MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 77


__ADS_3

James yang berada didalam kamar sudah menunggu Lily ketitar 15 menit tapi tak kunjung datang, akhirnya Ia keluar untuk menemui Lily.


Sesampainya dibawah ternyata Lily tinggal sendirian tanpa ada Derson, James geleng-geleng kepala melihat tingkah yang satu ini udah tau mau pindah hari ini tapi masih aja santai-santai padahal hari sudah sore.


"Dasar anak kecil yang satu ini" batin James lalu mendudukan bokongnya tepat di pangkuan Lily sedang asik menonton.


"Kakak.... ngapain sih duduk dipangkuan ku kakak itu besar lho nggak sebanding sama tubuhku" gerutu Lily dan berusaha mendorong tubuh besar itu tapi tidak bergerak sama sekali.


"Ngapain nonton disini, dikamar kan bisa? atau jangan-jangan kamu ada naksir sama pelayan rumah ya?" tuduh James dan jari telunjuknya tepat dikening Lily.


"Apaan sih kak? cepat turun kaki Lily sakit" Lily menampar jari James dari hadapannya sambil merengek seperti ingin menangis.


"Nggak jadi pindah sekarang?" tanga James lalu mengangkat tubuhnya dari pangguan Lily membuat perempuan itu bebas bernapas.


"Besok pagi aja ya kak, kata kak Derson tadi kakak bisa terlambat kekantor untuk mengantarku dan barang kita kerumah baru".


"Hmm..... yaudah ayok kekamar. mandi atau apa kek dari tadi disini terus".


"Eeee.... kakak cemburu ya? kakak takut kalau aku naksir pelayan?" tuduhan James tadi kembali menyudutkannya.


"Eeee pelayan disini itu nggak ada yang ganteng diantara semuanya tidak ada bisa yang mengalahkan ku" seru James dengan bangganya.


"Si ardi tukang pel rumah itukan masih muda ganteng lulusan s1 juga" ucap Lily. dirumah ini semua orang berpendidikan tapi karena gajinya sangat besar jadi orang sangat beruntung jika bisa sampai kerja dirumah ini.


"Nona manggil saya?" kebetulan Ardi yang diucapan Lily barusan lewat dari depan rumah.


"Nggak kok salah dengar mungkin kakak" seru Lily sambil memberikan tangannya mengisyaratkan bahwa dia tidak ada mngucapkan nama Ardi.


"Apa ketawa?" omel Lily saat melirik ke samping james yang sedang cengengesan menahan tawa yang ingin keluar.


"Kena kan? makanya jangan sebut-sebut laki-laki lain didepan atau dibelakang suami".


"Kakak kan ada disamping aku" dengan polosnya Lily menjawab seperti itu.


"Sepertinya pikiran mu lagi miring aku duluan ya" James pergi meninggalkan Lily karena saat ini dirinya butuh mandi untuk menyegarkan diri berhubung sekarang hari sudah sore.

__ADS_1


Lily kembali melanjutkan filmnya sampai selesau tepat jam 6 Lily mematikan TVnya dan berjalan kekamarnya.


Klek....


Pintu terbuka Lily langsung melihat wajah segar James dan sudah perpakaian rapi dan saat ini duduk diatas ranjang sambil memainkan hpnya.


"Mau kemana kak?".


"Mau keluar, malam ini aku mau makan direstoran lagi pengen" seru James tanpa menyebutkan embel-embel kita.


"Ikut boleh?".


"Ya boleh lah, dimana ada James disitu ada Lily. sudah cepatan pergi sana mandi dan ganti baju yang cantik".


Lily langsung bergerak mandi lalu memakai baju dres yang selutut, tidak lupa ia menggunakan make-up yang tipis dan rambut yang digerai.


"Udah ayok kak" ajak Lily saat tas kecilnya sudah berada dibahu, layaknya anak remaja.


"Tunggu istri kecil ku, kita nunggu kakak mu dulu mereka juga ikut" seru James yang masih asik melihat hpnya.


"Kita nggak pergi berdua kak? yahh nggak romantis dong masak berempat" protes Lily.


Padahal Lily tadi sudah merasa senang ia membayangkan dinner bersama James ternyata dinnernya couple bersama satu pasang lagi. Lily mendudukan badannya disofa dan memainkan hpnya, kedua orang itu asik main hp ditempat yang berbeda sampai ada suara ketukan pintu baru keduanya menoleh.


