
🌛🌛🌛
Derson dan Via kembali melanjutkan jalannya, menuju ruangan milik Derson, sesampainya didalam ruangan Via sangat terkejut melihat ruangan kerja Derson sangat luas, rapi dan juga megah, ada sebuah lemari kaca yang berisi buku-buku tersusun rapi. sofa yang dan juga sebuah meja kerja.
Dalam ruangan ini banyak sekali lemari-lemari yang berisi berkas-berkas penting yang terususn sangat rapi juga.
"Kalau kamu mau istirahat kamu masuk lewat lemari sana itu adalah pintu masuk menuju ruang istirahat aku mau bekerja dulu" ucap Derson mendudukan bokongnya dikursi kebesaran itu.
"Aku disini saja, disofa juga kayaknya enak untuk istirahat" ucap Via berjalan kearah sofa.
"Kalau kamu mau makan atau minun pesan lewat telfon kepantry saja ya, itu ada telfon" Derson menunjukkan kesebuah telefon yang terletak diatas meja dan disampingnya ada sebuah foto.
Via dapat melihat dengan jelas gambar dalam photo itu, dia adalah Derson bersama Lily mereka berfoto disebuah pantai.
"Iya" jawab Via cuek.
Mendengar jawab Via yang cuek derson mengurungkan niat untuk menghidupkan komputernya didepannya , dia malah medekat kearah Via lalu memeluk Via dari belakang.
"Aku tidak suka jika kamu menjawabku dengan cuek begitu" bisik Derson ditelinga Via.
"Bukannya kamu dulu suka jika aku menjawab seadanya, karena kamu malas mendengar suaraku?".
"Itu dulu sayang, sekarang aku lebih suka jika kamu mengomel" bisik Derson lagi.
"Tapi aku sudah biasa seperti itu, jadi bisakah kamu melepaskan ku?".
"Tidak bisa sayang aku terlanjur berna*su saat memelukmu, coba rasakan yang ada dibelakangmu" ucap Derson sengaja menggesekkan celananya kepada Via.
"Apa boleh sekarang? bukankah dulu aku sudah memintanya sebelum aku berangkat keamerika?" tanya Derson sambil membalikkan badan Via menghadap dirinya.
Kedua pasang mata itu terkunci untuk waktu yang sesaat, saling padang hingga beberapa menit.
"Aku belum siap, lain kali aja ya. aku mau sebelum aku mencintaimu kamu tidak pernah menyentuhku diluar batas" ucap Via melepas tangan Derson dari pinggangnya.
Dengan rasa kecewa Derson melangkah pergi dari dekat Via menuju meja kerjanya, untuk menghilangkan rasa didalam dirinya Derson memfokuskan dirinya memeriksa beberapa dokumen.
Tidak terasa Derson sudah bekerja lebih dari dua jam, sedangkan Via sudah tidur nyenyak diatas sofa, Derson menoleh kearah Via yang sedang tidur, derson berjalan kearah Via lalu Derson mendekatkan badannya kearah Via dan mengecup bib*r Via yang ranum itu.
__ADS_1
"Kamu watina pertama yang membuat diriku betah disamping mu, sampai saat ini aku tidak tau aku sudah mencintai mu atau belum tapi yang jelas aku merindukanmu jika aku jauh dari mu, aku juga sudah nyaman denganmu" batin Derson membelai rambut Via dengan lembut.
"Ehm.... Ehm..." james yang saat ini sudah berdiri didepan pintu mengeluarkan suaranya dengan kuat karena saat dirinya mengetuk pintu Derson tidak mendengarkannya.
"Kalau mau masuk ketuk pintu dulu" kesal Derson.
"Kamu yang terlalu asik menc*um dan memandangi istrimu hingga tidak mendengarkan ku saat mengetuk pintu" ucap James tidak mau disalahkan oleh Derson.
"Yaudah kamu duduk dulu aku antar Via keruang istihat ku dulu" ucap Derson lalu menggendong Via dari sofa menuju ruang yang ada dibalik lemari.
Dan ternyata ruangan ini tidak kalah luas dengan kamar tamu yang ada dirumah, ada kasur yang berukuran king size dan juga beberapa lemari, dalam ruangan ini juga ada sebuah kulkas untuk menyimpan makanan.
