MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 69


__ADS_3

🌛🌛🌛


Waktu berjalan begitu cepat sabtu ini terakhir Derson bekerja dan akan melakukan perjalan keluar negeri selama seminggu bersama sang istri.


Karena hari terakhir bekerja Derson dan James sangat sibuk bekerja sehingga tidak sempat makan siang, sekarang kedua laki-laki itu berjalan menaiki lift. mereka berdua baru pulang dari kantor cabang di kota itu.


Ketika Derson dan James hendak menaiki lift seorang paruh baya datang menghampiri Derson, dia adalah Harry orang yang dibenci oleh Derson, seorang paman yang rela memberikan keponakannya kepada orang untuk melunasi utangnya.


Dengan angkuhnya Derson tidak menghiraukan panggilan Harry kepadanya, Derson sangat malas untuk bertemu dengan situa bangka itu.


"Dia memanggil mu apa kamu sudah tuli atau bagaimana?" tanya James.


"Aku mendengarnya tapi aku tidak ada waktu meladeninya" seru Derson dengan tatapan fokus kedepan.


James tidak mau banyak bertanya, dia hanya diam mendengar jawaban Derson lalu turun dari lift saat lift itu sudah sampai di lantai paling atas gedung itu.


Sedangkan harry saat ini berada dikantin makan siang dengan tidak selera, ia merasa kesal saat derson mengabaikannya, padahal niatnya hanya bertanya berapa harga juak rumah yang ia miliki, dan ternyata harry tidak menemukan jawabannya baik dari Derson, Amelia dan juga Marry.


Harry tidak memakan nasi yang ada diepannya dia hanya mengaduk-aduknya dengan sendok tanpa ada niat untuk memakannya.


"Si*l kenapa mereka semua menyembunyikannya dari ku? padahal itu rumah ku jerih payah ku sendiri membangunnya, dasar payah kalian semua" umpat Harry tanpa sadar dirinya menghempaskan sendoknya dengan kuat.


Semua mata tertuju pada Harry, seketika Harry sadar dengan perbuatannya. dengan tidak malunya Harry langsung berjalan kearah kasir untuk membayar makanannya.


Semua bisik-bisik dari karyawan lain Harry tidak mau ambil pusing, dia sepertinya sudah kehilangan urat malunya. para karyawan lain tau penyebab Harry turun menjadi staff biasa.


****


Ditempat lain saat ini Via sedang berjalan memasuki sebuah mall yang besar dikota itu bersama Lily, kedua perempuan itu hanya ingin jalan-jalan saja untuk menghilangkan rasa bosannya.


"Diskon 50% silahkan mampir semua barang yang kita jual dengan kualitas bagus, ayo.... ayo... segera beli sebelum stok habis" suara dari staff toko pakaian.


Via langsung menarik tangan Lily kearah sumber suara itu.


"Kakak ngapain kita kesana?" tanya Lily ngos-ngosan saat Via menariknya sambil berlari.


"Ada diskon ayok kita beli baju! cepat jalannya" seru Via tidak sabar.

__ADS_1


"Aduh kak, kakak mau baju merek apa dan jumlahnya berapa biar aku traktir".


"Aku hanya suka barang diskonan".


Dengan malas Lily hanya berdiri didekat Via saat Via memilih-milih baju, dengan agresipnya Via memilih baju sampai keranjang yang ia punya penuh dan hampir jatuh karena terlalu banyak.


"Hay Via kamu belanja disini?".


"Ehhh ada Bela ada Marta juga, kalian belanja juga ya?" ucap Via dengan girang sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


"Ihh kamu makin cantik aja sekarang, dengar-dengar kamu sudah menikah dengan pria kaya raya dan tampan ya?" tanya Bela.


"Hehe iya".


"Ceritain dong ke kita-kita siapa suami kamu".


"Suami aku itu Aderson, kalian pasti mengenalinya".


"What....." kedua perempuan didepan Via berteriak saat tau sahabtnya menikah dengan laki-laki paling kaya didunia ini.


