
"Nggak usah ngadu-ngadu dia belum tau apa-apa" omel Via lagi saat Derson tidak kunjung pergi dan malah mengadu pada baby Devi.
"Iya mommy sayang, cup.... mommy bisa dicium kan?" ucap Derson lalu ia pergi dari sana untuk mandi.
Selesai mandi dan memakai baju santai Derson langsung menggedong baby Devi dari ranjang, saat ini baby Devi masih bangun juga, Derson menciumi anaknya dengan gemas.
"Hey sayang, daddy sudah siap mandi lho udah wangi, Devi udah mandi?" tanya Derson kepada baby itu, walau tidak ada jawaban Derson terus berbicara kepada Devi.
Oe.... Oe.....
Yah.... deddy dikencingi, jahat banget sih sayang sama daddy.
"Haha itu bukan jahat sayang, baby Devi sayang daddynya makanya dikencingi biar daddynya mau ganti popoknya" ucap Via yang hanya menyaksikan anak dan daddy itu dari tadi.
"Mommy ambil popok baru ya, biar daddy yang ganti popoknya Devi!".
"Daddy ganti celana aja dulu, biar Devi aku yang ganti popoknya".
"Nggak usah mommy kali ini aja daddy yang ganti, mommy selalu nolak kalau daddy yang mau gantiin popoknya Devi".
"Yaudah tunggu sebentar ya" ucap Via lalu ia berjalan kesalah satu lemari yang isinya semua perlengkapan baby Devi.
Setelah mengambil popok Devi Via langsung memberinya kepada Derson, yang sudah meletakkan baby Devi diranjang mereka.
"Daddy bagaimana hasil sidang hari ini?" tanya Via.
"Berjalan dengan lancar, Harry penjara selama 15tahun".
"Apa tante Marry ikut tadi disana?".
"Iya, Amelia dan suaminya juga disana".
"Apa mereka ada berbicara padamu?".
"Tidak ada mom, setelah sidang selesai aku langsung pergi dan tentunya setelah berbicara sebentar dengan Harry".
"Apa yang daddy bicarakan?".
"Tidak ada hanya mengucapkan selamat atas perbuatannya" jawab Derson santai.
"Bagaimana kalau malam ini kita pergi kerumah Amelia, aku ingin bertemu tante".
"Sudah mau malam mom" tolak Derson.
__ADS_1
"Kalau begitu besok pagi".
"Aku kerja mom, besok sore aja aku akan lebih cepat pulang dari kantor".
*****
Ditempat lain saat ini Amelia dan Davis sedang menunggu kedatangan mamanya Davis, tapi mereka masih berada dikamarnya.
"Aku takut nih, kira-kira mama kamu sukak nggak ya sama aku?" tanya Amelia ragu.
"Pasti tidak suka, karena kamu pernah ingin menikah dengan suaminya" ucap Davis.
"Aku serius lho kamu jangan becanda terus" omel Amelia.
"Siapa yang bercanda, ayok keluar sepertinya mereka sudah datang!" ajak Davis sambil berjalan keluar dari kamar dan diikuti oleh Amelia.
Sesampainya diruang tamu Amelia sangat terkejut, laki-laki itu ada disana dan sekarang ia percaya kalau suaminya itu anak dari laki-laki yang hampir menikah dengannya.
"Mereka orang tuamu" tanya Amelia dengan pelan.
"Iya.... dari dulu aku sudah katakan kakau mereka papa dan mama ku, tapi kamu tidak percaya" ucap Davis tepat ditelinga Amelia.
Amelia hanya diam mematung tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.
"Ayok salam mertuamu, nanti kamu dicap menantu tidak sopan" ucap Davis lagi dengan cara berbisik.
"Davis kok dia sudah hamil, apa yang kamu lakukan padanya? bukankah dulu kami ingin membalas perbuatannya karena berani menggoda papa mu" tanya Mira mamanya Davis.
"Bukan aku yang menggoda suami ibu, malah suami ibu yang menculik ku dan ingin menjadikan ku istrinya padahal aku sudah menolaknya" ucap Amelia membela dirinya.
