
🌛🌛🌛
Kalau mau baca bab ini jangan lupa di vote dulu ya we
Makasih
🌛🌛🌛
"Kak buka pintunya" seru Lily sambil berteriak dari dalam kamar mandi.
"Siap mandi baru aku buka pintunya" ucap James lalu pergi dari depan pintu menuju sofa, tujuannya kali ini untuk mengecek pekerjaanya dari latope.
Sudah lebih dari 15 menit James berkutat dengan latopenya tapi Lily belum juga berteriak untuk dibukakan pintu, James yang penasaran langsung membuka pintu kamar mandi itu dan ternyata Lily sedang memakai handuk.
Lily langsung keluar dari kamar mandi tanpa berbicara kepada James, James yang heran melihat tinggah Lily menahan tangan Lily sampe Lily angkat bicara.
"Apa sayang, pengen ya? pas lihat tubuh seksiku" goda Lily.
"GR banget sih, kalau aku pengen sudah dari dulu aku kamu lahap sampe habis".
"Kalau kek gini? belum pengen juga" seru Lily sambil membuka handuknya tepat dihadapan James, jujur James saat ini merasa panas dingin apalagi melihat tonjolan Lily begitu menantang.
James segera pergi dari hadapan Lily karena tidak mau tergoda oleh Lily yang selalu menggodanya.
"Pakai baju mu, kamu itu masih kecil tidak boleh menantang orang dewasa terlebih aku laki-laki dan jangan lakukan ini kepada laki-laki lain" ucap James.
"Besok aku cari pacar, terus aku goda deh" seru Lily lagi.
"Coba saja kalau kamu berani leher mu itu patah ditanganku".
"Ihhh seram amat" ucap Lily yang berpura-pura takut sambil berjalan kearah lemari untuk memgambil baju, dan lagi-lagi Lily ingin sekali menjahili James dan sore ini Lily memakai baju daster yang ia pakai waktu masih hamil.
"Ngapain pake baju begituan? masih ada baju tidur yang lain kan?".
"Aku mau pake ini aja, aku kangen calon bayi kita dulu" kali ini Lily bicara sedikit lirih niatnya mau mengerjai James malah dia teringat dengan calon bayinya yang belum sempat lahir kedunia ini.
"Sudah jangan sedih, apa kamu memang ingin memiliki calon bayi lagi? kalau kamu menginginkannya, aku pasti siap memberikannya lagi, tapi nggak ada kata pisah lagi yang terucap dari bibir mu ini" ucap James sambil memegang bahu Lily.
"Aku menginginkannya tapi aku belum siap jika harus kehilangan lagi".
James langsung menuntun tubuh Lily yang masih berdiri didepan kaca rias dan membawanya kekasur sesuai dengan keinginan Lily dan tentunya keinginan James juga mengingat juniornya belum ia amankan dari tadi.
Sore yang indah ini James dan Lily menikmati indahnya berbagi kehangatan bersama pasangan, ini pertama kalinya bagi mereka melakukannya dalam keadaan sadar dan juga iklas. baik Lily dan James larut dalam alunan-alunan indah itu hingga keduanya tepar diatas kasur yang empuk itu.
Sore sudah berganti dengan malam kedua insan itu masih setia dalam tidurnya karena merasa lelah setelah selesai dalam pekerjaan mereka.
__ADS_1
Sedangkan sepasang suami istri satu lagi sedang duduk diruang makan untuk makan malam dan saat ini sedang nenunggu James dan Lily turun.
Mereka sudah menunggu lebih dari 15 menit tapi James dan Lily tak kunjung turun, akhirnya Derson mengajak Via makan malam duluan.
"Sayang kita makan aja duluan aku sudah lapar" seru Derson kepada Via yang sedang duduk disampingnya.
"Iya sayang" Via langsung mengisi piring milik Derson dan juga mengisi piringnya, setelah selesai makan ketika mereka ingin kembali kelantai atas mereka bertemu dengan James dan Lily yang baru turun.
"Kenapa baru turun?" tanya Derson kepada James.
Via yang melihat ada kejanggalan pada tubuh Lily langsung mengajak Derson naik keatas.
