MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Kedatangan Leo


__ADS_3

"Lepaskan!" Teriak Kayla.


"Diam Nona! Lihatlah pria itu. Mungkin dia akan menyelamatkanmu, tapi tidak bisa hahaha" ucap salah seorang preman


"Itu kan, satpan Tuan Leo. Aku yakin Tuan Leo pasti akan datang" gumam Kayla.


"Untuk apa kalian menculikku? Apa kalian menginginkan harta? Aku akan memberikan uang banyak! Asalkan kalian harus melepaskanku terlebih dahulu!" Teriak Kayla.


"Hahahah bodoh! Kami tidak ingin harta. Kami hanya menginginkanmu, benarkan?" preman itu melirik temannya.


"Iya, sudah lama kami tidak bermain dengan seorang gadis" seru preman yang ada di belang.


"Jangan kurang ajar kalian! Aku bukan gadis kotor." suara Kayla terdengar bergetar.


Ke tiga preman itu benar-benar membuat Kayla panik. Ia takut akan hal-hal yang akan terjadi selanjutnya. Apalagi, preman itu mengatakan bahwa mereka menginginkan dirinya, bukan hartanya.


"Bawa dia ke kamar" ucap preman bertubuh kekar.


"Tidak! Jangan. Aku mohon lepaskan!" Kayla memberontak untuk berusaha melepaskan diri.


Kini Kayla berada di kamar yang lusuh, dan banyak debu dimana-mana. Dihadapan Kayla ada tiga preman yang berniat untuk mengg4g4h1nya.


"Jangn menyetuhku! Atau aku akan berteriak." ancam Kayla kala salah seorang preman menyentuh dagunya.


"Berteriaklah sesukamu Nona, tidak akan ada yang menolongmu!" ucap preman itu


"Berteriak dengan nikmat sayang hahahah"


Preman bertubuh kekar itu melempah tubuh mungil Kayla dan mencekram dagu Kayla dengan kuat, sampai-sampai sang empu kesakitan.


"Tidak! Menjauh kalian!" Kayla berusaha mencegah aksi bejad preman itu.


Srekk'


Preman itu merobek baju Kayla dan melemparnya ke sembarang tempat. Ia lalu menindih tubvh Kayla dan hendak menc1vm b1b1r mungil milik Kayla.


Brak'


Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu dengan keras. Ya, itu adalah Leo. Akhirnya dia datang. Ia langsung menghajar kedua preman yang sedang berdiri.


Tapi preman yang sedang menindih tvbuh Kayla langsung berdiri dan menjamb4k rambut Kayla. Ia menempelkan pisau di leher Kayla dan mengancam Leo.


"Dasar pahlawan kesiangan! Berhenti disana. Jika kau berani mendekat maka gadis ini akan tewas!" ancam preman itu.


"Tuan Leo, tolong aku hiks" pinta Kayla seraya menangis menahan sakit akibat rambutnya dijamb4k.


"Beraninya kau! Kau pikir siapa dirimu hah? Berani menantangku. Kau belum tau siapa diriku?" bentak Leo.


"Memangnya siapa dirimu? Aku tidak takut" ucap preman itu.


"Setelah menghajar kedua temanmu yang lemah, aku juga akan mnghajarmu yang lebih lemah dari mereka!" perlahan Leo mendekat kearah Kayla dan preman itu.


Semakin dekat langkah Leo menuju Kayla, maka semakin menempel pula pisau di leher Kayla.


"Aaa sakit, tolong jauhkan pisau itu hiks" pinta Kayla.


"Aku akan memberimu 2 pilihan. Petama, bunuh gadis ini dan aku akan menmbak kepalamu" Leo mengeluarkan pistol dari saku celananya


"Kedua, lepaskan dia. Maka, aku akan mengampunimu"


"Aku memberimu waktu 5 detik" ucap Leo


"Satu!"


"Dua!"


Bruk'


Preman itu mendorong Kayla dengan kuat ke suduh kamar.


"Beraninya!" Leo langsung melepaskan beberapa tembakan tepat di kepala pria itu, hingga dia tewas.


Kayla melihat semua kejadian itu, dia melihat Leo membunuh preman itu. Dia sangat ketakutan dengan apa yang tengah ia lihat.


Apakah setelah Leo menembak preman itu, dia juga akan menembak Kayla?


"Cepat urus mayat itu," ucap Leo pada anak buahnya yang ada di luar kamar.


Leo menghampiri Kayla yang sedang memeluk kedua lututnya dengan keadaan bergetar. Dan hendak menyentuh tangannya.


Tapi sebelum Leo menyentuh tangan Kayla, tangan Kayla dengan sigap menempis tangan Leo. Sepertinya Kayla tidak ingin di sentuh oleh Leo.


"Pergi kau pembunuh!"


