
🌛🌛🌛
Sinar matahari sudah mulai masuk melalu gorden yang ada dirumah sakit, kedua insan itu masih setia dalam tidurnya dengan posisi james memeluk tubuh lily diatas tempat tidur rumah sakit dan masih untuklng tempat tidur itu muat dua orang.
Pagi ini sepasang suami istri satu lagi datang dari arah luar untuk melihat keadaan Lily. mereka adalah Derson dan Via, siang kemaren saat Derson memberitahu kalau Lily dirumah sakit Via kekeh ingin menjenguk Lily tapi Derson tidak mengijinkan karena kondisi Via juga tidak terlalu sehat.
Tapi pagi ini Via kembali lagi meminta Derson membawanya kerumah sakit sehingga mereka sudah sampai dikamar Lily dirawat.
"Sayang kayaknya kita terlalu pagi deh kesini, lihatlah mereka tidak tau kita datang dan James malah asik memeluk Lily, nggak tau malu" cibir Derson.
"Shut.... kamu juga kalau tidur begitu selalu peluk-peluk aku, apa bedanya kamu sama James" ucap Via memberitahu Derson untuk diam.
"Heheh beda sayang kalau aku dirumah, kalau mereka dirumah sakit" ucap Derson membela dirinya.
"Berdebat denganmu nggak ada ujungnya, kita duduk dulu sambil nunggu mereka bangun" ucap Via sambil berjalan kesofa.
James yang sudah memdengar Derson dan Via berbicara masih berpura-pura tidur dan memeluk Lily makin kuat sambil beguman dalam kepura-puraannya.
"Sayang badanmu enak untuk dipeluk".
Derson yang mendengar itu mengambil bantal dari sofa dan mendekat kearah James lalu Bugh.... Derson melepar James tepat dikepalanya.
"Shut... diam napa ganggu orang aja" ucap James lalu bangkit dari tempat tidur.
"Aku udah lihat tadi matamu berpura-pura tidur, lagian ini rumah sakit tidak boleh berpelukan" ucap Derson.
"Itu karena aku belum pernah memergogi mu memeluk kakak ipar".
Setelah perdebatan kecil itu James pergi kemamar mandi untuk membasuh wajahnya, agar terlihat segar. setelah selesai membasuh wajah james pergi kesofa dimana Via dan Derson sedang duduk.
"Kamu makan dulu, itu kami ada bawa makanan" ucap Derson menunjukkan sebuah rantang berisi nasi dan lauk.
"Terimakasih, dan kebetulan aku sudah lapar" jawab Derson dengan riang sambil membuka rantang itu dan memakan isinya sampai tandas, saat James ingin pergi mengambil air dari dispenser matanya menangkap kalau Lily sudah mulai bangun dari tidurnya.
Setelah James selesai minum, James menghampiri Lily dan membantu Lily untuk bangun.
"Mau minum?" tanya James dijawab anggukan oleh lily.
"Kak bantu aku kekamar mandi" ucap Lily sambil menyerahkan gelas yang sudah kosong.
James langsung berdiri dan menggendong Lily kekamar mandi.
__ADS_1
"Kak kenapa digendong, dipapah saja" protes Lily.
"Nggak apa-apa biar lebih cepat" jawab James lalu mendudukan Lily diatas closet.
"Kak aku mau p*pis, belakangkan kesini" ucap Lily malu-malu.
"Astaga lily merasainya saja aku sudah pernah kenapa harus malu-malu".
"Itu beda kak, cepat belakangkan kesini".
Setelah James membelakangkan Lily, Lily mulai dengan ritualnya, Lily jalan pelan kearah wastapel setelah selesai pip*s.
"Kanapa nggak ngomong biar aku bantu jalannya?" ucap James yang melihat Lily berjalan sendiri.
"Kayaknya aku bisa sendiri kak, kakak keluar aja".
"Kakak tungguin sampe kamu selesai" ucap James.
Sedangkan Derson dan Via masih setia menunggu James dan Lily keluar dari kamar mandi sampai kedua orang itu merasa bosan.
"Sayang mereka kenapa lama kali baru keluar?" tanya Lily.