"Mungkin mereka ada kerjaan sayang, ayok kita pergi" sahut Via.
"Kerjaan apa sayang"' tanya Derson saat mereka sudah berada dikamar.
"Pekerjaan suamu istri mungkin" jawab Via cuek.
"Dari mana kamu tau sayang?".
"Tadi ada aku lihat di leher Lily seperti gigitan berwarna merah mungki James melakukan itu pada Lily, seperti yang biasa kamu buat untukku" jawab Via supaya Derson cepat mengerti.
"Ohhhh begitu ya, yaudah deh kita istirahat saja biarlah itu jadi urusan mereka" ucap Derson.
🌛🌛🌛
Disofa ruang tamu Derson duduk dengan angkuhnya dan didepannya ada Harry yang duduk dengan menundukkan kepalanya setelah mengucapkan niatnya kepada Derson.
"Aku bukan anakmu untuk kamu mintai uang, dan seharusnya kamu bersyukur aku masih memperkerjakan mu diperusaan ku walau kamu sudah menggelapkan uang ku dalam jumlah yang banyak" seru Derson dengan memasang wajah yang menyeramkan bagi Harry.
"Saya mohon kali ini saja tuan tolong saya".
"Tidak bisa, sekarang keluar dari rumah saya sebelum saya murka" ujar Derson sambil menunjukkan pintu keluar.
Akhirnya Harry pulang dengan tangan kosong, niatnya meminta uang kepada Derson pupus sudah, kini ia sudah pasrah kepada temannya yang ia pinjami uang.
"Untuk apa paman datang pagi-pagi begini sayang?" tanya Via yang baru datang dari dapur membawa secangkir coklat hangat.
"Paman mu itu mau meminta uang kepada ku, dia pikir dia itu siapa minta-minta uang kepadaku? dasar tua bangka nggak tau malu" umpat Derson.
"Sabar sayang, kameran pas kita menginap dirumahnya, paman juga meminta uang kepadaku tapi aku katakan tidak ada".
"Jangan sekali-kali kamu memberi uang kepada tua bangka itu, lain halnya kalau untuk pengobagan tante mu yang sedang sakit kalau itu kamu kasih aku tidak keberatan".
"Iya sayang aku mengerti sekarang kamu minum dulu coklatnya biar lebih semangat kerja hari ini".
__ADS_1
Derson mengambil coklat panas itu dari meja dan meniupnya hingga terlihat gumpalan asap diatas susu coklat itu lalu meminumnya secara berlahan.
"Sayang minggu depan sepertinya tugas dikantor sedikit longgar kita jalan-jalan ke Dubai yok" ajak Derson.
"Aku malas sayang".
"Ayoklah sayang sekalian bulan madu, kitakan belum pernah bulan madu selama menikah".
"Itu salah kamu nggak ngajak aku dulu bulan madu".
"Dulu beda sayang, pokoknya minggu depan kita pergi ke Dubai tidak ada bantahan".
"Itu namanya pemaksaan sayang" seru Via.
"Kali ini aku memaksa mu sayang, besok akan aku suruh James mempersiapkan semuanya".
******
Hari ini Lily tidak ada jadwal kuliah, Via dan Lily menghabiskan waktu mereka dengan berkebun disamping rumah, tepatnya berkebun bunga.
Via dan Lily membuat sebuah taman yang indah dengan bantuan pelayan dirumah.
Tapi taman itu belum ditanami bunga yang banyak karena pot-pot yang akan digunakan baru dibeli dari toko oleh supir Via.
"Nanti pot bunganya kita letak dimana kak?" tanya Lily.
"Nanti kita pikirin lagi, sekarang kita minum dulu itu minuman dinginya sudah jadi" tunjuk Via pada sebuah minuman dingin diatas meja yang ada disamping rumah itu.
"Lily kayaknya hubungan mu sama James sudah makin dekat ya?" tanya Via penasaran karena ia tahu selama ini kedua orang itu sedikit menjaga jarak.
🌛🌛🌛
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit
Hadiah mawar yang mekar
Dan juga bintang 5nya kalau suka cerita ini.
__ADS_1
Makasih ❤❤❤❤