"Aku bukan pembunuh" ucap Leo dengan nada pelan


"Aku melihatnya, aku benar-benar melihatnya" ucap Kayla dengan suara kecil yang hampir tak terdengar.


''Jika aku tidak melakukan itu, maka kau akan-"


"Apa?" pertanyaan Kayla memotong perkataan Leo


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya sekarang. Yang jelas, aku melakukannya untuk menyelamatkanmu." jelas Leo.


"Ayok, kita pulang kerumahku" Leo megulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak, tuan!"


"Aku hanya ingin pulang ke rumahku, aku merindukan pamanku hiks"


Kondisi Kayla saat ini memang sangat memprihatinkan. Rambutnya yang acak-acakan, bajunya yang sobek, dan tubuhnya yang penuh dengan luka lembab, membuat Leo tak iba dan mau menuruti permintaannya.


"Baiklah, besok akan ku antarkan kau pulang. Sekarang pulanglah bersamaku, dan bersihkan dirimu terlebih dahulu" ucapan Leo di angguki oleh Kayla.


––


Saat tiba di kediaman Leo, Alkan yang baru saja turun dari lantai atas seketika mematung kala melihat kondisi Kayla dengan baju yang sobek.


"Apa yang terjadi?" tanya Alkan


"Aku akan menceritakannya nanti" jawab Leo


Leo melewati Alkan yang tengah berdiri. Leo menggenggam tangan Kayla dan membawanya kekamar.


"Wah, lihat si dingin itu. Sekarang dia tengah jatuh cinta" ucap Alkan pada anak buahnya sambil tertawa.


––


"Mandilah, bersihkan tubuhmu. Setelah itu aku akan mengobati luka-lukamu" Leo meyodorkan handuk miliknya kepada Kayla.


Tak ada jawaban yang keluar dari bibir Kayla. Ia langsung pergi ke kamar mandi.


 


Kini Kayla tengah berada di balkon kamar. Ia sedang melamun memikirkan nasibnya yang malang. Dia ingin pulang dan bertemu pamannya.


"Sedang apa kau disini?" ucap Leo tiba-tiba datang.


"Kapan kau akan mengantarku pulang?" tanya Kayla.


"Lusa malam." jawab Leo singkat.


"Aku tidak lusa!"


"Lalu kapan?" tanya Leo


"Besok" ucap Kayla.


"Baik, tapi ada satu syarat." Leo menatap lekat kedua mata bulat Kayla.


"Syarat apa?" beo Kayla


"Lakukan ini" Leo menunjuk b1b1rnya


"Apa? Aku tidak mengerti. Bibir? Apa maksudmu?" Kayla benar-benar di buat bingung.


"Dasar kau ini, ayok kemari"—kemudian Kayla mendekat kearah Leo


"Tuan, ada apa?" tanya Kayla dengan wajah polosnya.


Leo mendekatkan wajahnya dengan wajah Kayla. Dia men1civmi bibir mungin Kayla dengan perlahan.


"Mmmhpp" Kayla benar-benar kaget atas apa yang Leo lakuakan, dia segera memukul dada bidang Leo.


"Huuft, Tuan, apa yang kau lakukan?" Kayla bertanya dengan nafas yang tak teratur.


"Apa? Lagi??" goda Leo.


"Ish apaan sih," pipi Kayla memerah menahan malu.


"Jika kau pergi dari rumah ini, apa kau akan kembali?" Leo menatap Kayla dengan tatapan yang sulit diartikan


"Untuk apa aku kembali kesini? Lagipula ini bukan rumahku tuan. Aku tidak akan kembali" tutur Kayla


"Tapi aku akan membuatmu kembali" ucap Leo


"Tidak, tidak, tidak!" Kayla menggelengkan kepalanya.


"Ada caranya"


"Apa?" beo Kayla


"Akan kulakukan malam ini" ucap Leo sambil berjalan pergi meninggalkan Kayla sendiri.


"Apa yang akan dia lakukan?" gumam Kayla


——


Kini Leo dan Arkan tengah makan malam. Mereka heran mengapa Kayla tidak ikut makan bersama mereka? Padahal Kayla yang selalu menyipakan makanan untuk mereka


"Kemana gadis itu?" tanya Alkan


"Entahlah, aku juga bingung" ucap Leo.


Setelah Leo dan Alkan menyantap makanan, Leo segera pergi ke kamar sembari membawa piring berisikan nasi dan lauk pauk untuk Kayla.


Ceklek'


"Sedang apa kau?" tanya Leo


Kayla tengah mengacak-acak lemari Leo dan mencoba bajunya satu-persatu. Ia tidak mempunyai baju lagi. Jadi dia akan memakai baju milik Leo lagi.