Dengan pelan Derson meletakkan Via diatas kasur lalu menyelimutinya sampai dada, setelah itu Derson segera kembali keruangan kerjanya menemui James.
"Bagaimana dengan Lily?" ucap Derson sambil mendudukan badannya disofa.
"Semuanya lancar aku mengantarnya sampai gerbang kampus, nanti sore baru dijemput lagi karena hari ini jadwalnya sangat padat".
"Baguslah kalau begitu, nanti siang umumkan kepada seluruh karyawan kantor ini kalau Via adalah istriku dan katakan kepada mereka kalau ada salah satu dari mereka membuat Via tidak senang, baik dari pandangan atau perkataan bersiaplah untuk angkat kaki dari perusaan ini".
"Baiklah aku akan mengurusnya, sekalian aku mau katakan padamu kalau siang nanti kita ada pertemuan dengan klien".
"Dimana tempatnya?".
"Mereka yang akan datang sendiri keperusaan ini dan sekalian aku mau menyerahkan berkasnya, tolong dibaca".
🌛🌛🌛
Sudah sebulan ini Lily kuliah disalah satu kampus swasta dikota Jakarta, sudah sebulan ini pula Via selalu ikut kekantor untuk menemani Derson bekerja, Via selalu menaloknya tapi Derson memaksa dengan alasan yang tidak masuk akal dipikiran Via.
Dan pagi ini ke empat orang itu sarapan diatas meja seperti biasa, Via akan duduk disamping Derson, sedang kan Lily dan James saling bersebrangan.
"Lily kok muka kamu pucat begitu apa kamu sakit?" Via memperhatikan wajah Lily beberapa hari ini sangat pucat dan tidak berselera makan.
"Mungkin aku masuk angin kak beberapa hari ini aku tidur larut malam, banyak tugas-tugas kuliah yang perlu aku selesaikan" jawab Lily sambil memasukkan roti kedalam mulutnya dengan tidak berselera.
"Kak hari ini aku nggak kuliah temani aku ke mall ya, kakak nggak usah ikut kekantor".
__ADS_1
"Kamu mau ngapain ke mall?" kali ini Derson ikut bicara.
"Lily pengen beli baju, kemarin Lily lihat ada keluaran terbaru dan Lily sangat menyukai kak".
"Kamu ditemaniJames saja, tapi jangan lama" ucap Derson lagi.
"Aku juga mau beli sesuatu aku ikut ke mall ya" pinta Via kepada Derson.
"bagaiaman kalau hari minggu saja kita ke mall biar kita bareng semuanya" tawar Derson.
"Tapi kak.... bajunya terbatas nggak banyak stok nanti kalau habis gimana?".
"Cari yang lain" jawab Derson cuek.
"Nggak mau, pokoknya hari ini aku sama kak Via akan pergi ke mall".
"Yaudah kalian bawa Chloe menemani kalian kalau ada apa-apa kabari kakak" akhirnya Derson mengalah kepada dua perempuan itu.
"Yeee ayok kak kita siap-siap" dengan riang Lily langsung mengajak Via kekamarnya, hingga tertinggal Derson dan James diruang makan.
"Apa jadwal kita padat hari ini?" tanya Derson.
"Hari tidak ada jadwal kemana-mana hanya mengecek laporan masuk saja, tapi aku sudah merencanakan kalau kita akan pergi kemarkas kita yang baru".
"Apa ada masalah?".
"Tidak ada hanya mengecek keadaan markas saja, ada apa akhir-akhir ini aku melihat kamu kurang bersemangat kalau kita kemarkas?" tanya James penasaran.
"Aku hanya berpikir sudah saatnya kita berhenti mejalankan bisnis gelap ini, perusaan tekstil yang aku punya bisa menghidupi kita lebih dari cukup".
"Wahh sudah mulai tobat ya?" tanya James.
"Aku hanya ingin menjalani hidup normal mulai sekarang, menjalani kehidupan ini dengan damai dan hanya memikirkan perusaan dibidang tekstil ini saja".
"Sepertinya belum bisa sekarang boss, stok barang kita saat ini sangat banyak diperkukan enam bulan untuk menghabiskannya, saya harap boss dapat mengerti" ucap James.
"Baiklah hari ini kita kemarkas, aku mau kamu yang akan menghandlenya dalam enam bulan ini".
__ADS_1
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya