MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 102


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Hey kamu.... kesini dulu?" ucap sapah satu tahanan yang satu sel dengan Harry.


"Kamu manggil saya" tanya Harry sambil menunjuk dirinya.


"Iya kamu siapa lagi" Harry berjalan ke dekat orang yang memanggilnya.


"Kamu pijitin saya" suruhnya.


"Habis itu saya ya.." pinta yang lain.


"Saya juga".


"Saya juga" semua orang lama disana menyuruh Harry untuk memijit badan mereka dan langsung di tolak oleh Harry.


"kalau kalian pegel kenapa nggak gantian aja mijitnya? kenapa harus saya? saya tidak mau" ucap Harry menantang.


"Kamu pijit kami atau lebam yang ada diwajah mu kami tambah" ancam salah satu dari mereka yang terlihat dari badannya seperti preman yang sangat besar dan juga bertato, raut wajah yabg menakutkan membuat Harry langsung memijit tahanan itu satu persatu hingga ia kelehahan.


"Saya sudah lelah, besok lagi ya" ucap Harry.


"Baiklah besok lagi kamu istirahat sana!".


Harry membaringkan badannya di lantai tahanan dengan berasalaskan tikar, Ia memandangi jeruji besi itu dan melamun.


"Baru sehari rasanya sudah seperti setahun, semoga saja Derson mau membantu ku besok, aku tidak tahan kalau sampai aku tinggal selama 3 bulan disini" batin Harry.


Karena merasa sangat lelah Harry mulai memejamkan matanya, tidak menunggu lama mata sayu itu mulai terlelap hingga dengkuran halus yang masih terdengar.


🌛🌛🌛


Ditempat lain tepatnya ditempat Amelia dengan Davis saat ini sepasang suami istri itu sedang menonton di ruang keluarga.


"Hey buatkan aku jus dong" ucap Davis tanpa menoleh.

__ADS_1


"Enak aja nyuruh-nyuruh, buat aja sendiri memangnya aku ini pembantu mu" omel Amelia tidak terima jika Davis menyuruhnya.


"Cepatlah jangan membangkang".


"Kalau tau begini mending aku nikah sama Derson dia punya banyak pembantu kalau aku nikah dengannya pasti aku tidak repot begini" gerutu Amelia.


"Haha mimpi kamu, dia itu sudah punya istri yang ada kamu nikah sama pak Bowo kalau aku tidak menyelamatkan mu" ucap Davis.


"Bilang sama bos mu yang s*alan itu aku membencinya, karena dia aku harus menikah denganmu yang notabetnya cuma seorang suruhan" hina Amelia.


"Hahah walaupun aku seorang suruhan uang ku banyak, kalau dibandingkan dirimu mah nggak ada tandingannya" ucap Davis tidak mau kalah dengan Amelia.


"Kalau punya banyak uang kenapa nggak ada ART disini?".


"Supaya kamu ada kerjaan, rumah sebesar ini pas lah untuk kamu kerjakan seharian" jawab Davis sambil memandang ruangan itu dengan mengelilingkan padangannya.


"Aku pulang rumah mama ku saja" ucap Amelia lalu berjalan kearah kamarnya ia tidak kuat lagi jika terus disini seperti pembantu kerjaannya membereskan rumah yang besar ini.


Davis mengikuti langkah Amelia yang ada disebelah kamar Davis, selama ini mereka tidur terpisah karena Amelia ogah tidur dengan Davis.


"Ngapain kamu masuk kekamar ku? keluar!" bentak Amelia.


"Ngapain?" tanya Amelia dengan takut.


"Kamukan mau pergi dari rumah ini, jadi aku buat momen perpisahan kita dulu baru kamu bisa pergi" ancam Davis.


"Jangan dikamar, bisa bicara di ruang tamu" usul Amelia mencoba lari dari hadapan Davis tapi malah tanggannya ditarik kuat oleh Davis, dengan gerak cepat Davis menjatuhkan Amelia ketas tempat tidur.