__ADS_1


"Mencari baju," jawabnya singkat


"Pakailah bajuku yang kau pegang itu. Itu sudah kecil, dan aku jarang memakainya" tutur Leo


"Baju ini?"


"Oke, oke. Aku akan memakainya" Kayla segera pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


Setelah Kayla keluar dari kamar mandi. Ia keluar dengan menggunakan kaos putih pilihan Leo. Kaos itu terlihat pas di badannya. Tapi terlalu memperlihatkan lekuk tubvhnya.


"Tuan, lihat"


"Ka-kau, e-makanlah cepat. Jangan memanggil namaku. Aku akan segera tidur" Leo menari selimut dan menutupi kepalanya.


"Aneh" gumam Kayla


Leo sebenarnya sangat ter4ngs4ang kala melihat penampilan Kayla. Ia segera menutupi dirinya dengan selimut tak lain hanya untuk menahannya saja.


––


"Tuan, apa yang kau akan lakukan?" tanya Kayla


"Lakukan apa?"


"Tadi siang kau mengatakan, bahwa kau akan melakukan sesuatu agar aku kembali kepadamu" ucap Kayla dengan wajah polosnya


"Aku–sebenarnya tidak yakin. Aku taku melakukan sesuatu padamu" ucap Leo tanpa menoleh kearah Kayla


"Bagus! Jangan lakukan sesuatu ya, karna aku tidak akan lembali kepadamu" dengan entengnya Kayla mengatakan itu sambil menarik selimut dan hendak tidur di dekat Leo


"Beraninya! Baik aku akan melakukan sesuatu agar kau kembali kepadaku" Leo menyibakkan selimut yang menempel pada tubuhnya dan tubuh Kayla


"Tuan, apa yang kau lakukan?" Kayla kaget karna Leo menarik tangannya dan mendekap tubvhnya.


"Sstt, rasakan sensasinya saja" bisik Leo


"A–apa?"


"Aku, menyukaimu. Inilah alasan kenapa aku tidak membiarkanmu pergi dariku" ucap Leo


"A-apa? Kau menyukai gadis sepertiku tuan?" Kayla benar-benar dibuat gugup oleh aksi Leo


Tanpa aba-aba Leo langsung melepas pelvkannya. Dia buru-buru mel3paskan pakaian yang ia kenakan. Tingkahnya tentu membuat Kayla terkejut.


"Tuan, apa yang akan kau lakukan? Tuan, menjauh dariku!" teriak Kayla.


"Sutt, diamlah. Aku akan melakuaknnya dengan penuh cinta" bisik Leo


"Tapi, tuan"


"Mmpph" belum sempat Kayla melanjutkan perkataannya Leo sudah terlebih dulu menyambar b1bir mungilnya.


Perlahan Leo merapa p1ngg4ng ramping Kayla agar lebih dekat dengan tubvhnya.


"Lakukankah denganku" bisik Leo


"Tuan, jangan lakukan itu a–"


"Sutt" Leo meletakan telunjuknya di b1bir Kayla


"Tuan, jangan"


Butuh mungil Kayla tidak dapat menahan semua tenaga yang di keluarkan Leo. Sehingga malam itu menjadi malam yang cukup panjang untuk mereka berdua


–—–


"Mah, Pah, maafin kesalahan Kayla hiks" tangisan Kayla mampu membangunkan Leo


"Ada apa hemm?" Leo melingkarkan tangannya di pinggang Kayla.


Kayla merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Kayla melihat kearah mata Leo, "Apa salahku? Mengapa kau melakukan itu semalam? Hiks" Keyla melontarkan beberapa pertanyaan kepada Leo.


"Kau tidak salah, akulah yang salah." lirih Leo


"Aku sudah kotor, aku tidak pantas untuk siapapun" Kayla saat ini benar-benar terl8hat frustasi.


"Aku akan menikahimu." ucap Leo.


"Pernikahan tanpa di dasari cinta, begitu maksudmu kan? Aku tidak mau, aku tidak mau menikah denganmu, pulangkan aku kerumahku tuan hiks" tutur Kayla


"Ba-baiklah, siang ini akan ku antarkan" ucap Leo.


"Bagaimana aku mengatakan perasaanku padanya? Aku bukan tipe lelaki romantis seperti Alkan" gumam Leo.


——


"Kau yakin akan mengantarnya pulang sekarang?" tanya Alkan.


"Ya, itu keinginannya" jawab Leo.


"Ada satu hal yang ingin ku katakan padamu sebelum aku mengantarkan gadis itu pulang" ucap Leo


"Apa?"


"E–itu menyangkut perasaan ak–"

__ADS_1


"Aku tau, kau menyukai gadis itu kan?" potong Alkan yang sudah tau maksud dari perkataan Leo yang terbata-bata.


"Hmm" Leo langsung pergi meninggalkan Alkan karna dia merasa malu.


__ADS_2