
🌛🌛🌛
"Iya aku melawannya, aku tidak suka disuruh terus olehnya dan aku juga tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah tanpa ada PRT, rumahnya besar mah" adu Amelia.
"Cuman gara-gara itu kamu diusir?".
"Tadi sebelum dia meniduriku aku minta pulang saja, tapi malah ia memperk*sa ku".
"Astaga kamu tidak boleh seperti itu nak, seharusnya kamu jalani saja dulu lama-lama kamu akan terbiasa, dengan begitu ia akan menyayangimu".
"Mahh aku pulang kesini aja, aku nggak mau lagi bertemu dengan laki-laki itu" ucap amelia lalu melepas pelukannya, ia berjalan kekamarnga untuk istirahat.
🌛🌛🌛
"Sayang angkat dulu hp ku itu! siapa yang nelfon?" tanya Derson yang saat ini fokus pada latopenya karena ia memeriksa berkas dan Via hanya duduk santai disampingnya.
"Nomor baru yank" ucap Via lalu menunjukkan nomor yang menelfon.
"Coba kamu angkat dan buat lounspeaker biar aku bisa dengar sayang" ucap Derson.
"Hallo" jawab Derson saat via sudah mengangkat telfon itu.
"Hallo derson ini aku Harry, aku sedang berada dipenjara, kamu datang dulu kesini bantu lepasin aku" ucap Harry dari seberang telfon.
"Haha.... akhirnya kamu masuk juga ke dalam penjara, semoga kamu bahagia disana" ucap Derson malah tertawa senang.
"Sayang nggk boleh begitu" seru Via saat memdengar Derson bicara.
"Paman kenapa bisa masuk penjara?" tanya Via dengan lembut.
"Paman tadi malam ada masalah kamu bantu paman ya, apa kamu nggak ingat saat orang tua mu meninggal kamu itu tinggal bersama paman, anggaplah kali ini kita impas kalau kamu mau membantu paman" ucap Harry.
"Astaga... paman kok bicara seperti itu" batin Via.
"Kamu dengar paman bicarakan?".
"Iya paman aku dengar tapi kalau Derson tidak mau menolong paman, aku bukanlah apa-apa" ucap Via.
Derson langsung meminta hp dari tangan Via lalu berbicara kasar kepada Harry.
"Kalau kamu butuh imbalan karena menampung istriku beberapa tahun lalu aku akan membayarnya dengan uang tapi saat kamu sudah keluar dari penjara bukan sekarang waktunya" ucap Derson lalu mematikan telfon itu secara sepihak.
Derson emosi mendengar ucapan Harry, sepertinya Harry tidak iklas menampung Via dirumahnya saat Via kehilangan orang tua.
"Sayang sepertinya paman mu itu ada gilanya ya?" ucap Derson becanda.
__ADS_1
Plak...
Via malah menampar bahu Derson karena mengatakan Harry gila.
"Au.... itu memang kenyataan sayang, semenjak aku kenal dekat dengannya krgilaannya selalu aku lihat dengan nyata" ucap Derson membela dirinya.
"Iya tapi jangan ngomong gitu juga pamali, paman itu sudah orang tua" ucap Via,sejujurnya ia juga tidak suka dengan ucapan Harry barusan.
"Kamu nggak usah pikirin laki-laki tua itu lagi, aku tidak akan membebaskannya, biarkan dia merenungi perbuatannya disana" ucap Derson lalu kembali fokus pada latopenya.
🌛🌛🌛
Waktu berjalan begitu cepat usia kandungan Via sudah memasuki bulan ketiga, sampai saat ini ia tidak ada merasakan keganjalan pada kandungannya walau ia dulu pernah mengalami penyakit yang serius.
Dilain tempat saat ini seorang wanita muntah-muntah di wastafel restoran ia adalah Amelia, saat ini ia merasa badannya lemas dan ingin muntah, sensitif dengan bau yang ada disekitarnya.
Sedangkan hubungannya dengan Davis sama sekali tidak ada kemajuan malah mereka tidak pernah lagi saling bertemu satu sama lain, bahkan Davis maupun Amelia tidak ada yang saling mencari.
"Astaga aku kenapa? apa aku kena karma ya karena pernah berniat merebut suami sepupuku" batin Amelia dengan konyol.