"Jangan.... aku tidak mau" tolak Amelia saat melihat wajah Davis sudah mendekati bibirnya. Davis tidak mendengarkan ucapan Amelia ia beraksi dan melempari semua pakaian Amelia hingga tidak ada yang tersisa.


"Kamu cantik kelau seperti ini" ucap Davis menggoda Amelia.


"Pergi kamu s*alan, aku tidak mau tidur denganmu" ucap Amelia masih ingin menolak Davis.


"Momen ini harus selesai baru kamu bisa kembali kerumah mu, jadi nikmati saja" ucap Davis dan langsung menyerang Amelia beberapa kali Amelia menolak dan melawan tapi percuma Davis berusaha menorobosnya walau sangat susah diterobos.

__ADS_1


"Aaauuuu" rintih Amelia seiring berjalannya air matanya merasakan sakitnya bagian bawahnya.


"Nikmati saja, jangan menangis!" perintah Davis tanpa perasaan dan Davis juga bermain kasar dengannya hingga air mata itu terus mengalir walau ada kenikmatan yang dirasakan oleh Amelia.


"Kamu jahat banget sih, aku tidak menyangka kamu seperti ini" ucap Amelia saat mereka sudah selesai dengan adegan panas itu.


"Bukan jahat, sangat sayang kalau aku membiarkan mu pergi tanpa melakukan momen ini secara kamukan istriku, dan lebih sayang lagi kalau momen ini diambil orang lain rugi dong aku, jaman sekarang sulit mendapatkan gadis p*raw*n" ucap Davis lagi tanpa memandang orang disampingnya ia fokus melihat langit-langit kamar.


"Kalau kamu mau pergi silahkan, itu ada kunci disaku celana ku, jangan lupa bereskan semua barang-barang mu dari rumah ini" usir Davis membuat Amelia sakit hati.


Setelah dipakai ia malah diusir terang-terangan oleh Davis, tanpa banyak bicara Amelia memungut bajunya yang berantakan tanpa memungut baju milik Davis, karena kesal dan marah Amelia memasukkan baju kotor itu ke kopernya tanpa memikirkan selangkangannya yang sakit akibat ulah laki-laki didepannya.


Tidak pamit Amelia menyeret kopernya meninggalkan Davis yang sedang memejamkan matanya diatas kasur yang biasa ditempati oleh Amelia.


Amelia sudah berada diteras dan ingin keluar dari perkarangan rumah itu, tiba-tina hatinya sangat sangat sakit, sakit mengingat perlakuan Davis kepadanya.


"Astaga kok sakit begini sih dicampakkan orang, padahal dia bukan orang yang ada dihatiku, dia bukan orang yang spesial tapi dia merenggut yang paling spesial dari diriku" batin Amelia tanpa ia sadari air mata jatuh membasahi pipi mulusnya.


Amelia berjalan terus sampai diluar gerbang, Ia menaiki taksi yang sudah ia pesan lewat aplikasi. Amelia langsung menaiki taksi itu tanpa menoleh lagi kerumah itu.


Davis yang melihat Amelia dari kaca kamar tersenyum senang.


"Kamu pasti bakal mencariku, karena aku sudah menanamkan bibit unggul didalam perut mu, kecuali kamu yang tidak subur" batin Davis lalu ia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan badannya dari sisa-sisa keringat dari pergumulan tadi.


Amelia turun dari taksi setelah memberikan ongkos kepada driver itu, tidak lupa ia membawa kopernya kembali. Amelia terus berjalan kedalam rumah dan melihat mamanya didapur sedang memasak sayur.


"Mahh..." panggil Amelia sambil memeluk mamanya dengan erat.


"Ada apa sayang, pulang-pulang ko nangis suamimu kemana?".


"Mah.... ternyata dia orang jahat dia memang menolong untuk tidak jadi menikah dengan Bowo, tapi sekarang setelah ia meniduri ku ia mengusirku dari rumah hiks... hiks...." tangis Amelia pecah didalam dapur itu.


"Apa penyebanya sayang, kenapa ia bisa mengusir mu? apa kamu melawan dia?" tanya Marry.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤


__ADS_2