"Mah... kok dibahas lagi? bukannya papa udah minta maaf dan tidak mengulanginya lagi" protes Bowo.
"Permisi pak, buk saya pamit kekamar aja" ucap Amelia entah kenapa ia merasa ditolak langsung oleh mama mertuanya dan perkataan mertuanya itu membuatnya sakit hati.
"Mama kok ngomongin itu lagi sih? bukannya kemarin mama bilang kalau mama sudah terima dia jadi mantu mama?" ucap Davis lalu ia berlari kekamar untuk menemui Amelia yang sedang sedih.
Davis langsung melihat Amelia sudah menidurkan dirinya diatas ranjang dengan menutup kaki sampai kepala dengan selimut.
"Hey kamu kenapa? nangis?" tanya Davis sambil menarik selimut yang menutupi wajah Amelia.
"Hiks... hiks... kalian jahat banget sih semuanya, kamu menikahiku karena ingin membalas perbuatan ku padahal dalang dari semua ini adalah pak Bowo, dan tadi ibu langsung ngomong kalau.... kalau.... hiks... hiks...." Amelia malah menagis dengan kuat dan tidak melanjutkan ucapannya.
"Kalau apa? udah jangan nangis mereka hanya bercanda, mama sudah tau kalau kamu hamil dan dia menerima kamu dan anak kita".
__ADS_1
"Terus pak Bowo bagaimana?".
"Dia juga sudah berjanji tidak mengulangi kesalahan seperti itu lagi,dia juga sudah menerima mu sebagai menantu".
"Terus yang aku dengar tadi apa, mereka berbicara dengan sangat serius".
"Udah jangan nangis itu hanya becanda, ayok makan malam dulu apa kamu mau membiarkan mertuamu makan sendiri saat mereka datang kerumah mu" ajak Davis.
"Biarin aja" ujar Amelia dengan mode yang masih marah.
"Nggak bisa dong, mereka akan menjadi mertuamu selamanya, jadi harus dijaga kekeluargaan ini supaya kita bisa hidup bahagia" ucap Davis sambil membantu Amelia untuk duduk. setelah duduk ia menghapus air mata Amelia yang berserakan dipipinya.
"Ihh kamu jellek tau kalau nangis" ejek Davis.
"Biarin aja".
"Nanti ada pelakor kalau kamu jellek".
"Biarin aja aku jllek kalau kamu tergoda sama pelakor, meskipun aku cantik kamu bakal diambil pelakor juga".
"Iya juga sih" jawab Davis lalu ia turun dari rancang dan membantu bumil itu untuk berdiri.
Mereka berdua kembali lagi keluar dari kamar, diruang tamu sudah ada Marry, Mira dan Bowo menunggu mereka untuk keluar dari kamar.
Amelia dapat melihat ketiga orang itu berbicara sudah akrab, seperti sudah lama saling kenal padahal baru berjumpa.
"Kalau merajuk susah ya membujuknya?" tanya Mira.
"Hehe iya mah, gara-gara mama nih becanda kelewatan" ucap Davis sambil mendudukan bokongnya disampung Mira.
"Amelia ibu minta maaf ya, tadi ibu hanya bercanda, ibu juga sudah tau semua cerita semuanya" ucap Mira dengan lembut berbeda dengan nada bicara saat pertema tadi.
"Iya buk" jawab Amelia dengan pelan, bumil itu sepertinya masih kesal walau mereka sudah katakan hanya bercanda.
"Yaudah bagaimana kalau kita makan malam dulu biar ada tenaga untuk berbincang-bincang" ajak Marry.
" Betul banget, ayok kita makan dulu" jawab Mira yang setuju dengan ucapan Marry.
Dimeja makan Mira heran saat melihat Davis mengambil nasi sendiri malah Davis mengambil nasi untuk Amelia dan juga laukknya.
"Sayang seharusnya istri yang melayani suami bukan suami yang layani istri" ucap Mira.
"Hehe biar cepat sembuh ngambeknya mah, biasa bumil sensitif" ucap Davis dengan tersenyum lalu membelai rambut Amelia dengan lembut.
__ADS_1
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya kasih love aja sudah cukup kalau kalian malas untuk komen