Amelia berjalan kembali kemeja ia memesan makanan, saat dia sampai waiters restoran sudah mengantar pesanannya, Amelia duduk dengan termenung sambil menikmati jus wortel yang ia pesan.
"Enaknya makan apa ya?" Amelia belum memesan makanan ia hanya memesan minuman karena belum tau mau pesan apa.
"Mbak mau pesan" suara laki-laki dibelakang meja Amelia ingin memesan makanan.
"Dasar buaya, belum sah cerai pu ia sudah memiliki kekasih lagi" umpat Amelia, ia kembali meninggalkan mejanya menuju kasir, sepertinya ia tidak mau melihat wajah laki-laki itu lagi.
"Hey Amelia...." saat ia bergerak dari duduknya malah dipanggil oleh Davis.
Amelia tidak menghiraukan panggilan Davis Ia tetap berjalan menuju kasir, tapi tidak disangka'' ternyata Davis mengikuti langkah Amelia sampai kekasir.
"Ikut aku, aku mau bicara" Davis menarik tangan Amelia kemeja mereka bersama perempuan tadi.
"Duduk dulu aku mau bicara serius".
"Mau bicara apa, katakan saja aku lagi sibuk".
"Apa kecebongku waktu itu tidak membuat mu hamil, kenapa tidak mencariku? tapi nggak apa-apa itu artinya aku bisa segera mengurus surat cerai kita" ucap Davis.
"Yaudah kamu urus saja aku siap menandatanganinya kapan saja dimana saja" jawab Amelia acuh walau ia sedikit merasa sakit hati.
"Bagaimana kalau kamu tanda tangani diatas kasur kita waktu itu sambil bermain-main".
"Kurang aj*r kamu ya, didepan pacarmu kamu bicara tidak sopan dasar buaya" umpat Amelia.
__ADS_1
"Hahah dia bukan pacarku dia sekertarisku" jawab Davis.
"Terserahmulah, aku pergi" ucap Amelia lalu pergi dari sana meninggalkan Davis yang tertawa senang.
"Kenapa bapak tertawa?" tanya sekretaris sekaligus teman Davis bernama Mira.
"Aku hanya bermian-main dalam ucapan ku tapi ia sudah marah. sebenarnya aku sudah tertarik dengannya saat pertama bertemu, tapi sepertinya ia sangat sulit didapatkam apalagi Ia menyukai orang lain" jawab Davis.
"Kalau dia tidak hamil dan tidak mencarimu apa yang akan kamu perbuat?".
"Tentu mengejarnya" jawab Davis santai.
"Tapi kenapa kamu suka mempermainkannya dengan cara bicaramu yang kasar?".
"Entahlah aku nggak tau" jawab Davis santai.
🌛🌛🌛
Didalam toilet Amelia sedang mencoba tespek yang ia beli tadi dari apotik setelah bertemu degan Davis, ia jadi teringat kalau ia sudah terlambat datang bulan.
"Semoga saja hasilnya negatif" batin Amelia.
"Astaga... ini tidak boleh terjadi. kenapa aku malah hamil anak dari dia? bagaimana ini" batin Amelia yang sudah mulai merasa takut dan was-was.
"Lebih baik aku diam saja dan tidak memberitahu hal ini kepadanya, tidak ada gunanya juga" batin Amelia lalu membuang tespek itu ke tong sampah.
Amelia merebahkan badannya yang masih lemas itu diatas kasur, ia merasa lelah. lelah dengan kehidupannya yang makin rumit.
Dret... dret....
Getaran hp Amelia ternyata Via sedang menelfonnya.
"Hallo Via".
"Amelia kamu tau nggak kalau paman sedang dipenjara?" tanya Via dari seberang telfon.
"Aku tidak tahu Via, kapan itu terjadi?" tanya Amelia dengan irama suara yang tidak sekasar dulu.
"Waktunya kapan aku kurang tau, tapi tadi paman telfon Derson katanya minta dikeluarin dari penjara".
"Terimakasih ya sudah mengabari aku, besok kami jenguk papa bersama mama" jawab Amelia.
🌛🌛🌛
Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.
__ADS_1
Makasih ❤❤❤