MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Kebusukan Dave


__ADS_3

Kini Alkan tengah di buat bingung oleh sikap Leo yang sulit untuk di bujuk. Dia memaksa–pun demi untuk kebaikan Leo sendiri. Jika tidak ada Leo, siapa yang menjaga Kayla? Dirinya? Itu tidak akan mungkin.


"Manusia batu! Keras kepala sekali mereka berdua itu" sejak tadi, Alkan selalu mengumpat. Mulutnya tidak bisa diam jika sudah emosi seperti ini.


Alkan beranjak dari tempat duduknya, berjalan mendekati telpon rumah. Dia menekan beberapa tombol disana, dan bersiap menghubungi seseorang.


"Angkat, kumohon..."


"Yes" ucapnya, kala mengetahui bahwa telponnya diangkat oleh seseorang.


"Aku ingin berbicara kepadamu" ucap Alkan pada seseorang di balik telpon.


"Alkan, kumohon... tolong, keadaanku ini benar-benar kacau" ucap wanita di sebrang.


Wanita itu adalah Kayla. Rupanya Alkan sengaja menelpon Kayla untuk memasktikan keadaan Kayla. Dan benar saja, Kayla sedang tidak baik-baik saja.


"Ada apa?" tanya Alkan sedikit panik.


"Aku akan menceritakan itu semua. Tapi tolong cari–kan aku cara untuk keluar dari rumah ini" pinta Kayla.


"Tapi apa yang terjadi? Katakan!" tanya Alkan


"Aku... Dave, dia ad—"


Tuut'

__ADS_1


Belum sempat Kayla berbicara, panggilan itu sudah terputuh dari pihak Kayla. Ada yang aneh, memang.


"Ada yang tidak beres" gumam Alkan.


–——


"Benari-beraninya kau. Kau pikir mudah keluar dari penjaraku?" tanya Dave tersenyum mengerigai kearah Kayla.


"Tentu aku akan berani memangnya apa?" pekik Kayla.


Plak'


Tamparan keras dari Dave untuk pipi kanan Kayla sampai- sampai Kayla merasakan panas di pipi kanannya. Kayla memegang pipinya dan hendak mendorong Dave dari hadapannya. Tapi, tentu tidak berhasil, karna tubuh Dave cukup kuat untuk menahannya.


"IBLIS!" bentak Kayla. Dave hanya tersenyum menanggapi ucapan Kayla. Ia berbalik badan dan berlalu pergi begitu saja.


"BERHENTI!" seru Kayla pada Dave yang baru saja sampai di ambang pintu. Dave berbalik dan mengangkat sebelah alisnya.


"Tentang Leo, apa kau yang sudah mengaturnya juga?" tanya Kayla.


"Tentu"


"Semua sudah aku pikirkan matang-matang. Oh, ya, satu lagi. Tentang Leo, dia memang orang yang sudah m3mbvnuh ayah–mu, jadi kau tidak salah jika sekarang kau membencinya" ucap Dave sebelum pergi meninggalkan Kayla


———

__ADS_1


Keheningan malam sedang melanda Leo saat ini. Tapi, heningnya malam tidak membuat pikirannya hening–pula. Segala tentang Kayla, dipikirkannya, di khawatirkannya. Jauhnya bukan berarti lupa. Dia tetap Leo yang masih mengkhawatirkan Kayla.


"Dia sedang apa sekarang?" gumam Leo yang kini menerka-nerka apa yang tengah Kayla lakukan?


"Dia tidak menemuiku sama sekali" lanjutnya.


Tiba-tiba Leo di kejutkan oleh kedatangan seseorang disampinya. Alkan. Ya, orang itu adalah Alkan. "Kau datang kesini untuk membujukku lagi'kan?" tanya Leo to the pint.


Alkan menghela nafas panjang,"Aku disini hanya untuk memberi informasi kepadamu." kata Alkan. Leo berbalik dan menatap Alkan dalam, "Apa?" tanyanya.


"Istri–mu. Dia dalam bahaya" ucap Alkan.


"Aku ingin kau menjaganya" pinta Leo. Alkan berdecak sebal mendengar penuturan Leo, "Aku? Aku tidak bisa melakukannya sendiri. Aku butuh bantuanmu" ucap Alkan


———


Kayla berjalan kearah ruang tamu. Ia melihat Dave sedang duduk disana dan tengah menikmati kopinya. Kayla yang melihat itu langsung mengepalkan tanganya kuat. "PERGI KAU DARI RUMAHKU!" teriak Kayla, suaranya sangat keras. Itu membuat Dave emosi.


Dave bangkit dari duduknya, ia berjalan kearah Kayla dan menarik tangan Kayla secara paksa dan menyeretnya ke gudang. "Lepaskan!" pekik Kayla. Namun perkataannya sama sekali tak di hiraukan oleh Dave.


"DIAM!" sentak Dave.


Kayla saat ini dikurung di gudang. Sebenarnya para Maid dirumah Kayla tau tentang Dave. Hanya saja mereka tidak berani untuk mengatakan apapun. Bukan tanpa alasan. Hal yang terpenting bagi mereka, adalah nyawa.


"Diam, atau aku akan melenyapkan anak yang berada di dalam kandungamu!" kata Leo dengan nada menekan.

__ADS_1


__ADS_2