MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 80


__ADS_3

🌛🌛🌛


Ternyata sesampainya disana Derson melihat ada Amelia yang kebetulan datang untuk melihat rumah baru itu, dengan malas Derson tetap keluar dari mobilnya dan langsung berbicara kepada pemborong yang mengerjakan rumah ini.


Amelia seperti mendapat angin segar saat melihat Derson sedang bercakap-cakap dengan pemborong disana, dengan gaya menggodanya Amelia langsung menghampiri Derson.


"Hay ngapain?" tanya Amelia.


"Seperti yang kamu lihat".


"Kamu pasti capek kita ngopi di cafe depan yok?".


"Cafe seperti itu tidak level ku untuk minum" jawab Derson dengan sinis ia malas basi-basi dengan Amelia.


"Wahhh sombong amat sih?".


"Saya tidak sombong tapi itu kenyataan".


"Mari pak kita cek dulu kedalam biar saya lihat hasilnya seperti apa" ajak Derson dan mengabaikan Amelia.


Derson memasuki rumah itu, dilihatnya satu-persatu kamar yang mereka buat, Derson terlihat puas dengan hasil mereka.


"Baiklah, saya puas dengan kerja kalian. kalau begitu saya permisi dulu ya. terimakasih" ucap Derson dengan ramah.


"Sama-sama tuan".


Derson berjalan keluar dan ingin segera pulang, saat Derson ingin masuk kedalam mobil tiba-tiba suara perempuan kesakitan didengarnya Derson menoleh ternyata Amelia sedang terluka dengan kondisi kakinya berdarah tapi tidak terlalu banyak.


Derson mendekati Amelia tapi sepertinya derson tidak ada niat untuk memegang Amelia ia hanya bertanya.


"Kamu kenapa? kaki mu kok sampe berdarah?".


"Tadi aku nggak sengaja jatuh terus kakiku terbentur kebatu ternyata sampai memar dan berdarah sebanyak ini" ucap Amelia menahan perih dikakinya.


"Masih bisa jalan kan?".


"Bisa tapi sekarang kakiku sakit".


Derson menoleh kesekeliling ternyata ada pekerja disana, Derson melambaikan tangannya supaya pekerja itu datang.


"Pak kakinya sedang sakit bawa dia berobat ya!" seru Derson lalu berbalik meninggalkan Amelia yang dipapah oleh bapak-bapak pekerja disitu.


Derson ternyum miring, senyum yang dikeluarkan Derson seperti senyum mengejek lalu masuk kedalam mobil.


"Untung aku sudah tobat dari pekerjaan ku, kalau tidak sudah kupastikan kamu berakhir di kandang buaya ku" batin Derson sambil merapikan bajunya dan memperbaiki duduknya supaya lebih nyaman.


"Ayok pak jalan".

__ADS_1


"Baik tuan".


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan, Derson yang ada didalam mobil hanya bisa diam ia tidak sabar untuk sampai kerumah untuk menemui Via.


Mobil itu sudah memasuki rumah Aderson dan berhenti tepat didepan teras, tanpa menunggu lama Derson langsung keluar dari mobil dan berlari kecil menuju kamarnya.


Klek.....


Pintu dibuka pelan oleh Derson ia melihat Via sedang tertidur pulas diatas ranjang, Derson langsung meletakkan tasnya diatas meja lalu mengganti bajunya.


Derson memakai baju santai sepertinya hari ini dia tidak pergi kekantor lagi padahal masih siang, Derson berjalan keranjang dan masuk kedalam selimut memeluk erat sang istri, derson menci*m-c*un rambut Via, menghirup wangi yang ada pada rambut Via.


"Sayang kamu sudah pulang?" Via terbangun dari tidurnya saat derson tidak henti-hentinya nenc*umi rambutmya dari belakang.


"Hmmm".


Via bergerak memutar badannya menatap Derson yang sedang menatapanya juga.


"Sudah selesai dari rumah Amelia?".


"Sudah sayang, hanya ingin memastikan saja kesana dan kemungkinan minggu depan rumah itu sudah siap huni".


"Sayang apa kamu menginginkan ku siang ini?" tanya Derson mengingat ucapan Via tadi dari telefon.


"Apa kamu nggak kerja lagi nanti sayang?".


