MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 44


__ADS_3

Jangan lupa kasih vote sama bunga mawarnya ya we.


Makasih


🌛🌛🌛


Sore ini James dibangunkan oleh getaran HP disaku celananya yang tidak ia lepas saat mau tidur, dengan mata yang masih terpejam James mencoba merogoh sakunya, dan ternyata nomor kantor dari Aderson company yang menelfonnya.


"Jam berapa ini, kok orang kantor nelfon?" batin James sembari mengangkat telfon itu lalu meletakkannya ditelinga.


"Hallo pak" ucap Derson dengan khas baru bangun.


"Pak kita ada tamu mendadak dari tiga perusaan katanya dari amerika serikat" ucap orang dari sebrang telfon.


"Katakan pada mereka kalau hari ini kami belum bisa menemuinya dan buat janji untuk besok Jam 8 pagi".


Setelah mengucapakan kalimat itu James mematikan telfonnya lalu lanjut lagi tidur yang tertunda tapi lagi-lagi James tidak jadi tidur karena diganggu oleh suara HP lagi.


James mengambil hpnya dari nakas yang sudah ia letakkan, tapi HP itu tidak ada notifikasi kalau ada yang menelfonnya dan ternyata kali ini HP Lily yang berbunyi, karena merasa terganggu James berjalan kearah HP Lily ternyata hanya suara dari alarm.


"Ngapain anak kecil ini buat alarm jam segini?" Batin James bertanya-tanya lalu mematikan alarm itu dan kembali bergegas untuk tidur.


Lima menit kemudian alarm itu kembali berbunyi membuat James naik pitam Karena diganggu oleh alarm yang tidak berguna, akhirnya James meraba-raba Lily yang sangat tidur nyeyak disampingnya.


"Ly.... Lily bangun alarm hp kamu itu matikan" ucap James saat Lily sudah mulai bangun dari tidur nyenyaknya.


"Sudah Jam berapa kak?".


"Jam 4 sore" jawab James tanpa membuka matanya.


Mendengar ucapan James Lily segera bergegas dari tidurnya menuju kamar mandi, setelah selesai dengan ritual mandinya Lily keluar dengan baju daster yang tersedia dikamar itu.


"Kak hari ini aku mau keluar dulu ya ada janjian sama teman" Lily minta ijin pamit kepada James yang sedang tidur diatas kasur walau mata itu tidak tidur nyenyak lagi.


"Sama siapa?".


"Teman kampus, mau bahas tugas-tugas kuliah".


"Kamu siap-siaplah, nanti kalau sudah siap kabari aku, karena mulai hari ini aku akan mengantarmu setiap kamu pergi" ucap James dengan mata yang sudah ia buka.


"Aku bisa sendiri".


"Jangan banyak melawan turuti saja semua perkataan ku" ucap James tidak mau dibantah oleh Lily.

__ADS_1


Dengan rasa kesal Lily keluar dari kamar James menuju kamarnya untuk mengganti baju dan juga memakai make-up. kali ini Lily memakai sebuah celana jins dan juga baju kaos sehingga terlihat santai tidak lupa Lily memakai sepetu cats-nya.


Lily berjalan kekamar james untuk memanggil James.


"Kak ayok aku sudah siap" Ajak Lily dari pintu tanpa masuk kedalam.


James langsung berjalan kearah Lily, mata James memperhatikan penampilan Lily dari atas hingga bawah, mata James melihat tidak suka kepada Lily.


"Ganti baju mu" ucap James dingin.


"Kenapa kak?".


"Tidak ada orang hamil memakai jins yang ketat begitu".


"Tapi aku masih nyaman memakai yang ini".


"Ganti sekarang atau nggak jadi keluar" ancam James.


Kali ini Lily bukan hanya kesal dibuat oleh James tapi James membuatnya marah, menurut Lily James terlalu mengekangnya sampai-sampai urusan baju pun James mengaturnya.


Kali ini Lily keluar dengan baju dress mini, dan baju kali ini disetujui oleh james dengan senyum kemenangan.


"Mulai hari ini kamu pakai baju yang longgar-longgar supaya anakku tidak sesak didalam sana" ucap James sok mengerti.