"Mungkin mereka sedang bermesraan sayang" jawab Derson tapi matanya masih asik menonton berita artis-artis korea.
"Tapi aku lebih betah memandangnu apalagi tanpa busana" goda Derson membuat wajah Via memerah.
"Hahah sayang kamu blussing, kamu masih malu-malu aja padahal sudah lama bersama denganku" ucap Derson sambil memandangi wajah Via.
Plak.... satu tamparan mendarat dibahu Derson, karena dari tadi Derson selalu menggoda dirinya.
"Itu pukulan untukmu karena kamu selalu menggodaku" ucap Via sambil memukul sekali lagi bahu Derson.
"Tapi kenyataannya seperti itu sayang" ucap Derson lagi, tapi kali ini telinganya merasa sakit kala tangan Via menjewer telinganya.
"Ampun sayang...., nggak lagi pun" ucap Derson.
"Jewer yang kuat kakak ipar, lebih kuat lagi" sahut James yang datang dari kamar mandi sambil memapah Lily.
"Dasar adik ipar durhaka, awas kamu ya" ucap Derson, sambil melototi James.
James hanya cuek mendengar ucapan Derson ia hanya fokus membawa Lily ketempat tidur.
__ADS_1
"kamu makan dulu ya, kayaknya sarapannya baru datang" ucap James sambil mengambil nasi dari meja.
James mulai menyuapi Lily dengan sendok, sarapan itu berupa bubur sehingga mempermudahkan Lily menelan habis bubur itu.
"Achhh kenyangnya, terimakasih kak" Lily mengusap perutnya yang sudah kenyang.
"Kapan kak Via dan kak Derson ada disini?" tanya Lily yang tidak terlalu memperhatikan Derson dan Via dari tadi.
"Kami sudah ada disini saat suamimu itu memeluk mu saat tidur" ucap Derson.
"Kami sudah lama yampe disini Ly, maaf ya baru menjengunk mu pagi ini" Via berjalan kearah Lily yang masih duduk diatas tempat tidur.
"Nggak apa-apa kak, kakak juga tidak terlalu sehat terimakasih sudah mau datang menjenguk Lily".
"Turut berduka cita ya Ly atas kemalangan yang menimpa mu, kamu yang sabar nanti pasti digantikan jadi lebih banyak lagi".
"Hehe iya kak" Lily mencoba tersenyum walau hatinya belum bisa memerima kenyataan ini. James dan Derson yang memperhatikan senyum Lily merasa gagal, gagal untuk kedua kalinya menjaga Lily dari orang-orang jahat.
Dari wajah Lily tersenyum terlihat kesedihan yang mendalam, tanpa terasa air mata Lily jatuh dipipinya yang mulus itu. Via yang tidak tega melihat Lily langsung memeluk tubuh Lily yang sedang rapuh.
"Maaf ya Ly aku membuatmu menangis" Lily yang masih terisak hanya diam mendengarkan ucapan Via.
Via melepas pelukannya dan menghapus air mata Lily dengan jarinya.
"Sudah jangan nangis terus, mana Lily yang kuat?".
"Lily tidak sekuat itu kak, kenapa disaat Lily sudah menerima dan menunggu kelahiran malah dia pergi ninggalin Lily?".
"Yang sabar ya".
Setelah puas berbincang-bincang Via dan Derson memutuskan pulang kerumah dan sore nanti James sudah bisa membawa Lily pulang kerumah.
"Ly kami duluan pulang ya, kami menunggu kalian dirumah semoga cepat sembuh" ucap Via lalu berjalan meninggalkan Lily dan James lalu menyusul Derson yang sudah menunggu dipintu.
Didalam mobil Derson bukannya membawa Via kerumah Derson malah membawa via kepantai untuk menghibur Via.
"Kita kemana sayang? ini bukan jalan kerumah?".
"Aku sudah lama tidak kepantai, siang ini sampai sore nanti aku mau menikmati pantai dulu menghilangkan pikiran-pikiran tidak penting" bohong Derson.
🌛🌛🌛
__ADS_1
Hay kalian jangan lupa like, komen, favorite, juga kasih vote ya.