya?" Amelia merosotkan badannya kelantai karena dia sudah putus asa. saat ini pasti sudah berakhir dia pasti akan menikah dengan tua bangka itu.


"Hiks.... hiks..... Aaaaaa.... aku tidak mau menikah selamatin aku" teriak Amelia membuat Davis menutup telinganya karena suara cempreng Amelia sangat keras.


"Berdiri dulu aku mau bicara" pinta Davis tanpa melihat kebawah.


Amelia berdiri dan ia melihat wajah tampan Davis.


"Dia tampan tapi lebih tampan lagi suami orang" batin Amelia membandingkan Davis dengan Derson.


Amelia dan Davis sudah duduk diatas ranjang, Davis banyak bertanya bagaimana bisa mereka bisa sampai menikah dan dari mana awal mulanya, dengan sabar dan memperlihatkan wajah sedih Amelia menceritakan semua masalahnya.


"Siapa yang aku percaya? wanita ini atau papa? tapi aku harus hati-hati dengan perempuan ini" batin Davis saat Amelia sudah siap cerita.


"Aku bisa menggagalkan pernikahan mu dengan Bowo tapi kamu harus menikah dengan ku hari ini" ucapan itu membuat Amelia menelan ludahnya.


"Hufft kamu itu bukan incaran ku, aku mengincar laki-laki tampan satu lagi. tapi dari pada menikah sama situa bangka leboh baik menikah dengan mu lagian nggak buruk amat" batin Amelia.


"Memiliki siapa?" ternyata kali ini Amelia berbicara seperti biasa sehingga Davis mendengar ucapan Amelia.


"Achh aku nge-fans sama seseorang. apa harus menikah ya? pacaran dulu gitu baru menikah" tawar Amelia.


"Nggak bisa, kita harus menikah sekarang. kamu pilih menikah dengan ku atau menikah dengan laki-laki tua yang kamu sebut situa bangka itu?".


"Dua-duanya nggak".


"Yaudah aku pergi semoga acaranya berjalan dengan lancar ya, calon suami mu ada dibawah sudah menunggu" ucap Davis.


"Tunggu...."


Davis menghentikan langkahnya saat dia sudah didekat pintu.


"Aku mau menikah dengan mu" ucap Amelia membuat Davis merasa menang.


"Ayo turun kita akan menikah sekarang juga" ucap Davis lalu terus menjalankan kakinya diikuti Amelia dari belakang.

__ADS_1


Davis dan Amelia sudah sampai dilantai bawah, Amelia dapat melihat Bowo dengan wajah masamnya disampingnya ada seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


"Disamping situa bangka itu siapa?".


"Itu istrinya situa bangka, dan hari ini istri situa bangka minta tolong padaku untuk menikah denganmu supaya kamu jangan menggangu suaminya" bisik Davis.


"Kamu pekerja situa bangka itu ya?" tanya Amelia dan dijawab anggukan oleh Davis.


Davis dan Amelia duduk didepan penghulu mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri Davis tidak menyangka kalau hari ini dia menikah begitu juga dengan amelia.


Semua orang sudah bubar termasuk Bowo dan istrinya, kini tinggal Davis dan Amelia dirumah itu.


"Apa aku sudah bisa pulang kerumah ku?" tanya Amelia sambil melihat Davis yang sedang meminum air putih dari gelas.


"Kita akan tinggal disini selamanya, istri Bowo memberikan rumah ini kepada ku karena telah berhasil menikahi perempuan yang menggoda suaminya" ujar Davis.


"Dasar situa bangka sialan itu beraninya dia memfitnah ku, padahal dia yang memaksa ku menikah dengannga" umpat Amelia.


"Kalau begitu sekarang kamu antar aku kerumah ku aku mau menemui ibuku dan minta ijin akan pindah kesini" ucap Amelia masih dengan wajah kesalnya.


"Lets go" Davis langsung mengambil kunci mobilnya dari saku celananya dan mulai berjalan.


🌛🌛🌛


Davis dan Amelia sudah sampai dirumah Amelia yang ia beli dulu, minggu lalu Marry dan Amelia tidak jadi pindah rumah karena Amelia menolak pindah rumah.


Amelia dapat melihat diruang tamu sudah ada Via dan juga Derson sedang berbicara kepada Marry.


"Kalian ngapain kesini?" tanya Amelia dengan wajah sinis rasanya, ia masih kesal dengan kedua orang didepannya.


"Kami mau minta maaf sama tante karena tidak bisa menolongmu. bagaimana pernikahannya apa sudah batal dan itu laki-laki dari mana kamu pungut katanya nggak punya pacar" ucap Via dengan mulutnya yang sedikit cerewet.


"Itu bukan urusan kalian, yang aku tanya ngapain datang kesini?" tanya Amelia dengan kesal.


"Jaga cara bicara mu nona, apa kamu lupa rumah ini rumah siapa?" Derson bertanya dengan tatapan sinisnya.


"Tante kami pulang dulu ya, sepertinya Amelia tidak memyukai kami datang kesini" Via pura-pura sedih dihadapan Marry.


"Amelia jaga bicara mu, Via sedang hamil tidak bisa tersinggung, dia pasti sensitif" ucap Marry kepada Amelia.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa vote ya


__ADS_2