"Ceritanya panjang, bagaimana kalau siap belanja kita nongkrong di cafe sambil aku ceritain bagaimana bisa aku menikah dengan Aderson" seru Via.


Via yang sedang senang bertemu dengan sahabat lamanya sampai lupa kalau Lily mengekorinya seperti tidak berharga, tanpa mengajak Lily Via mengajak kedua perempuan itu ke salah satu cafe yang ada di mall itu.


Lily yang tidak terima dengan Via langsung ijin pamit pergi dari hadapan mereka.


"Kak aku pergi duluan ya, sepertinya kakak melupakan ku" seru Lily dan menampilkan wajahnya yang merajuk.


"Aduh aku lupa ada kamu Ly maaf ya, kita pulangnya bareng saja, sekarang kita minum dulu dicafe depan".


Dengan tidak iklas Lily kembali mengikuti langkah Via dengan posisi paling belakang diantara mereka, sedangkan Via berjalan didepan Marta dan Bela.


Mereka duduk disalah satu cafe dan memesan minuman beserta makanan ringan untuk mengganjal perut, saat ini Via sedang bercerita perjalanan cintanya bersama Derson awal mula mereka bisa menikah dan hidup bahagia sampai sekarang.


"Astga suamimu romatis juga, tapi diawal kamu cerita aku merasa geram kepada suami mu itu yang berani berbuat kasar padamu" ucap Bela mengagumi Derson sekalian mengumpat Derson.


"Hehe begitulah hidup ini, kita harus sabar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan" seru Via lagi.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan Harry, apa dia sudah hidup bahagia sekarang setelah menjadikan mu menjadi pembayar hutangnya?" tambah Marta.


"Masih seperti dulu, paman belum juga berubah dengan sifatny".


"Pasti suatu saat diakan mendapatkan ganjarannya, semoga saja" seru Bela.


Saat ketiga orang itu sedang sibuk membahas perjalanan hidup Via, Lily hanya bisa terbengong kadang memikmati minuman yang ada didepannya, sudah dari tadi ia merasa bosan tapi enggan untuk pamit kembali, karena Via pasti tidak akan memberinya.


"Marta, Bela ini nomor baru ku kapan-kapan kuta ketemu lagi ya, sepertinya adik ipar ku ini sudah merasa bosan dan juga jenuh".


"Hati-hati ya, kami titip salam buat suami mu yang ganteng itu".


"Sama sekertarisnya itu juga titip salam, kami mengagumi ketampanannya" tambah marta lagi.


Marta dan Bela tidak tau kalau istri james sudah ada didepan mereka, Via hanya bisa mengatakan iya lalu melirik wajah Lily yang sudah merah karena merasa cemburu.


"Hay kakak-kakak yang cantik, asisten Derson bernama James itu sudah ada yang punya, jadi tidak bisa diganggu gugat lagi" seru Lily lalu langsung pergi dari sana meninggalkan Via dan juga kawan-kawannya.


"Dia kenapa pacar nya James? atau apa?" tanya Bela heran saat melihat Lily marah saat tau mereka titip salam.


"Hahaha dia itu istrinya James, sudah ya bye" seru Via lalu berlari mengejar Lily yang sudah pergi jauh.


"Lily tungguin, mereka tidak tau kalau kamu istrinya James" ucap Via.


"Tapi aku tidak suka mereka bicara tetang James, centil amat sih kirim-kirim salam sama suami orang".


"Mereka tidak mengetahui kalau jamu istri James Lily".


Karena Lily tidak mood lagi untuk nelanjutkan langkahnya mengelilingi mall kedua perempuan iti memutuskan pulang kerumah, jujur Via merasa senang saat tau kalau Lily sudah mencintai James.


"Kakak sama adik sama, sama-sama cemburuan" batin via sambil menahan senyumnya.


"Kakak ingin menertawaiku kan?" tanya Lily saat melihat bibir Via terangkat sedikit seperti menahan tawa.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2