MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Leo mulai jatuh cinta


__ADS_3

Hendrik kini dilanda rasa cemas. Ia benar-benar ketakutan. Dia takut jika terjadi sesuatu pada keponakannya. Sudah hampir empat hari Kayla tidak pulang.


"Aku tidak akan menyerah! Aku akan melapir ke polisi dan mencari keponakanku sampai ia ketemu" gumam Hendrik


––


Sementara itu, Kayla kini sedang makan bersama Leo. Ya, hanya mereka berdua yang ada di meja makan. Sementara Alkan yang sudah lapar terpaksa menahan perutnya yang keroncongan agar tidak menganggu Leo dan Kayla.


"Aggrh, perutku semakin lapar rasanya"


"Hah, tapi aku akan terus mendekatkan dua orang itu. Jika tidak, mungkin Kakakku akan menjadi pria tua yang tak beristri. Aku tidak ingin itu terjadi." gumam Alkan.


––


"Tuan, apa masakanku enak?" tanya Kayla


"Ya, sangat enak." Leo menyantap semua masakan yang Kayla masak.


"Lalu kapan aku bisa pergi dari rumah ini? Aku taku pamanku mengkhawatirkanku. Dia pasti sangat cemas" tutur Kayla.


"E-itu, aku tidak tau, aku belum bisa melepaskanmu" ucap Leo


"Kenapa?"


"Kau masih belum menebus kasalahanmu padaku" ucap Leo.


––


Setelah melihat meja makan kosong, Alkan langsung saja memakan semua makanan yang tersisa di meja makan. Akhirnya perutnya bisa terisi juga.


"Hah, akhirnya aku bisa kenyang" guman Alkan


Saat hendak berdiri dari kursi makan, tiba-tiba ponsel Alkan berbunyi.


"Jesy?" ucap Aklan saat melihat layar ponselnya


"Untuk apa dia menghubungiku? Apa dia tidak puas, setelah apa yang ia lakukan?"


––


Semakin hari Kayla semakin murung. Bahakan untuk menyiapkan makanan untuk Leo dia sudah tidak meu lagi melakukannya.


"Mengapa kau selalu murung?" tanya Leo yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.


Kayla memang tidur di kamar Leo, itupun atas perintah Leo.


Walau begitu, Leo tidak tidur dengan Kayla. Ia tidur di kamar sebelah.


"Aku bosan!" jawab Kayla ketus


"Lalu, apa yang kau inginkan? Ingat, aku tidak suka melihat kesedihan di wajahmu!" tegas Leo


"Apa kau memperdulikanku?" beo Kayla.


"Tidak! Saat melihat wajah sedihmu, aku jadi ingin membunuhmu!" ucap Leo.

__ADS_1


"Tuan, tolonglah pulangkan aku," pinta Kayla


"Tidak!" Leo pun pergi meinggalkan Kayla.


--- --- ---


Pagi harinya, Leo bersiap untuk pergi ke kantor. Sudah lama dia tidak mengontrol kinerja Kelvin. Ia ingin melihat kemajuan perusaanya yang di jalankan oleh bawahannya.


"Kau diam disini. Jika kau berani pergi, aku tidak akan mengampunimu!" tekan Leo pada Kayla yang hanya menunduk.


"Apa aku akan di sini sendirian?" tanya Kayla.


"Banyak para pembantu. Kau tidak sendiri disini!" ucap Leo


––


Leo dan Alkan kini tidak ada dirumah, Kayla rasa ini adalah kesempatan untunya. Dia bisa melarikan diri sekarang.


"Aku harus kabur." gumam Kayla


Kayla berjalan ke arah gerbang, dia sana ada satpam gan para bodyguard Leo, bagaimana caranya Kayla bisa melewati mereka?


"Pak, saya harus keluar, Tuan menturuh saya untuk menyusulnya" ucap Kayla pada Pak satpam


"Benarkah? Tapi tadi Tuan Leo–"


"Aku harus cepat, dia sedang menungguku. Aku takut dia marah" ucap Kayla


"Ba-baiklah Nona, silahkan" satpam itu membuka gerbang lebar-lebar.


Kayla sudah berjalan jauh dari tempatnya di kurung. Yap, manshion milik Leo. Namun, dia tidak tau sekarang dia berada dimana.