"kerja sayang tapi nggak kerja kantor, tapi mengerjai mu diranjang kita ini sampai malam" ucap Derson sambil mencubit pipi Via.


Derson sangat heran dengan istrinya karena sangat berinisiatif dalam memerankan pekerjaan kali ini sampai mereka selesai.


"Sayang kamu kok beda hari ini?" tanya Derson saat mereka sudah selesai dan berbaring diatas kasur sambil menatap langit-langit kamar.


"Setelah mengetahui aku sembuh dari penyakit itu, semangat ku bertambah untuk membuat mu senang dalam kamar dan kalau bisa sampai kita berhasil mendapatkan Derson junior" ucap Via.


"Kalau sudah dapat derson junior semangatnya nggak berkurang kan?".


"Heheh nggak dong sayang aku akan selalu membuat mu senang dalam hal itu. apalagi dalam kehidupan ku tidak ada yang bisa aku beri untukmu".


"Heii kok ngomong gitu? dengan kamu disampingku terus menerus itu sudah menjadi segala bagiku".


Muach....


Dengan gemasnya Derson menc*um pipi Via denga kuat lalu pergi kekamar mandi untuk membasuh badannya dari keringat-keringat yang melekat pada tubuhnya habis pergulatan panas itu.


🌛🌛🌛


Kalau ditempat ini sepasang suami istri sedang memadu kasih, berbeda dengan suami istri yang satu lagi. mereka sibuk menyusun barang kelemari yang dibantu oleh bibi dirumah itu.

__ADS_1


"Buk susun barang Lily saja ya, biar barang-barang James aku yang bantu" ucap Lily lalu pergi kearah James yang sedang menyusun baju.


"Kamu nggak mau ya bibi lihat celana kecil ku?" bisik James tepar ditelinga Lily hingga Lily merinding saat merasakan nafas James berhembus ditelinganya.


"Apaan sih?".


"Ayo jujur?" desak James.


"Kalau ia kenapa?".


"Nggak apa-apa sih" ucap James mati kutu padahal niatnya menggoda Lily tapi Lily malah berkata jujur.


Lily dengan semangatnya menegeluarkan semua baju dari dalam koper, baju setelan bersama celana semuanya digantung ke hanger dan baju-baju kaos dan celana dilipat, tidak lupa Lily memasukkan celana kecil james dimasukkan kedalam laci. tidak lupa juga Lily menyusun dasi james di laci yang berbeda.


"Sudah selesai, kak buatkan kopi dong! aku udah bantu kakak nih" ucap Lily.


"Sudah dibuatkan bibi bentar lagi pasti datang kamu istirahatlah disini" ucap James sambil menepuk-nepuk sofa disampingnya.


Bibi datang membawa dua gelas cappucino untuk mereka minum, bibik itu meletakkannya diatas meja lalu ia kembali kedapur.


"Makasih ya bik" ucap James.


"makasih ya buk".


"Sama-sama Tuan, Nona. kalau begitu saya kedapur dulu mau nyiapin makan malam" seru bibi bernama Ani itu.


"Kak malam ini aku undang mama datang kesini ya? tidak apa-apa kan?" tanya Lily sambil meminum cappucinonya lalu menatap James.


"Memangnya aku ada melarang? nggak kan?".


"Nggak sih".


"Kalau begitu kenapa nanya gitu, seolah-olah aku orang yang paling jahat tidak memberi mertuaku datang" seru James.


"Biar lebih pasti aja, kakak kan sama kayak kak Derson nggak suka sama mama".


"Bedalah, dari dulu aku sudah bilang sama kakak mu supaya jangan terlalu membenci tante tapi dia tidak mendengarnya".


Lily langsung mengambil hpnya dan menelfon sang mama dan mengatakan niatnya mengudanng mama untuk makan malam.


"Sudah siap?".


"Sudah tapi kata mama, mama bawa om Alfi sekalian".


"Hmm nggak masalah itu lebih bagus".


"Kalau begitu aku kedapur ya bantu-bantu masak hari ini aku mau masak berbagai jenis makanan" ucap Lily dengan bahagia lalu berlari keluar dari kamar menuju dapur.

__ADS_1


🌛🌛🌛


Jangan lupa dukung dengan kasih Like, Komen positif, Vote, Favorite, kasih hadiah Mawar dan juga Bintang 5nya ya. makasih ❤❤❤


__ADS_2