
🌛🌛🌛
Pagi ini Via bangun dari tidurnya biasanya ada seorang laki-laki yang menyambutnya mengucapkan selamat pagi, tapi kali ini tidak ada yang mengucapkan kalimat itu, saat Via mual dan berlari kekamar mandi muntah tidak ada lagi yang menggosok punggung dan mengoleskan minyak kayu putih.
Via merosot kelantai lalu menangis kembali.
"Kenapa bisa begini, rasanya separuh jiwa sudah terbawa oleh mu, aku tidak bisa jika kamu pergi meninggalkan ku hiks... hiks.... siapa yang akan menjadi teman ku merawat anak kita, siapa orang yang akan mendengarkan keluh kesah ku dan memberi aku solusi. siapa...? siapa Derson....?" teriak Via dengan kuat.
"Aku membenci mu ingat itu! aku tidak mencintai mu lagi dan aku akan melupakan mu seiring berjalannya waktu, dan nama mu akan ku hapus dari diriku" ucap Via dengan emosi.
Aaaaaa.....
"Kamu tega meninggalkan ku, aku sudah melarang mu pergi tapi kamu tetap pergi. apa pekerjaan mu itu lebih penting dari pada aku ha...? jawab aku Derson. hiks... hiks.... apa salah ku" Via terus menangis dengan posisi duduk dilantai.
Selama seminggu ini selama pencarian Derson tidak henti-hentinya Via berdoa supaya Derson selamat, ternyata doanya belum terkabul sampai sekarang, kini tubuh mungil itu makin kurus, badan tidak terurus rambut seperti tidak pernah disisir.
Tiba-tiba pandangan Via kabur, Ia tidak sanggup lagi sekedar untuk berdiri akhirnya Via pingsan didalam kamar mandi.
"Astaga sayang kamu kenapa tidur disini?" ucap Mawar saat pagi ini Ia ingin melihat kondisi Via, mawar mencoba membangunkan Via dikira Via tertidur tapi tak kunjung bangun.
"Astaga kamu pingsan" Mawar langsung memapah Via dengan sekuat tenaganya kekasur, lalu Ia memanggil dokter Riri dari kamarnya.
Setelah selesai pemeriksaan dokter Riri menyarankan kalau Via jangan terlalu banyak pikiran sebaiknya jangan biarkan dia sendiri dulu sampai Ia sedikit melupakan kepergian Derson.
"Saya sarankan kalau bisa ibu temani aja dulu nona Via mulai ia bangun sampai tidur ajak berbicara alihkan pikirannya dari tuan Derson. kasian bayinya kalau nona via stres terus" ucap Riri turut berduka cita atas kemalangan itu.
"Apa dokter Riri tidak keberatan kalau ikut kerumah saya karena saya akan membawa Via kerumah saya, bagaimana pun saya harus mengurus suami dan anak saya".
"Saya mau kok buk, itu sudah menjadi tanggung saya apalagi saya sudah tanda tangan kontrak kalau saya akan merawat nona Via sampai melahirkan".
__ADS_1
"Terimakasih ya, kamu boleh pergi biar saya yang menjaga Via sampai dia sadar" ucap Mawar lalu duduk disamping Via yang belum sadar dari pingsannya.
Dengan sabar Mawar menunggu Via dari pinsannya, sebenarnya bukan hanya Via yang sedih dalam keadaan tapi karena Dia sedang hamil membuat dia sensitif.
Selama lebih dari 10 menit baru Via mulai membuka matanya.
"Mah Derson mana? tadi ia sudah kembali dan menemui Via".
"Sayang lupakan dia! doakan saja supaya Derson tenang dialam sana, dia sudah pergi meninggalkan kita semua".
Via diam mendengar ucapan Mawar ternyata Ia hanya bermimpi berjumpa dengan Derson, tertawa Bersama dalam sebuah taman.
"Sayang mama ingatkan lagi sama kamu, kamu itu sedang hamil, mama tidak memaksamu untuk melupakan Derson secepat ini tapi mama harap kamu ingat anak kamu, jangan sampai gara-gara kamu stress anak kamu jadi kena imbasnya kasian dia".
