
"Sayang makasih ya untuk semuanya, dan aku mau mulai besok kamu cuti kuliah untuk menghindari masalah seperti dulu, besok aku akan mengajukan cuti untukmu" ujar James dan dibalas anggukan oleh Lily ia juga trauma kalau sampai masalah itu terulang lagi.
"Iya kak".
Mobil itu mulai berjalan kembali untuk pulang kerumah, rumah yang sudah mereka tinggali hampir 2 tahunan, tempat mereka berteduh dam berkeluh kesah. rumah itu menjadi saksi dimana mereka benar-benar menjadi pasangan suami istri yang sudah berjanji kalau mereka akan bersama sampai akhir.
Dan sekarang janji itu sudah berbuah manis dengan adanya calon James junior walau masih sebesar sebiji kacang, tapi seiring berjalannya waktu biji kacang itu akan membesar dan akan menyerupai sang papa atau mamanya atau mungkin menyerupai keduanya.
"Sayang...."panggil James karena dari tadi Lily hanya diam.
"Hmm... apa kak?".
"Kamu nggak senang ya, kita bakal punya anak?padahal sudah hampir setahun kita ingin memiliki anak tapi tak kunjung diberi".
"Bahagia kak, siapa bilang nggak bahagia, aku tuh bahagia banget, aku udah nggak sabar menggedong, menyusui dan merawat anak kita sampai besar nanti".
"Tapi kenapa dari tadi diam?".
"Rasa bahagia ku nggak bisa aku ungkapin lagi dengan kata-kata kak, aku cukup bahagia dengan caraku yang diam".
"Hmm... sykurlah sayang, nanti kalau kamu ngidam atau pengen sesuatu katakan saja aku pasti bakal mengabulkannya untukmu selagi masih bisa kujangkau" ucap James sambil menggemgam tangan Lily.
"Hehe sepertinya aku tidak mau apa-apa kak, aku hanya ingin rujak setiap hari".
" Tapi jangan tiap hari ya sayang, nanti aku atur waktu yang pas buat makan rujak".
"Katanya mau ngasih apa yang aku minta" rengek Lily dan kini ia memayunkan bibirnya kedepan seperti orang yang sedang merajuk.
"Sayang bibir jangan begitu, rasanya aku ingin menggigitnya" goda James, Lily langsung menutup bibirnya dengan kedua tangan dan menggelengkan kepalanya.
"Kok gitu yank? seperti jijik kalau aku mencium mu".
"Hehe nafas ku bau sayang, bau sambal rujak" ucap Lily.
"Itu lebih mantap".
__ADS_1
"Nggak boleh".
Hahah.... James hanya tertawa melihat tingkah Lily yang menutup bibirnya sambil geleng-geleng kepala padahal ia hanya menggoda Lily saja.
*****
Berita kehamilan Lily sudah didengar hampir semua orang dan keluarga mereka, dan keluarga sangat bahagia mendengar berita bahagia itu, dan saat ini kandungan lily sudah merumur 8 bulan lebih dan perhitungannya seminggu lagi lily akan melahirkan anak mereka.
Tapi sepertinya perhitungan itu meleset buktinya pagi ini lily mengeluh perutnya sakit dan kemungkinan ia akan melahirkan hari ini, James sangat antusias menunggu detik-detik ini, dengan rasa cemas James langsung menggedong tubuh kecil itu namun sedikit berisi karena Lily sedikit gemukan saat hamil.
James meletakkan Lily disamping kemudi dan tidak lupa ia memasangkan sabuk pengaman dibadan Lily setelah itu ia berlari menuju kursi kemudi lewat depan mobil.
"Sayang kamu sabar ya" ucap James dengan cemas dan menjalankan mobilnya dengan sedikit kencang karena Lily sudah tidak tahan lagi. sebenarnya Lily sudah mulai merasa sakit mulai tadi malam tapi karena belum parah ia diamkan tanpa memberitahu James yang super posesif itu. hingga pagi ini ia tidak tahan lagi dengan sakit yang dirasakannya.
"Sakit kak, Lily nggak tahan lagi" ucap Lily dengan lirih sambil meng-lap keringat yang bercucuran didahinya.
James makin mempercepat laju mobilnya rasanya ia tidak tega melihat istrinya merintih kesakitan, sampai mobil itu sampai didepan rumah sakit, James langsung mengangkat tubuh Lily kedalam rumah sakit dengan berlari.
"Cepat tangani istri saya, dia mau melahirkan" ucap James kepada perawat yang ada disana, perawat itu langsung mengenali James dan Lily karena mereka setiap bulan datang untuk cek dirumah sakit ini.
Diruagan bersalin
Saat ini Lily berjuang untuk melahirkan anak mereka karena sudah waktunya Lily melahirkan dan saat ini Lily ditemani oleh suaminya James, James setia meng-lap keringat didahi Lily sambil memberi semangat.
"Sayang kamu pasti kuat" ucap James sambil menggemgam tangan Lily dan satu lagi memegang kepala Lily sekali-kali James merapikan rambut Lily yang sudah berantakan.