Hari sudah semakin larut, tapi Kayla malah tersesat. Dia tidak tau jalan pulang. Jalan yang ia lewati sangat asing. Ia juga tak mungkin kembali ke rumah Leo. Jika dia kembali, semua usahanya sia-sia.


"Dimana ini?" Kayla melihat ke sekeliling jalan.


Tiba-tiba ada sebuah mobil putih yang berhenti di depan Kayla. Lalu seseorang pria keluar dari mobil. Ia mengenakan baju serta hitam dan menggunakan penutup kepala dengan warna senada.


Tanpa aba-aba pria itu membekap mulut Kayla dan memasukannya ke dalam mobil. Tangan Kayla diikat. Begitupun dengan kakinya.


––


"Euh, dimana ini?" gumam Kayla yang baru saja bangun dari pingsannya.


Ia melihat sekeliling tempat itu. Ia di sekap di sebuah gudang. Banyak barang usang yang ada di sana. Banyak debu, dan juga tikus.


"Ya tuhan, cobaan apa lagi ini? Baru saja aku keluar dari mansion tuan Leo, aku sudah di sekap lagi di sini" guman Kayla.


––


Kini Leo tengah marah kepada satpam rumahnya yang berani membukakan gerbang untuk Kayla. Dia membawa satpan itu ke sebuah ruangan.


"A-ampun tuan, saya hanya takut"


"Cepat cari gadis itu, atau aku kan membunuhmu" tekan Leo

__ADS_1


"Ba-baik, saya akan mencarinya sekarang tuan" satpan itu pergi dengan tergesa-gesa untuk mencari Kayla.


Tiba-tiba Alkan datang dari arah belakang, dia tersenyum manis kepada Leo yang saat ini tengah marah karna Kayla berhasil melarikan diri darinya.


"Mengapa kau tidak mengakuinya saja?" tanya Alkan


"Mengakui apa?" Leo bertanya balik


"Kau mencintai gadis itu kan?" goda Alkan


"Tidak!" jawab Leo dengan tegas.


"Kalau begitu, aku saja yang akan mencintainya" ucap Alkan


Alkan benar-benar ingin membuat Leo jujur kepadanya, bahkan saat ini ia sudah mencurigai Leo mencintai Kayla. Dan mungkin kecurigaannya itu benar, mungkin.


"Apa? Dia gadisku! Kau tidak boleh menyentuhnya sedikitpun" tekan Leo


"Wah, gadismu? Kakakku Leo Syam Argantara, ayoklah! Akui saja bahwa kau telah mencintainya" ucap Alkan


"Manusia menyebalkan" ucap Leo seraya pergi dari ruangan itu


"Hey, kau! Tunggu aku!" Alkan bergegas mengejar Leo


––


Kini satpam pribadi Leo tengah mencari-cari Kayla. Dia juga dilanda rasa kebingungan. Sebab, dia tidak tahu dimana keberadaan Kayla sekarang.


"Kemana aku harus mencari Nona itu?" gumam Pak satpam


"Aku tidak ingin m4t1 di tangan Tuan Leo."


Satpam itu terus mencari ke semua tempat. Ia juga melajukan mobilnya perlahan untuk menemukan sebuah petunjuk. Dan benar saja, dia melihat sebelah sandal capit berwarna putih di bawah sebuah mobil hitam.


Sepertinya, ia mengenali sandal itu. Yap, itu seperti sandal milik Leo. Mungkin saja Kayla memakainya, dan menjatuhkannya.


Dia sempat keliru dengan dugaannya, bisa jadi itu hanya kebetulan saja.


"Apa aku harus mencari tau tentang mobil itu?" gumamnya


Setelah berpikir panjang, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu tentang mobil itu. Ia diam-diam menyelinap masuk ke sebuah rumah yang sedikit kumuh dan tak terurus.


"Aku harus menyelidiki tempat ini" gumamnya.


"Lepasin!"


Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara teriakan wanita yang meminta di lepaskan. Entah dilepaskan apa? Yang jelas itu membuatnya semakin yakin bahwa Kayla ada di dalam dan di sekap.


"Benar, ternyata Nona Kayla tengah di sekap" gumamnya.


Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan langsung memberikan titik lokasi keberadaannya via whatsApp kapada Leo.


"Akhirnya, semoga Tuan Leo segera datang kesini"


Bruk'

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memukul punggungnya menggunakan kayu yang cukup keras. Sehingga dia tidak sadarkan diri.


__ADS_2