"Iya mah Via mengerti, Via akan berusaha lebih kuat lagi, Via akan mencoba melupakan dia" ucap Via mencoba bangkit dari keterpurukannya dan membangun kembali kehidupan yang akan dijalani bersama anaknya kelak.
"Kita sarapan yok mah, anak Via nanti lapar kalau nggak makan" ucap Via dengan wajah gembira.
"Iya sayang, gitu dong mama senang lihatnya, mulai hari ini kamu dirumah mama aja ya sampe kamu melahiran biar mama yang akan menjagamu" ucap Mawar sambil tersenyum.
"Iya mah, mulai hari ini Via akan nurut apa saja kata mama asal semuanya untuk kebaikan Via dan juga anak Via nanti".
Via dan Mawar turun dari tangga menuju ruang makan disana sudah semua duduk dengan tenang termasuk keluarga Harry, mereka semua tercengang melihat keadaan Via yang berubah 360•.
Via duduk dikursi biasa ia tempati diliriknya sebentar kursi yang biasa ditempati Derson tiba-tiba hatinya terluka lagi, tapi ia coba untuk kuat dan tersenyum.
Via juga makan dengan lahap sampai ia tambah beberapa kali. selesai makan mereka semua memutuskan untuk pulang kekediaman masing-masing, dan rumah aderson akan dirawat oleh pelayan disana sampai sang empunya kembali yaitu Via.
Via dan Riri duduk dikursi belakang sedangkan Mawar duduk didepan bersama suaminya, Lily dan James kembali kerumahnya begitu juga Harry dan Marry.
__ADS_1
*****
Waktu berjalan begitu cepat, sudah 2 bulan lebih kepergian Derson, masalah kecelakaan menimpa Derson tidak diselidiki mereka karena permintaan Via, ia ingin Derson pergi dengan tenang tanpa ada lagi masalah, Via juga menata kembali kehidupannya dari luar ia terlihat bahagia tapi hati dan pikirannya hanya ia yang tahu.
2 minggu lagi Via akan melahirkan anak mereka tapi dokter Riri menyarankan, kalau Via sebaiknya melahirkan secara ceaser dan itu sudah disetujui oleh Via.
Dokter Riri dan Mawar selalu siap siaga menjaga Via, Alfi yang melihat istrinya selalu sibuk dengan Via tidak keberatan, ia malah mendukung Mawar untuk selalu ada untuk Via setidaknya sampai Via melahirkan baru dipikirin lagi langkah selanjutnya.
"Mah besok Via mau tidur dirumah utama ya" pinta Via saat mereka sudah siap makan malam.
"Kenapa begitu sayang, bukannya lusa kamu akan melakukan operasi kenapa nggak nginap disini?" tanya Mawar heran.
"Aku hanya sedikit merindukan harum dari Derson, aku juga berangkat dari rumah saat mau pergi kerumah sakut mah" ucap Via.
"Hmm baiklah sayang besok sore kita kesana mama sama om mu juga bakal ikut" seru Mawar.
"Terimakasih ya ma.... mama udah selalu ada buat Via".
"Iya sayang".
Selesai berbicara Via kembali kekamar karena malam sudah semakin larut, ia ingin istirahat dikamarnya.
Saat sampai didalam kamar Via membuka lemari dan mengambil sebuah kertas dari laci ternyata kertas itu adalah sebuah foto, foto dirinya dengan Derson.
"Sayang lusa anak kita akak lahir, ternyata kamu benar ya sudah jauh dari kami, selama ini aku sengaja membuat diriku tegar didepan keluarga agar aku tidak menyusahkan mereka, aku juga sudah mencoba mengiklaskan mu tapi jujur sampai saat ini aku belum percaya kamu sudah pergi jauh" ucap Via.
🌛🌛🌛
Jangan lupa kasih hadiah ya Vote kalau bisa heheh. makasih
__ADS_1