"Udah ayok" ajak James lalu Lily berdiri dari duduknya mengikuti langkah James.


"Huftt dasar laki-laki satu ini nggak ada romantisnya" batin Lily sambil terus berjalan sampai keduanya sampai didepan mobil yang akan membawa mereka ke restoran.


Kali ini James yang menyetir mobil disampingnya ada Derson yang sudah duduk manis sedangkan kedua perempuan itu duduk manis dikursi belakang.


Lily mengagumi kecantikan Via yang saat ini memakai baju gamis dan juga hijab yang melekat dikepalanya.


"Sejak kapan kakak pake hijab dan pakai baju gamis begini?" tanya Lily.


"Kemarin di Dubai sempat pakai baju seperti ini satu kali dan Derson menyukainya tapi karena aku tidak punya stok baju kayak gini jadi cuma sekali pakai hijab dan gamis. rencana mulai hari ini aku akan coba memakai Gamis dirumah maupun diluar dan juga hijabnya" jawab Via panjang lebar dan tidak lupa mengeluarkan senyum manisnya.

__ADS_1


"Wahhh kakak cantik lho pakai baju seperti ini" puji Lily.


Mobil terus melaju kedua wanita itu terus berbincang sampai mobil itu sampai diparkiran restoran terkenal yang sudah bintang 5, keempat orang itu keluar dari mobil dan memasuki restoran.


Saat mereka masuk pegawai restoran menyambut mereka dengan ramah dan sopan.


"Mari tuan, nona saya antar keruangan VIV" pelayan itu langsung mengenali mereka karena restoran itu sudah restoran langganan Derson dan James.


Mereka mengikuti langkah kaki pegawai itu, saat dipertengahan jalan melewati meja yang ada diruangan biasa seseorang memanggil nama Lily.


Dia adalah lukas bersama Shopi mereka sedang makan malam disini dan kebetulan Lily juga makan disini.


"Lily tunggu" ucap Shopi dengan lirih.


Lily menghentikan langkahnya dan menoleh kesumber suara, bukan cuma Lily yang menoleh tapi James, Derson dan juga Via.


"Siapa dia?" tanya Derson dan James.


"Dia wanita ular yang buat Lily keguguran waktu itu, kita pergi aja kak Lily sudah lapar. nggak ada gunanya berbicara dengannya" ucap Lily dengan sinis lalu kembali melanjutkan jalannya.


"Lily tunggu sebentar" ucap Shopi lagi tapi tidak didengarkan oleh Lily dan yang lainnya, Shopi yang merasa diabaikan oleh Lily kembali kemejanya.


"Sudah jangan sedih begitu, suatu saat dia pasti akan memaafkan mu" ucap Lukas prihatin, mulai Shopi tidak kuliah lagi dan hanya berdiam diri dirumah ada banyak perubahan pada Shopi, lukas juga sudah mau berteman dengannya.


"Tapi sampai kapan, aku sudah lama menunggu Lily memaafkan ku tapi sampai sekarang Lily masih mengacuhkan ku.


"Itu wajar mungkin luka dihatinya karena kehilangan calon baby membuatnya menutup hati untuk memaafkan mu, tapi percayalah suatu saat Lily pasti akan memaafkan mu" seru Lukas dan memberikan tissu kepada Shopi yang hendak menangis.


Shopi merasa perbuatannya dulu terhadap Lily sangat berdampak buruk baginya saat ini Shopi tidak bisa lagi melanjutkan kuliahnya, untuk membantu papanya dikantor ilmunya masih kurang, dan saat ini Shopi sangat menyesal akan hal itu dan dia sudah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi sama siapa pun itu.


*******


Diruang VIV restoran, 2 pasang suami istri itu makan dengan diam, keempat orang itu tidak mau membahas perempuan yang menemui Lily barusan karena malam ini mereka ingin menghabiskan waktu bersama dengan kebahagiaan.


Bukan karena egois atau terlalu jahat kepada Shopi tapi karena Derson, James dan Lily memang tidak menyukai orang yang berani melukai Lily apalagi sampai Lily kehilangan calon bayinya.

__ADS_1


🌛🌛🌛🌛


Kasih vote nya dong.


__ADS_2