"Kak aku nggak kuat lagi, dan ini sakit sekali".
"Nona ayok tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan dengan kuat, kepala bayinya sudah mulai terlihat, dalam hitungan ketiga keluarkan ya" perintah dokter Riri.
"1....2...3....ayok non".
Lily mengikuti arahan dokter Riri dengan sekuat tenaga ia menggenjan dan akhirnya bayi itu keluar dengan selamat. jangan lupakan James saat ini, Ia juga merasa kesakitan saat Lily menjambak rambutnya dengan sekuat tenaga namun ia tetap menahannya seolah-olah ia tidak merasa sakit, namun sebenarnya kepalanya sudah nyut-nyutan.
Dokter Riri langsung membersihkan Lily beserta perawat lainnya dan bayinya juga segera diurus salah satu perawat disana.
__ADS_1
"Selamat nona anak anda berjenis kelamin laki-laki, dan dia sangat tampan" ucap dokter Riri.
Setelah selesai semua prosesnya Lily dibawa keruangan rawat, tidak lupa mereka membawa bayi itu kesana.
"Saya permisi dulu ya non" ucap Riri dengan ramah.
"Terimkasih ya dok" ucap James dan Lily baregan.
"Sama-sama kalau begitu saya pamit ya masih ada pasian yang harus saya periksa" Riri langsung undur diri dari ruangan itu.
"Sayang anak kita tampan kayak aku" ucap James sambil meletakkan anak mereka disamping Lily.
"Tampannya anak mama, terimaksih sayang kamu sudah hadir dalam kehidupan mama, mama bangga memiliki mu, kamu akan menjadi segalanya bagi mama" ucap Lily sambil mengelus pipi anaknya yang tembem itu.
Ruangan itu rame saat satu persatu keluarga berdatangan, untuk mengucapkan selamat atas kelahiran putra James dengan Lily.
Mawar sangat antusias saat melihat cucunya itu, Mawar langsung menggedongnya dalam dekapan hangat.
Cucu nenek gantengnya, jadilah anak yang baik yang sayang, jangan jadi nakal seperti pamanmu yang ada dipojok sana" ucap Mawar sambil melihat Derson yang saat ini membuat susu untuk Devi yang sudah berumur 2 tahun itu.
Derson dan Via sangat kewalahan saat Devi berlari kesana kemari, anak itu sangat aktif dan sekarang ia juga sudah bisa berbicara sedikit-sedikit.
"Sayang ayok kita lihat dedek tampan, jangan lari-lari nanti jatuh" ucap Via sambil menangkap anak kecil itu yang terus berlari tanpa ada niat untuk diam.
Via mendekatkan Devi kepada anak Lily dengan gemas Devi inhin mencium anak Lily itu tapi ditahan oleh Via takutnya Devi menciumnya denga kuat hingga membuat anak baby itu terganggu.
Kini kebahagian itu sudah lengkap dimana setiap ada rintangan bisa dilewati walau terkadang sangat sulit untuk melewatinya tapi sekarang mereka sudah memetik hasilnya dengan berbuah manis, dimana dahulu Derson yang sangat kejam berubah seiring berjalannya waktu dengan adanya perempuan disampingnya yang menjadi pendamping hidup Derson saat ini, Via juga sudah memetik hasilnya ia bisa merasakan manisnya perlakuan Derson kepadanya selama ini. walau dulu ia sempat merasakan pahitnya masuk dalam kehidupan Aderson.
James dan Lily juga sudah memetik hasil yang selama ini mereka tanam, dimana awal pernikahan tidak ada cinta namun seiring berjalannya waktu cinta tumbuh diantara mereka dan sekarang diberikan anak untuk mengikat cinta mereka untuk menjadi lebih kuat.
Sama halnya dengan Amelia yang dulu sempat terobsesi dengan sikap dan sifat Derson dalam memperlakukan Via, Amelia melihat Via hidup bahagia dibuat oleh Derson, tapi dibalik itu semua ia juga menemukan sosok laki-laki yang membuatnya lebih nyaman dengan cara yang berbeda.
Harry situkang rusuh mendapatkan ganjarannya, setelah ia mendapat berbagai hukuman hal itu tidak membuatnya jera melakukan kesalahan hingga diakhir hayatnya ia belum sempat meminta maaf kepada orang-orang yang sudah dibuat susah olehnya.
Sedangkan Mawar ia merasa paling bahagia diantara mereka semua dimana ia bisa berkumpul lagi dengan anak-anaknya yang sudah lama ia cari, ia juga mendapatkan menantu-menantu idaman baik menantu laki-laki maupun perempuan, Ia senang saat anak-anaknya mendapat kebahagian masing-masing ditambah lagi dengan cucunya yang sudah ada dua, Ia hanya menunggu kebahagian anaknya Jhosua dan Isla yang belum menikah itu, dan habis ini mungkin bagian mereka yang akan bahagia.
__ADS_1
❤❤❤