Sepasang suami istri itu sudah sampai disalah satu cafe dekat kampusnya, ternyata teman Lily yang akan mengerjakan tugas adalah seorang laki-laki yang seumuran dengan Lily.


"Hey Lily sudah lama menunggu nggak?" tanya Lukas yang baru datang dari arah belakang Lily.


"Nggak lama kok, silahkan duduk kamu pesan makanan dulu baru kita kerjakan tugasnya" ucap Lily tersenyum ramah.


"Ehh Lily ini siapa, pacar kamu?" tanya Lukas saat melihat James duduk disamping Lily.


"Ini kakak aku, teman kak Derson kenalkan namanya kak James" ucap Lily memperkenalkan James sebagai kakak bukan suaminya.


James dan lukas saling bersalaman, setelah itu Lukas bersama Lily mulai mengerjakan tugasnya James dapat melihat pandangan Lukas kepada Lily seperti memandang sambil mengagumi Lily.


Dengan sabar James menunggu Lily sambil memakan dan meminum pesanannya, James sangat bosan menunggu dua sejoli itu yang sangat asik dalam mengerjakan tugasnya.


"Lily kakak tunggu kamu dimobil saja ya".


"Kenapa nggak disini saja kak?".


"Kakak mulai ngantuk" jawab James lalu berjalan mninggalkan Lily dan Lukas menuju parkiran. James masuk kedalam mobil dan memasang musik clasik sambil memeriksa perusaanya dari Hp.

__ADS_1


"Tahun depan aku harus membuka lahan yang lebih luas lagi supaya perusaan ku ini cepat berkembang apalagi permintaan saat ini sedang naik pesat" batin James saat mengetahui stok minyak yang ia punya sudah mulai menipis.


James mulai mencatat ide-ide yang ia punya untuk mengembangkan usahanya didalan HP, hingga ia tidak sadar Lily sudah duduk disampingnya.


"Ngapain sih kak serius amat, sampai kakak tidak tahu aku sudah sampai didalam Mobil?".


"Achh ini ada sesuatu yang mau kakak kerjakan, apa kita sudah bisa pergi?" Tanya James saat sudah menyimpan hpnya dan dijawab anggukan oleh Lily.


"Kak James bagaimana menurut kakak laki-laki tadi yang bersama kita?".


"Lukas maksud kamu?" tanya James.


"Iya kak".


"Biasa saja".


"Kok biasa saja sih, dia itu cowok yang saat ini dekat denganku, dia adalah laki-laki yang sudah lama aku sukai" ucap Lily tanpa memikirkan James.


"Ohhh jadi dia yang kamu katakan kemaren, dia sangat jellek kalian tidak cocok" ucap James kesal saat mendengar istrinya membicarakan laki-laki lain dihadapannya.


"Tapi aku menyukainya kak".


"terserah padamu saja, tapi aku tidak bisa yakin kalau dia mau bersama seorang janda".


"Siapa yang janda?" tanya Lily.


"Kamulah siapa lagi, kalau kita pisah nanti otomatis status mu jadi janda yang mempunyai anak satu" ucap James ketus.


Disela-sela perbincangan mereka mobil mewah itu sudah memasuki gerbang rumah yang menjulang tinggi itu hingga sampai didepan teras.


"Sudah sampai sekarang kamu istirahat dikamar ku, aku mau menemui Derson dulu".


"Kakak ngapain menjumpai kak Derson?".


"Memberitahu kelakukan mu yang mengatakan suka pada laki-laki lain didepan suamimu" ucap James menyimpan senyum jahilnya.


"Jangan kak nanti kak Derson marah" rengek Lily dengan manjanya tanpa sadar memeluk lengan James.


"Hahah.... tapi boong, siapa juga yang mau membicarakan mu dengan laki-laki tadi hahah... aku akan membahas kerjaan dengan Derson, sana masuk duluan" ucap James tertawa sambil lepas.


"Ihh kok kakak masih jahil sih seperti dulu" ucap Lily sambil menepuk-nepuk pundak James yang tidak ada rasa yang dirasakan oleh James.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2